Belenggu Cinta Papa Angkatku

Belenggu Cinta Papa Angkatku
Bab 9. Aileen mabuk


__ADS_3

...🍁🍁🍁...


Tak lama setelah menelpon seseorang, ponsel Leon pun berdering. Kemudian Leon segera mengangkatnya.


"Halo Leon." sapa seorang pria diseberang sana.


"Kau sudah temukan lokasinya?" Tanya Leon dengan suara bariton rendah miliknya.


"Putrimu berada di Jakarta Selatan, club diamond."


"Apa? Club' diamond? Sial! Bagaimana Aileen bisa datang ke tempat seperti itu?" Leon memukul setir kemudinya dengan emosi.


"Hahaha…seorang Leon bisa kelabakan seperti ini karena putrinya, padahal Celia saja tidak bisa membuatmu begini." Pria diseberang sana menertawakan kepanikan Leon dan emosinya.


Tut…


Leon langsung mematikan ponselnya, lalu dia tancap gas ke tempat yang dituju.


*****


Club' Diamond.


Aileen masih bersenang-senang dengan teman-temannya, bahkan ada beberapa teman pacar Cleo yang menggodanya dan ingin menjadi pacarnya. Aileen tentu saja menolak ajakan itu karena dia mencintai Leon. Cinta memang bisa membuatnya jadi bodoh, datang kepada siapa saja tanpa peduli siapa orang itu.


"Aileen, kau sangat manis. Apakah kau mau jadi kekasihku?" Tanya seorang pria tampan sambil menatap Aileen dengan genit.


"Siapa kau?" Tanya Aileen dengan wajah polosnya, menelisik pria asing yang mendekatinya itu.


"Aku calon suami masa depanmu, namaku Mike! Bagaimana? Apa kau tertarik denganku? Kita pacaran ya? Aku adalah teman Will, pacar Cleo." Seloroh pria itu sambil memegang tangan Aileen tanpa persetujuannya terlebih dahulu.


Aileen mendelik dan langsung menyingkirkan tangannya dari genggaman pria bernama Mike ini. "Maaf, aku tidak tertarik."


'Tatapan matanya genit sekali, berbeda dengan tatapan papa yang lembut dan selalu membuat diriku nyaman'


Lagi-lagi Aileen teringat dengan papanya, lalu dia menggeleng-gelengkan kepalanya berusaha untuk tidak memikirkan Leon dan bersenang-senang saja di tempat ini.


Cleo, Will dan 3 orang pria temannya termasuk Mike, mengajak Aileen untuk dugem bersama. Terlihat gerakan Aileen yang begitu kaku, dia belum pernah melakukan dugem dugem seperti itu. Mungkin untuk ukuran gadis yang telah tinggal di luar negeri dan berusia 21 tahun, Aileen itu terlalu polos.


"Gimana Ai? Seru gak?" Tanya Cleo seraya tersenyum pada sahabatnya yang sedang ikut berjoget diiringi musik DJ.


"Iya SERU! Aku jadi melupakan kesedihanku, ini menyenangkan Cleo!" Teriak Aileen pada sahabatnya, takut Cleo tidak mendengar suaranya karena suara musik yang begitu kencang.


Cleo hanya tersenyum, lalu dia mengajak Aileen untuk beristirahat sejenak di dalam sebuah ruangan tertutup yang sudah disewa oleh pacar Cleo.


Disanalah, 3 teman pacar Cleo berusaha untuk membujuk Aileen untuk minum-minuman haram. Bagi mereka Aileen yang polos adalah mainan menyenangkan dan mungkin akan mudah dipermainkan.


"Ayolah Aileen! Sedikit saja, aku jamin minuman ini bisa membuatmu terbang melayang." Kata Mike sambil duduk merempet kepada Aileen.


Gadis itu sontak saja menjauh, namun Mike merengkuh tubuh mungilnya hingga tubuh Aileen merapat pada tubuh Mike.

__ADS_1


'Cleo kemana? Katanya dia cuma pergi sebentar. Tapi kenapa aku ditinggal sendirian?' Aileen benar-benar tidak nyaman dengan keadaan ini, dimana ketiga pria mendekatinya. Hal ini belum pernah terjadi selama dalam pengawasan Leon dan membuat gadis polos itu kaget bukan main.


"Ah ya dan jangan lupakan bahwa minuman ini bisa membuatmu melupakan semua masalahmu." Timpal Jeff, teman dari Will juga. Dia juga menyodorkan sebotol minuman haram itu kepada Aileen.


