Belenggu Cinta Papa Angkatku

Belenggu Cinta Papa Angkatku
Bab 89. Merayu di mobil


__ADS_3

...πŸ€πŸ€πŸ€...


TK Berlian...


Disinilah sekarang Aileen dan Leon berada bersama si kembar yang akan memulai hari pertama mereka sekolah di Jakarta, Indonesia. Setelah lama berada di Italia dalam kurungan Eriko Arlando. Kini mereka sudah bebas melakukan apapun yang mereka inginkan.


"Mom, dad, mommy sama Daddy gak usah nunggu aku sama Alex. Kita kan bukan anak kecil lagi," ucap Alea sambil mengangguk-anggukan kepalanya.Ia tak mau ditemani oleh orang tuanya sampai ke dalam sekolah. Ada Alexander juga yang akan menjaganya.


"Kalian ini....anak kecil tapi gak mau dibilang anak kecil, huh?" Aileen mengusap kepala Alex dan Alea.


"Ish mommy!" serka Alex tak suka rambutnya diacak-acak.


"Ya udah Ai, kalian mereka gak mau ditemenin gak apa-apa. Aku bisa kita Frans jaga disini," kata Leon pada istrinya.


"Hem..."


Respon Aileen masih saja dingin dan cuek pada suaminya. Sungguh, Leon tak nyaman dengan situasi ini. Ia pun tak akan bisa fokus kerja kalau begini caranya.


Setelah si kembar berpamitan pada kedua orang tuanya, Leon menugaskan Frans dan salah satu anak buahnya untuk berjaga di sekolah. Sementara Leon dan Aileen kini sudah naik ke dalam mobil menuju ke kantor Leon.


"Mas, turunin aku di rumah Cleo." ucap Aileen pada suaminya.


"Hah? Kamu gak akan ikut ke kantor sama aku, sayang?" tanya Leon yang sangat ingin mengajak Aileen ke kantornya sambil berbicara disana.


"Kenapa aku harus pergi kesana? Ngapain?!" sentak Aileen emosi, tapi Leon tetap sabar menghadapi istri yang marah.


Dulu Aileen tidak seperti ini, ketika bertemu lagi gadis itu malah menjadi pemarah. Leon juga heran dibuatnya, kucing manis imut itu, sekarang telah menjadi macam betina yang galak.


"Ya, kita mengenang masa lalu saja."


"Gak perlu," jawab Aileen ketus. Leon meliriknya sekilas dengan tangan yang masih memegang setir kemudi.


"Aku gak tenang kalau kamu masih marah kayak gini yang!" kata Leon gusar.


"Ya terus?" celetuk Aileen yang membuat Leon semakin gusar saja.

__ADS_1


Ia pun tak bisa begini terus dan memutuskan untuk memberhentikan mobilnya saat itu juga di pinggir jalan.


CKITTT!


"Kenapa berhenti disini??!" Aileen tersentak kaget, kala Leon memberhentikan mobilnya secara tiba-tiba.


"Sayang, aku minta maaf! Semalam aku salah bicara, ya ya aku ngaku kalau aku sempat tertarik dengan beberapa wanita tapi bukan berarti aku suka pada mereka kan? Di hatiku itu kan cuma ada kamu seorang,"


"Bweeee.... GOMBAL!" Aileen menjulurkan lidahnya tak percaya.


Tampaknya kali ini marahnya Aileen akan berkepanjangan, sebab wanita itu masih saja datar. Akhirnya Leon berusaha membujuk Aileen, melancarkan sekuat rayuan dan ketulusannya.


Ya, hari ini dia tidak akan bekerja untuk membujuk istri kecilnya itu. "Kamu mau kemana hari ini baby? Kita akan habiskan waktu berdua!"


"Hah? Apaan sih? Mas kan harus kerja,


"Kerja nomor dua, kamu dan anak-anak nomor satu. Gimana bisa aku kerja kalau penyemangatku aja lagi ngambek sama aku!" cetus Leon seraya menatap lekat pada istrinya, tapi istrinya masih buang muka.


Sebenarnya hati Aileen sudah mulai luluh oleh kata-kata Leon, tapi dia tetap mempertahankan dirinya agar tidak runtuh. Sebelum Leon jujur padanya tentang siapa wanita wanita yang sudah menarik perhatiannya, atau bahkan menjalin hubungan dengannya itu.


"Sayang, jangan diemin aku kayak gini dong. Ini gak nyaman," ucap Leon seraya meraih kedua tangan sang istri dan menatapnya sendu. Leon tak tahan karena terus diabaikan oleh Aileen padahal mereka belum lama kembali bertemu, masa harus marahan?


