
...πππ...
Rupanya tujuan Leon mengajak Aileen ke hotel milik Sam itu karena dia ingin menunjukkan pada Sam bahwa Aileen adalah miliknya. Dia memang sudah merencanakan ini sejak awal dan ingin membuat mata Sam terbuka lebar bahwa wanita yang bernama Aileen Sheravina Xavier adalah milik Leonardo Xavier.
Lihatlah betapa posesifnya pria itu terhadap Putri angkatnya. Sampai kepalanya merencanakan ini matang-matang. Sambil menyelam minum air itulah istilahnya. Leon menyatakan cintanya sambil menunjukkan kepada Sam bahwa dia harus sadar diri untuk tidak mengejar Aileen lagi.
Bahwa hubungannya dan Aileen telah melewati batas ayah dan anak. Leon tidak peduli dengan kata-kata negatif orang-orang nantinya terhadap hubungannya dan Aileen.
Aileen mulai merasakan kehabisan oksigen, ia pun mendorong tubuh Leon sebentar. "Papa... haaaahhh...aku tidak baik bernafas, Pa." Aileen menghela nafas dengan terengah-engah. Sungguh ciuman Leon yang expert itu tidak mudah diimbanginya.
"Maafkan Papa sayang," ucapnya merasa bersalah karena sudah mencium Aileen dengan begitu dalam.
Saking semangatnya aku menunjukkan kepada Sam, bahwa Aileen adalah milikku. Aku sampai tidak sadar bahwa Aileen sampai kehabisan nafas.
"Iya pa, tidak apa-apa..Tapi pa, sekarang hubungan kita apa? Kita kan sudah saling mengutarakan perasaan masing-masing, bahwa kita saling mencintai. Apakah kita masih--"
Leon meletakkan jari telunjuknya tepat di bibir sensual Aileen."Kita kekasih, mari jalani hubungan kita dulu seperti ini sebelum ke tahap yang lebih serius."
"Tahap lebih serius? Maksud papa?" tanya gadis itu dengan mata polosnya.
Cup!
Leon mengucapkan gadis itu dengan lembut dan penuh kasih sayang. "Sayang, Kamu tahu kan bagaimana prinsip papa dalam menjalin hubungan? Papa tidak main-main sayang, papa menjalin hubungan dengan seseorang tentu saja dengan jalan yang serius. Kelak kamu akan menjadi istri Papa."
Suara Leon yang begitu lirih dan tulus, sungguh membuat hati gadis itu terenyuh. Aileen tidak menyangka bahwa Leon memiliki pemikiran luas untuk melangkahkan hubungan mereka ke arah yang lebih serius. Namun apakah langkah serius itu seperti apa yang dia pikirkan?
"Pa... maksud bapak langkah serius itu apakah benar--" Aileen menggantung ucapannya di sana dengan bingung.
"Married, yes...aku akan melakukannya denganku."
Deg!!
Hati Aileen berdebar mendengar ucapan Leon yang akan menikahinya, jadi inilah langkah serius yang diambil oleh pria itu. Sungguh, Aileen tidak percaya dan merasa ini semuanya lah mimpi. Cintanya kini telah menjadi nyata.
Hati Sam teriris melihat adegan romantis antara Leon dan Aileen. Dia masih berdiri mematung di sana dan melihat semuanya. Bagaimana kedua sejoli itu saling memagut bibir satu sama lain penuh cinta.
Terbakarlah hati Sam!
Tangannya meremass dengan kuat, rahangnya mengeras dan dia terlihat sangat marah. Namun sayangnya dia tidak dapat berbuat apapun untuk mencegah semuanya.
"Kita lihat saja Leonardo Xavier, jangan senang dulu. Orang-orang pasti tidak akan bisa menerima hubungan kalian, aku jamin itu." gumam Sam dengan mata yang menyorotkan penuh kemarahan pada Aileen dan Leon.
Sam kembali masuk ke dalam lift dan pergi ke lantai bawah dengan hati yang marah dan panas. Dia tidak sanggup untuk melihat adegan selanjutnya dari Leon dan Aileen. Sam bertekad akan menghancurkan hubungan mereka berdua yang baru saja terjalin itu.
Setelah keduanya saling mengutarakan perasaan, kini Leon dan Aileen duduk saling berhadapan di meja makan yang penuh dengan makanan kesukaan Aileen. Sebutlah ini sebagai candle light dinner. Sebab ada lilin juga disana.
