Belenggu Cinta Papa Angkatku

Belenggu Cinta Papa Angkatku
Bab 60. Ayah saya Mark


__ADS_3

...πŸ€πŸ€πŸ€...


Ruang rapat kantor Xavier grup, terlihat Luna dan beberapa pemegang saham utama di grup Xavier berkumpul disana. Seperti biasa akan ada rekap bulanan tentang perkembangan perusahaan itu dengan dihadiri para pemegang saham.


Jangan lupakan bahwa Luna juga adalah salah satu pemegang saham disana, sebab Leon memberikan 10 persen sahamnya sebagai timbal balik donor darah untuk Aileen saat itu.


Aileen bahkan tidak tahu tentang hal ini, namun gadis itu tiba-tiba saja marah saat Luna berdekatan dengan papa angkatnya, terlihat sekali jika Luna ingin mendekati Leon. Pakaian Luna juga tampak menggoda, seksi dan menunjukkan paha mulus.


Namun entah kenapa Aileen merasa bahwa Luna dan dirinya memiliki kemiripan. Tapi Aileen segera menepis pikiran itu dan mengatakan pada dirinya bahwa ia lebih cantik dan imut daripada Luna.


Kekesalan Aileen memuncak ketika Luna duduk disamping Leon dan Leon sama sekali tidak menghindar atau merespon. Ia cuek saja membiarkan Luna mendekat. Bahkan saat pergi dari kantor, Aileen tidak mengabari Leon maupun Bram terlebih dahulu.


Usai rapat setelah 1 jam lamanya, Leon keluar dari ruangan itu dan memijit pelipisnya. Pusing memikirkan Aileen yang merajuk padanya. "Aku tak paham, sebenarnya apa yang membuat Aileen sampai marah seperti itu? Aku ada salah apa?" monolog Leon pada dirinya sendiri bertanya-tanya. Ia teringat Aileen pergi saat melihatnya bersama dengan Luna padahal mereka hanya membicarakan masalah bisnis.


Kalau bukan karena untuk menyelamatkan Aileen saat itu, Leon tidak akan menyerahkan saham ataupun berhubungan dengan Luna sebagai rekan kerja. Sebenarnya Leon enggan melakukannya, apalagi Luna adalah adik dari Mark yang berasal dari keluarga Arlando.


"Pak, bapak belum makan siang kan? Makan siang sama saya yuk?" ajak Luna dengan senyuman manisnya, berharap bisa memikat pria yang usianya jauh lebih tua 12 tahun darinya itu.


Tidak masalah soal usia yang penting dompet tebal, tampan, itu sudah cukup untuk Luna yang memang salahku mengincar hot Daddy sebagai ATM berjalannya.


Leon tak mengindahkan ajakan Luna, ia fokus pada Bram saja dan menanyakan keberadaan Aileen. "Bram, Aileen dimana?"


Cih! Anak manja itu, dia selalu saja menggangguku. Batin Luna kesal.


"Saya tidak tahu pak, mungkin sedang makan siang." jawab Bram formal. Ya kalau sedang di kantor atau didepan publik, mereka pasti akan bersikap formal.


"Kenapa mungkin? Kamu tidak telepon dia?" sentak Leon tak sabar, dengan mata melotot pada Bram.


Bram tercekat, matanya memicing menatap si bos. "Lah...bapak kan papanya, kenapa tidak bapak telepon sendiri putri bapak?" ucap Bram ketus.


Mendengar ucapan Bram seketika hati Leon mencelos, lalu ia pun pergi ke lift tanpa memikirkan makan siangnya. Ia mengacuhkan Luna yang tadi mengajaknya makan siang bersama.


Di dalam ruangannya, Leon berkali-kali mengirimkan pesan pada Aileen dan menelponnya. Tapi tak kunjung diangkat juga. Ada apa ini sebenarnya? Leon bingung karena ia tak peka.


"Bram! Sebenarnya apa salahku? Kenapa Aileen tiba-tiba pergi begitu saja, dia juga terlihat marah padaku?" tanya Leon sambil mengusap rambutnya dengan kasar.

__ADS_1


"Kenapa kamu tanya padaku? Bukankah kamu sendiri yang sudah membuatnya begitu." sergah Bram yang tak tahan dengan Leon terkadang tak peka dengan perasaan Aileen.


"Aku? Memangnya aku ada salah?"


"Ada." jawab Bram sambil menyimpan beberapa dokumen diatas meja kerja CEO-nya yang luas itu.


"Aku salah apa?" tanyanya polos.


"Dia marah padamu karena kamu dekat dengan si Luna." jawab Bram singkat padat jelas. Memang gaya asli Bram seperti ini, tak bisa menjelaskan panjang lebar.


