
...πππ...
Pertemuan dua sahabat itu tak terelakkan lagi, sampai para suami jadi korbannya.Mereka dicuekin oleh istri mereka dan jadi mengurus anak-anak.
"Wah...udah hampir satu jam mereka ngobrol kayak gitu! Apa mereka gak cape ya?" bisik Sam pada Leon yang juga menggerutu. Sam merasakan pegal pegal juga saat menggendong Asha, putrinya. Ketika Cleo sibuk mengobrol bersama dengan Aileen.
Entah apa yang mereka obrolkan sampai satu jam belum kelar-kelar juga. Leon dan Sam sampai menahan keki di dalam hati.
"Iya, ya udahlah biarkan saja mereka kali ini. Toh ini pertama kalinya mereka bertemu setelah sekian lama." ucap Leon mencoba memahami istrinya yang sudah lama tak bertemu ataupun berinteraksi dengan teman dekatnya.
"Iya deh, tapi pak Leon...lihatlah putrimu, itu." Sam tersenyum, dengan mata yang melirik ke arah Alea yang tengah duduk bersama dengan Raiden dan Alexander.
Sontak, Leon juga mengarahkan atensi pada mereka bertiga dan berfokus pada Alea. "Kenapa memangnya? Apa putriku cantik? Ya dia cantik dan imut seperti mommynya!" puji Leon dengan bangga terhadap Alea.
Terlihat ketiga anak itu berada di atas pasir-pasiran disana. Lalu tiba-tiba saja Alea mengecup pipi Raiden dan membuat si anak lelaki itu memegang pipinya. "Ka-kamu ngapain? Kenapa kamu cium cium aku?!" hardik Raiden marah.
"Karena kamu ganteng!" celetuk Alea yang membuat Leon dan Sam tersedak karena kepolosannya.
"PFut..." Sam menahan tawa mendengar celetukan Alea.
Kenapa Alea mirip banget sama Aileen waktu kecil ya? Imut banget gemesin.
"Kamu mesum, aku jadi ternodai gara-gara kamu! Nyebelin, aku gak mau temenan sama kamu!" Raiden menggosok-gosok pipinya yang terkena ciuman dari Aileen dengan kesal.
"Kenapa Rai? Apa gara-gara aku cium kamu?" tanya Alea dengan mata polosnya tanpa merasa bersalah.
"Ya terus gara-gara apalagi?" cetus Raiden kesal.
"Tapi kata mommy, tium pipi adalah calah satu bentuk kacih cayang. Aku cayang sama Raiden, jadi aku tium Raiden!" Alea memegang tangan Raiden dan anak laki-laki itu menepisnya. "Rai maafin Alea ya? Alea cayang cama Lai makanya Alea begitu," ujar Alea dengan wajah memelas dan serangan keimutan yang tidak bisa ditolak oleh Raiden.
Raiden memang mempunyai Asha, asik perempuan yang imut juga. Tapi kalah imutnya dengan Alea.
"Aku maafin, tapi kamu jangan ulangi lagi ya! Gak boleh cium cium pipi orang lain sembarangan!" tegur Raiden pada Alea.
"Okeh! Makasih Lai! Alea gak akan cium cium orang lain sembarangan, Alea mau tium Lai aja!" Alea tersenyum lebar, kepolosannya sungguh menggetarkan hati Raiden, Alexander, Leon dan Sam disana.
Sam tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Ia merasa Alea mengalahkan keimutan putrinya yang baru berusia 2 tahun itu. Ia mengakui Alea sangat imut dan menggemaskan.
"Anak pak Leon menggemaskan sekali, pasti mirip mamanya!" kata Sam sambil terkekeh.
"Iya, dulu Aileen waktu kecil juga begitu!" cetus Leon seraya tersenyum lebar melihat putri kecilnya itu.
Setelah selesai mengobrol dengan Cleo, Aileen, Leon dan kedua anaknya pergi berbelanja kebutuhan sekolah untuk si kembar dan bermain sampai sore hari.
Malam itu pukul 7, Alea dan Alexander sudah tidur pulas karena lelah bermain seharian.
