Belenggu Cinta Papa Angkatku

Belenggu Cinta Papa Angkatku
Bab 69. Leon bebas


__ADS_3

...🍁🍁🍁...


Sepulang dari kantor polisi, Aileen langsung menghubungi Ericko. Ia sudah membulatkan tekad untuk menolong Leon, ia tidak tahan melihat pria yang sudah menjadi segala-galanya dalam hidupnya, pria yang sangat ia cintai, terluka dan hancur.


Daripada melihatnya hancur,lebih baik dirinya yang hancur dan terluka. Selama ini Leon telah mengorbankan banyak hal dalam hidupnya, demi dirinya. Waktu, hubungan keluarga, uang, demi memberikannya kasih sayang.


"Demi aku...hubungan papa dan Tante Agatha jadi rusak, demi mengurusku papa sampai menghabiskan banyak waktu. Papa selama ini sudah membesarkanku dengan baik, papa menyayangiku yang manja ini, papa memberikanku kasih sayang berlimpah. Kini giliran aku membalas itu semua pa. Tolong.. nanti papa jangan marah padaku, jangan benci aku karena keputusan yang aku ambil." kata Aileen sambil mengusap air matanya yang terus membasahi pipinya.


Mungkin ini memang cara Tuhan untuk mendewasakan dirinya dan tidak selalu berlindung apalagi bergantung pada Leon. Pikir Aileen dalam hatinya.


Aileen mengendarai mobilnya menuju ke mansion Arlando, tentunya dengan para bodyguard yang selalu mengikutinya. Namun saat sampai di depan kediaman Arlando, Aileen bicara pada Frans dan kedua anak buahnya.


"Saya minta pada kalian untuk tidak melaporkan kedatangan saya kemari, kepada om Bram ataupun papa saya. Saya mohon dengan sangat!" Aileen terlihat tidak menye-menye seperti biasanya, dia memohon dengan serius kepada Frans dan kedua anak buahnya. Bahkan ia sampai melakukan kedua tangannya, sebagai bentuk keseriusannya memohon.


Frans dan kedua anak buahnya terlihat bimbang, mereka hening sesaat. Tidak tega juga melihat Aileen sampai memohon begini, namun apalah daya mereka. Mereka hanyalah bodyguard yang diperintahkan oleh Leon dan Bram untuk menjaga Aileen.


"Nona--"


"Saya tau kalian akan membantah, tapi sekali lagi saya tekankan pada kalian. Tugas kalian itu hanya menjaga saya bukan ikut campur ataupun melaporkan setiap kegiatan saya. Paham?" Aileen menatap ketiga pria itu dengan retoris.


Dari kejauhan, Ericko dan Toni melihat Aileen dan gerak-gerik gadis itu. Toni berkata bahwa sisi tegas dalam diri cucu satu-satunya dari Ericko itu mulai bangkit.


"Tuan, apa anda melihat nona? Ini pertama kalinya saya melihat nona begitu tegas dan tajam. Saya pikir nona hanyalah seorang gadis manja dibawah asuhan tuan Leonardo Xavier." Toni takjub melihat perubahan dan sikap Aileen yang tegas.


"Toni, jangan lupakan bahwa dia mewarisi gen ku. Darah lebih kental daripada air, apa kau tau itu?" Ericko tersenyum bangga melihat cucunya.


Tak lama kemudian, Aileen masuk ke dalam mansion setelah berhasil membuat Frans dan kedua anak buahnya berjanji untuk tidak melaporkan hal ini pada Bram ataupun Leon.


Ericko menyambut cucunya dengan ramah dan saat itu Aileen tak sendiri. Ia bersama dengan Luna yang juga baru pulang.


"Halo ayah."


"Luna, masuk!" ujar Ericko acuh pada Luna.


Luna melirik pada Aileen lalu tersenyum sinis, dia mendekat lalu berbisik pada gadis itu. "Aku lebih merasa beruntung karena aku tidak terlibat dengan pria tua itu. Tapi aku kasihan padamu, karena sebentar lagi kau akan kehilangan hidupmu. Lebih baik kau pergi sebelum terlambat, Aileen." nasihat Luna pada Aileen. Ia memang tak suka pada Aileen, namun ia tak tega jika gadis itu terjebak dalam jerat Ericko yang keji dan kejam. Ya, mungkin ini yang namanya ikatan darah.

__ADS_1


"Sudah terlambat untuk mundur, Tante."


"Haaahh..baiklah, aku juga tidak bisa menahanmu," ujar Luna seraya mendesah pelan. Kemudian dia melenggang pergi dari sana, ia tak menyangka bahwa Aileen akan berkorban banyak untuk Leon.


Haruskah aku memberitahu pak Leon tentang ini? Ah tidak perlu! Bukan urusanku!


Luna pergi ke kamarnya.


Sementara Ericko dan Aileen berada di ruang kerja Ericko. Mereka berdua duduk berhadapan dan tujuan Aileen datang kesana adalah untuk melakukan perjanjian dengan Ericko.


