Belenggu Cinta, Mafia Kejam

Belenggu Cinta, Mafia Kejam
Perdebatan


__ADS_3

Setelah menyelesaikan urusannya di kota S, Anggi kembali ke kota X bersama dengan Geral yang tetap setia mengikutinya dan menuruti semua keinginannya. Keduanya kini tiba di rumah Nevan karena desakan dari orang tua Nevan yang meminta keduanya untuk datang.


Anggi duduk berhadapan dengan orang tua Nevan. Dengan Reva dan Nevan yang juga ikut duduk berdampingan di kursi tengah.


"Ini kok pada serius semua?" Tanya Reva berbisik di telinga Nevan


"Aku belum bilang? Papa Mama mau bahas pernikahan kita" Jawab Nevan ikut berbisik di telinga Reva


"Aku sampai lupa kalau kita mau nikah" Ucap Reva sembari menepuk jidatnya karena sifat pelupanya


Setelah keluar dari rumah sakit, ia sama sekali tidak pernah memikirkan pernikahannya yang akan dilaksanakan minggu depan jika mengikuti jadwal sebelumnya.


Nevan yang mendengar penuturan Reva hanya menggelengkan kepalanya "Bagaimana bisa hal penting seperti itu kamu lupakan" Ucap Nevan menyentil pelan kening Reva yang hanya dibalas kekehan oleh Reva yang kini memasang raut wajah tidak bersalahnya


...


"Sekarang karena semuanya udah pada kumpul disini, sebaiknya kita bahas ulang pernikahan mereka berdua" Tutur Ayah Nevan memulai pembicaraan


"Itu benar. Berhubung Anggi sudah ada disini, aku sarankan untuk membicarakannya kembali. Karena waktu persiapannya terlalu sedikit jika harus melaksanakannya minggu depan. Dan aku yakin, mereka berdua sama sekali belum membicarakan apapun. Termasuk memilih baju pernikahan dan yang lebih penting cincin pernikahan. Iya kan?" Tanya Ibu Nevan menatap keduanya yang hanya bisa mengangguk pasrah karena memang itulah yang terjadi


"Apa aku belum pernah mengutarakan pendapatku sebelumnya?" Sela Anggi mengingat-ngingat kembali sejak ia datang ke rumah itu


"Aku memang menyetujui hubungan kalian berdua, tapi aku belum setuju untuk pernikahan kalian" Tutur Anggi kemudian


"Apa maksud kamu?" Tanya Ayah Nevan menatap Anggi serius meminta penjelasan


"Maksud aku, aku belum setuju jika mereka melaksanakan pernikahan. Reva masih terlalu muda, ia bahkan masih berstatus mahasiswi. Bukankah ini terlalu cepat untuknya?"


"Maaa... " Reva menatap Ibunya lirih tak menduga jika ibunya akan berkata seperti itu.


"Mama tahu apa yang mau kamu katakan, tapi Mama hanya menyuarakan pendapat pribadi Mama.. " Ucap Anggi pada anaknya


Meski ia dan ayah Nevan bersahabat, ia tetap tidak bisa begitu saja membiarkan Anggi menikah di umurnya yang masih dianggapnya begitu muda.

__ADS_1


"Ikut denganku.. " Ucap Ayah Nevan menarik lengan Anggi naik ke lantai atas diikuti yang lalu diikuti oleh Geral dan Ibu Nevan di belakang keduanya


"Apa mereka akan bertengkar?" Tanya Reva pada Nevan


"Tidak apa-apa. Mereka hanya akan berdebat sedikit lalu berdamai setelah itu. Bagaimana pun mereka itu bersahabat" Tutur Nevan menenangkan


"Mama benar-benar mirip dengan Paman.. Mereka berdua sama-sama tidak setuju jika aku menikah muda" Ucap Reva mengingat kembali saat pamannya menentang pernikahannya


"Itu karena mereka benar-benar perduli padamu" Ucap Nevan mengusap rambut Reva


"Kalau seandainya mereka setuju untuk menunda pernikahan kita, apa yang akan kamu lakukan? Menyetujuinya?"


"Tentu saja tidak. Tapi itu tergantung dirimu, jika kamu benar-benar ingin menundanya maka aku akan menurutinya tapi kamu harus tetap tinggal di sisiku seperti ini"


"Yah.. Itu tidak ada bedanya dengan sudah atau tidaknya kita menikah.. " Ucap Reva lalu berbaring di pangkuan Nevan sembari menunggu orang tua mereka membahasnya


...***...


