
...πππ...
Aileen kembali fokus pada pekerjaannya, setelah tadi dia sempat terbawa panasnya gairah. Berkali-kali ia menepuk pipinya, menggelengkan kepalanya untuk membuatnya sadar.
Aileen sadarlah! Aileen! Kamu akan melupakan perasaan ini. Ayo fokus, kamu hanya punya satu tujuan saat ini... menyingkirkan Celia dari papamu karena dia bukan wanita baik.
Perasaan Leon juga sama kacaunya dengan Aileen, bahkan lebih kacau. Dia merasa berdosa dan malu telah membayangkan adegan mesum di kepalanya. Dia bahkan bermain solo untuk menuntaskan hasratnya sendiri. Apa ini efek karena dia sudah terlalu tua? Atau memang sudah waktunya dia mempunyai istri agar hasratnya tersalurkan. Bayangkan betapa lamanya dia menjomblo karena mengurus Aileen seorang diri dan semua perhatian selama ini tertuju pada gadis itu.
Mengenai istri, kenapa Leon jadi ragu pada tunangannya. Apalagi setelah melihat tanda merah di leher, dada dan telinga Celia. Membuatnya curiga dan memutuskan untuk menyelidiki Celia diam-diam.
Leon membebaskan Celia membeli apapun yang ia mau dengan kartu ATM no limit padanya. Celia selalu menghabiskan uang belasan bahkan puluhan juta setiap bulannya tapi Leon tak pernah protes dengan alasan cinta.
Tapi kali ini Leon merasa ada yang aneh, dia pun meminta Bram menyelidiki tagihan ATM yang dipakai Celia.
"Kebanyakan yang dibeli oleh Celia adalah barang-barang pria?" tanya Leon setelah melihat laporan yang diberikan Bram setiap detail barang-barang yang dibeli oleh Celia.
"Iya pak, Bu Celia sangat perhatian sekali dengan bapak." kata Bram seraya tersenyum.
Leon tersenyum tipis, dia memandang miris pada kertas tagihan kartu Atm-nya yang selama ini tak pernah ia cek. "Tapi semua barang ini bukan untukku karena aku tak pernah menerimanya,"
"Apa? Bukan untukmu? Lalu untuk siapa?"
"Entah..." Leon berdecih, lalu memijit pelipisnya. Ia mulai berpikir yang macam-macam tentang Aileen.
Celia, apa kamu benar-benar berselingkuh denganku?
****
Sore itu sepulang kerja, Aileen pergi bersama Sam dan sesuai janji, Aileen akan menemani Sam untuk pergi ke pesta perayaan berdirinya hotel Samudra, hotel yang di kelola oleh Sam.
"Kamu sudah siap, Ai?" tanya Sam seraya tersenyum pada Aileen.
"Aku belum siap kak, sepertinya aku harus pergi ke salon dulu." Aileen merasa penama
"Aku akan membawamu kesana." balas Sam dengan senang hati. Sebenarnya ia tak pernah menemani wanita ke salon, tapi demi mendapatkan ikan mas pancingannya, tentu saja dia harus agak bekerja keras.
Malam ini, dia pastikan akan melancarkan aksinya menggagahi Aileen. Ya itulah pikiran kotor dan niatnya pada Aileen, lalu dia akan membuang Aileen setelah mendapatkannya, sama seperti perlakuannya pada wanita lain.
"Serius? Cewek kalau ke salon itu suka lama loh," cetus Aileen dengan satu alis terangkat.
__ADS_1
"Tidak masalah, demi dirimu akan aku lakukan." rayu Sam dengan mulut manisnya.
Gadis cantik itu terkekeh. "Haha...jangan bersikap baik seperti ini padaku kak, nanti aku jadi semakin merasa bersalah dan aku jadi merasa kalau kakak memang suka beneran padaku."
"Kalau aku memang suka beneran sama kamu, emangnya gak boleh?" Sam terkekeh, namun tatapan matanya menatap retoris pada sepasang mata biru Aileen yang indah.
Jirr...gila cantik banget Aileen. Sam memuji Aileen didalam hatinya.
"Hahaha...kalau cewek lain yang mendengar ucapan kakak saat ini. Mereka pasti baper tuh sama omongan kakak!"
"Memangnya kamu gak baper?" goda Sam dengan tatapan mata ala playboynya untuk merayu kaum hawa.
"Gak sama sekali tuh! Aku lebih suka hot Daddy." tukas Aileen jujur alias ceplas-ceplos. "Ayo kak kita pergi, bukankah pestanya akan dimulai pukul 7...aku harus ke salon dulu, pasti bakal lama disana." ajak Aileen pada Sam.
"Oke honey," jawab Sam sambil tersenyum dan mengedipkan sebelah matanya. Tapi Aileen sama sekali tidak bergeming, ya karena tipe pria idamannya adalah yang seperti Leon. Dewasa, kalem, good looking, cooking dan good shopping alias dompet tebal. Namun semua itu tak penting karena Aileen mencintai Leon apa adanya.
