
...ππππ...
Tok, tok, tok!
"Mas, stop...udah...ada orang tuh." ucap Aileen sambil mendesah, ketika tubuh kekar suaminya masih sibuk memompanya.
"Tanggung sayang, dikit lagi." ucap Leon yang masih sibuk mencapai pelepasannya, padahal istrinya sudah berkeringat di pagi hari. Ah, anggap saja olahraga pagi.
Tok, tok,tok!
"Maaf, bisa tolong buka pintunya!" ujar seorang petugas keamanan dari luar mobil. Petugas itu tak bisa melihat apa yang ada didalam mobil sebab kaca mobil itu tak bisa ditembus dari luar.
"Mas...udah... aahhhh...eumphh--" sekuat tenaga, Aileen menahan desahann nikmat yang diberikan suaminya itu. Ia tak mau orang diluar sana mendengarnya.
"Im coming...baby.... aaaarrggghhhh..." Leon mengerang nikmat, manakala ia mendapatkan pelepasannya.
Semburan vanilla itu ia semburkan di dalam tubuh sang istri. Setelah itu Leon buru-buru mengambil tisu yang ada di dekat mobil dan membersihkan tubuh istrinya.
"Mas...kamu ini..." geram Aileen.
Cup!
Leon memberikan kecupan pada bibir Aileen, lalu ia tersenyum. "Thanks for morning service, my wife." ucapnya puas dan membuat Aileen yang tadinya mau marah, jadi mengurungkan niatnya dan segera memakai pakaiannya kembali. Namun alangkah kagetnya ketika Aileen mendapati CD nya robek.
"Mas!"
"Kamu diem dulu, sembunyi ya sayang...maaf...mas mau buka jendela." Leon mendorong tubuh Aileen yang setengah telanjang itu ke kursi belakang dan disuruh berbaring dibawah. Aileen menahan kesalnya.
Ih! Mas Leon nyebelin banget, kenapa aku harus sembunyi?
Puas berbagi peluh selama hampir kurang lebih satu jam lamanya didalam mobil, Leon terpaksa menghentikan aktivitasnya karena ada seorang petugas keamanan yang menggedor-gedor kaca mobil mereka.
Leon yang sudah berpakaian rapi, memencet tombol untuk menurunkan jendela mobilnya. "Maaf pak, ada apa ya?" tanya Leon seolah-olah tak terjadi apapun.
"Maaf pak, bapak tidak bisa parkir di sini karena ini bukan area parkir pak." tegur sifat tugas keamanan itu kepada Leon yang memang memarkirkan mobilnya secara sembarangan.
"Baik pak, saya akan melajukan mobil saya sekarang." ucap Leon seraya tersenyum kemudian tancap gas pergi dari jalanan yang sepi itu.
Huft, aku pikir petugas keamanan tadi memergoki ku dan Aileen bercinta di dalam mobil. Ternyata aku salah.
Didalam perjalanan yang entah mau ke mana, Aileen kembali menampakkan dirinya dengan kesal. Ia kesal pada suaminya yang menyembunyikannya seolah dia adalah selingkuhan.
"MAS!" hardik Aileen kesal.
"Maaf sayang, maafin aku. Ayo pindah lagi ke depan, baby."
"Tau ah!" ketus Aileen marah. "Aku tuh kayak cewek apaan aja yang xx di mobil terus disembunyiin,"
"Sa-sayang, maafin aku. Tadi aku sembunyiin kamu karena aku gak mau kalau si bapak itu ngeliat kamu sayang. Keadaan kamu kan lagi kayak gini."
Sungguh, apa yang dikatakan Leon bukanlah sebuah alasan melainkan kebenaran. Ia tidak mau ada pria lain yang melihat tubuh istrinya yang seperti ini. Hanya dia saja yang boleh melihat tubuh Aileen.
"Hem ya udah, tapi aku punya masalah mas..." Aileen mengelola nafas panjang dan tak mau memperpanjang lagi masalahnya. Baru saja baikan, masa iya mau marahan lagi? Kan tidak etis.
"Apa sayang?" tanya Leon sambil memegang setir kemudinya.
"CD ku...dirobek sama mas tadi dan gak bisa aku pakai lagi." cicit Aileen dengan bibir yang mengerucut.
"O-oh iya, mas beliin ya."