Aileen masih sibuk melihat-lihat pemandangan di sana, suasana yang romantis ditaburi oleh bunga-bunga mawar yang indah. Dia memeluk boneka pemberian dari Leon dengan erat. Leon begitu gemas dengan sikap Aileen saat ini.
Ya Tuhan...aku tidak menyangka bahwa ternyata papa akan menerima perasaanku dan aku sekarang menjadi kekasihnya. Aku kekasih papaku dan kelak aku akan menikah dengan papa.
__ADS_1
"Sayang, ayo makan dulu! Simpan dulu bonekanya."
"Gak mau Pa, aku mau terus peluk boneka ini terus." Aileen tidak mau melepaskan boneka itu dari pelukannya.
Leon memang sering memberikan Aileen boneka beruang, kucing, ataupun berbentuk hewan lainnya. Namun boneka beruang yang diberikan Leon kali ini sangatlah berbeda untuknya. Apalagi ada suara Leon di sana. Sungguh menggemaskan, rencananya dia akan meminta si beruang itu untuk menemaninya kemana saja.
"Kamu harus makan dulu sayang, kita kan belum makan malam."
"Aku mau disuapi papa." katanya begitu saja keluar dari mulutnya..
"Fine, papa suapi ya." Leon menyanggupi keinginan wanita yang telah menjadi kekasihnya itu, resmi hari ini. Dia senang dengan sikap manja Aileen padanya. Bahkan dari dulu sampai saat ini, kadang Leon selalu cemburu apabila Aileen bermanja-manja pada pria lain selain dirinya.
Kenapa aku baru sadar, bahwa aku mencintai Aileen dari dulu? Mark, salahkah aku mencintai putrimu?
Dengan semangat dan senyum bahagia, Aileen bersiap-siap untuk mendapatkan suapan dari Papanya. "Asik, suapan cinta! Pasti enak nih." gadis itu terkekeh.
Leon hanya tersenyum menanggapi manjanya Aileen. Kemudian dia pun mengambil piring berisi makanan dengan menu steak. Dia memotong-motong daging tersebut dengan pisau dan menyuapkannya pada mulut Aileen. "Hem.. nyam nyam ini sangat enak sekali Pa, rasa cinta memang beda ya Pah...hehe." ucap gadis itu sembari terkekeh.
Dia merasa menjadi ratu untuk Leon, diperlakukan dengan lembut seperti ini sungguh membuat hatinya semakin cenat cenut. Seperti ada ribuan kembang api yang meledak di dalam hatinya secara bersamaan.
Bodoh amat, mau dibilang seperti anak kecil atau manja sekalipun. Memang rasanya bahagia karena mendapatkan perhatian dari kekasih hati.
"Habiskan makanannya ya sayang." ucap Leon sambil mengusap noda steak dibibir Aileen dengan lembut.
Tanpa mereka sadari, ada seseorang yang sama seperti di bioskop yang memperhatikan mereka diam-diam dari atas tepat sebelah gedung hotel Samudra.
"Tuan, ternyata pak Leonardo Xavier menjalin hubungan dengan putrinya." ucap pria itu sambil menelepon seseorang.
"Saya akan kirimkan foto-fotonya pada tuan." kata pria berwajah datar itu. Tapi ketika akan mengirimkan foto pada bosnya, tiba-tiba saja ada seseorang yang menyodorkan pistol ke kepalanya.
"Siapa--yang menyuruhmu melakukan ini?"
Pria itu menelan salivanya, kemudian terjadilah perkelahian antara. Anak buah Frans sudah berhasil mengepung pria misterius itu. Namun sayangnya pria itu tak sendiri, dia juga bersama dengan rekannya.
Mereka berhasil melarikan diri dari Frans dan anak buahnya. "Sial! Mereka berhasil kabur!"
"Kita harus memberitahukan hal ini pada tuan Leon." kata Frans sambil memungut selembar foto Aileen yang tadi sempat di jatuhkan oleh salah satu pria aneh itu.
Siapa yang mengincar nona Aileen?