Aileen dan Leon melihat dua malaikat kecil mereka yang tengah tertidur pulas. Aileen lalu tidur disamping Alea.
"Sayang, kenapa kamu tidur disini? Ayo kita tidur di kamar kita!" Leon memegang tangan istrinya, ia tau Aileen sedang marah dan Leon ingin membujuk istrinya dengan cara kekeluargaan.
"Aku mau tidur disini aja, Mas." tolak wanita itu sambil membuang muka. Ia masih kesal karena kejadian tadi pagi dimana suaminya berdekatan dengan wanita seksi di sekolah.
"Gak boleh, kita suami-istri harus tidur bareng yang!"
"Aku mau tidur sama anak-anak malam ini,"
"Kita harus menyelesaikan masalah, sayang! Jangan diemin aku kayak gini terus, aku gak nyaman." ucap Leon dengan wajah memelas.
"Besok aja!"
Tiba-tiba saja tubuh Aileen sudah melayang dan dia digendong oleh suaminya. "Mas!"
Leon tidak bicara, ia membawa istrinya keluar dari kamar anak-anak dan mereka pun tiba di kamar mereka sendiri. "Mas! Aku gak mau tidur disini!" seru Aileen kesal.
Pria itu terus menahan tangan sang istri, Leon tak akan melepaskannya. Ia malah mendudukkan Aileen di atas ranjang.
"Sayang, kamu cemburu?"
"Gak! Ngapain cemburu," sangkalnya cepat.
__ADS_1
"Oh gitu..."
"Hmph--hmph--"
Belum sempat Aileen bicara, Leon sudah membungkam bibirnya dengan ciuman basah. Awalnya hanya bibir yang menempel saja, lama kelamaan berubah menjadi lumattan dan decapan diiringi suara desahaan yang tercipta dari belitan lidah tersebut.
"Jangan harap aku bisa maafin kamu dengan begini," ucap Aileen setelah berhasil mendorong tubuh suaminya menjauh.
"Sayang, kamu makin gemesin kalau lagi marah. Dulu kamu pasti langsung ngaku kalau cemburu, kok sekarang jadi jaim sih?" goda Leon seraya mengangkat dagu sang istri dengan begitu bergairah.
"Aku gak cemburu,"
"Oh ya? Aku gak percaya tuh," tukas Leon lalu merebahkan tubuh istrinya di atas ranjang. Tubuh kekar Leon mengukung tubuh mungil Aileen.
Wanita itu terbaring dengan kondisi rambut panjang yang tergerai, dia sangat cantik dan wanita terimut yang pernah Leon temui. Putri mendiang sahabatnya.
"Aku cuma cinta sama kamu yang, kamu harus percaya sama aku!"
"Entahlah sekarang aku jadi ragu kalau mas cinta sama aku," cetus Aileen dengan senyuman tipis dibibirnya.
"Jangan pernah bicara seperti itu baby! Dari dulu sampai sekarang, aku cuma cinta sama kamu!" seru Leon kesal.
"Selama 5 tahun ini apa kamu pernah melihat wanita lain selain aku? Apa kamu pernah tergoda?"
"Ya...namanya juga cowok, kalau lihat cewek cantik pasti--"
Aileen manggut-manggut, "Oh gitu ya? Aku paham deh. Padahal waktu aku di Itali, gak pernah sekalipun aku melirik pria lain ataupun tergoda dengan mereka. Sebab di hatiku hanya ada kamu dan tidak ada yang lain, tapi kamu ya...ya udah deh."
"Yang! Maksud ku bukan gitu." Leon memegang tangan istrinya, berusaha meyakinkan Aileen bahwa hanya wanita itu satu-satunya penghuni hatinya.
"Barusan kamu bilang kamu pernah tergoda kan? Dan tadi pagi juga aku lihat kamu nikmati susu itu cewek menor!" dan keluarlah mode galak Aileen, mode cemburu juga.
"Ehm...maaf sayang, kayaknya aku yang udah salah bicara." Leon menggaruk-garuk tengkuknya yang tak gatal.
"Jawab aku mas, berapa banyak cewek yang udah jalin hubungan sama kamu selama aku gak ada?" tanya wanita itu seraya menatap suaminya dengan tajam.