Setelah Leon memberikan segitiga pengaman yang baru di dekat toko disana, Leon segera mengantar istrinya kembali ke rumah karena dia harus membersihkan dirinya dari sisa-sisa percintaan di mobil tadi. Akhirnya Aileen tidak jadi pergi ke rumah Cleo karena dia terlihat begitu lelah dan memutuskan untuk berada di rumah saja.
*****
Sementara itu, di kelas Matahari TK Berlian. Pada saat jam istirahat, banyak anak-anak TK yang ingin berkenalan dengan Alexander dan juga Alea. Mungkin karena keduanya adalah murid baru di kelas itu, juga visual keduanya sangatlah tampan dan cantik.
__ADS_1
Alexander seperti biasanya dia selalu dingin pada orang lain dan tidak terlalu menanggapi orang yang berkenalan dengannya. Namun hal itu berbeda dengan Alea yang bersifat ceria dan terbuka.
"Alea, Alexander itu kakak kamu ya?" tanya seorang anak perempuan pada Alea.
"Iya, Alex kakakku! Kami kembar beda 15 menit, hehe." kekeh Alea sambil membuka kotak bekal yang dibuatkan oleh mamanya.
"Alexander jutek banget ya, tapi dia ganteng." celetuk Sena, teman sebangku Alea.
"Iya, kakakku itu memang ganteng dia juga baik kok walaupun sikapnya suka nyebelin." Alea melirik pada kakaknya yang hanya akrab dengan Raiden, dibandingkan dengan anak-anak yang lainnya di kelas itu. Ya, Raiden anaknya Cleo bersekolah juga disana.
Semua anak perempuan di kelas itu ingin berkenalan dengan Alexander, tapi anaknya sendiri menutup diri. Alea mengatakan pada mereka semua, sikap Alexander memang seperti itu dan meminta semua teman memakluminya.
"Alex, kamu gak boleh gitu dong cama teman-teman. Melekan kamu kenalan sama kamu," ucap Alea seraya menghampiri kakaknya yang duduk di bangkunya.
"Tapi aku gak mau, buat aku teman 1 orang lebih baik daripada banyak temen tapi temenan ada maunya." cetus Alexander cuek.
"Memangnya ada yang mau berteman kalau ada maunya? Kamu ada ada aja Alex!"
"Kamu lihat aja, teman-teman kamu itu nggak semuanya tulus." Alexander terlihat tidak suka pada beberapa anak perempuan yang mendekati Alea. Ada beberapa dari mereka yang berteman dengan beragam alasan.
Pertama karena mereka tau bahwa Alea adalah anak seorang pengusaha yang terkenal, kedua mungkin karena Alea adalah pribadi yang terbuka dan mudah sekali dimanfaatkan karena sifat terbukanya itu.
Lihat saja, baru satu hari berteman dan Alea sudah menyerahkan banyak makanan yang dibawa kepada teman-temannya. Bahkan dengan polos dan murah hatinya itu, Alea berbagi makanan juga jajanan bersama teman-temannya.
"Alex, kenapa Alea polos banget ya?" tanya Raiden pada Alexander.
"Ya dia emang gitu, terlalu baik jadi orang. Udah deh biarin aja, nanti juga kena batunya sendiri."
"Tapi... Cindy, dia orangnya jahil." ucap Raiden yang terlihat mencemaskan keadaan Alea karena anak itu terlihat dekat dengan Cindy.
Raiden yang sudah lebih lama dari Alexander dan Alea di kelas itu, tentunya sudah tau sebagian besar teman temannya. Termasuk Cindy, anak perempuan itu selalu berpura-pura baik didepan tapi di belakang dia selalu menusuk temannya. Ya, mungkin saja ini hanya kecemasan Raiden. Semoga saja Cindy tidak memperlakukan Alea seperti Cindy memperlakukan teman yang lainnya.
****
Malam itu, Aileen, Leon dan kedua anak kembar mereka berkumpul di ruang tengah sambil menikmati tontonan film di malam hari. Film kartun kesukaan Alea yaitu sailor moon.
Hubungan Aileen dan Leon sudah membaik, mereka bahkan bercanda gurau dan bermesraan. Namun ketika berada di depan dua anak kembar mereka sebisa mungkin untuk menggoda istrinya.