"Luna? Kenapa Aileen marah padaku karena Luna?"


Bram menggeleng-gelengkan kepalanya, lalu menghela nafas berat. "Setiap orang pasti akan cemburu bila melihat pasangannya dekat dengan orang lain apalagi lawan jenisnya. Dan kamu malah memberikan akses pada wanita lain untuk mendekat padaku, harusnya kamu menolak atau menghindar."


"Aku hanya duduk berdampingan dengannya dan tidak macam-macam." Leon mencoba membela diri, dia merasa bahwa tidak ada yang salah dengan duduk bersampingan dengan partner kerja.


"Leon, kamu tau sendiri kan bagaimana sifat Aileen? Dia itu cemburuan dan manja sama kamu. Tapi...jika aku jadi dia, melihat istriku dekat dengan wanita lain pasti aku juga akan marah."


Leon pun mulai berpikir, apa yang dikatakan Bram ada benarnya juga. Aileen itu tipe gadis pencemburu, apalagi pada Leon. Dari dulu gadis itu memang posesif pada papanya dan memang selalu seperti itu. Ah! Kenapa hal sederhana seperti ini saja Leon tak paham?


"Baguslah, kalau begitu aku akan pesankan makan siang untukmu." jelas Bram, lalu di pergi keluar dari ruangan CEO.


Sementara Leon, kembali melanjutkan aktivitasnya menelpon dan mengirimkan kekasihnya pesan. Tak lupa ada emot peluk dan cium disana.


"Ayo angkat telpon papa, baby." gerutu Leon resah, sambil mengetuk-ngetuk jaring diatas meja. Berharap Aileen segera mengangkat telepon darinya.


****


Restoran Sunflower, restoran yang memiliki view indah dan cocok untuk menenangkan diri.


Disinilah Aileen berada sekarang, bersama dengan Sahara yang baru saja membersihkan diri dan ganti baju. Tak lupa ada Cleo juga disana yang ikut bergabung bersama Aileen dan Sahara, sambil makan siang.


"Tante, maaf ya baju saya sepertinya kekecilan buat Tante." ucap Aileen merasa tak enak melihat pakaiannya yang kurang pas di badan Sahara. Memang sedikit lebih kecil dan ketat.


"Haha...sayang santailah, ini bukan salah kamu tapi salah Tante yang badannya kegemukan!" celetuk Sahara sambil tertawa.

__ADS_1


"Ih si Tante bisa aja...hehe." kata Cleo yang juga ikut tertawa dengan candaan Sahara.


"Oh ya...sebagai rasa terima kasih Tante, kalian boleh pesen apa yang kalian mau. Tante yang bayar." kata Sahara murah hati.


"Ah Tante gak us--"


"Boleh banget Tante, makasih Tan!" kata Cleo dengan senang hati. Padahal Aileen mau menolaknya, Aileen langsung menoleh pada Cleo dengan kedua alis terangkat.


"Ih...Tante berniat baik tahu, mau traktir kita. Gak boleh ditolak!" seru Cleo seraya tersenyum.


"Tapi..."


"Gak apa-apa, sekalian Tante juga mau menyelesaikan makan siang Tante." ucap Sahara sambil mengambil sendok dan melanjutkan kembali makannya.


"Oh ya, Tante belum tau nama kalian."


"Saya Cleo Tante."


"Saya Aileen." sahut Aileen Seraya tersenyum pada wanita itu.


"Saya Sahara, panggil saja saya Tante Sahara. By the way, Aileen...maaf nih sebelumnya Tante mau tanya. Kamu agak mirip sama temen SMA Tante, kalau boleh tau...siapa nama ayah kamu?"


Aileen terdiam sebentar, ia menatap Sahara dengan bingung. Haruskah ia mengatakan pada Sahara tentang ayah kandungnya atau ayah angkatnya. Sedangkan Leon pernah mengatakan padanya untuk menjaga rahasia tentang hubungan asli mereka pada dunia.


Kenapa Aileen tidak menjawab ya?


Entahlah, Aileen merasa kalau Sahara orang baik. Dia merasa bahwa Sahara berhak tau siapa ayah kandungnya. "Tante, saya akan kasih tau siapa nama ayah saya, tapi Tante harus janji untuk merahasiakan ini!" seru Aileen tegas, sedangkan Cleo hanya diam dan mendengarkan. Ia sudah tau tentang ayah kandung Aileen.


"Baiklah, Tante janji sayang."


"Ayah kandung saya, namanya Mark Caitsen Arlando."


Degg!!


Sahara tercengang mendengar jawaban dari Aileen. Dia tak percaya bahwa didepannya ini adalah putri dari pria yang dulu pernah ia cintai.

__ADS_1


****


__ADS_2