Belenggu Cinta, Mafia Kejam

Belenggu Cinta, Mafia Kejam
Apa dia Hamil?


__ADS_3

Karena permintaan dari Reva, Rangga dengan terpaksa menceritakan apa yang tengah di alaminya. Masalah yang beberapa hari ini membuat kehidupannya kacau dan berantakan.


Saat Nevan dan Reva berada di Swiss. Rangga sempat beberapa kali datang ke bar untuk mengisi waktu kosongnya. Menghabiskan waktu bermain dan minum alkohol sebanyak yang dia inginkan, hingga suatu hari. Ia tanpa sengaja terlibat dengan seorang gadis misterius yang entah berasal dari mana.


Rangga yang berada di bawah kendali alkohol, tanpa sadar merenggut keperaw*nan gadis itu. Meski ia tidak bisa mengingat dengan jelas apa yang terjadi, ia tetap tidak bisa mengabaikan hal itu karena gadis yang ditidurinya saat ini tengah mengandung anaknya.


"What? Hamil? Ini baru dua minggu, apa itu benar-benar anakmu?" Tanya Reva kaget memastikan kembali


"Aku juga tidak tahu Non. Saat aku bangun di pagi hari, aku dengan jelas melihat noda bercak merah di kasur.. " Tutur Rangga merasa bingung dan stress dengan apa yang saat ini tengah dialaminya


"Kirimkan aku identitas dari gadis itu, aku sendiri yang akan mencari tahu apa yang terjadi" Tutur Reva serius


"Tapi Non.. "


"Rangga.. Ikuti ucapan Reva. Dengan kemampuannya, ia bisa dengan mudah mencari tahu tentang gadis itu" Sela Nevan yang sejak tadi diam mendengarnya


"Itu benar, tidak ada yang tidak bisa aku temukan. Selain itu, bukankah ini terlalu mencurigakan? Bagaimana bisa dia tidak meminum kontrasepsi setelah berhubungan, ini jelas karena dia ingin menjebakmu" Tutur Reva geram mengingat selama ini, ia yang selalu rutin meminumnya karena permintaan dari Nevan


"Ugghhh.. Entah seperti apa reaksinya jika tahu, dia juga tidak meminumnya" Batin Nevan memalingkan wajahnya begitu pun dengan Rangga


"Ada apa dengan kalian? Apa ada yang kalian sembunyikan dariku? " Tanya Reva heran melihat keduanya tiba-tiba terlihat gugup


"T-tidak ada Non, aku hanya memikirkan tentang ucapan Non Reva tadi" Jawab Rangga gugup


"Oh.. Kalau begitu kita putuskan seperti itu. Lakukan secepatnya, aku akan coba mencarinya setelah tiba di rumahku"


"Kamu sudah memutuskannya?"


"Hmm... Aku datang hari ini karena ingin membeiritahumu, jika aku memutuskan untuk pulang ke rumah besok" Jawab Reva setelah pertimbangan matangnya


Ia bahkan sudah menggunakan black cardnya di mall tadi, yang artinya ia sudah secara terang-terangan mengekspos lokasinya pada keluarganya.


"Kenapa? Apa besok kamu sibuk? Kamu tidak perlu ikut jika kamu sibuk, aku bisa pergi dengan Kak Arya.. "


"Tidak sama sekali. Rangga cepat cancel semua jadwal ku selama beberapa hari kedepan, jika mendesak kamu bisa mengalihkannya ke Ayahku"


"Baik Tuan.. " Jawab Rangga lalu bangkit berdiri berniat pergi


Namun belum sempat ia melangkah, Reva sudah terlebih dahulu menahan lengannya "Lakukan nanti, kamu masih belum membantuku menghabiskan makananku. Duduklah kembali dan makan makananmu" Pinta Reva menarik lengan Rangga hingga ia terduduk kembali di kursi

__ADS_1


"Dan Nevan.. Berhenti menatapku, sejak tadi kamu juga belum menyentuh makananmu.. " Tutur Reva beralih pada Nevan yang sejak tadi hanya diam menopang dagu memperhatikannya


"Bagaimana denganmu?" Tanya Nevan pada Reva yang saat ini hanya meminuk jus miliknya


"Aku kenyang. Jadi sisa makanannya untuk kalian berdua habiskan" Jawab Reva dengan smirknya


"Tapi makanan ini terlalu banyak Reva.. " Protes Nevan tak sanggup yang hanya diangguki oleh Rangga, setuju akan ucapan Nevan


"Apa begitu.. ?" Reva memegang dagunya berfikir lalu dengan cepat mengambil ponselnya berniat menghubungi seseorang


"Apa yang kamu lakukan sekarang?" Tanya Reva saat panggilannya terhubung


"..... "


"Kalau begitu datanglah ke kantin perusahaan, aku kesulitan menghabiskan beberapa makanan yang aku pesan" Pinta Reva kemudian


"..... "


"Ini bukan hanya beberapa makanan.. " Keluh Rangga dalam hatinya


Panggilan terputus.