Wah! Gawat ini! Kok pembahasannya jadi luas begini sih. Gak bisa dibiarkan.
"Kenapa diem? Jadi benar, mas pernah menjalin hubungan dengan cewek lain? Haahh...aku pikir mas Leon adalah pria paling setia yang aku kenal! Tapi...haahh!" Aileen mendengus kesal.
"Aku tetap setia selama itu karena semuanya aku persembahkan untukmu Mas! Aku bertahan juga demi kamu! Kamu gak paham bagaimana perjuanganku dan kamu malah bersama wanita lain?" Aileen tiba-tiba saja menangis dan terbawa perasaan, mengingat bagaimana hari-harinya selama di mansion Arlando dan Leon malah memiliki hubungan dengan wanita lain.
"Sayang...jangan nangis dong. Please denger dulu penjelasanku!"
Aileen masih tetap menangis, tapi tanpa suara. Ia teringat kejadian beberapa tahun yang lalu saat ia meninggalkan Leon dulu.
#Flashback
Beberapa menit kemudian, Aileen telah sampai di lantai atas gedung hotel Samudra itu. Tempat yang menjadi saksi bisu saat Leon dan Aileen mengubah status hubungan mereka dari papa dan anak menjadi pasangan kekasih.
Miris, Aileen harus meninggalkan Leon tapi dia sudah terlanjur janji. "Ayo! Jangan bilang kamu mau ingkar janji? Ingat, aku bisa lakukan apa saja untuk membuat suamimu kembali runtuh," ancam Eriko pada Aileen. Ia melihat raut wajah Aileen yang bersedih dan seperti enggan pergi dari sana.
Aileen menoleh ke arah kakeknya dengan kesal. Dia bersumpah dalam hatinya, ketika ia sudah menjadi lebih kuat. Ia akan kembali bertemu Leon dan semoga sampai saat itu tiba Leon masih menunggunya dan tidak benci padanya. Semua yang ia lakukan ada alasannya.
"Saya tidak akan ingkar janji, ayo pergi!" Aileen masuk ke dalam helikopter yang hanya bisa di isi 3 orang penumpang saja. Ericko dan Toni tersenyum puas melihat ketidakberdayaan Aileen.
Mereka pun ikut masuk ke dalam helikopter dan pergi meninggalkan negara itu. Aileen menangis tanpa suara, ia melihat cincin di jarinya. Cincin pernikahannya dan Leon, kemudian mencium cincin itu.
"Aku akan kembali Mas, kalau kamu masih menungguku! Kalau perasaanmu masih sama padaku," gumam Aileen pelan sambil terisak.
Ucapkan selamat tinggal pada kehidupanmu Aileen karena setelah ini kau tidak akan bisa bertemu dengan hidup lamamu. Semua orang yang ada di masa lalumu, tidak akan PERNAH. batin Ericko.
Setelah Ericko membawanya ke Italia, dia akan mengurung Aileen dan mendidiknya menjadi penerusnya dalam bisnis dunia hitam. Bisnis kotor yang selama ini dia jalankan, ia percaya bahwa Aileen yang cerdas pasti bisa menjalankan semua itu dan menjadi pemimpinnya. Organisasi black dragon.
Betapa beratnya Aileen meninggalkan Leon dan berharap pria itu tetap setia. Tapi ternyata...
#End Flashback
Aileen masih memalingkan wajah dan menangis, Leon semakin tak tega melihatnya apalagi mau jujur. Leon meraih kedua pipi Aileen dengan tangannya, ditatapnya wajah cantik yang berurai air mata itu dengan lekat.
__ADS_1
"Sayang, maafin mas...mas memang pernah hampir tergoda oleh beberapa wanita yang mendekati Mas. Tapi sumpah demi apapun, kalau mas tidak pernah menjalin hubungan dengan siapapun selama kita berpisah!" Leon sangat merasa bersalah melihat Aileen menangis.
Aileen menepis tangan Leon, membayangkan selama dirinya tidak ada dan pria itu dekat dengan beberapa perempuan. Dalam hati ia berpikir, apakah Leon udah berubah? Aileen tau itu naluri lelaki dan tidak menutup kemungkinan jika Leon pernah berhubungan dengan wanita lain.