Kini pasangan suami istri itu tengah mendengarkan Alea yang mengobrol tentang hari pertamanya di sekolah.
"Mom, Daddy, tadi di sekolah seru banget... aku punya banyak teman loh. Telus aku makan siang bareng teman-temanku!"
"Oh ya? Seru dong di sekolah." sahut Aileen sambil menyimpan dua gelas berisi susu ke atas meja. Dua gelas susu pada malam hari, selalu menjadi minuman wajib ketika si kembar akan pergi tidur.
Dari si kembar kecil, Aileen selalu membudidayakan kedua anaknya untuk selalu menggosok gigi sebelum tidur dan juga meminum susu. Aileen tak pernah melewatkan hal-hal yang berkaitan dengan si kembar sedikitpun.
"Iya mom, celu banget..."
"Alea senang disekolah? Gak ada yang ganggu Lea kan?" tanya sang papa sambil menggendong tubuh mungil Alea ke dalam pangkuannya. Mendapatkan perlakuan seperti itu dari sang Papa membuat Alea semakin terbang tinggi ke awan, ia bisa bermanja-manja dengan papanya.
"Iya pa, Alea senang banget...tapi Alea lebih senang bisa kumpul-kumpul sama Papa sama Mama, oh ya...hehee sama Alex juga." kekeh gadis kecil itu dengan gemoynya.
"Gemoy banget sih anak Daddy ini!" Leon mencubit gemas pipi gemoy Alea.
Alea tersenyum bahagia, begitu pula dengan Alexander yang selama ini tidak pernah merasakan kasih sayang papa kandung mereka. Kini keluarga mereka lengkap, ada mommy dan Daddy.
Usai bercerita dan bercanda tawa di ruang tengah, Aileen dan Leon sama-sama menidurkan kedua anak mereka di kamar. Leon menceritakan kisah di buku cerita untuk si kembar.
"Terlahir sebagai anak orang kaya nyatanya tidak membuat Adaire bahagia. Dia selalu dibandingkan dengan saudara tiri nya Adara yang cantik jelita. Tubuh gemuk dan wajah bertompel membuat dia tidak percaya diri dan selalu menghindari banyak orang. Hinaan demi hinaan dia dapatkan dari orang-orang di sekeliling nya, bahkan dari pelayan di rumahnya. Dia juga harus menerima kenyataan pahit pengkhianatan suami dan adiknya, hingga nyawanya melayang. Rupanya takdir Tuhan berkata lain, Adaire yang sudah mati mendapat kesempatan kehidupan kedua, kini ia menempati tubuh seorang gadis cantik yang memiliki tubuh sempurna, bernama Liliana. Dengan kecantikan dan tubuh ringannya, dia bersumpah akan membalas orang-orang yang sudah menindasnya sampai menangis darah!Apakah rencana balas dendamnya akan berhasil? Akankah hidupnya menjadi lebih bahagia setelah menjadi si cantik Liliana? Ditengah balas dendam itu Liliana mendapatkan cinta dari seorang putra mahkota kerajaan itu..."
Aileen, Alea dan Alexander mendengarkan cerita Leon. Tentang novel yang berjudul Second Life Liliana karya Irma Kirana, Alea tak pernah bosan mendengarkan kisahnya. Kisah perjuangan Liliana untuk balas dendam pada adik dan juga suaminya yang jahat. Dia adalah wanita yang kuat dan ceritanya happy ending.
"Dan...mereka hidup bahagia bersama selamanya!" kata Leon sambil menutup buku Second Life Liliana itu.
Leon mengerutkan keningnya ketika melihat dua malaikat kecilnya sudah tertidur pulas. Istrinya juga ikut-ikutan tidur.
__ADS_1
Pria itu melihat Alea dan Aileen tidur bersama, ia melihat wajah keduanya yang sangat mirip. "Kalian gemoy banget sih! Kesayangannya aku,"
Aku janji akan selalu menjaga dan membahagiakan kalian berdua, aku janji.
Bagi Leon, keluarga adalah harta yang diberikan tuhan kepadanya. Ia tidak akan menyia-nyiakan harta itu dan akan selalu menjaganya. Aileen, Alexander dan Alea adalah hidupnya. Apapun akan dia lakukan untuk keluarga kecilnya ini.
Pelan-pelan Leon menggendong istrinya dari atas ranjang anak-anak dan membawa wanita itu ke kamarnya.