Di sisi lain, Anggi dan ketiganya kini tiba di salah satu ruangan terdekat di dekat tangga. Keempat nya duduk saling bertatapan dengan begitu seriusnya.


"Tapi mereka berdua sudah membahasnya, Reva setuju untuk tetap melakukan pernikahan. Karena itulah, pernikahannya diadakan secara privat" Ucap Ibu Nevan


"Tidak.. Aku semakin tidak setuju jika pernikahannya diadakan secara privat. Ini hanya akan membuat Reva semakin kesulitan menyembunyikan pernikahannya" Ucap Anggi semakin menolaknya karena menurutnya pernikahan yang seperti itu, hanya akan membuat Reva kesulitan terutama mengatasi pandangan orang lain yang belum jelas akan hubungan keduannya


"Tidak harus disembunyikan. Bahkan jika pernikahan ini privat, Reva tetap bisa mengungkapnya nya. Kami melakukan ini karena tidak ingin Reva dibatasi akan pernikahannya" Ucap Ibu Nevan


"Jika seperti itu, lakukan saat Reva selesai kuliah. Tidak akan terlambat untuk melaksanakannya saat dia sudah lulus"


"Aku tidak berfikir Nevan akan setuju.. " Ucap Ayah Nevan yang sudah begitu mengerti sifat anaknya itu


"Aku sama sekali tidak perduli akan keputusan Nevan. Dimataku, keputusan Reva adalah yang paling penting. Selain itu, aku masih belum membahas soal Nevan yang diam-diam membuatnya hamil.. "


"Dia memang sedikit berlebihan saat itu, tapi semua itu karena dia benar-benar menyukai Reva" Kali ini giliran Geral yang berbicara

__ADS_1


Meski ia tidak ingin berdebat dengan Anggi, tapi dalam keadaan ini ia tidak memiliki pilihan lain. Karena bahkan jika perbuatan Nevan sedikit berlebihan, ia tetap akan membelanya.


"Sepertinya kalian masih belum mengerti. Sekali lagi aku katakan, Aku menentang pernikahan ini diadakan terlalu awal. Reva masih begitu muda dan pikirannya masih begitu polos" Ucap Anggi sontak berdiri menatap ketiganya geram


"Sudah cukup. Tidak akan ada habisnya jika kita bersebat seperti ini. Bagaimanapun yang akan menjalani pernikahan ini adalah mereka berdua. Jadi mengapa tidak membahasnya dengan mereka?" Tanya Ibu Nevan tak ingin memperpanjang perdebatan ini lagi


"Kalau begitu ayo turun ke bawah" Ucap Anggi kembali bangkit berdiri dan keluar dari ruangan


Ketiganya hanya menghela nafas pasrah, bahkan jika Anggi adalah yang termuda diantara mereka, mereka tetap kesulitan berhadapan dengan sifat keras kepala Anggi, sama seperti sebelumnya saat ia masih menjadi seorang mahasiswa.


...***...


Keempat nya kembali turun ke ruang tamu menemui Nevan dan Reva yang masih berada disana. Dengan Reva yang masih berbaring di pangkuan Nevan sembari memainkan ponselnya sementara Nevan yang sibuk memainkan rambut Reva.


"Ekheemmm.. " Anggi berdekhem saat tiba disana karena keduanya yang sama sekali tidak menyadari kedatangannya


"Oh Mama.." Reva langsung memperbaiki posisinya begitupun dengan Nevan


"Sepertinya tidak berjalan dengan baik" Bisik Reva pada telinganya Nevan setelah memperhatikan raut wajah mereka yang masam


"Hmm.. Sepertinya benar" Gumam Nevan menyetujui


Hanya dengan melihat raut wajah orang tuanya, sudah membuat Nevan merasakan perasaan cemas bahkan sebelum mereka berbicara.


"Jadi apa keputusan Mama? Mama tidak akan menolaknya bukan?" Tanya Reva to the point pada ibunya


"Mama tetap menolaknya jika kamu bersikeras menikah saat kamu masih kuliah" Jawab Anggi tegas


"Aku sudah membahas hal ini dengan Paman. Aku akan tetap menikah dengan Nevan bahkan jika aku masih kuliah"


"Reva.. " Tegur Anggi


"Aku tau kekhawatiran Mama, tapi aku benar-benar serius dengan keputusan ku ini" Ucap Reva serius

__ADS_1


Melihat raut wajah serius anaknya, Anggi hanya bisa meghela nafasnya pasrah "Biarkan aku memikirkannya" Ucap Anggi lalu berdiri pergi meninggalkan mereka di ruang tamu


__ADS_2