"Rehan" Jawab Reva tersenyum


Beberapa menit kemudian, Rehan tiba di kantin dan segera menghampiri ketiganya.


"Oh tidak.. " Batin Rehan menelan salivanya kaget melihat meja yang dipenuhi akan makanan dan juga ekspresi Nevan dan Rangga seolah terselamatkan sementara Reva masih memasang senyum manisnya


"Duduklah. Kamu bebas memakan apapun yang kamu mau, jika kurang aku bisa meminta pelayan untuk menyiapkannya kembali"


"Eehh.. T-tidak perlu Non. Ini sudah cukup.. " Cegat Rehan cepat "berlebihan.. " Lanjut Rehan dalam hatinya


"Kalau begitu selamat makan. Aku akan ke Wc sebentar" Tutur Reva lalu bangkit berdiri dan berjalan ke wc terdekat


Nevan dan Rangga langsung menyandarkan tubuh di kursi sembari menghela nafas lega setelah kepergian Reva.


"Kalian.. Datang dan ambil beberapa makanan dari meja ini.. " Pinta Nevan kemudian pada karyawan lainnya


"Aku akan menggandakan gaji kalian bulan ini, jadi ambil lebih banyak sebelum dia kembali dari wc" Ucap Nevan saat para karyawan ragu untuk mengambil makanannya

__ADS_1


Setelah mendengar ucapan Nevan, para karyawan itu dengan cepat mengambil hampir semua makanan di meja itu dan hanya menyusahkan beberapa makanan saja.


"Oh.. Kalian benar-benar menghabiskannya?" Tanya Reva sekembalinya dari wc dan memperhatikan piring yang sudah kosong


"Itu benar.. Aku tidak menyangka jika Rehan memiliki nafsu makan yang cukup tinggi" Tutur Nevan beralasan


"Kalau begitu, lain kali aku pasti akan membawamu bersamaku.. "


"Ehh.. " Rehan menggaruk gusar rambutnya sembari tersenyum paksa


"Bukankah besok kita pulang ke rumahmu, bagaimana jika kita pulang mempersiapkan keperluanmu. Sisa makanannya, bisa kamu serahkan pada mereka..."


"Tidak. Aku akan pulang dengan Rehan. Bukankah kamu masih sibuk, kamu bisa menyelesaikan pekerjaanmu hari ini terlebih dahulu" Tolak Reva mengingat Nevan yang sejak tadi mengabaikan pekerjaannya dan bahkan meninggalkan ruang meeting siang tadi


"Baiklah.. Hati-hati saat pulang" Jawab Nevan tidak bisa berkata apa-apa lagi selain menyetujuinya


Reva lalu pergi diikuti oleh Rehan di belakang, sementara Nevan dan Rangga kembali ke ruang kerjanya untuk nem lanjutkan pekerjaan yang ditunda nya.


....


"Singgah di apotek, aku ingin membeli beberapa obat.. " Pinta Reva memijit keningnya yang terasa pening


"Baik Non.. " Balas Rehan sebelum berhenti di depan sebuah apotek mini


"Pergilah ke minimart dan beli minuman untukku.. " Perintah Reva setelah melihat minimart tak jauh dari tempat apotek itu, sementara dirinya masuk ke dalam apotek


"Berikan aku test pack.. " Pinta Reva pada petugas di apotek


Selama beberapa hari ini, Reva merasakan keanehan pada dirinya. Ia menjadi terlalu sensitif dan sulit untuk mengontrol dirinya. Selain itu, ia merasa mual saat berada di perusahaan tadi. Karena itulah ia memutuskan untuk pulang dengan Rehan dan mampir di apotek dan memastikan kecurigaannya.


...


Setelah membeli yang diingnkannya, Reva kembali ke dalam mobil menunggu ke dagangan Rehan yang entah mengapa begitu lama.


"Maaf Non, tadi ada banyak antrian" Tutur Rehan sembari mengatur nafasnya


"Tidak apa-apa"Jawab Reva tidak mempermasalahkan lalu menyandarkan tubuhnya dan menutup matanya untuk menjernihkan isi pikirannya


"Apa dia benar-benar hamil" Batin Rehan melirik Reva dari cermin, karena sebelum ke minimart ia melihat Reva membeli testpack di apotek tadi dan entah mengapa ia merasakan perasaan yang sedikit aneh di hatinya seolah ia tidak rela jika hal itu terjadi

__ADS_1


__ADS_2