
...πππ...
Dengan tekad yang kuat, Aileen akan pergi menemui Ericko Arlando. Orang yang membuat papa angkatnya di penjara. Satu kata dari pria tua itu menarik tuntutan, pasti masalah Leon akan selesai.
Gadis itu jalan tergesa-gesa begitu keluar dari lift. Namun didepan liftnya sudah ada Frans dan satu anak buah Leon yang lain menghadang jalannya. Aileen sudah bisa menebak bahwa Bram pasti memerintahkan bodyguard papanya untuk menahannya.
"Nona! Anda mau kemana?" tanya Frans dengan wajah datarnya seperti biasa.
"Minggir pak Frans!" titah Aileen dengan mata yang merah. Mata yang penuh kecemasan dan juga marah. Dadanya bergemuruh naik turun, memikirkan Leon, bagaimana nasib papa angkatnya itu berada di dalam penjara.
Frans dan salah satu anak buahnya tetap tidak mau menyingkir, mereka terus menghalangi jalan Aileen. Gadis itu mulai gusar dan kehabisan kesabaran.
"Kesabaranku sudah mulai habis, jadi lebih baik kalian minggir!" seru Aileen dengan atensi tajam kepada dua orang itu.
"Nona, maafkan kami... tapi anda tidak boleh pergi ke mana-mana." tegas Frans pada Aileen.
Sejak awal memang sudah tugas Frans untuk menjaga Aileen. Kali ini dia juga mendapatkan perintah dari Leon dan Bram, untuk tidak membiarkan Aileen pergi meninggalkan perusahaan itu.
"Aku akan laporkan pada Papa, kalau kalian tetap menghalangi jalanku." ancam Aileen, yang sebenarnya tidak berguna karena Frans melakukan semua ini atas perintah dari Leon dan Bram.
"Silahkan saja, kalau Nona mau melaporkan kami. Kami hanya menjalankan perintah dari pak Presdir dan pak Bram." kata Frans datar namun penuh penekanan.
Aileen mendengus kesal. "Aku melakukan semua ini demi papa, kenapa kalian tidak mau mengerti? Cepat, minggir kalian!" Aileen tetap berjalan ke depan meski kedua pria bertubuh tinggi dan besar itu menghadang jalannya.
Frans, akhirnya tidak punya cara lain untuk menahan gadis itu yang terus berontak. Frans memegang erat tangan Aileen. Pria itu tiba-tiba cemas saat teringat dengan ucapan Bram beberapa saat yang lalu.
...Frans, kau dan anak buahmu harus menjaga Aileen. Jangan biarkan dia sampai di kediaman Arlando karena setelah dia sampai di sana, akan sulit baginya untuk bebas....
"Lepas! Lepaskan aku!" teriak Aileen dengan tubuh yang mencoba untuk memberontak sekuat tenaganya, melawan kedua orang pria yang memegang tubuhnya dengan erat. "PAK FRANS, AKU MARAH!" sentak Aileen mengeluarkan kemarahannya, bahkan ia mengigit tangan Frans, membuat pria itu meringis sedikit.
"Ish...!!Maafkan saya nona."
"Pak Frans lihat itu! Ada kambing terbang!" teriak gadis itu seraya menuju ke atas.
Kemudian tanpa sadar Frans dan seorang anak buahnya melepaskan pegangan tangannya dari Aileen. Gadis itu pun kabur dan akhirnya sampai di depan gedung. Namun Frans dan anak buahnya tidak menyerah begitu saja, mereka mengejar Aileen.
Aileen yang berlari cukup kencang dan tak memperhatikan jalan, tanpa sengaja menabrak seseorang. "Ma-maaf saya gak-"
Begitu netranya bertemu dengan sepasang mata berwarna coklat muda, Aileen langsung lega. "Kak Sam, Kakak tolong aku!"
__ADS_1
"Tolong apa Ai?"
"Bawa aku pergi dari sini kak, please."
"O-oke." Sam terbata, sejujurnya dia tidak paham kenapa gadis itu terlihat buru-buru. Namun dia memutuskan untuk membantunya.
Mereka berdua sudah masuk ke dalam mobil, dengan kecepatan menuju tak terbatas, Sam melajukan mobilnya.
"Cepet kak! Jangan kayak keong!" titah Aileen dengan nafas yang memburu. "Pak Frans sama anak buahnya, kalau bawa mobil kayak fast and furious." celetuk Aileen yang mengundang tawa kecil Sam.
"Pfutt...sabar dong, aku juga bisa kok kayak gitu...kayak fast and furious, kan?"
Aileen lucu banget sih.