"Kau akan senang ketika meminumnya. Bukankah Cleo bilang kalau kau kesini karena kau sedang ada masalah?" Tawar Daniel seraya tersenyum menyeringai pada gadis yang tubuhnya sudah dihimpit oleh Mike dan Jeff.


Gadis itu menolak Jeff, Mike dan Daniel untuk minum-minuman keras karena ia teringat Leon yang selalu melarangnya untuk minum minuman keras. Namun bujuk rayuan maut dari teman pacar Cleo bahwa minuman itu dapat membuatnya melupakan segala masalah, maka mungkin tidak ada salahnya Aileen mencoba sedikit saja. Dia juga penasaran bagaimana rasanya minuman haram itu.


Jeff menuangkan air di dalam botol itu pada gelas dan dia isi penuh. "Jadi kau mau kan? Sedikit saja."


"Iya, cuma mencoba kan?" Tawar Mike pada Aileen membujuknya lagi.


"Baiklah aku akan mencoba, tapi ini sepertinya kebanyakan." Aileen mengerutkan keningnya manakala dia melihat gelasnya penuh oleh minuman haram tersebut.


"Jeff menuangkannya satu gelas karena kadar alkoholnya tidak tinggi." Alibi Mike disertai dengan senyuman iblisnya yang tampak menggoda dan tentunya meyakinkan.


"Benarkah?" Aileen tampak tidak percaya begitu saja dengan ucapan Mike.


"Ayo coba saja kalau kau tidak percaya." Kata Daniel sambil tersenyum melihat kepolosan Aileen.


Gadis itu benar-benar telah membuat darah player ketiga pria itu mendidih dan ingin menjadikan Aileen teman ranjang mereka. Wanita polos dan wanita yang diperawani, tentu skillnya akan berbeda dengan wanita yang mahir dalam urusan ranjang.


Mereka bertiga memang sudah terbiasa melakukan hubungan intim yang bebas dengan beberapa wanita. Tinggal di luar negeri membuat mereka liar. Apalagi melihat tubuh mungil dan semok Aileen, membuat fantasi mereka semakin liar.


"Augh…pahit-pahit asem.." Aileen meneguk minuman haram itu dan menghabiskan setengah ya.


Suara Aileen membuat jakun ketiga pria itu naik turun, apalagi Mike. Seketika dia menjadi haus, haus akan belaian dan ini gila.


"Gimana bro?" Tanya Jeff pada kedua temannya, seraya melihat Aileen yang sudah teler terbaring di sofa dengan kondisi terlentang. Hot pants yang dikenakannya membuat paha mulus gadis itu terekspos sangat indah.


"Aku lebih dulu." Mike membuka kancing bajunya, dia sudah tidak tahan ingin menjamah gadis itu lebih dulu.


"Sialan kau Mike! She's still a virgin." Serka Daniel sambil tersenyum kecut, dia tidak rela Mike mendapatkan perawan lebih dulu darinya.


"So what? Aku yang menemukan dia terlebih dahulu, jadi akulah yang lebih dulu harus mencicipi tubuhnya." Mike terkekeh, lalu tubuhnya menindih tubuh Aileen dan hendak menciumnya terlebih dahulu.


Tepat saat itu Cleo dan kekasihnya datang ke sana. Cleo dan Will langsung mendorong Mike menjauh dari Aileen yang tidak sadarkan diri. "Apa yang kau lakukan hah? Kalian…apa jangan-jangan kalian ingin menidurinya?" Tanya Cleo pada ketiga teman kekasihnya, sambil mengangkat tubuh Aileen yang sudah tidak sadarkan diri dan mencium bau alkohol menyengat disana. "Ai…sadar Ai…"


"Papa…papa…" gumam Aileen dalam keadaan tidak sadar itu.


"Kenapa Cleo? Bukannya kamu membawanya kemari untuk kami berikan kesenangan?"


Cleo menatap ketiga teman kekasihnya itu dengan tatapan yang menyala amarah. "Sialan! Dia sahabat baikku dan dia wanita baik-baik tidak seperti yang kalian pikirkan. Astaga!" Cleo tercekat sambil memeluk Aileen dan berusaha menyadarkan sahabatnya itu.


Mike meminta pada pada Cleo, ia pikir bahwa Aileen adalah wanita yang siap sedia dibawa one night stand. "Ma-maaf kami tidak tau, pantas saja dia sangat polos."


