
...πππ...
Tidak peduli dimana dan dalam keadaan apa, Leon meminta vitamin C dari Aileen. Vitamin C alias ciuman yang bisa membuat Leon semangat.
Aileen yang semula hanya diam saja menerima pagutan bibir dari papa angkatnya, lama-kelamaan dia mulai terbuai suasana dan membalas pagutan Leon. Lidah mereka menari-nari di dalam sana dan Aileen berusaha mengimbangi permainan lidah dari Leon. Semakin sering mereka berciuman maka Aileen juga akan belajar dan terus belajar untuk mengimbangi pria yang berusia hampir 40 tahun itu.
"Haaahh...papa, aku nggak bisa nafas!" Aileen kalah, dia mengurai ciuman mereka terlebih dahulu dan ia langsung mengambil nafas dan menghembuskannya.
"Ai, kamu harus banyak latihan sayang." tangan Leon membelai rambut panjang Aileen, sedangkan tangan yang satunya merengkuh tubuh gadis itu. Matanya tertuju pada Liptint Aileen yang belepotan.
Gila! Aileen terlihat sangat cantik bahkan ketika penampilannya acak-acakan sekalipun. Sungguh, sumpah demi apapun di dunia ini. Leon merasa bahwa putri angkatnya adalah wanita yang tercantik di dunia. Dulu sewaktu kecil gadis itu terlihat sangat imut dan juga mungil, ketika dia tumbuh dewasa. Aileen menjadi gadis yang cantik dan menarik perhatian kaum Adam. Termasuk papa angkatnya sendiri.
"Iya pa, ini juga aku kan sedang belajar dari papa. Aku kan belum berpengalaman!" tukas gadis itu dengan bibir yang basah dan belepotan.
"Vitamin C nya sekali lagi ya sayang." bisik Leon sambil menggigit kecil telinga gadisnya dan membuat titik sensitifnya bangun.
"Eungh--papa, kita harus kerja pa..." Aileen mendorong pelan tubuh Sang Papa angkat yang memeluknya. Rasanya panas panas dan berdenyut dibawah sana, hanya dengan sentuhan dari Leon saja.
"Dikit lagi sayang, papa mau isi daya dulu." kembali, pria itu menarik tubuh Aileen hingga menempel pada tubuhnya. Kali ini Leon mendudukkan Aileen di atas meja kerjanya.
"Papa mau isi daya? Bukannya ini masih pagi pa? Pasti baterai papa masih penuh!" Seru Aileen dengan gaya senyum-senyum manjanya.
"Kamu salah sayang, justru baterai papa masih belum penuh...jadi papa belum isi daya. Jadi, untuk mulai aktivitas pagi ini Papa harus isi daya terlebih dahulu."
"Caranya?"
"Ini...." tunjuk Leon pada kening. "Ini..." jarinya menyusuri hidung Aileen, kemudian bibir Aileen.
Ah! Kalau pembahasannya sudah ke sini Aileen langsung paham, Leon meminta isi daya versinya. "Oke deh, aku kasih vitamin C sekaligus sarapan paginya!" gadis itu langsung paham dan lebih dulu melakukan isi daya versi Leon.
Ia mencium kening Leon, kedua kelopak mata, hidung, kedua pipi lalu ke bibir yang ada cambang tipis disana. Cambang tipis yang membuat Aileen geli geli saat melumatt bibir Leon.
Pria itu membiarkan Aileen bergerak sesuai maunya, ternyata cukup lumayan untuk newbie walau Aileen belum mahir. Perlahan tapi pasti, kini dasi Leon bahkan kancing kemejanya terbuka di bagian atas.
Tangan-tangan Aileen yang nakal adalah pelakunya. Mungkin ini yang dia dapatkan dari Leon. Ketika berciuman, tangan akan meracau kemana-mana.
Dirasa energi isi daya sudah cukup, beberapa detik kemudian. Leon mengurai ciumannya lebih dulu. "Lumayan baby, rasa stroberi."
"Hihi... Liptint nya emang rasa stroberi pa." kekeh Aileen sambil menunjukkan senyuman ala pepsodenttnya. Senyuman yang bisa meluluhlantakkan hati seorang hot daddy, bernama Leonardo Xavier. Kedua lesung pipi yang indah menambah kecantikan gadis itu.