Sam melajukan mobilnya semakin kencang seperti di film fast and furious. Salah satu hal yang dikuasai oleh Sam, adalah balapan mobil.
Kecepatannya mengecoh anak buah Leon yang terkenal sangat profesional itu, berhasil membuat mereka kehilangan jejak dan salah jalan.
"Haaaahhh..."
"Ai, kamu kenapa?" tanya Sam saat melihat gadis itu menghembuskan nafas panjang.
"Lagian ngapain sih kamu kabur dari mereka?" Sam mengernyitkan keningnya.
"Eungh--aku..."
"Ai?"
"Maaf kak, nanti aku jelasin ya. Karena sekarang mau kakak antar aku ke mansion Arlando."
Degg!
Sam tercekat mendengar Aileen minta diantar ke mansion Arlando. Tentang nama Arlando yang dia tahu adalah perusahaan terbesar nomor 1 di negara Indonesia, bahkan perusahaan Arlando sendiri sangatlah famous di luar negeri. Namun satu hal yang Sam diketahui dalam dunia bisnis, keluarga tersebut tidak mudah didekati oleh orang luar.
Pria itu tahu dari ibunya tentang keluarga Arlando, keluarga yang tidak bisa disebut dengan keluarga sembarangan. Bisa jadi bisnisnya bergerak di dunia hitam, ya itulah pendapat Sam tentang Arlando. Meskipun dia tidak tahu bagaimana spesifiknya.
Sam jadi penasaran, apa yang membuat gadis itu ingin diantar ke sana. Ia pun memberanikan diri untuk bertanya. "Ai, kenapa kamu mau diantar ke sana? Apa benar kalau keluarga Arlando itu adalah keluarga kandung kamu?
"I-iya...tapi aku ke sana bukan untuk kembali. Aku hanya ingin bicara dengan pak Eriko, untuk membebaskan papa."
__ADS_1
"Baiklah, aku temani kamu ya."
"Tidak usah kak, aku akan masuk sendiri Kakak cukup mengantarku sampai rumahnya saja," ujar gadis itu tidak mau merepotkan Sam yang lebih banyak lagi.
"Ai...keluarga itu--"
"Aku tau dari Papa, kalau katanya--" Aileen tidak melanjutkan kata-katanya karena sebenarnya dia ingin memastikannya sendiri. Benarkah bahwa keluarganya itu bukan keluarga baik-baik dan ingin mencelakainya.
Mungkin setelah dia menemui Eriko dia akan tahu semuanya.
Tak lama kemudian, mobil Sam berhenti tepat di depan gerbang mansion Arlando. Mansion itu terlihat begitu mewah, dikelilingi dengan penjaga bertubuh kekar, berpakaian serba hitam, memakai kacamata hitam, bajunya pun rapi. Mereka seragaman dan wajah mereka tampak datar.
Mendadak Aileen memijat pelipisnya, ia merasa bahwa orang-orang di mansion tersebut seperti orang-orang yang ada di film-film mafia. Sangat menyeramkan.
Hatinya berdebar-debar, jantungnya berpacu dengan cepat. Melihat tampilan luar dari mansion itu, sebenarnya membuat Aileen bergidik.
Sam yang melihat itu semua, juga merasakan ada yang aneh di sana. Aura, suasana dan juga latar di tempat itu sangat terasa suram.
Sepertinya, apa yang dikatakan oleh Mama memang benar. Keluarga Arlando memang bukan keluarga sembarangan. Tidak, aku tidak boleh membiarkan Aileen masuk sendirian ke dalam sana. Pasti ada alasan kenapa Om Leon tidak mengizinkan Aileen untuk bertemu dengan keluarga kandungnya.
"Ya udah kak, aku masuk dulu ke dalam ya." Aileen menoleh ke arah Sam, ketika pergelangan tangannya di pegang oleh pria itu.
"Aku temenin kamu, Ai."
"Gak us--"
"Gak ada penolakan!" pungkas Sam tidak menerima penolak dari Aileen.
Kemudian Sam dan Aileen masuk ke dalam mansion itu, tanpa disangka-sangka pintu gerbang dari mansion mewah itu langsung terbuka lebar.
"Selamat datang nona." ucap para pria yang berjajar di depan gerbang tersebut menyambut kedatangan Aileen.
Sepertinya kakekku itu memang sudah menantikan kehadiranku di sini. Pikir Aileen dalam hatinya.
****
Sementara itu di dalam jeruji besi, Leon tengah menunggu kabar dari Bram dan juga pengacara mendiang Mark yang ternyata tiba-tiba menghilang tanpa jejak.
Padahal pengacara Mark adalah satu-satunya kunci yang bisa membebaskannya dari penjara.
__ADS_1
...****...