Belenggu Cinta Papa Angkatku

Belenggu Cinta Papa Angkatku
Bab 51. Insiden mati lampu


__ADS_3

...πŸ€πŸ€πŸ€...


Di dalam pesta peresmian resort itu, Sam terlihat berusaha untuk menjauh dari para rekan bisnisnya. Sorot matanya kesana kemari mencari sosok wanita berambut coklat dengan kedua matanya yang berwarna biru. Siapa lagi kalau bukan Aileen.


Sedari tadi dia tak melihat keberadaan gadis itu. Sam jadi menerka-nerka, apakah Aileen tidak datang ke acara peresmian itu. Ah tapi setelah dia pikir-pikir lagi, mana mungkin Leon pergi tanpa Aileen.


Apa aku tanyakan saja pada om Leon?


Sam mendekati Leon yang sedang berbincang dengan rekan bisnisnya juga karena Sam penasaran dengan keberadaan Aileen.


"Pak Leon...selamat malam." sapa Sam pada Leon seraya mengulurkan tangannya untuk berjabatan tangan.


Leon membalas uluran tangan Sam. Terpatri senyuman tipis di bibirnya begitu melihat Sam, senyuman yang bukan ramah tapi dingin.


"Santai saja om, tidak perlu menatap saya sampai seperti itu."


"Tidak ada asap kalau tidak ada api, apa maksud kamu mendekati saya dan menyapa saya? Pasti ada maksud lain kan?" tanya Leon dengan atensi yang begitu mencurigai Sam.


Sam tersenyum kemudian dia langsung mengatakan maksud kedatangannya dengan to the point. "Okay om, saya mendekati Om memang ada maksud macam-macam sih...saya mau menanyakan di mana keberadaan Aileen? Apa om datang bersamanya?"


"Iya, saya memang datang bersamanya...tapi dia sedang bersama dengan Cleo."


"Oh begitu ya....hmmm... lalu dia berada di mana sekarang?" tanya Sam penasaran.


"Saya rasa kamu tidak perlu tahu di mana keberadaannya." jawab Leon ketus.


"Baiklah, kalau begitu saya akan mencarinya sendiri. Oh ya om, nanti mungkin Om akan sering ketemu dengan saya...setiap hari mungkin." kata Sam yang membuat Leon mengerutkan keningnya tak paham.


"Apa maksudmu?"


"Mungkin saya akan jadi menantu om, nanti."


Rahang pria itu mengeras, darahnya seketika mendidih mendengar ucapan Sam. Sudah kentara maksud Sam adalah Aileen. Pria ini ingin memiliki Aileen.


"Jangan bicara sembarangan, itu tidak masuk akal."

__ADS_1


"Apa om bilang? Tidak masuk akal? Saya? Hahaha... Om ini lucu sekali." Sam malah menertawakan ucapan Leon.


"Tidak ada yang lucu!" Leon mengepalkan tangannya dengan kuat.


"Jelas ada yang lucu om, Om mengatakan pada saya bahwa perasaan saya tidak masuk akal. Bukankah keinginan saya begitu wajar karena saya ingin memiliki wanita yang saya cintai. Tapi--apakah perasaan Om terhadapnya masuk akal? Saya rasa tidak om, perasaan Om yang tidak masuk akal! Bagaimana bisa ada seorang Papa yang mencintai putrinya sendiri? Apa kata dunia, om? Apa yang akan orang-orang katakan tentang hubungan kalian?" tutur Sam berusaha memprovokasi Leon untuk menghentikan perasaannya terhadap Aileen.


"Bocah ingusan, apa kau sedang mengancamku?" tanya Leon dengan menyunggingkan sedikit senyum di bibirnya.


"Oh... jadi Om merasa terancam? Maaf deh kalau gitu. Tapi om--saya akan menyatakan cinta saya padanya. Tak peduli dengan hubungan om dan Aileen." tawa dan senyum yang tadi terlihat di wajah Sam tiba-tiba berubah menjadi serius ketika membahas soal pernyataan cintanya kepada Aileen.


Dia tidak akan mundur kepada wanita yang telah meluluhkan hatinya untuk pertama kali. Sekalipun lawannya adalah pria matang, tampan, kaya. Tapi ia tak takut karena ia juga merasa bahwa dirinya tak kalah hebat dengan Leon.


Sam tidak akan menyerah sebelum dia berusaha untuk berjuang mendapatkan gadis itu.


