
####
Setengah jam kemudian, Aileen dan Leon telah sama-sama siap. Pakaian yang dikenakan mereka senada, padahal mereka tidak janjian.
Warnanya hitam dan merah. Aileen mengenakan blouse warna hitam dan rok berwarna merah maroon. Sedangkan Leon mengenakan kemeja hitam dengan garis merah juga celana katun hitam yang membuatnya tampak maskulin. Gayanya seperti anak berusia 20 han.
Ah! Sungguh penampilan Leon sangat menggoda iman dan berbeda dari biasanya. Aileen dibuat tidak berkedip saat melihat Leon dan julukan hot Daddy memang cocok untuknya.
Aileen menggaruk-garuk tengkuknya yang tak gatal, dia gugup didepan pria dengan wujud dan wajah yang mungkin mirip dengan perumpamaan bak dewa Yunani.
"Baby, kamu kenapa?" tanya Leon heran melihat Aileen diam saja.
"Papa ganteng banget." terucap begitu saja dari bibir Aileen.
"Ya?"
Aileen bilang aku ganteng?
Leon terperangah mendengar pujian dari putrinya. Padahal Bukan pertama kalinya dia mendengar pujian seperti ini. Semua orang mengakui ketampanannya, tapi kali ini mendengar pujian dari Aileen. Rasanya berbeda, hatinya berdebar-debar tidak karuan.
"Ayo pa kita berangkat, pa!" seru Aileen sambil berjalan mendahului papanya. Namun saat Aileen melangkah ke depan, Leon menarik tubuh mungil gadis itu hingga dia dalam dekapannya.
"Akhh!"
Kedua netra mereka bertemu, tangan Leon melingkar ditubuh Aileen. Membuat desiran aneh didalam tubuh dua insan manusia itu.
Deg....Deg...Deg...
"Pa...papa...." lirih Aileen bingung karena Leon tiba-tiba saja memeluknya.
"Baby, kamu jalannya gak fokus. Hampir saja kamu jatuh dari tangga."
"Makasih Papa, tadi aku tidak fokus karena aku melihat Papa!"
"Memangnya papa kenapa? Hmmm?"
"Papa ganteng." jawab Aileen dengan suara kecil dan seksinya.
Aileen pun melepaskan pelukannya dari Leon, lalu dia berjalan menuruni tangga dengan malu-malu. Leon mengejar Aileen sambil tersenyum. Dia penasaran ingin melihat wajah gadis itu yang bersambung merah karena dirinya.
Kini keduanya berada di sebuah bioskop, rencananya Leon mengajak Aileen menonton film. Seperti saran dari Bram, untuk mengubah hubungan di antara ayah dan anak itu diperlukan sebuah kencan dan perbedaan.
Perbedaan inilah yang dimaksud oleh Bram, sebuah kencan antara Leon dan Aileen. Walau Aileen belum menyadarinya, setidaknya Leon sudah ada ancang-ancang.
"Pah, kenapa kita ke bioskop? Kita kan bisa nonton di rumah." tanya gadis itu terheran-heran karena Leon mengajaknya pergi ke bioskop, sedangkan di rumah ada TV layar besar yang seperti teater.
"Ya, Papa pingin saja ngajak kamu keluar rumah... kita kan belum pernah nonton di bioskop, cari suasana yang berbeda aja." alibi pria itu sembari tersenyum dan hanya mendapatkan anggukan kepala dari Aileen.
"Oh gitu pah." sahutnya.
"Iya, papa beli dulu popcorn ya? Kamu mau apa lagi? Minumannya sekalian?"
"Aku mau pop corn sama minuman kopi dingin pa, biar gak ngantuk." kata Aileen.
"Oke."
"Kalau gitu aku yang pesan tiketnya ya Pah." Aileen menawarkan diri untuk memesan nonton mereka.
"Ya udah, Papa beli popcorn sama minuman dulu."
__ADS_1
Akhirnya Aileen dan Leon berlainan arah, Aileen pergi untuk membeli tiket sedangkan Leon pergi untuk membeli popcorn dan minuman. Tanpa mereka sadari, ada beberapa orang yang menyamar menjadi pengunjung tengah mengawasi Aileen.
"Ah! Aku beli tiket horor aja deh, filmnya kayaknya seru...aku kan belum pernah nonton film horor bareng Papa." ucap Aileen setelah dia berhasil mendapatkan toketnya.
Ekor mata gadis itu melihat ada beberapa orang yang tengah memperhatikannya dan terus berada di sampingnya. "Kenapa ya... aku merasa kalau orang-orang itu memperhatikan aku? Ah...apa aku salah lihat?" gumam Aileen bingung.
"Ai...udah siap sayang?" tanya Leon yang sudah ada di depannya dengan membawa satu popcorn dan juga satu cup minuman.
"Iya pa udah...tapi kenapa papa beli popcorn sama minumannya satu?"
"Kita bisa berbagi berdua, lagian popcorn sama minumannya juga banyak." jawab Leon sambil tersenyum.
Padahal sebenarnya ini saran dari Bram, tapi untuk apa memintaku untuk membeli makanan dan minuman satu saja?
"Iya deh, ayo pa masuk! Filmnya sudah mau di mulai." Aileen menggandeng tangan Leon, lalu mereka berdua masuk ke dalam gedung bioskop dan menempati tempat paling belakang karena hanya kursi itu yang kosong.
Sebenarnya Aileen agak penakut, tapi ini dia ingin menonton film horor supaya terlihat keren di mata Leon.