Dalam kondisi tidak sadarkan diri, Aileen terus memanggil nama Leon dan akhirnya Cleo pun memberanikan diri untuk menelepon Leon dan memberitahukan kepada pria itu tentang keberadaan Aileen. Secepat kilat pria itu datang kesana dan menjemput Aileen, walaupun sebelumnya ia sudah diberitahu oleh temannya bahwa Aileen ada di club Diamond, tapi dia tidak tahu dimana lokasi persisnya. Sebab club' diamond tidak hanya satu di sana, namun bercabang-cabang. Untung saja Cleo memberitahu Leon.


Sesampainya di ruangan yang disebutkan Cleo, Leon yang melihat Aileen tidak sadarkan diri sempat akan marah melihat Cleo dan juga teman-temannya tapi dia urungkan niat itu, karena lebih penting membawa Aileen pergi dari sana lebih dulu. Leon tidak sendirian disana karena dia juga bersama Bram dan 3 bodyguard Aileen.

__ADS_1


"Maaf om…" kata Cleo sambil menundukkan kepalanya dengan takut.


Keempat pria disana terlihat tegang saat melihat aura pria didepan mereka. Seperti harimau yang menguasai hutan dan siap menerkam mangsa. Mereka langsung ciut melihat sosok papa Aileen ini.


Tatapan Leon begitu menelisik pada semua orang yang berada disana. "Bram, kau ingat wajah orang-orang ini!" Tukasnya pada Bram dan Bram hanya menganggukkan kepalanya.


Perkataan Leon yang dingin dan tegas itu terdengar seperti ancaman yang menusuk mereka semua yang ada di ruangan tersebut.


"Saya akan bawa putri saya!" Leon menatap Cleo dengan atensi begitu tajam, seakan-akan menyuruhnya menjauh dari Aileen.


'Astaga Aileen papamu sangat menyeramkan'


Cleo langsung menjauh dari sana, dia membiarkan Aileen tiduran di sofa. Kemudian saat Leon mendekat, Aileen mulai mengerjapkan matanya. "Sudah sadar kau?"


"Hehe…papa, papaku sayang! Aku sayang papa…" racau gadis itu sudah mulai tak jelas, tangannya melingkar di leher Leon.


"Ayo pulang anak nakal." Pria berusia hampir 40 tahun itu menggendong Aileen ala bridal.


Setelah Leon dan Aileen pergi dari sana, Cleo dan keempat pria itu langsung bernafas dengan lega setelah beberapa saat mereka merasa tercekik. "Astaga! Aku hampir mati!"


"Ya bersiaplah untuk mati, karena Papa Aileen bukan orang yang sembarangan." Gumam Cleo sambil mendesah cemas.


*****


Sepulang dari sana Leon kembali tergoda melihat tingkah gemas Aileen yang sedang mabuk, gemas tapi menyebalkan.


"Pa…aku benci papa aku benci papa. Apa papa tau?" Tanya gadis itu sambil menggigit cuping telinga papanya.


"Aw! Hentikan itu Ai." Pinta Leon sambil meringis merasakan sakit pada bagian tubuh yang digigit oleh Aileen. Ia pun merebahkan tubuh putrinya ke atas ranjang. "Siapa suruh kau mabuk? Dasar anak nakal! Papa akan menghukummu," ancam Leon kesal.


"Pa…papa aku sayang papa, aku benci papa dekat-dekat dengan wanita itu. Papa jadi tidak sayang lagi padaku!"


"Papa akan tetap sayang padamu," sahut Leon sambil melepaskan sepatu kets yang dipakai Aileen.


"Bohong…bukannya papa bilang kalau papa tidak mau peduli padaku lagi? Dan__" dalam keadaan tidak sadar, Aileen membuka kancing kemejanya satu persatu satu.


"Ai hentikan semua itu!" Seru Leon sambil memegang kedua tangan Aileen.


"Panashh pah." Desah Aileen dengan wajah merahnya seperti di rebus.


Seketika darahnya mendidih saat melihat gundukan milik Aileen tampak menyembul dengan penyangga berwarna hitam, berkali-kali ia meneguk salivanya.


Aileen pun menarik tangan Leon, tak sengaja bibir Leon bertemu dengan bibir putrinya itu.


Oh my God!


Kedua kalinya Leon mengecup bibir Aileen. Anehnya Leon malah melakukan yang lebih jauh dan memperdalam ciuman itu. Beberapa saat kemudian, Aileen tertidur dan ciuman itu terlepas.


"Leon kau sudah gila!"

__ADS_1


Dan Leon berharap Aileen tidak akan ingat kejadian ini.


****


__ADS_2