Belenggu Cinta Papa Angkatku

Belenggu Cinta Papa Angkatku
Bab 73. Happy birthday Leon


__ADS_3

Bab ini mengandung esek-esek! Harap bijak dalam membaca.


...🍁🍁🍁...


Ting!


Lift terbuka dan kini Aileen juga suaminya Leon telah sampai di lantai paling atas hotel itu. Dimana semua fasilitas disana adalah yang terbaik. Padahal Leon bisa memilih tempat lain, tapi Leon sengaja memilih disini agar Sam sadar bahwa dia tak ada tempat untuk maupun kesempatan untuk bersama dengan Aileen.


"Baby, koper kamu kok berat banget sih? Isinya apaan? Kita kan cuma tinggal sehari di hotel, nanti kita lamanya di Maldives." ucap Leon sambil membantu Aileen membawa kopernya.


Aileen menatap Leon dengan dalam. Lagi-lagi dia harus menahan air matanya, dalam waktu kurang lebih 24 jam lagi, Aileen akan segera meninggalkan Leon. Itu karena Eriko mengabarkan Aileen harus pergi besok, maka hari ini adalah hari terakhirnya.


Kita tidak akan ke Maldives, mas. Aku akan meninggalkanmu. Lirih Aileen dalam hatinya


"Biasa mas, cewek kan banyak barang bawaannya!" alibi Aileen seraya tersenyum seperti biasanya.


"Tapi biasanya kamu gak rempong kayak gini deh, ini kayak bawa baju mau pindahan aja sayang." celetuk Leon yang membuat hati Aileen tercubit. Dalam hati Aileen memang membenarkan ucapan Leon, tapi yang dia bawa bukan baju. Namun barang-barang yang nantinya akan menjadi kenang-kenangan Aileen selama jauh dari Leon. Bahkan album foto pun Aileen membawanya.


"Hehe...aku kan harus prepare malam pertama mas, aku harus memuaskan suamiku." ucap Aileen kembali beralibi. Setengahnya jujur dan setengahnya bohong.


Maafin Aileen, mas...maaf.


Sontak saja Leon tersipu malu, bibirnya mengulum senyuman manis. Dia pun segera menyeret koper dan menggenggam tangan istrinya dengan cepat. "Mas...jangan buru-buru!"


"Aku gak sabar sayang,"


Detik berikutnya, mereka sudah berada di dalam suite room terbaik di hotel itu. Leon mengunci pintu kamar dengan rapat, dia menyimpan koper Aileen disembarang tempat. Kemudian dengan tidak sabar, ia meraih tengkuk gadis itu dan mencium bibirnya rakus.


"Hmph--hmph--" Aileen terkesiap dengan serangan yang tiba-tiba itu, tapi dia membalas ciuman Leon tak malas rakusnya dan tak mau kalah.


Tangannya mengalung di leher suaminya, Leon pun semakin menarik tengkuk Aileen dan memperdalam ciuman mereka. Lidah mereka bersahutan di dalam sana.


"Uhm...mas..." lenguh Aileen di sela-sela ciuman panas mereka.


Ciuman dari bibir panas Leon, berpindah pada leher Aileen yang semula mulus berwarna putih, kini menjadi berwarna kemerahan. Tangan Leon juga tak mau diam, dia memegangi salah satu benda sintal Aileen.


"Apa baby?"


Sumpah demi apapun, suara Leon saat mengucapkan baby terdengar begitu seksi ditelinga Aileen dan membangkitkan hasratnya. Tapi Aileen harus menghentikan dulu kegiatan mereka.


"Mas, nanti malam ya? Tahan dulu...kita kan mau... aahhh..." Aileen kembali melenguh, manakala tangan Leon meremass salah satu gunung kembar miliknya.


"Tapi aku udah gak tahan," ucap Leon dengan suaranya yang agak mendesah.


"Mas kan janji...hm..kita mau makan malam dulu. Mau mandi dulu? A-aku juga lapar..."


Leon langsung menghentikan kegiatannya, ia baru ingat bahwa Aileen juga belum makan siang karena tadi di rumah mereka sibuk dengan para pelayan dan pekerja di mansion Xavier.


"Oh iya sayang, kamu belum makan."


"Bukan aku saja mas, kamu juga belum makan, hehehe." Aileen terkekeh, sambil mencubit hidung suaminya.