Gadis yang usianya jauh lebih muda 19 tahun darinya.
"Tapi kok udahan sih pa vitamin C nya? Bukannya papa masih mau isi daya?"
"Udah sayang, papa takut ketagihan...nanti papa kebablasan."
"Kebablasan juga gak apa-apa pa, nanti kan papa mau nikahnya sama aku!" seru Aileen yakin.
"Gak boleh sayang, papa tidak mau mengkhianati kepercayaan papa dan mama kamu di alam sana. Papa janji akan menjaga kamu selamanya, papa tidak akan melakukan itu sampai tiba waktunya nanti." jelas Leon, lalu kembali mencium bibir Aileen dengan singkat.
Brak!!
"Pak Leon--ada yang--"
__ADS_1
Atensi Leon dan Aileen kemudian teralihkan pada sosok yang berada di ambang pintu ruangan tersebut. Aileen buru-buru merapikan kancing kemejanya yang terbuka dua kancing di atas dan menampilkan sedikit dadanya, juga Mahakarya yang Leon ciptakan semalam.
Leon juga sama paniknya karena Bram tiba-tiba saja masuk tanpa mengetuk pintu dan bodohnya dia sebelum melakukan itu, dia malah tidak mengunci pintunya terlebih dahulu. Biasalah kalau nafsu berbalut cinta yang didahulukan maka terkadang logika pun tidak jalan.
"Shitt! Kalian belum selesai?" Bram langsung menutup matanya dengan satu tangan, begitu melihat adegan tidak senonoh didepannya.
Melihat adegan itu, tiba-tiba saja Bram teringat istrinya di rumah. Bram tidak pernah menyangka bahwa sahabatnya itu akan sangat bucin dengan Aileen. Beda bucinnya saat dengan Celia.
Oh sial! Aku jadi ingin istriku di rumah.
"Pergi kamu! Ngapain kamu berdiri di depan pintu, mau ngintip ya?" Leon menggunakan tubuh kekarnya untuk menghadang Bram melihat Aileen yang sedang merapikan dirinya.
"Jangan marah padaku! Kau saja yang lupa mengunci pintunya!" ujar Bram balik marah pada Leon.
Bram langsung paham dan keluar dari ruangan itu dan tak lupa dia menutup pintu. Usai merapikan diri di ruangan lain di kantor presdir, Aileen segera pergi keluar dari sana. Ia sangat malu karena bra memergokinya sedang bermesraan dengan Leon.
"Ai...kok kamu buru-buru banget sih sayang?" tangan Leon memegang pergelangan tangan Aileen dan menahannya pergi.
"Pa, jangan gini dong...aku malu, tadi aja habis ketahuan sama Om Bram!" cetus Aileen malu-malu meong.
"Vitamin C nya satu lagi sayang," pria itu menunjuk-nunjuk ke arah pipinya, mau minta apa lagi selain cium.
"Huh! Dasar orang tua genit."
"Walaupun papa orang tua, tapi Papa bisa buat kamu jatuh cinta kan?" goda pria itu lagi dan membuat Saliva Aileen naik turun.
"Papa, please deh..."
"Oke oke, Papa nggak akan godain kamu lagi. Nanti aja kita terusin di rumah. Sekarang kamu kerja, papa kerja, demi masa depan kita bersama." ucapnya seraya mengusap lembut pipi Aileen yang putih mulus itu.
Itulah kata yang bisa menggambarkan sosok Leon di mata Aileen. Selain good shopping, good looking, good cooking, sikap lembutnya tidak dapat digambarkan lagi dengan kata-kata. Tapi ya begitu, kalau sudah marah Leon pasti akan sangat menyeramkan seperti singa yang mengaum, seperti namanya.
Cup!
"Love you...papa." ucap Aileen usai memberikan kecupan di pipi Papa angkatnya.
"I Love you too, baby." balas Leon seraya tersenyum.
Aileen pun keluar dengan pakaian yang lebih tertutup karena Leon tidak mau orang-orang di luar sana melihat mahakaryanya ditubuh putih mulus Aileen, ia tak mau ada ucapan miring tentang Aileen.
*****
1 bulan berlalu sejak Aileen dan Leon menjalin hubungan. Tidak ada masalah diantara mereka selama ini, hanya pertengkaran pertengkaran kecil saja. Hubungan mereka malah semakin panas jeletot. Panas dalam artian, semakin kuat dan cinta yang ditunjukkan semakin mendalam.
