Belenggu Cinta Papa Angkatku

Belenggu Cinta Papa Angkatku
Bab 100. I love you papa (end)


__ADS_3

Wajah dokter itu berubah saat mendengar pertanyaan Leon dan membuat kakak beradik itu khawatir. "Dok, istri saya baik-baik saja kan?"


"Maaf pak, anak bapak lahir dalam keadaan sehat dan selamat...namun kami mohon maaf, kami sudah berusaha semaksimal mungkin tapi--"


Leon dan Agatha menatap wajah dokter itu dengan tegang. Sang dokter menggantung ucapannya di sana seakan ia telah berat akan mengatakannya.


Saat itu pula si kembar datang bersama dengan Bram dan Lusi. Si kembar bersikeras ingin menemui mommy mereka setelah mimpi buruk yang dialami mereka.


Kedua anak kembar itu berlari menghampiri Leon, si bayi, Agatha dan dokter yang tengah berdiri didepan ruang UGD.


"Dok! Istri saya baik-baik saja kan?" tanya Leon sekali lagi dengan raut wajah tegang.


"Kami sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi Tuhan berkehendak lain. Istri bapak meninggal dunia."


Deg!


Mendengar perkataan sang dokter, semua orang disana tercengang. Mereka tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh dokter.


"Nggak, ini nggak mungkin dok...istri saya pasti baik-baik saja kan?" Leon meneteskan air matanya. Ia menatap dokter tidak percaya.


"Aileen...hiks.... AILEEN..." Agatha ambruk, ia menangis sejadinya mendengar kata-kata dokter. Agatha memegang dadanya yang terasa sesak itu.


Si kembar langsung berlari menghampiri Daddy mereka. Si kembar menangis dan tidak menyangka bahwa mommy mereka meninggal dunia.


"Nggak! Dokter pasti salah, mommy gak mungkin meninggal! MOMMY!" jerit Alea lalu berlari ke dalam ruang UGD. Gadis kecil itu menangis sejadi-jadinya disana. Ia histeris.


Alexander juga menyusul Alea ke dalam. Mereka melihat jenazah ibunya disana. Terbujur kaku dengan wajah pucat dan lengkungan senyum dibibirnya. Apa mommy mereka meninggal dalam keadaan damai?


"Mommy! Mommy bangun mommy, MOMMY ini Alea mommy!" teriak Alea sambil menangisi mommynya.


"MOMMY!" Alexander memeluk jenazah mommynya dengan erat. Rasanya tidak percaya bahwa mommynya telah meninggalkan dunia ini. "Mommy bangun, adek bayi udah lahir mom...mommy harus bangun mom..." ucap Alexander berharap. Anak yang jarang berekspresi itu kini menunjukkan emosinya. Dia sangat menyayangi mommynya, sangat sayang. Dia tak mau kehilangan mommynya.


Sementara itu di luar sana, Bram, Lusi, Agatha dan Leon juga terlihat berduka. "Ini semua gara-gara kakak! Kalau kakak tidak selingkuh, ini semua tidak akan terjadi kak! Hiks...kakak jahat sekali, kakak JAHAT SEKALI, MEMBUAT AILEEN MENINGGAL DALAM KEADAAN SAKIT HATI!" Agatha menangis pilu, seakan ia menjadi Aileen.


Leon seperti orang linglung, ia menggendong bayinya dan masuk ke dalam ruang UGD dimana kedua anaknya tengah menangisi ibu mereka. Air mata Leon tidak berhenti menatap wanita yang terbaring tak bernyawa di atas ranjang itu.


"Dad...Daddy, ayo bangunin mommy dad! Mommy gak mau bangun," rengek Alea sambil memegang tangan daddynya. Sungguh hati Leon hancur dengan keadaan ini, kalau saja ia tidak berbohong maka semua ini tidak akan terjadi.


"Mommy...jangan tinggalin Alex Mommy...hiks..." Alexander menangis terus, ia tak kuasa menahan tangisnya itu.


