Belenggu Cinta Papa Angkatku

Belenggu Cinta Papa Angkatku
Bab 96. Punya adik bayi


__ADS_3

...πŸ€πŸ€πŸ€...


Malam itu terpaksa Aileen harus menginap di rumah sakit karena kondisi kandungannya yang rentan dan ia baru saja pendarahan sebab kelelahan. Di butik, di rumah, juga melayani suaminya di atas ranjang yang selalu semangat 45.


Dokter menyarankan juga agar Leon dan Aileen tidak dulu melakukan hubungan sampai kondisi kandungan Aileen benar-benar stabil dan sudah cukup kuat. Ya, terpaksa Leon harus berpuasa.


Malam itu Leon menelpon Agatha untuk menjaga Aileen sebentar selama ia pulang ke rumah dan mengecek si kembar. Beruntungnya Agatha tidak sibuk dan anaknya juga sudah besar, sudah bisa ditinggal. Suami Agatha juga tak keberatan, ia sangat baik dan rela ditinggal sebentar bersama kedua anak mereka.


"Kak? Kenapa Aileen bisa masuk rumah sakit?" tanya Agatha begitu ia sampai di depan ruang rawat Aileen.


"Aileen pendarahan, tha."


"APA? Pendarahan?" Agatha kaget mendengarnya.


"Aileen lagi hamil dan barusan pendarahan. Aku juga baru tau kalau Aileen hamil," ucap Leon.


"Ya ampun, kok bisa sih pendarahan?" Agatha terlihat mencemaskan kondisi Aileen. Dulu dia sangat benci pada Aileen, sekarang malah sebaliknya.


"Kata dokter Aileen pendarahan karena kelelahan dan kandungannya rentan," jelas Leon.


"Ya udah, aku disini jagain Aileen. Kakak pulang aja, kasihan Alea sama Alex." kata Agatha seraya tersenyum pada kakaknya itu.


"Makasih Agatha,"


Setelah itu Leon langsung pulang ke rumah, sementara Agatha menjaga Aileen di rumah sakit. Agatha bahkan menginap di sana dan menjaga wanita itu dengan baik.


****


Dua hari kemudian, Alea sudah mulai pulih. Terlihat ia kembali tersenyum dan banyak bicara. Teman-teman Alea menjenguknya di rumah, termasuk Raiden.


Mereka membawa buah tangan, berdoa agar Aileen cepat sembuh seperti sedia kala. Mereka kesepian tak ada Aileen yang cerewet dan selalu meramaikan kelas, tanpa Aileen kelas jadi sepi.

__ADS_1


"Alea, cepat sembuh ya. Kelas jadi sepi gak ada kamu." rengek Cindy dengan bibir yang memonyong.


"Besok aku akan pergi ke sekolah, aku udah baikan kok. Hari ini aku mau ke sekolah, tapi Alex sama Daddy gak bolehin aku ke sekolah dulu." Alea menjelaskan sambil tersenyum.


"Cepat sembuh ya Alea, kita kangen kamu." kata Shopia, salah satu teman Alea juga.


"Aku juga kangen kalian," balas Alea yang tak kalah rindu dengan teman-temannya. Alea rindu tidak ke sekolah selama 4 hari lamanya.


"Ini buat kamu Ai," kata Shopia sambil menyerahkan makanan manis ke depan Alea.


"Woah...ada coklat juga! Pasti enak nih! Makasih ya teman-teman." Alea membuka salah satu cemilan coklat yang diberikan temannya, namun dengan cepat Alexander mengambil cemilan coklat itu.


"Alea, kamu belum sembuh benar. Kamu belum boleh makan coklat, nanti gigi kamu sakit lagi!"


"Aku kan demam bukan sakit gigi," cebik Alea kesal.


"Alea dengerin aku dong, biar kamu cepat sembuh!" seru Alexander lalu mengambil semua coklat yang ada didepan Alea.


Alexander menggelengkan kepalanya, lalu ia meminta bi Lina mengamankan dulu coklatnya agar Alea tak memakannya. Alexander tak mau Alea sakit lagi, ia ingin menjaga Alea. Apalagi selama 2 hari ini mamanya masuk rumah sakit.


"Ish nyebelin banget si Alex,"


"Nih aku kasih satu, tapi jangan bilang Alex ya." bisik Raiden seraya menyerahkan sepotong coklat pada Alea. Gadis kecil itu tersenyum pada Raiden.


"Makasih ya Rai," ucap Alea senang.


Raiden senang melihat Alea tersenyum karena sepotong coklat yang ia berikan. Ketika semua teman Alea dan Alex sudah pulang kecuali Raiden. Aileen dan Leon juga baru pulang dari rumah sakit.


Aileen dirawat selama dua hari disana, si kembar sangat mencemaskan Aileen tapi tak diizinkan ke rumah sakit karena Alea juga sedang sakit.


"Pelan-pelan sayang, jalannya. Masih sakit gak?" tanya Leon dengan tangan yang memapah Aileen.

__ADS_1


"Mas, aku gak apa-apa." Aileen tersenyum tenang, ya dia sudah lebih baik selama dua hari di rawat di rumah sakit.


"Mau mas gendong?"


"Mas jangan berlebihan deh, ah." cetus Aileen seraya menatap sang suami dengan tajam.


Dari kejauhan, nampak Alea berlari menghampiri mommy dan Daddynya. Ia menuruni tangga, Alexander, Raiden dan Lina menyusulnya. "Alea! Kamu jangan lari-lari dong!" seru Alexander pada adiknya.


"Mommy! Daddy!"


"Hai sayang," sapa Alea pada anaknya seraya tersenyum.


Brugh!


Alea memeluk Aileen dengan kencang dan membuat wanita itu meringis kesakitan. "Ahh.."


"Lea sayang pelan pelan-pelan ya, mommy sama adik bayinya nanti kesakitan." jelas Leon seraya tersenyum pada putrinya itu. Raiden, Lina dan Alexander bingung mendengar ucapan Leon tentang adik bayi.


"Adik bayi?!" Alea dan Alexander kompak mengucapkan kata itu dengan wajah kaget.


"Ya sayang, didalam perut mommy ada adik bayi. Kalian akan punya adik!" seru Leon kepada kedua anaknya.


Si kembar saling melirik satu sama lain, entah apa reaksi mereka ketika mendengar kabar tentang adik bayi.


...****...


Hai Readers 😍😍😁 jangan lupa komennya biar author semangat, tinggal beberapa episode lagi tamat... rencananya author mau buat sekuel Alea dan Alexander. Btw sambil nunggu up novelku, mampir sini dulu yu ramaikan...


Jangan lupa juga mampir ke novel baruku, TERJERAT PESONA AYAH SAHABATKU 😍😍


nah yang di bawah ini novel karya Weny Hida maha benar author

__ADS_1



__ADS_2