Belenggu Cinta Papa Angkatku

Belenggu Cinta Papa Angkatku
Bab 19. Pergi dari rumah


__ADS_3

...🍁🍁🍁...


Setelah Leon pergi dari rumahnya, Aileen sudah membereskan baju-baju ke dalam tas ransel besarnya. Kemudian dia masuk ke dalam kamar Leon yang tidak di kunci. Aileen menatap foto dirinya dan Leon di dindingnya sedang berpelukan, terlihat bahagia.


"Ya udah kalau Papa maunya kayak gini, kalau Papa tidak mau mengakui perasaan papa sampai akhir. Aku akan pergi dari rumah, mungkin dengan kita menjauh...aku bisa melupakan Papa." Aileen menyimpan secarik kertas di atas nakas kamar Leon.


Kemudian dia pergi meninggalkan rumah itu, tapi usahanya untuk pergi tidaklah mudah karena ada beberapa bodyguard yang berada di depan rumahnya bertugas menjaga Aileen.


"Non, non mau kemana?" tanya Frans kepala bodyguard Leon yang ditugaskan menjaga Aileen.


"Saya mau pergi ke rumah teman saya, bentar lagi teman saya jemput." kata Aileen lesu dengan bahu yang


"Maaf non, tuan memerintahkan kami untuk tidak membiarkan non Aileen pergi selama tuan Leon belum memberi izin."


Aileen menghela nafas panjang dan menghembuskannya dengan kasar. Dia mengusap usap wajahnya yang terasa sangat kacau. Hatinya, penampilannya sangat kacau. "Aku akan baik-baik saja, bilang saja pada Papa kalau aku pergi ke apartemen Cleo."

__ADS_1


"Maaf nona, tapi nona harus meminta izin dulu kepada Tuan Leon." kata Frans bersikeras menjalankan tugasnya sebagai bodyguard yang baik. Dia tidak mau ditegur lagi oleh atasannya karena tidak becus bekerja.


"Pak Frans, aku akan baik-baik saja dan aku tidak akan pergi kemana-mana. Aku hanya pergi ke apartemen Cleo, papa juga tau tempatnya."


"Ya sudah, kalau begitu nona izin dulu pada tuan."


"Ih...pak Frans benar-benar ngeyel ya orangnya, aku tuh lagi nggak mau bicara sama papa sekarang!" seru Aileen kesal dengan perilaku Frans yang ngeyel. "Baiklah, kalau pak Frans tetap keras kepala, aku akan meminta izin pada Papa sekarang!"


Walaupun malas, Aileen mencoba menghubungi Leon dengan ponselnya. Namun Leon tak kunjung membalasnya, akhirnya ia pun mengirimkan pesan pada Leon dan menunjukkannya pada Frans. "Ini pak Frans, aku sudah mengirim pesan pada Papa...aku sudah pamit dan aku juga meninggalkan surat di kamar Papa."


Nyebelin banget si muka datar ini!


Tak lama kemudian, sebuah mobil berwarna merah terparkir didepan gerbang rumah itu. Terlihat Cleo melambaikan tangannya dari dalam mobil. Aileen pun berlari dan masuk ke dalam mobil Cleo.


Mobil itu pun melaju pergi dengan tujuan ke apartemen Cleo. Frans dan dua bodyguard lainnya mengikuti mobil Cleo karena tidak percaya dengan ucapan Aileen.

__ADS_1


"Ai, kamu serius mau menginap di apartemenku?" tanya Cleo dengan tangan yang memegang setir kemudi.


"Iya, sorry ya aku nebeng dulu di apartemen kamu." Aileen mengatupkan kedua tangannya seraya memohon pada Cleo untuk menginap di apartemennya.


"Kamu ribut lagi sama Papa kamu?"


"Ya gitu deh." kata Aileen sambil menaikkan kedua bahunya dan menghela nafas kasar.


"Ai... sebenarnya aku mau tanya ini sama kamu, tapi aku ragu dan takut kamu tersinggung." Cleo mengerutkan keningnya dan tampak ragu saat akan menanyakan sesuatu pada Aileen.


"Apa Cleo? Tanya aja."


"Ai... sebenarnya cowok yang kamu suka itu, yang suka kamu ceritakan itu, apakah Papamu?" tanya Cleo dengan hati-hati yang sontak saja membuat Aileen menoleh ke arah sahabatnya itu.


Cleo dapat melihat dari raut wajah Aileen, bahwa jawaban dari pertanyaannya adalah ya. "Ai, are you serious? Dia papa kamu, oh my God...i don't believe!"

__ADS_1


...****...


__ADS_2