
...πππ...
Sepulang dari rumah sakit, tak hentinya Aileen tersenyum bahagia menatap hasil USG janinnya. Ia semakin tidak sabar untuk memberitahukan kabar baik ini kepada suaminya.
Namun saat dia sampai di mobil, ia teringat dengan si kembar. Tadi Aileen sempat mengirimkan pesan kepada Frans untuk menjemput kedua anaknya di sekolah, pikirnya pasti kedua anaknya itu kini sudah berada di rumah dalam keadaan aman.
"Apakah si kembar akan senang ya kalau mereka tau akan punya adik lagi? Ah... kami belum pernah membicarakan hal ini sebelumnya." gumamnya bingung.
Di dalam perjalanan menuju ke mansion Xavier. Ponsel Aileen yang berada di dalam tas selempangnya berdering dan bergetar. Dari suaranya, terdengar bahwa itu sebuah panggilan telepon.
Buru-buru wanita itu merogoh tas selempang yang dibawanya. Ia melihat nama sang suami yang tertera di ponselnya.
"Mas Leon?"
Detik berikutnya, Aileen memencet tombol hijau sebagai persetujuan untuk mengangkat telepon dari suaminya itu. "Halo Mas."
["Aileen, Kamu ini gimana sih jadi MOMMY?!"] hardik Leon dari seberang sana dengan suara meninggi. Aileen keheranan, kenapa suaminya tiba-tiba marah seperti itu tanpa alasan.
"Mas, kenapa kamu marah-marah? Ada apa ini sebenarnya? Apa aku melakukan kesalahan?" tanya Aileen dengan suara pelan dan lembut.
["Kamu dimana sih? Kenapa kamu gak jemput si kembar?"]
__ADS_1
"Aku habis dari..."
Belum sempat Aileen menyelesaikan ucapannya, Leon kembali bicara dengan syara marah.
["Cepat kamu datang ke sekolah si kembar! Mereka hilang, gak tau kemana!"]
"A-apa? Alea sama Alexander hilang mas? Kok bisa?"
["Jangan tanya aku! Kamu kan yang sudah ku suruh untuk menjemput anak kita? Ya udah, cepet kamu kesini! Kita bicara langsung, aku ada di rumah."]
"Tapi Mas..."
Hati Aileen sakit ketika Leon membentaknya seperti itu. Entah kenapa seperti ada yang berdenyut disana. Leon tak pernah membentaknya kecuali benar-benar marah dan Aileen merasa bahwa saat ini Leon sangat marah.
"Bagaimana ini? Alea sama Alex hilang, mas Leon marah padaku! Ini semua gara-gara aku yang telat menjemput si kembar, seharusnya aku tidak mengalihkan tanggung jawab para pak Frans...hiks...hiks..." Aileen menangis, entah karena bentakan dari suaminya barusan atau karena hilangnya si kembar, atau bisa jadi karena keduanya.
*****
Ditempat lain Leon tersenyum jahil ketika sudah berhasil membuat Aileen emosi. Ya, ini sebagai bentuk rencana prank untuk Aileen yang hari ini berulang tahun.
"Daddy, apa Daddy gak terlalu keterlaluan pada mommy?" kata Alea cemas sebab barusan Leon membentak-bentak mommynya.
__ADS_1
"Iya Leon, nanti kalau istri kamu marah beneran gimana?" tanya Lusi yang juga ada di mansion Xavier untuk membantu rencana Leon menyiapkan kejutan ulang tahun Aileen.
"Gak apa-apa, Daddy cuma buat mommy kamu nangis sedikit aja! Nanti mommy kamu bakalan baik-baik aja kok...setelah dia lihat Suprisenya dia pasti senang."
Tangisan akan berganti menjadi senyuman.
Tak lama kemudian, Aileen pun sampai di mansion Xavier. Aneh tapi nyata, mansion itu terlihat sepi
Biasanya ada para pengawal yang berjaga, ataupun pelayan yang sedang bersih-bersih. Tapi kenapa tidak ada siapapun? Sedangkan Aileen panik mencari-cari keberadaan suaminya.
"Mas...mas Leon! Mas!"
"Kenapa lampunya dimatiin ya? Ini kan masih siang." gumam Aileen sambil merasakan nyeri dibawah perutnya, tapi ia tahan.
Ketika ke berjalan semakin masuk ke dalam rumah, tiba-tiba saja lampu menyala dan menampilkan banyak orang di depannya.
"Happy birthday to you! Happy birthday to you!!"
Aileen menutup mulutnya yang menganga, ia terkejut melihat apa yang ada didepannya saat ini. "Huhhh...kalian..."
...****...
__ADS_1