Belenggu Cinta Papa Angkatku

Belenggu Cinta Papa Angkatku
Bab 11. Membangkang


__ADS_3

...🍁🍁🍁...


"Apa maksudnya papa bicara seperti ini?" Aileen menoleh pada Leon dengan atensi yang begitu tajam.


"Ai...Papa pikir akan baik jika kau berkenalan dengan seorang pria baik, siapa tau mungkin--dia bisa menjadi teman?" tanya Leon dengan sedikit berhati-hati, namun malah membuat Aileen tersenyum sinis.


"Ya, Aileen...dia adalah saudara sepupu Tante yang memiliki bisnis di bidang perhotelan. Tidak ada salahnya kan untuk berkenalan atau berteman dengannya?" tawar Celia dengan senyuman lembut seperti biasa, senyuman bak ibu peri dan itu membuat Aileen semakin jijik.


Oh, jadi ini rencana si nenek sihir? Dia ingin menjodohkan aku dengan seorang pria agar tidak menganggu hubungannya lagi dengan papa? Baik akan aku layani, sekalian aku tes perasaan papa padaku.


Gadis itu menekan perasaannya yang ingin marah dan berteriak seperti biasanya. Sebisa mungkin dia menahan semua itu dan memperlihatkan bahwa dia akan berubah, belajar menjadi pribadi yang lebih dewasa.


"Oh baiklah akan aku pertimbangkan," ucap Aileen sambil menyunggingkan senyuman santai dibibirnya.


Leon dan Celia terperangah tak percaya mendengar jawaban tidak terduga dari Aileen. Mereka pikir gadis itu akan marah-marah dan berteriak menolaknya. Tapi Aileen hanya tersenyum dan mengatakan bahwa dia akan mempertimbangkannya.


"Ai, apa kau serius sayang?"


"Iya Papa, kalau menurut papa itu yang terbaik untukku pasti itu baik kan?" tanyanya pada sang papa yang membuat pria itu tercenung karena sikap Aileen.


"Iya sayang tentu saja," Leon manggut-manggut dengan bingung.


"Oh ya Pa, aku mau pergi dulu ya bersama temanku."


"Kau mau kemana? Teman yang mana?" tanya Leon dengan tatapan mata tajam pada Aileen. Dia mulai berpikir yang bukan-bukan dengan Aileen yang meminta izin pergi. Pikir Leon, mungkin Aileen akan pergi dengan teman-temannya yang semalam mengajaknya meneguk minuman haram. "Jangan bilang kau mau pergi dengan si Cleo itu?"


"Ya benar pah, Cleo dan juga teman-temanku yang semalam pergi ke club'." jawabnya santai.


Pria itu langsung bereaksi begitu mendengar nama Cleo dan teman-teman yang semalam. "Kau tidak boleh berteman dengan Cleo dan pria-pria bajingan itu lagi, Ai! Papa melarangmu!"


Aileen langsung mengerutkan keningnya, ia menaikan alisnya. Lalu menatap Leon dengan atensi tajam, sudah jelas reaksinya atas keputusan Leon adalah negatif. "Atas dasar apa Papa melarangku berteman dengan Cleo dan temanku yang lain?"


"Atas dasar mereka bukan temanmu tapi orang-orang bajingan yang hanya ingin menjerumuskanmu saja Ai," ucap Leon tegas.

__ADS_1


"Masalah menjerumuskan atau tidak itu urusanku Pa, kan papa sendiri yang bilang tidak akan peduli padaku dan aku harus bersikap dewasa. Orang dewasa pasti tau bagaimana memilih berteman."


"Tapi kau belum tau itu Ai!" sergah Leon cemas pada putrinya itu.


"Usiaku 20 tahun Pa, sudah waktunya Papa membebaskan aku dan tidak mengekang ku seperti ini lagi. Bagaimana bisa aku menjadi dewasa bila aku tidak tahu dunia? Dan untuk itu Papa harus membebaskan aku. Benar kan Tante Celia?" lirik Aileen pada Celia yang masih duduk di kursi meja makan.


Hehe...aku sudah meniru kata-katamu Cleo. Semoga kau benar dengan strategi tarik ulur ini, semoga papa benar-benar suka padaku seperti apa yang aku rasakan.