"AILEEN...sayang! Jangan tinggalkan aku, jangan tinggalkan aku dan anak-anak kita...maafkan aku sayang...maafkan aku sayang...hiks...aku salah...aku seharusnya jujur padamu...maafkan aku sayang...hiks..."


Leon menangisi kepergian istrinya dengan penuh rasa sesal rasa bersalah. Seandainya ia jujur dari awal, pasti ini semua tidak akan terjadi. Seandainya waktu bisa di putar ulang, Leon akan memilih jujur pada istrinya, dia tidak akan mengulang kesalahan yang sama.


******


"JANGAN JANGAN tinggalkan aku! Jangan sayang, Aileen... MAAFKAN AKU!"


Aileen terbangun, manakala ia mendengar suaminya berteriak-teriak mengigau. Bahkan kini suaminya yang masih terpejam itu menangis, berkeringat dingin. Terlihat kegelisahan di wajahnya.


"Mas...mas bangun mas! Mas kamu kenapa?" tanya Aileen seraya mencoba membangunkan suaminya. Ia cemas melihat suaminya begitu.


"Mas...mas!" panggil Aileen pada suaminya.


Sontak Leon membuka matanya saat ia merasakan cubitan cukup keras di wajahnya. Nafas Leon terengah-engah, ia pun melihat si cantik yang tengah menatapnya dengan cemas. Ya, Aileen ada dihadapannya. Aileen yang hidup. Tuhan apa ini mimpi? Pikir Leon dalam hatinya.


"Mas, kamu tidak apa-apa?" tanya Aileen cemas. "Kamu mimpi--"


Kata-kata Aileen terhenti saat tangan Leon menarik ia ke dalam tubuh kekarnya. Leon mendekap Aileen yang perutnya buncit itu. "Mas...sesak mas...lepasin aku Mas..."


Aileen mendorong tubuh suaminya itu. "Mas kamu kenapa sih?"

__ADS_1


"Sayang, apa aku sedang bermimpi? Apa ini benar-benar kamu? Kamu masih hidup? Dan perut kamu...hiks."


Aileen melihat suaminya seperti orang yang linglung. Leon seperti baru saja terbangun dari kematiannya atau dari mimpi yang sangat menakutkan baginya. Tangan Aileen terulur membelai pipi suaminya dan mengusap keringat wajah Leon. "Kamu kenapa? Mimpi buruk ya? Kamu--"


Leon meraih kedua tangan Aileen lalu mengecup punggung tangan istrinya. "Sa-sayang...aku minta maaf, aku minta udah bohong sama kamu. Aku minta maaf! Tapi aku mohon, jangan tinggalkan aku...aku tidak sanggup. Tuhan...tolong....aku tidak bisa hidup tanpa istriku, jangan ambil dia tuhan." kata Leon seraya memohon pada istrinya.


"Sayang..." Aileen mengerutkan keningnya dengan bingung. "Sayang kamu hanya bermimpi, aku tidak akan kemana-mana dan kamu bohong apa sih?"


"Aku mencintaimu sayang, aku mencintaimu dan anak-anak kita." ucap Leon lirih seraya menciumi wajah istrinya dengan penuh rasa syukur.


Wanita yang hamil 5 bulan itu terlihat bingung dengan sikap suaminya. Apalagi saat Leon tiba-tiba beranjak dari ranjangnya dan mengambil ponsel di atas. Ia melihat tanggal hari ini, ia pun tersadarkan bahwa Aileen meninggal dan semua kejadian itu hanya mimpi.


"Mas kamu kenapa sih?"


Aku harus memastikan bahwa kecelakaan mobil yang menimpa Tiara dan suaminya benar-benar mimpi.


Leon menelpon Bram, ia langsung menanyakan pada Bram tentang kecelakaan mobil di Bogor. Bram mengatakan bahwa kecelakaan itu sungguhan, bahkan Leon sudah berpura-pura jadi suaminya Tiara.


"Astaga..." Leon menutup teleponnya. Leon pikir kejadian Tiara hanya mimpi. Pria itu terlihat kecewa.


"Mas, kamu kenapa sih? Siapa Tiara? Apa kamu selingkuh dari aku?!" tuduh Aileen sensitif.