β€οΈβ€οΈβ€οΈ
Setelah acara makan malam romantis itu, Leon segara mengajak Aileen pulang karena hari sudah malam dan semakin dingin. Dengan gentle pria itu membuka jas hitam diluar kemeja merahnya dan memakaikan jam itu pada Aileen yang memakai blouse tanpa lengan itu. Aileen terus saja memeluk Boneka beruangnya. Tak peduli mau dibilang anak kecil atau apapun itu. Yang jelas dia akan menyayangi boneka pemberian Leon sebagai pernyataan cinta resmi sebagai kekasih.
Tentunya momen ini tidak akan terlupakan untuk Aileen dan Leon.
"Sudah hangat?"
"Kurang pa," jawab Aileen sambil tersenyum.
__ADS_1
"Hem?"
"Kalau di peluk papa lebih hangat pa!" celetuk Aileen, lalu ia menutup mulutnya sendiri dengan satu tangan.
Aish...Aileen kenapa kamu bicara begitu? Haduh...ini mulut tak bisa dijaga. Pasti deh papa ilfeel sama aku. Aileen merutuki dirinya didalam hati yang tidak bisa mengerem mulutnya.
Leon tidak ilfeel sama sekali, malah ia tersenyum dan senang karena Aileen mengutarakan perasaannya secara terbuka. "Baiklah, papa akan menghangatkanmu di rumah."
"Ish...papa mesum!"
"Bukannya kamu yang mesum? Tadi--kamu berpikiran yang bukan bukan kan tentang ajakan papa ke hotel?"
Glekk!
Seketika raut wajah cantik dan imut itu, berubah menjadi tegang. Seperti diketahui boroknya.
"Nggak!" bantahnya. "A-aku gak kayak gitu, aku gak berpikiran yang bukan bukan!" lanjutnya sambil memalingkan wajah dari Leon dan berjalan buru-buru masuk ke dalam lift.
"Tapi wajahmu mengatakan--" goda Leon seraya mendekat pada Aileen.
"Di wajah aku gak ada apa-apa! Yuk ah pa, kita pulang...udah malam." ucap gadis itu mengalihkan perhatian.
Leon mengikutinya dan masuk ke dalam lift. Terlihat Aileen beberapa kali Aileen menguap, selain lelah karena pekerjaan, Aileen lelah karena habis jalan-jalan manis bersama papanya. Tentu akan menjadi malam dan momen tak terlupakan untuk Aileen.
Mereka berdua pun sampai di lantai 1 hotel Samudra. Tiba-tiba saja saat sedang berjalan, seorang pria menyapa Leon. Dia adalah rekan bisnisnya yang datang bersama istrinya untuk menginap di hotel itu.
"Pak Leon, anda--?"
"Pak Baskoro!" Leon menyambut ramah pria paruh baya didepannya itu sambil berjabatan tangan. Istrinya juga tersenyum ramah pada Aileen dan Leon.
"Wah...selamat malam pak, sedang apa bapak disini?" tanya Leon sambil tersenyum. Ia tau pak Baskoro ini orang Yogyakarta.
"Saya sedang berada di kota ini, kebetulan ada acara pernikahan saudara istri saya. Tak disangka-sangka malah bertemu pak Leon disini." jelas Baskoro.
"Oh ya, ini anak saya Aileen." Leon memperkenalkan Aileen pada teman bisnisnya.
"Aileen."
"Baskoro."
"Devita." ucap wanita muda yang berada disamping Baskoro.
Aileen pikir wanita itu adalah anaknya dan bukan istrinya, karena wanita itu terlihat muda dan pak Baskoro usainya sudah setengah abad. Bahkan sudah ada uban di rambutnya.
"Putrimu cantik sekali, seandainya saja saya punya anak laki-laki...pasti sudah saya jodohkan dengan anak saya." celetuk Baskoro yang membuat Leon mengangkat satu alisnya. Dia terlihat tak senang dengan ucapan itu, Aileen menatap wajahnya dengan mata yang polos.
"Haha...maaf pak, tapi putri saya sudah ada yang punya." balas Leon dengan senyuman getir. Ia tau belum bisa mengungkapkan hubungan mereka di depan umum. Semua orang taunya mereka adalah ayah dan anak.
Tapi Aileen sepertinya tidak memahaminya, ia langsung pergi begitu saja meninggalkan papanya. Kata putri saya membuat Aileen sensi.
__ADS_1
...****...
Hai Readers, jangan lupa komennya β€οΈβ€οΈ ini hari Senin loh jadi author mau crazy up...π minta dong give sama vote nya hihi