Aileen tertidur begitu pulas, sampai tidak sadar bahwa suaminya telah memindahkan tubuhnya ke kamar mereka.
****
Di rumah Cleo dan Sam.
Cleo terlihat menggendong Asha sambil menina bobokannya, seperti biasa. Sam juga membantu istrinya untuk menjaga Asha, sambil mendengarkan cerita Raiden.
Sam dan Cleo terheran-heran, sebab Raiden tak biasanya bercerita tentang sekolahnya. Raiden anaknya cenderung pendiam, tak banyak bicara. Tapi kali ini dia banyak bercerita tentang kedatangan Alea dan Alexander yang satu kelas dengannya.
"Jadi kamu sekelas sama Alea gemoy itu, son?" tanya Sam seraya mengusap rambut Raiden dengan lembut.
"Iya pa, aku sekelas sama Alea sama Alexander juga."
"Wow...bagus dong sayang. Baik-baik ya sama mereka, soalnya Tante Aileen teman baik mama juga." kata Cleo menimpali.
Jarang-jarang liat Rai bisa berekspresi seperti ini.
"Iya mama."
"Oh ya, menurut kamu gimana Alea? Dia cantik, baik juga kan?"
Cleo langsung terkejut mendengar pertanyaan Sam pada Raiden. "Apa sih sayang? Siapa tau nanti Alea jadi mantu kita!" cetus Sam blak-blakan.
"Kamu ini...Rai masih kecil udah ngomongin mantu-mantu segala ah!" Cleo tersenyum sambil mendengar pertanyaan suaminya kepada Raiden.
"Mantu itu apa, pa?" tanya Raiden polos.
"Omongan papa kamu gak usah didengerin sayang, mendingan kamu bobo gih! Besok kan sekolah," ujar Cleo pada putranya.
"Iya ma."
Raiden anak yang patuh, ia juga sangat sayang pada Cleo yang menjadi korban kekerasan William. Raiden masuk ke dalam kamar dan setelah itu Cleo menidurkan Asha di bok bayi.
"Asha sama Raiden udah kamu boboin, sekarang tinggal aku yang di Nina boboin!" Sam memeluk pinggang sang istri dengan mesra.
"Iya sayang...tapi aku mau ngomong dulu sama kamu."
"What?" Sam menatap istrinya dengan lekat.
"Makasih banyak kamu udah mau nerima kekuranganku selama ini, terutama menerima Rai seperti anak kamu sendiri Sam." ucap Cleo yang sangat merasa bersyukur karena memiliki Sam sebagai suaminya.
"Hey hey... sweetie, kamu mengatakannya hampir tiap hari. Enough, aku tidak mau mendengarnya lagi. Aku sayang sama kamu, aku juga sayang sama Rai...itu yang harus kamu tau." Sam mengecup kening sang istri dengan lembut penuh kasih sayang.
Awal Sam jatuh cinta pada Cleo dan berpindah hati dari Aileen pada wanita itu karena ia menyukai ketegaran Cleo sebagai seorang ibu dan seorang istri saat status Cleo masih menjadi istri William.
Cup!
"Aku cinta kamu, beruntung memiliki suami yang baik seperti kamu. Aku berharap bahwa pernikahan kita ini adalah selamanya."
"Ya, aku juga harap begitu. Tapi Cle, bagaimana kalau kita besanan dengan pak Leon dan Aileen? Kayaknya bagus juga tuh." celetuk Sam mulai membayangkan bagaimana bila ia berbesanan dengan Leon.
"Ish kamu ini! Kalau aku pribadi sih, aku senang kalau aku bisa berbesanan dengan sahabatku. Tapi jodoh itu adalah takdir Tuhan, kita tidak boleh memaksakannya sayang. Dan mereka masih kecil, masih terlalu jauh tuh memikirkan jodoh." jelas Cleo yang akhirnya menyadarkan suaminya dari bayangan jodoh jodohan.
"Haha.. baiklah, kalau gitu...kita tidur yuk sayang. Aku kedinginan." ucap Sam sambil menggendong tubuh istrinya.
"Akan aku hangatkan!" kata Cleo dengan senang hati, lalu ia memagut bibir Sam dengan lembut. Lalu terjadilah malam intim antara suami istri didalam kamar mereka.
__ADS_1
...****...