"Saya akan terima semua tawaran anda, tapi...saya ingin semuanya kembali seperti semula. Perusahaan papa saya, keadaan papa saya dan satu lagi. Saya minta waktu 3 hari untuk tinggal di kediaman Xavier."


"Apa?" Ericko mengerutkan keningnya dengan heran.


"Bapak tenang saja, saya tidak akan pernah berbohong dan saya akan menepati janji. Asalkan bapak juga menepati janji."


"Pasti. Aku akan bebaskan papamu sekarang juga, masalah perusahaan juga bisa kubereskan." Ericko tersenyum puas melihat Aileen akhirnya kalah dan mau menurut padanya.


Disana Aileen menandatangani perjanjian dengan Ericko yang menyatakan bahwa Aileen akan meninggalkan keluarga Xavier dan ikut Ericko ke Italia.


Air mata Aileen luruh setelah menandatangani surat itu, tapi hatinya lega karena saat itu juga Ericko memang langsung melakukan permintaannya untuk membebaskan Leon.


"Baik, pak."


"Dan satu hal lagi...panggil saya kakek." kata Ericko pada cucunya itu.


"Saya tidak bisa, hati saya tidak mengizinkan." ucap Aileen dingin.


Ericko berdecak mendengar Aileen bicara dingin padanya, dalam hati dia berkata bahwa Aileen keras kepala seperti papanya. Dan dia mengatakan bahwa nanti dia akan membuat Aileen tidak berdaya dibawah kakinya. Dia akan menjadikan Aileen sebagai alat dan senjata.


****


Gadis itu keluar dari mansion Arlando dengan langkah gontai. Apakah keputusan yang Aileen ambil ini benar-benar yang terbaik yaitu meninggalkan Leon. "Tuhan...ini keputusan yang benar kan?" gumam gadis itu pelan.


Tak berselang lama kemudian, saat Aileen menyetir ia mendapatkan telpon dari Bram yang mengatakan bahwa Leon telah bebas karena semua bukti itu palsu.

__ADS_1


Aileen sempat terheran-heran karena pembebasan Leon bukan karena pencabutan tuntutan. Disinilah Aileen menyadari bahwa kakeknya bukanlah orang yang bisa diremehkan. Satu kata dari Ericko bisa membuat hancur dan bangkit seseorang. Kekuasaan Leon tidak sebanding dengannya.


****


Beberapa menit kemudian, mobil Aileen dan Frans telah sampai di kediaman Xavier. Buru-buru gadis itu masuk ke dalam rumahnya, ia melihat Agatha, Bram, Lusi dan sosok yang ia rindukan kehadirannya.


Tahan Aileen, jangan nangis...jangan...kamu harus melewatkan waktu 76 jam ini dengan sebaik-baiknya. Kamu harus bahagia selama itu.


"Aileen!" panggil Leon girang saat melihat keberadaan Aileen disana. Leon menatap Aileen dengan sendu dan penuh rindu.


Sementara Agatha, sangat tidak menyukai kehadiran Aileen disana. Wajahnya ditekuk sedari tadi. Ia benci Aileen.


Aileen berlari lalu memeluk Leon, ia menahan tangisnya dan berusaha untuk terlihat baik-baik saja. "Papa...aku kangen papa..."


"Papa juga baby, papa Miss you so much." Leon memeluk erat putri angkat sekaligus kekasihnya itu.


Setelah itu Leon dan semua orang terlihat bahagia karena keadaan telah kembali seperti semula. Tadinya Leon akan menuntut Ericko karena sudah menjebloskannya ke penjara, namun ia tak mau berurusan lagi dengan pria itu yang penting Aileen baik-baik saja bersamanya. Dan selama itu dia akan membangun kembali kekuatannya untuk melindungi Aileen.


Leon terlihat berantakan, janggut dan rambutnya gondrong. Aileen membantu Leon untuk mencukur bulu bulu itu dengan penuh kasih sayang. Leon kembali terlihat tampan seperti semula.


"Pa...apa ini sakit?" lirih Aileen seraya mengusap pelan lebam-lebam di wajah kekasihnya. Dia duduk dipangkuan Leon dengan manja seperti biasa.


"Tidak apa-apa sayang, semua sudah berlalu."


"Ini pasti sakit..." ucap gadis itu pelan dengan wajah yang sedih.


Ini semua karenaku.


"Tidak apa-apa sayang, papa baik-baik saja karena ada kamu disini." Leon memeluk gadis itu, dia menghirup bau tubuh Aileen yang selalu ia rindukan selama beberapa hari ini.


"Pa, ayo kita menikah!" ajak Aileen seraya menatap Leon yang kini berada di hadapannya.


"Kapan?" sontak saja Leon bertanya begitu


"Sekarang pa, ayo kita nikah!" ajak Aileen dengan tatapan yang serius.

__ADS_1


Aku tidak bisa menunggu lebih lama lagi, aku harus segera memberikan papa kebahagiaan. Sebelum aku pergi.


...****...


__ADS_2