"Aku mau ke rumah Cleo," tepis Aileen pada tangan Leon yang memegangnya, ia berniat pergi keluar dari mobil suaminya.


Namun tangan Leon menahannya, kembali membuat Aileen duduk di jok. Dengan atensinya keduanya yang saling beradu. "Mas! Lepas!" ujarnya.


Beberapa detik kemudian, Leon meraih tengkuk sang istri dan mendekatkan wajahnya lalu menempelkan bibir mereka berdua. "Ummpt---"


Aileen terkesiap dengan serangan tiba-tiba dari suaminya. Awalnya dia terbuai, namun lama kelamaan otaknya sadar bahwa ia masih marah. Tangannya mendorong dada sang suami dan membuat pagutan itu terlepas. Matanya menatap tajam ke arah Leon.


"Aku masih marah sama kamu," cetus wanita itu dengan atensi tajam yang tak terlepas dari Leon.


"Lalu apa yang harus aku lakukan agar kamu tak marah lagi padaku, Ai? Apa?" tanya Leon begitu lirih, tangannya beralih merengkuh pinggang yang mungil itu.


"Katakan padaku, siapa yang--"

__ADS_1


Hah! Bahkan aku sulit untuk bertanya, gimana kalau mas Leon benar-benar menjalani hingga dengan wanita lain di luar batas.


Aileen tidak melanjutkan ucapannya, manakala pikirannya mulai ke arah negatif. Aileen takut untuk bertanya, takut dengan jawaban yang akan diberikan padanya.


"Sayang,katakan saja apa yang mau kamu katakan? Kalau kamu ada pertanyaan, aku akan jawab jujur!" kata Leon tegas.


"Mas...jujur padaku, apa...apa kamu pernah menjalin hubungan dengan wanita yang membuatmu tertarik itu? Jujur, mas."


Leon menggelengkan kepalanya dengan mantap. "Tidak pernah, aku hanya sekedar tertarik saja dan tidak ada perasaan seperti itu. Hanya tertarik bukan cinta," ucapnya memperjelas.


"Benarkah? Kau jujur kan?" tanya Aileen masih tidak percaya. Matanya memicing, menelisik ke dalam bola mata berwarna abu-abu itu. Berusaha mencari kebohongan di dalamnya, tapi Aileen tak menemukannya.


"I swear, aku jujur." jawab Leon tanpa ragu, tanpa gugup dan jujur.


Aileen melepas pelukan suaminya, keningnya berkerut. Lalu ia terdiam seperti berpikir. "Sayang, aku udah jujur loh!"


"Oke, kali ini aku percaya sama kamu. Tapi--jika aku dengar kamu deket dengan wanita lain dan kamu selingkuh dari aku, jangan harap aku bisa maafin!" seru Aileen mengancam. Aileen tak mau ada perselingkuhan ataupun orang ketiga diantara mereka. Siapa yang mau? Pasti semua orang juga tak mau ada orang ketiga.


Mata Leon berbinar, lalu ia pun kembali mengecup bibir sang istri dan kali ini hanya kecupan singkat saja.


Cup!


"Makasih sayang! Aku akan tepati janjiku, kamu juga harus tepati janjimu. Janji hubungan kita, jangan biarkan orang lain menemukan celah untuk masuk ke dalam kehidupan rumah tangga kita."


"Iya mas," jawab Aileen seraya tersenyum, ia juga berjanji pada suaminya untuk menutup rapat pintu agar orang ketiga tak bisa masuk dalam kehidupan rumah tangga mereka berdua.


"Jadi kita baikan ya sayang?" Leon mengambil tangan Aileen, mengecup punggung tangannya dengan lembut.


Aileen menganggukkan kepalanya.


"Kalau gitu, boleh kan--aku--" Leon tiba-tiba saja melepaskan jasnya, melonggarkan dasi, lalu melepas satu persatu kancing kemeja hitam yang dikenakannya.Tak hanya itu, Leon menurunkan tombol jok kursi mobil Aileen dan membuat wanita itu berbaring.


"Mas, kamu mau apa?" tanya Aileen curiga.


"Minta jatah semalam dengan cara kekeluargaan, si piton udah gak tahan!" kata Leon lalu meraup bibir merah Aileen dengan liar dan menuntut.

__ADS_1


Akhirnya pergulatan penuh peluh itu pun terjadi di dalam mobil, tanpa mempedulikan mereka ada dimana. Inilah yang disebut cara kekeluargaan, bagi Leon.


...****...


__ADS_2