"Om, percayalah bahwa hubungan kalian tidak akan berakhir dengan baik." cetus Sam memanasi Leon, berusaha mematahkan sayap semangatnya. Tapi Leon sama sekali tak gentar, dia terlihat marah tapi mentalnya kuat dan mudah dipatahkan oleh kata-kata.


"Sebaiknya kamu singkirkan rasa kepercayaan dirimu itu Sam. Aileen sama sekali tidak memiliki perasaan untukmu. Sadarlah! Jangan sampai kamu sakit hati dulu, baru menyerah... lebih baik kamu menyerah sekarang." Leon balik mengejek Sam, lalu dia pun melenggang pergi dari sana untuk mencari Aileen.


Leon merasa menyesal karena telah meladeni Sam, bocah tengil dan bocah ingusan. Begitulah anggapannya tentang Sam.


****


CTAK!


"Oh...." Aileen terkejut dan dia lebih terkejut lagi ketika ada seseorang yang membekap mulutnya dengan sapu tangan. Ia menghirup sesuatu yang aneh di dalam sapu tangan itu dan tak lama kemudian dia jatuh pingsan.


"Bos, target sudah ditangan!" ujar pria itu pada Earpiece yang pasang di daun telinganya.


"Bawa dia ke tempat yang sudah direncanakan!"


"Baik bos."


Pria berpakaian pelayan itu membopong tubuh Aileen dalam kegelapan dan membawanya pergi dari sana tanpa sepengetahuan siapapun.


Sementara itu didalam resort, para tamu tanpa kebingungan dengan lampu yang mati tiba-tiba. Hingga dalam beberapa menit kemudian lampu berhasil dinyalakan oleh teknisi. Teknisi resort itu mengatakan pada Sam bahwa ada seseorang yang jahil memainkan aliran listrik di sana.

__ADS_1


"Orang jahil? Ya ampun... bagaimana bisa ada orang iseng mematikan lampu hanya dalam beberapa menit saja?" gumam Sam tak habis pikir. Siapa orang iseng ini dan apa tujuannya mematikan lampu resort.


Setelah insiden mati lampu di dalam resort, wajah Leon seketika menjadi panik saat adia tidak mendapati Aileen bersama Cleo. "Cleo... terakhir kamu lihat Aileen ada dimana?"


"Di teras om, saat saya kembali ke sana barusan... Aileen udah gak ada." jawab Cleo bingung. Hatinya bertanya-tanya kenapa Leon sepanik ini. "Om...mungkin Aileen lagi pergi ke toilet atau Aileen lagi jalan-jalan mungkin."sambung Cleo.


"TIDAK! Aileen tidak mungkin--" Leon mengusap wajahnya dengan kasar. Tanpa bicara banyak dengan Cleo, dia melenggang pergi dari sana dan mencari keberadaan Frans juga anak buahnya yang lain di luar resort karena mereka dilarang masuk tanpa undangan.


William menghampiri Cleo yang terdiam mematung setelah bicara dengan Leon. "Sayang, ada apa?"


"Itu--om Leon, kenapa dia bisa sepanik itu ya saat Aileen tak ada?" tanya Cleo bingung.


"Mungkinkah terjadi sesuatu pada Aileen, sayang?" tebak William setelah mendengar cerita singkat dari Cleo.


"Duh...gimana ini sayang, aku gak enak hati. Gimana kalau terjadi sesuatu pada Aileen?" Cleo terlihat cemas.


William terdiam dan sama bingungnya dengan Aileen.


****


Di luar resort Sam.


Leon dan beberapa anak buahnya tengah kebingungan mencari keberadaan Aileen. Namun gadis itu tidak berada dimanapun. Sumpah demi apapun, Leon sangat panik saat ini. Ia takut Aileen dibawa oleh keluarga Arlando. Berulang kali ia menghubungi Aileen, telponnya tak aktif.


Bahkan gelang Aileen yang ada pelacaknya pun jatuh di teras resort. Sudah jelas Aileen berada dalam bahaya.


"Tuan! Kami tidak menemukan nona dan kami juga tidak melihat ada orang keluar dari resort ini." jelas Frans.


Leon mengusap wajahnya dengan kesal dan gelisah.


"Lebih baik kita cek kamera CCTV terlebih dahulu, tuan!"


"Benar! Kamera CCTV, kenapa aku tidak memikirkannya sebelumnya."


Saking paniknya karena Aileen hilang, Leon tak sempat memeriksa kamera CCTV. Leon kembali masuk ke dalam resort, dia akan berbicara pada Sam untuk meminta izin mengecek CCTV.

__ADS_1


...****...


__ADS_2