
Nevan menarik salah satu kursi yang ada di ruangan itu dan memposisikan nya tepat di depan Ibu tiri Reva. Ia lalu membuka selotip di mulutnya dengan paksa.
"Ughh.. " Ibu tiri Reva meringis kesakitan saat Nevan menarik paksa selotip dari wajahnya
"A-apa yang ingin kamu lakukan?" Tanyanya gugup dan takut melihat Nevan yang menatapnya penuh amarah
Tanpa berucap Nevan menendang kursi yang digunakan oleh Ibu tiri Reva membuatnya terhempas jauh kebelakang. Belum cukup sampai disitu, Nevan lalu berdiri menghampirinya dan meraih rambutnya lalu menariknya kasar.
"Ughh.. Lepas.. " Pinta Ibu tiri Reva saat Nevan menjambak rambutnya, seolah-olah akan terlepas dari kulit kepalanya
Nevan sama sekali tidak menghiraukannya dan semakin mempererat cengkaramannya lalu menghempaskannya masuk ke dalam kamar mandi. Cairan merah kental perlahan menetes dari kepalanya, karena terbentur bak mandi.
Apa yang dilakukan Nevan benar-benar sama persis seperti apa yang terjadi pada Reva. Hanya dengan melihat luka lebam di tubuh Reva, Nevan sudah bisa menebak jenis pukulan apa yang diterimanya.
"Hentikan Nevan.. " Pinta Ibu tiri Reva masih berusaha menghentikan Nevan sebelum ia benar-benar mati ditangannya
"Tidak perlu khawatir. Aku tidak akan membunuhmu. Aku pasti akan membuatmu tetap hidup dan menyaksikan penderitaanmu secara perlahan" Tutur Nevan sarkas sembari menjambak kembali Ibu tiri Reva
"Jadi apa seperti ini kamu menyiksa Reva?" Ucap Nevan lalu menenggelamkan kepalanya di bak mandi
Nevan menahannya selama hampir satu menit sebelum akhirnya ia menariknya kembali ke atas, membuatnya terbatuk dan memuntahkan air yang masuk secara paksa ke tenggorokannya "Uhuukkk..Uhhhuukkkk.. " Belum puas sampai disitu, Nevan kembali mengulangi hal ini hingga ia benar-benar puas menyiksanya dengan air.
Tok.. Tok.. Tok..
Nevan menghentikan aksinya, saat pintu ruangan diketuk dari luar. Terdapat Arya yang baru saja tiba dengan beberapa pengawal di belakangnya yang baru saja dibebaskanya.
"Nevan..?" Seketika rahang Arya mengeras saat pandangannya tertuju pada wanita yang tengah disiksa oleh Nevan
Nevan bangkit keluar dari kamar mandi yang kemudian digantikan oleh Arya yang kini masuk ke dalam.
__ADS_1
"Siapkan besi panas dan arang untukku" Perintah Nevan pada pengawal tadi
Berbeda dengan Nevan, Arya hampir mematahkan satu persatu jari-jari ibu tiri Reva. Ia benar-benar tidak memperdulikan akan ibu tiri Reva yang merupakan seorang wanita.
Hanya ada suara rintihan sakit dan tangisan yang menggema di sekitar ruangan itu. Bahkan para pengawal yang berada di lantai bawah, bergidik ngeri saat mendengar suara teriakan dari Bela.
....
Sementara itu, pengawal yang tadi diperintahkan oleh Nevan kini tiba di kamar dengan membawa besi panas dan arang sesuai dengan permintaan dari Nevan tadi.
"Arya.. Bawa dia keluar.. " Perintah Nevan pada Arya
Arya lalu menghentikan aksinya dan menarik ibu tiri Reva keluar sama seperti cara Nevan tadi yakni dengan menarik rambutnya.