__ADS_1


"Haaihhh...padahal aku udah gak sabar mau unboxing!" seru Leon gereget, tapi apalah daya. Ia harus memastikan sang istri untuk sehat wal alfiat sebelum kegiatan unboxing nanti malam.


"Kita tunda dulu ya mas, sekarang mas mandi dulu. Aku siapin baju dan kita makan malam bersama ya," ucap Aileen lalu turun dari pangkuan Leon.


"Iya baby, baiklah. Tapi jangan ada drama malam pertama ditunda kayak di novel cinta suci Amayra ya karya Irma Kirana, kan gak lucu." Leon mengingatkan Aileen untuk jaga-jaga, ia takut malam pertamanya gagal. Pokoknya harus malam ini dan Leon tak mau tau.


"Hehe...aku pastikan semua aman terkendali! Aku baru beres bulanan mas," ujar Aileen seraya tersenyum lebar.


"Syukurlah, kalau gitu kamu bisa cepat hamil."


"Mas mau aku cepat hamil?" Aileen terperangah mendengar ungkapan suaminya.


"Kenapa? Kamu belum siap?"


"Kalau Tuhan udah kasih, siap gak siap harus siap dong. Apalagi itu anak kamu, tentu saja aku akan sangat bahagia." ungkap Aileen sambil tersenyum.


Itu pun kalau aku masih punya waktu sama kamu Mas. Batin Aileen sedih.


"Iya sayang, usiaku sudah tak muda lagi. Teman-temanku sudah banyak yang punya anak 2, 3, aku baru menikah. Jadi, aku pengennya...kalau Tuhan udah kasih sih, aku pengen cepat punya anak." ucap Leon semangat bila membicarakan masalah anak.


Aileen terhenyak mendengar ucapan Leon, ia tidak tahan untuk menangis dan segera mendorong Leon ke kamar mandi. Setelah Leon masuk ke kamar mandi, ia menahan isak tangisnya. "Maafin aku mas...maaf...setelah ini pasti kamu tidak akan memaafkanku."


****


Usai mandi, berpakaian rapi, cantik dan tampan. Aileen dan Leon makan makan bersama di tempat mereka pertama kali jadian sebagai pasangan kekasih. Mengubah status mereka dari papa dan anak menjadi pasangan kekasih.


Leon dan Aileen makan malam romantis bersama, kemudian mereka berdansa bersamaan dengan suara music yang mengalun indah dari para pemusik handal yang di sewa Leon.


"Kenapa mas bertanya hal yang sudah pasti jawabannya?" Aileen tersenyum manis.


"Jawab saja."


"Iya aku bahagia,"


Leon menarik tengkuk gadis itu, kemudian meraup bibir ranumnya yang di olesi Liptint tipis biasa. "Aku juga bahagia, tak ku sangka bahwa akhirnya langit mengizinkan kita untuk bersama...aku bisa menciummu, memilikimu selamanya, aku sangat bahagia." lirih Leon seraya mengecup kening, hidung, lalu bibir Aileen penuh kasih sayang.


Kedua netra mereka pun bertemu. "Nah...sekarang udah kenyang kan? Kita ke hidangan utama yuk?" tawar Leon tak sabar.


Aileen hanya mengangguk diiringi senyuman tipis dibibirnya. Leon yang tak sabaran, segera menggendong Aileen ala bridal, tak peduli dengan para pemusik yang masih ada disana. Buru-buru dia masuk ke dalam lift, lalu berlari menuju ke kamarnya. Melupakan beratnya tubuh sang istri yang sedari tadi digendongnya.


Dengan menggebu-gebu, Leon melumatt bibir istrinya. Mengigit, menguulum bahkan bermain Saliva didalam sana. Aileen tak diam saja dan membalasnya.


Dada keduanya naik turun, merasakan hasrat dan gelanyar aneh didalam tubuh mereka. Sensasi terbakar itu perlu di salurkan. Tangan Leon dengan mahir membuka resleting gaun merah maroon yang dikenakan Aileen. Membuangnya ke sembarang tempat, dengan bibir yang masih saling menempel.


Tangan Aileen juga tak diam, ia membantu Leon seperti simbiosis mutualisme saling menyenangkan satu sama lain. Aileen membuka jas merah Leon dan membuat kancing kemeja Leon satu persatu. Kini dada sang hot Daddy yang ditumbuhi bulu-bulu halus itu terpampang nyata didepan mata Aileen dan membuat Saliva gadis cantik itu naik turun.