Celia tercekat lalu dia menganggukkan kepalanya dan menjawab pertanyaan. "Iya Hon, aku setuju dengan apa yang dikatakan Aileen....kau terlalu mengekangnya sayang, kau harus sedikit membebaskan dia dan memberikannya kepercayaan." ucap Celia sambil memegang tangan Leon dengan genitnya.


"Nah kan Pa? Calon ISTRI Papa juga sudah setuju." ucap Aileen dengan penuh penekanan. Celia hanya tersenyum menanggapinya, sementara Leon terlihat resah.


Oh tentu saja kau setuju karena kau tidak mau aku menganggu hubungan kau dengan Papa.


"Baiklah, papa izinkan kau berteman tapi kau tidak boleh berteman dengan--"


Leon tersentak kaget, dia belum selesai bicara dan Aileen sudah pergi begitu saja dari sana. "Ai... Papa belum selesai bicara! Kenapa anak itu jadi membangkang?" dengus Leon kaget melihat Aileen yang pertama kali membangkangnya.


"Sudahlah sayang, biarkan saja! Ini salah satu bentuk dari sikapnya menuju dewasa, sudahlah honey bebaskan saja dia untuk sementara waktu."


Dari siang sampai malam, Aileen belum pulang juga ke rumah. Leon juga tidak memerintahkan bodyguard untuk mengikuti Aileen, hanya saja Leon menaruh alat pelacak di jam tangan yang di pakai Aileen untuk memantaunya.


Sementara itu Leon berada di rumah menunggu kepulangan putrinya. Dia memegang ponsel dengan resah, sudah puluhan kali dia mengirimkan pesan pada Aileen tapi tak ada balasan.


"Ini sudah jam 9 malam dan Aileen belum pulang juga?!" Leon gelisah lalu merebahkan tubuhnya dengan kasar di atas sofa. "Walaupun aku sudah tau dia ada dimana, tapi aku resah karena aku tak tahu apa yang kau lakukan, baby."


🍁🍁🍁


Seharian itu Aileen pergi shopping bersama Cleo, dia tidak pergi ke club' diamond seperti semalam. Dia takut Leon akan membuat Will dan teman-temannya dalam masalah lagi. Susah payah tadi dia membujuk papanya untuk mencabut tuntutan pada Will dan teman-temannya, mana mungkin mereka harus ada masalah lagi karena dirinya? Yang ada nanti Aileen dijauhi oleh teman-temannya.


"Ai," panggil Cleo pada sahabatnya yang sedang duduk dia atas sofa sambil nonton film barat semacam tembak tembakan, entah apa.


"Ya?"

__ADS_1


"Papamu tidak ada menghubungimu?" tanya Cleo sambil mengambil tempat duduk di sebelah Aileen.


"Ada."


"Lalu?"


"Aku hanya membacanya saja."


"Bagus Ai, kau harus membangkang sedikit agar Papamu sadar kalau kau lebih penting darinya daripada wanita itu!"


"Iya, aku menuruti semua saranmu. Aku tak akan pulang hehe." Aileen terkekeh dengan polosnya.


Semua hal telah Aileen ceritakan pada Cleo tapi tidak dengan perasaannya pada papanya. Dia belum siap jika Cleo tau tentang hal itu, takut Cleo akan jijik padanya bila tau ia memiliki rasa terlarang pada papanya sendiri.


Gadis itu pun merasakan ada getaran di ponselnya untuk ke sekian kalinya. Aileen membuka pesan dari Leon. Ya hanya laki-laki itu saja yang mengiriminya pesan, dia tidak punya teman atau teman pria karena Leon sangat membatasinya.


...Dari Papa sayang :...


Ai, kau ada dimana? Papa jemput ya sayang?


Ai ini sudah malam, kau harus pulang!


Baby, papa jemput ya? Kau jangan membangkang terus.


Ai, Papa kan sudah bilang agar meminta izin pada Papa.


Ai, balas pesan Papa!


Hanya dibaca saja, tidak ada jawaban dari Aileen dan membuat Leon gelisah. Tidak pernah dia mendapatkan pembangkangan seperti ini dari putrinya.


"Ai...ya Tuhan...astaga!" Leon gusar.


Leon pun pergi dari sana, tak lupa membawa kunci mobil. Pembangkangan Aileen membuat Leon resah.

__ADS_1


...*****...


__ADS_2