"Sayang, kamu jangan marah ya...besok aku akan jelaskan semuanya. Aku akan jujur sama kamu dan aku akan mengakhiri semua ini. Tapi kamu jangan pernah tinggalkan aku sayang," Leon tiba-tiba saja melow dan memeluk istrinya. Ia sungguh tak paham dengan sikap dan kata-kata suaminya ini.


Hingga keesokan harinya, Leon membawa Aileen ke Bogor untuk bertemu dengan Tiara. Di dalam perjalanan Leon menjelaskan tentang apa yang terjadi antara dirinya dan juga Tiara, lalu tentang dirinya yang berpura-pura menjadi suami dari wanita hamil itu. Awalnya Aileen marah, tapi akhirnya ia luluh saat Leon berkata jujur.


Setelah menemui Tiara, Leon kepada ibu Tiara bahwa dia tidak akan pernah berpura-pura menjadi suaminya lagi. Ia juga mau minta maaf kepada Tiara dan ibunya karena sudah membuat suami Tiara meninggal dunia. Leon pasrah saja kalau ia harus di penjara untuk mempertanggungjawabkan semua perbuatannya. Namun ibu Tiara memilih untuk memaafkan Leon dan membiarkan Leon pergi bersama istrinya.


Akhirnya masalah pun selesai dengan kejujuran Leon. Ia sangat bersyukur kepada Tuhan Yang maha kuasa, sebab semua yang terjadi hanyalah mimpi buruknya saja. Ia bersyukur sebab Aileen masih ada disampingnya.


*****


Ya, hari ini sepertinya Aileen akan segera melahirkan. Semua orang terlihat gelisah menunggu Aileen di depan ruang bersalin. Leon tantinya berjalan mondar-mandir dengan perasaan yang berkecamuk. Ia berdoa kepada Tuhan agar anak dan istrinya selamat dan baik-baik saja.


"Ya Tuhan...semoga istri dan anakku baik-baik saja." ucap Leon sambil berdoa dan mengusap wajahnya selama beberapa kali.


"Tenang aja Yon, Aileen dan anak kalian pasti baik-baik saja." kata Bram seraya menepuk pundak sahabatnya.


Tak hanya Leon yang resah, si kembar juga ada disana dan merasa gelisah. Sebab sudah dua jam berlalu, Aileen maupun dokter belum keluar juga dari ruangan tersebut.


"Semoga mommy sama Dedek bayi baik-baik aja!" kata Alea dan Alexander kompak.


Tak lama kemudian, terdengar suara tangisan bayi yang kencang berasal dari dalam ruang bersalin tersebut. Semua orang yang berada di depan ruangan itu pun sontak saja tersenyum semeringah.


Owe... owe...


Agatha, suaminya, anaknya, Bram, Lusi dan anak mereka juga ada disana. Mereka terlihat lega karena Aileen sudah melahirkan.


Leon dan semua orang diperbolehkan masuk ke ruang perawatan setelah bayi Aileen lahir dan dibersihkan. Terlihat bayi mungil itu sangat tampan dan berkulit putih. Dia mirip sekali dengan Leon.


Semua orang terlihat bahagia dan memberikan selamat pada Aileen dan bayinya yang telah selamat dan sehat.


"Mommy, Dede bayi lucu banget...siapa nama Dede bayinya mom?" tanya Alea gemas sambil memegang pipi bayi laki-laki itu.


Aileen dan Leon saling melirik lalu tersenyum.


"Panggil saja Dede Arsen, nak." jawab Aileen.


"Namanya Arsenio Rudolf Xavier." Leon memperjelas nama bayi laki-laki mereka kepada si kembar dan juga semua orang yang berada di sana.


"Nama yang bagus! Selamat ya untuk kalian berdua," kata Cleo yang baru saja datang kesana untuk menjenguk Sahabatnya itu.

__ADS_1


"Cleo?"


Cleo datang bersama Sam dan kedua anaknya. Tanpa mereka sadari Raiden melirik Alea yang tengah tertawa dengan si bayi yang baru lahir. Raiden tersenyum pada sahabatnya itu.