"Mas...apa gak seharusnya kita mandi dulu?"


"Tadi kan udah mandi, baby." ucap Leon lalu menggendong Aileen ala koala ke atas ranjang.


"Tapi keringetan lagi, mas."

__ADS_1


"Nanti aja sekalian mandinya, Ai."


Leon memulai aksinya, pelan-pelan. Dia menciumi wajah Aileen dengan penuh kelembutan. Tak lupa ia meminta izin pada gadis itu untuk mengambil malam pertamanya. Aileen sangat tersentuh dengan kelembutan suaminya. "Apa boleh?" tanya Leon begitu melihat tubuh Aileen yang sudah tanpa sehelai benang itu. Tubuh yang membuatnya candu dan bahagia.


"Im yours, lakukan apa yang kamu mau mas." Aileen membelai pipi sang suami.


"As you wish, im ready."


Pria itu memulai kegiatannya menjamah tubuh sang istri dengan lembut. Dia akan pastikan malam pertama ini sempurna dan keduanya sama-sama bahagia. Aileen juga sama, dia memasrahkan dirinya pada sang suami.


Seperti malam pertama pada umumnya, Leon melakukan foreplay yang ia dapatkan dari ilmu Mbah Goog dan film dewasa yang ia tonton. Usai melakukan pemanasan, Leon melakukan kegiatan intinya dengan perlahan.


"AKHHH..." jerit Aileen saat Leon mulai memasukinya.


"Sakit ya sayang? Tahan ya," ucap Leon, lalu meraup bibir Aileen dengan lembut guna mengurangi rasa sakitnya.


Suara dessahan dan erangan menggema di ruangan itu, suara decitan ranjang menjadi saksi bisu kegiatan erotisme mereka di atas sana. Akhirnya mereka telah menyatu sepenuhnya.


"I love you baby..."


"Love you too, mas."


Mereka pun ambruk setelah ronde, peluh keringat membasahi tubuh mereka. Setelah tertidur beberapa saat, Aileen membuka mata lebih dulu sementara Leon masih tertidur.


Ia menatap pria itu penuh cinta, lalu ia pun beranjak dari tempat tidurnya dengan hati-hati meski keadaan tubuhnya masih terasa sakit. Tak lupa ia memakai lingeriee tipisnya yang berwarna hitam.


"Ish...tenaga mu lumayan juga mas. Tapi aku harus tetap bangkit, sebentar lagi ulang tahunmu." gumam Aileen sambil menahan tangisnya. "Aileen semangat!"


Aileen mengambil kue ulang tahun yang ia sembunyikan di bawah nakas, kemudian dia menyalakan lilin diatasnya dengan korek api. Tulisan di kue itu adalah selamat ulang tahun suamiku dan lilinnya angka 4 dan 0.


Tepat pukul 12.00 malam....


"Happy birthday to you, happy birthday to you! Happy birthday to you my husband! Happy birthday my husband!" Aileen menyanyikan lagu selamat ulang tahun lalu mendekati Leon yang tidur tengkurap dengan keadaan telanjang dada. Ia membawakan kue ulang tahun itu.


"Aileen baby?" Leon membuka matanya, ia langsung tersenyum melihat istrinya menyiapkan semuanya. Ia sendiri bahkan tak ingat ulang tahunnya.


"Selamat ulang tahun hot daddyku, suamiku tersayang." Aileen mengecup pipi Leon dengan manis. Leon semakin melayang dibuatnya. Bisa dipastikan kado ini adalah


"Ayo tiup lilin terus make a wish." ujar Aileen tak sabar.


"Oke, bareng kamu ya sayang," ucap Leon seraya tersenyum pada istrinya.


"Oke."


Mereka tiup lilin bersama, kemudian keduanya sama-sama menutup mata, sambil mengatupkan kedua tangan.


Ya Tuhan, aku ingin bersama Aileen selamanya. Aku ingin memiliki anak-anak yang lucu dengan Aileen, jangan pisahkan aku dengannya.


Ya Tuhan, aku harap mas Leon dapat memaafkanku dan melupakanku. Aku harap mas Leon bisa bahagia setelah kepergianku nanti.


...****...

__ADS_1


__ADS_2