Leon pun menjelaskan tentang luka tembak ditubuhnya. Ia mengatakan bahwa Leon bertemu dengan kakeknya Aileen.
Leon menjelaskannya saat berenang bersama dengan Aileen, ketika semua orang sedang tidak berada di rumah itu.
"Apa? Jadi papa ditembak sama papanya mendiang papaku?" tanya Aileen tercengang. "Jadi papa udah ketemu sama kakekku?"
"Iya sayang, sebenarnya papa kesana untuk memperingatkan dia untuk tidak menganggu kamu." jelas Leon sambil mengusap lembut rambut panjang Aileen yang basah itu.
"Kakekku ternyata orang yang jahat! Apa jangan-jangan dia yang culik aku waktu itu, pa?"
__ADS_1
"Iya benar sayang."
"Mau apa dia culik aku?"
"Soal itu, papa juga gak tau sayang. Yuk ah, kita berenang lagi aja...atau kamu mau pelukan sama papa terus?" goda Leon pada putrinya itu.
"Hehe...ayo pa."
Gadis itu kembali melanjutkan aktivitas berenangnya. Leon menyusulnya sekalian modus-modus menempel pada tubuh putrinya yang sudah vitamin C pribadinya, CANDU untuknya.
Setelah lama-lama bermain air, Aileen dan Leon kembali naik ke atas. Leon memakaikan bathrobe pada tubuh Aileen yang hanya menggunakan dalamann g-string dan tampak menggoda. Menunjukkan dua benda sintal miliknya dan kulit mulusnya. "Ai, inget ucapan papa! Kamu tidak boleh memakai pakaian seperti ini di tempat umum, hanya boleh papa saja yang melihatnya...kamu hanya boleh memakai ini di depan Papa. Paham?"
Aileen menganggukan kepalanya, kemudian dia tiba-tiba terlihat panik. "Tapi pa--"
"Ya?"
"Aku udah pernah pakai ini ke tempat umum, pa."
"APA? Dimana?" Leon mulai meninggikan suaranya.
"I-itu dipantai di Singapore pa!"
"Apa? Te-terus papa bukan yang pertama liat kamu dong? Ah..." dessah Leon kecewa.
"Ma-maaf pa." Aileen terlihat merasa bersalah.
"Kalau kamu nyesel dan sebagai permintaan maaf, kamu harus lakukan sesuatu buat papa!" ucap Leon sambil memegang tangan Aileen, menatap sepasang netra biru yang penuh pesona untuknya itu.
"Papa mau aku ngelakuin apa pa?" tanya gadis itu polos.
"Nanti papa kasih tau. Sekarang bersihkan dulu badan kamu, terus ganti baju, dandan yang cantik..."
"Iya pa." gadis itu mengangguk-anggukan kepalanya dengan patuh.
"Good girl," Leon tersenyum pada Aileen. Entah apa yang ia rencanakan kali ini.
Aileen pasti akan suka kejutan yang aku siapkan.
Aileen pun segera naik ke lantai dua menuju ke kamarnya. Disusul oleh Leon yang juga akan pergi ke kamarnya dan membersihkan diri, setelah selesai berenang.
****
Sidang perceraian telah selesai, Sahara dan Ferdinand kini telah resmi berpisah. Sahara masih terlihat sakit hati ketika suaminya bersama dengan adiknya Celia.
"Mbak maafkan aku, tapi aku dan Mas Ferdinand saling mencintai." Celia menggandeng tangan Ferdinand didepan Sahara.
Bohong bila Sahara tidak sakit hati. Mereka pernah menjadi suami-istri dan sisa rasa itu pasti masih ada. Melihat sang suami bersama dengan adik kandungnya, membuat hati Sahara sangat terluka.
Namun Sahara mencoba tegar karena masih ada Sam disisinya.
"Baiklah, semoga kalian bahagia." hanya itu yang mampu Sahara katakan. Lalu dia berlaku pergi bersama Sam.
Sam juga merasakan sakit hati yang dirasakan oleh ibunya itu, dia bersumpah akan membuat papanya dan Celia hancur karena sudah membuat mamanya sakit hati.
__ADS_1
...****...