Kesal, Aileen memilih pergi ke kamar mandi untuk membersihkan wajahnya yang penuh derai air mata.
Brak!
Pintu kamar mandi itu dibanting dengan cukup keras hingga membuat hidung Leon terpental karena pintu keras itu.
"Ai..."
Hingga keesokan harinya, Leon dan Aileen tidak bicara sepatah katapun kecuali didepan anak-anak, mereka baru berinteraksi. Sepertinya obrolan semalam sangat berpengaruh bagi hubungan mereka berdua.
Ya, Leon memang pernah tertarik dengan beberapa wanita tapi ia tak berharap lebih dan hanya kagum saja. Ia juga tak punya hubungan dengan wanita-wanita itu.
"Ini buat Alea, ini buat Alex..." kata Aileen sambil menyiapkan dua gelas susu untuk kedua anaknya.
"Thanks mommy!" sahut Alea dan Alexander senang. Si kembar sudah memakai seragam TK mereka dan mereka tampak imut. Ini adalah hari pertama mereka bersekolah di TK Berlian.
"Buatku mana, sayang?" tanya Leon pada Aileen.
"Minta aja sama bi Ratna, aku lupa buat." jawab Aileen ketus dan membuat Leon menelan ludahnya.
Ada apa ya sama mommy dan Daddy? Apa mereka masih marahan?
Perilaku Aileen pada Leon sontak saja mencuri perhatian si kecil Alexander.
Setelah selesai sarapan, Aileen dan si kembar bersiap-siap pergi ke sekolah. Mereka akan pergi dengan Frans karena sebelumnya Leon mengatakan bahwa ia sibuk di kantor.
"Ayo sayang, kita berangkat! Nanti telat."
"Mommy, belangkatnya kok gak sama Daddy sih?" tanya Alea heran.
Bagus Alea, buat Daddy ikut mommy. Alexander tersenyum pada adiknya itu.
"Daddy kamu sibuk di kantor, sama mommy sama uncle Frans aja ya." bujuk Aileen pada putri kecilnya itu.
"Tapi biasanya orang-orang di hari pertama sekolah itu, datangnya sama mommy daddynya!" kata Alea sambil memanyunkan bibirnya.
"Iya benar sayang, daddy bisa kok antar kalian ke sekolah!"
"Nggak, Daddy kalian sibuk dan ini hari pertama Daddy kalian kembali bekerja di kantor." pungkas Aileen dengan nada yang tegas, seolah melarang Leon untuk pergi dengannya mengantar si kembar.
"Tapi mom, aku pengen diantar sama Daddy juga kayak orang-orang!" cetus Alea dengan bibir ala imutnya.
"Aku juga mau diantar Daddy, mom."
Sulit dipercaya, Alexander mengucapkan permintaan dengan nada memohon. Hal ini jarang dilakukan oleh Alexander, tapi demi kesejahteraan kedua orang tuanya, Alexander melakukan ini.
"Ahh...kalian ini...Daddy kalian itu--"
"Ayo Daddy, nanti telat! Ayo!" Alea menarik tangan Leon untuk masuk ke dalam mobil, dalam hatinya Leon merasa senang sebab ia berhasil ikut dengan Aileen dan si kembar.
Aileen tak punya pilihan lain, ia pun ikut masuk ke dalam mobil yang disupiri oleh Leon sendiri dan akhirnya Frans hanya mengikuti dari belakang bersama 3 anak buah lainnya.
Anak-anak ku memang cerdas kayak papanya. Terutama Alex, dia selalu bisa memanfaatkan situasi. Daddy berhutang padamu nak.
*****
Di tempat lain seperti ruang bawah tanah, seorang pria tua tampak lemah dan penuh darah. Ia dijaga oleh beberapa orang yang bertubuh kekar.
"Dia masih hidup ya? Meski dia sudah kehilangan dua tangannya!" cetus seorang pengawal.
"Iya kau benar, hebat juga."
Awas saja kau Leonardo Xavier! Aku akan membalasmu! Geram Eriko dalam hatinya penuh dendam.
...****...
__ADS_1