Ketika Aileen akan masuk mobil mewah Sam, sepasang tangan menghentikan langkah Aileen dan ia pun menoleh pada orang yang memegang tangannya itu. "Papa?"
"Kamu mau kemana Ai? Kamu belum izin sama papa!" seru Leon tegas bertanya pada Aileen. Walau didalam hati dia masih malu karena pikiran kotornya sendiri saat tadi di ruangannya tentang Aileen.
"Maaf Pah, aku lupa bilang sama papa kalau aku mau pergi sama kak Sam." jelas Aileen dengan datar.
Sam maju ke depan Aileen dan membuat pegangan tangan Leon terlepas dari tangan Aileen. "Om...maaf sebelumnya karena saya lupa mengabari dan meminta izin pada Om. Saya mau mengajak Aileen ke pesta ulang tahun hotel Samudra."
Tatapan mata pria berusia matang itu selalu saja tajam pada Sam, seperti elang pemburu. "Pesta ulang tahun hotel Samudra?" tanya Leon sambil bergumam pelan.
"Leon, kamu juga punya undangannya." bisik Bram pada Leon.
"Jadi--saya boleh kan bawa Aileen pergi ke pesta itu, Om?" tanya Sam sekali lagi.
"Ya baiklah." Leon langsung mengizinkannya, dia malah tersenyum tipis. "Kamu jagain anak saya, jangan macam-macam ya Sam!"
"Siap om," Sam balas tersenyum.
Sementara Aileen terlihat bingung kenapa Leon tidak marah-marah dan melarangnya seperti biasanya, lalu ada apa dengan senyuman itu?
"Ayo Ai! Aku akan mengantarmu ke salon," ucap Sam lembut pada Aileen. Dia membukakan pintu mobil untuk gadis itu.
"Iya kak." balas Aileen lalu masuk ke dalam mobil mewah Sam yang berwarna merah itu.
__ADS_1
Leon dan Bram kepergian Aileen dan Sam. Lalu Leon mengatakan pada Bram bahwa dia akan hadir ke pesta itu juga bersama Celia tentunya. "Kamu mau datang? bukankah sebelumnya kamu menolak."
"Aku berubah pikiran."
"Apa karena Aileen?" tanya Bram tanpa basa-basi.
"Ehem sudahlah! Aku mau pulang dan bersiap ke pesta, kamu juga pulanglah dulu. Nanti tugasmu jemput Celia."
"Hah? Aku? Jemput Celia? Biasanya kamu selalu menjemput Celia sendiri dan tidak membiarkan dia bersama orang lain." Bram terheran-heran.
"Jangan banyak omong! Lakukan saja, pekerjaanmu Bram." titah Leon tak bisa diganggu gugat.
Aku malas menjemputnya.
"Baiklah..." Bram menghela nafas panjang. Dalam hati dia merasa heran karena tidak biasanya Leon mengalihkan tentang Celia padanya. Ya, Bram paham sikap Leon karena dia tengah mencurigai Celia.
****
2 jam kemudian, Aileen dan Sam turun dari mobil yang berwarna mewah itu. Mereka berjalan di karpet merah sambil bergandengan tangan meski sebenarnya Aileen tidak mau.
"Ai, kamu sudah janji padaku!" kata Sam sambil memegang tangan Aileen.
"Iya kak."
Mereka pun berjalan dengan di soroti kamera dimana-mana. Sam cukup terkenal dan itulah yang membuat para wartawan tertarik pada pebisnis muda dan tampan sepertinya.
"Wah lihat itu...pak Samuel membawa seorang wanita." bisik seorang tamu yang hadir di pesta itu ketika melihat Aileen disamping Sam dengan tangan yang bergelayut.
Aileen terlihat cantik, dewasa dan imut. Mata birunya memancarkan cahaya indah. Rambutnya yang di gelung dengan jepitan bunga permata biru membuatnya terlihat makin glowing. Jangan lupakan gaun yang menutup kakinya, berwarna biru senada dengan hiasan rambut dan juga matanya. N
"Cantik sekali seperti artis Alexandra Dardario." puji salah seorang pria disana yang sampai tak berkedip saat melihat Aileen berjalan.
Terlihat Aileen begitu gugup dengan tatapan orang-orang di sekitarnya. Dia jarang pergi ke acara pesta seperti ini walaupun dia termasuk putri jajaran konglomerat di negeri itu. Tau sendiri kan? Kalau Leon begitu posesif pada wanita kesayangannya ini.
"Ai...santai ok?" tanya Sam dengan senyuman manisnya.
"I-iya kak." jawab Aileen dengan wajah polosnya.
Tak kusangka dia polos juga. Apa jadinya bila wanita polos ini berada di bawah tubuhku? Haha...
__ADS_1
...****...