Mereka pun berkumpul dan memberi selamat pada Aileen dan Leon. Suasana disana terlihat sangat bahagia.


🍁🍁🍁


Kini Leon dan keluarga kecilnya tengah bermain di taman belakang rumah mereka. Leon memutuskan untuk meninggalkan dunia mafia dan lebih fokus menjadi seorang CEO juga kepala keluarga yang baik.


Ia tak mau berkerut di dalam dunia hitam itu lagi, apalagi dia sudah mulai menua. Keinginannya adalah melihat anak-anaknya tumbuh dan bahagia.


Lalu tentang Ericko? Bagaimana kabarnya? Leon sudah melepaskan Eriko dari siksaannya namun sayang Eriko tiada. Sebab ia memiliki penyakit leukimia.


****


Usai bermain seharian, Aileen dan Leon kompak menidurkan tiga anak mereka. Setelahnya Leon membawa sang istri ke kamar mereka berdua.


"Sayang, terima kasih karena kau telah menjadi istri dan ibu yang baik untuk anak-anak kita. Aku sangat bahagia memilikimu didunia ini," Leon memeluk sang istri, di kecupnya pucuk kepala sang istri berkali-kali.


"Aku juga mas...aku sangat bahagia karena memiliki suami yang sangat baik seperti mu."


"Ai, aku tidak sebaik yang kau pikirkan." lirih Leon teringat dengan masalah tiada. Kemudian Aileen memberikan Leon sebuah kecupan singkat di bibir.


"Ssstt.. sudah ya, tolong jangan membahas itu lagi. Lupakan semuanya, kita harus bahagia." Aileen naik ke atas pangkuan suaminya, tangannya mengalung di leher Leon.


Kedua netra mereka pun bertemu, menatap dengan saling membara penuh hasrat.


"Sayang...yang bawah sudah mengeras!" ujar Leon pada sang istri.


"Lakukanlah mas, aku adalah milikmu." Aileen tersenyum.


Leon meraup bibir sang istri dengan intens, lalu di mulai menanggalkan pakaian keduanya. Malam itu adalah malam Syahdu dan penuh kebahagiaan untuk mereka berdua.


Keduanya sama-sama berkeringat dan ambruk dalam rasa bahagia. Hidup mereka seolah sempurna seperti telah meraih surga dunia. Keluarga kecil bahagia, Leon, Aileen, Alexander, Alea dan Arsen.


Meski cinta mereka dulu disebut sebagai Cinta terlarang. Berawal dari cinta anak dan papa angkat, tapi kini mereka telah bersatu karena cinta tak mengenal usia, cinta tidak memilih kepada siapa kita akan jatuh.


"I love you sayangku."


"I love you papaku..." balas Aileen seraya tersenyum bahagia pada suaminya yang berbeda jauh usia dengannya itu.


...The end...


...*****...


Hai Readers, makasih banyak yang udah mengikuti cerita author dari awal sampai akhir, makasih buat dukungan kalian semua ☺️☺️😍 mungkin endingnya berasa kecepatan ya 🤭 tapi author sudah memikirkan ini matang-matang ☺️


Author takut kalau kepanjangan malah akan membuat kalian jenuh dan jujur aja ini novel romansa modern author yang terpendek dibanding novel author yang lain 🤭


Oh ya sekuel Alea dan Alexander insya Allah release hari ini ya ☺️☺️



Spoiler bab.... Obsesi Cinta Tuan Mafia.


"Kau milikku Alea, tidak akan kubiarkan kau menikah dengan orang lain. Tidak Alea!" Raiden mencekal tangan Alea, atensi tajamnya tak pernah terlepas dari wanita yang sudah bersemayam di dalam hatinya sejak ia berada di sekolah dasar itu.


"LEPASKAN aku Rai, ini bukan cinta...kau hanya terobsesi padaku!" sentak Alea dengan bulir air mata yang terus mengalir membasahi pipinya.


****

__ADS_1


__ADS_2