"A-apa yang mau kamu lakukan? T-tidak.. Jangan lakukan ini.. Aku tahu aku salah.. Maafkan aku.. " Bela merintih memohon kesakitan, tubuhnya bergetar hebat membayangkan apa yang akan terjadi pada dirinya jika besi yang kini dipegang oleh Nevan terkena di kulitnya
"Maaf? Jika kata maaf darimu bisa mengembalikan anakku, aku mungkin akan memaafkanmu. Tapi itu tidak mungkin, karena anakku sudah tidak ada berkat dirimu"
"Ini bahkan baru saja dimulai dan kamu sudah berteriak seperti itu.. "
"Dasar br*ngsek.. Aacckkkk.... " Umpat Ibu tiri Reva namun berakhir dengan teriakan karena Nevan yang kembali menempel besi panas itu di betisnya yang lain
"Ughhhhhh.. Aacckkk.. Apa kamu gila.. Bagaimana bisa kamu melakukan hal ini pada wanita.. Ackk.. "
"Kamu yang gila. Aku kehilangan anakku dan Reva kini berbaring di rumah sakit karenamu" Bentak Nevan menujuk tepat di wajah Ibu tiri Reva yang masih meringis kesakitan
"Ambilkan air untukku" Perintah Nevan pada pengawal tadi
Tanpa berlama-lama, ia langsung mengikuti perintah Nevan dan masuk ke kamar mandi mengambil air di ember.
__ADS_1
"H-hentikan Nevan.. Cukup... Aghhhhkkkkk" Tanpa menghiraukannya barang sedikitpun, Nevan menyiram bekas besi tadi dengan air membuat Ibu Tiri Reva semakin dibuat merintih kesakitan
Rasa sakit memenuhi seluruh tubuhnya yang seolah remuk karena perlakuan dari Nevan yang sama sekali tidak berperikemanusiaan.
"Apa yang akan kamu lakukan selanjutnya?" Tanya Arya kemudian, karena jika Nevan ingin membunuhnya ia sudah pasti akan melakukannya sejak tadi, namun Nevan sama sekali tidak melakukannya, ia justru memilih menyiksanya secara perlahan seperti ini
"Aku akan memasukkan ke penjara" Jawab Nevan sudah memikirkan langkah selanjutnya
Setelah ia puas bermain-main dengannya, ia akan memasukkannya ke dalam penjara. Dengan semua bukti yang didapatnya tidak sulit baginya untuk memenjarakannya. Bahkan jika ia tidak memiliki bukti pasti ia tetap akan memikirkan berbagai cara untuk membuatnya masuk ke dalam penjara.
"Penjara?" Arya mengerutkan keningnya tidak mengerti dengan rencana Nevan
"Itu satu-satunya tempat yang sangat sesuai untuknya saat ini" Tutur Nevan dengan kaki menekan luka yang baru dibuatnya
"Ngghh ughhhh.. Hentikan.. Aku mohon henti-ugghh" Ucap Ibu tiri Reva memohon-mohon, air matanya kini menetes keluar, rasa sakit yang begitu tak tertahankan itu membuatnya bahkan kesulitan untuk sekedar berbicara dan bergerak
"Sebaiknya kamu menikmati kehidupan damaimu di kamar ini, sebelum kamu bertemu dengan teman-temanmu" Tutur Nevan menyeringai ngeri
Arya yang sejak tadi berfikir akan maksud dari Nevan kini mulai mengerti. Teman yang dimaksudnya tidak lain adalah para tawanan yang sepertinya akan disuap oleh Nevan untuk membuat Ibu Reva tersiksa di penjara.
Karena bahkan jika terjadi perkelahian di penjara, para sipir hanya akan menganggapnya biasa dan bahkan membiarkannya begitu saja karena sudah menjadi hal biasa bagi sesama tawanan untuk bertengkar.
"Jaga ruangan ini, jangan biarkan dia kabur" Perintah Nevan pada pengawal tadi sebelum meninggalkan ruangan itu
Tak ada satupun dari pengawal yang berani menatap ke arah Nevan dan Arya. Khususnya Nevan yang terlihat begitu mengerikan dengan hawa mengintimidasi miliknya. Kejadian yang terjadi pada Ibu tiri Reva, sudah lebih dari cukup untuk membuat mereka takut akan sosok Nevan.
Terutama cara Nevan yang selalu menggunakan besi panas saat menginterogasi musuhnya di masa lalu kini ia gunakan pada seorang wanita yang merupakan Ibu tiri dari calon istrinya.
"Dia terlalu mengerikan. Betapa bodohnya wanita itu, ia benar-benar salah mencari musuh" Tutur salah seorang pengawal bergidik ngeri, mengingat kembali teriakan histeris dari Ibu tiri Reva yang memenuhi seisi rumah itu tadi
__ADS_1
"Dia benar-benar sesuai dengan reputasinya " Timpal yang lainnya menyetujui
"Aku akan naik berjaga, akan lebih baik jika kita berhati-hati. Aku benar-benar tidak ingin melihat sosok mengerikannya itu" Tutur yang lainnya segera naik ke ruangan tadi untuk ikut berjaga dengan pengawal lainnya