"Ai,kamu yakin mau menonton film horor?"
"Ya, aku yakin mau nonton film horor. lagian disini kan ada Papa, gak bakal kenapa-napa." Aileen terkekeh sambil tersenyum.
"Baiklah,"
Ketika film di mulai, lampu bioskop Itu dimatikan dan hanya ada layar besar yang menampilkan film horor itu. Baru saja awal, Aileen sudah menjerit-jerit bahkan memegang tangan Leon. "Ah! Papa!"
Mendapatkan pelukan gratis dari Aileen, tentu Leon tak menolak. Rasanya berdebar, namun ia sangat bahagia mendapatkan pelukan itu. "Sayang jangan berisik, nanti kedengaran orang-orang... disangkanya papa ngapa-ngapain kamu lagi." bisik Leon pada putrinya itu.
"I-iya pa, maaf... habisnya hantunya serem banget." ujar gadis itu sambil mengambil nafas dalam-dalam. "Ternyata nonton film horor bisa buat senam jantung ya pa."
"Kamu yang suka buat papa senam jantung Ai, kamu sudah bikin turn on terus hard on.'
"Huh? Turn on dan hard on?" Gadis itu kebingungan dengan apa yang dimaksud oleh Leon.
Aileen menatap papanya dengan bingung, hatinya bertanya-tanya sebenarnya apa yang Leon maksud. Ketika suasana sedang hening, Aileen memutuskan untuk mengakhiri sandiwaranya berpura-pura hilang ingatan. Aileen mengakui bahwa ingatannya telah kembali.
"Pa... maafin aku ya pa, sebenarnya ingatanku sudah kembali...sejak aku jatuh pingsan malam itu. Maaf--"
Leon menghentikan ucapan Aileen dengan meletakkan jari telunjuknya di bibir gadis itu. "Ai, kamu nggak usah minta maaf sama papa. Papa udah tahu kok kalau ingatan kamu sudah kembali."
"Hah? Jadi--papa sudah tau? Kapan papa tau?" Aileen terkejut dengan pengakuan Leon bahwa dia memang sudah mengetahui ingatannya telah kembali.
"Tadi di kantor, kamu lupa? Kalau kamu menyeduhkan kopi buat papa? Kamu bisa tau selera papa, padahal kamu masih hilang ingatan. Nah dari situ Bram bilang sama papa kalau memang ada yang aneh dengan kamu..Ya, dan papa menyimpulkan kalau ingatanmu sudah kembali." jelas Leon menerangkan sambil tersenyum.
"Oh...begitu.."
"Jadi sudahlah jangan diperpanjang lagi ya? Papa tidak mau kamu membahas hal ini lagi. Kita nonton film saja--"
Cup!
Aileen tiba-tiba saja mengecup bibir Leon dengan sensual. Hingga pria itu terdiam dan dibuat tidak berkedip saat melihat kecantikan gadis itu. "Ai..."
"Pa..."
Tidak peduli dengan segudang rencana yang telah Leon susun untuk menyatakan cintanya kepada Aileen. Leon pun bertekad untuk menyatakan cinta pada Aileen sekarang juga. Ditengah-tengah suasana menonton film horor, duduk di ujung bioskop. Membuat suasana mendukung untuk setan yang lewat.
"Ai, Papa cinta sama kamu."
Deg...deg...deg...
__ADS_1
Hati Aileen seperti dipenuhi oleh bunga-bunga yang bermekaran. Ia berdebar dan tidak menyangka bahwa Leon akan mengatakan cinta kepadanya. Walaupun sebenarnya dia tahu lebih dulu saat dia dengan pembicaraan Leon dan Sam. Namun mendengarnya secara langsung, membuat gadis itu tidak percaya begitu saja.
"Pa...aku...aku..." bulir air mata luruh membasahi wajah cantiknya.
"Ai, papa bersungguh-sungguh... Papa mencintai kamu sebagai seorang wanita bukan sebagai anak Angkatku." kata Leon, sembari menangkup kedua pipi gadis itu.
"Pa...ini bukan mimpi kan?"
Cup!
Leon menghujani Aileen dengan ciuman di wajah cantiknya, dari mulai kening, kedua kelopak mata, beralih ke hidup kemudian...
Terakhir kecupan manis dan singkat di bibir. Mengisyaratkan cinta yang penuh kasih sayang dan jelas telah meruntuhkan hubungan papa dan anak di antara mereka berdua.
Oh! Sungguh Aileen sangat bahagia karena pada akhirnya cintanya terbalas.
"Pa...aku juga cinta sama Papa, love you...love you papa Leon." Aileen mengalungkan kedua tangannya di leher Leon. Tanpa peduli dimana mereka berada.
"I really love you honey." Leon menarik tubuh Aileen hingga gadis itu duduk di atas pangkuannya.
"Akh! Papa..."
"Ssstt....diamlah sayang." pria itu semakin mendekat pada tubuh Aileen.
Semakin mendekat dan mendekat, pada akhirnya bibir mereka bertemu. Saling bertukar saliva, berdecapan menikmati gairah setan yang lewat disana. "Eungh--aahhh--"
Ya Tuhan, apa ini mimpi? Apa Papa benar-benar mencintaiku juga? Aku sangat bahagia...sangat bahagia....
Leon yang memagut bibir dan bermain lidah dengan mode ekspert, sempat membuat Aileen kewalahan untuk mengimbangi permainannya. Namun ia berusaha untuk mengimbangi permainan papanya. Leon sedikit tersenyum dan matanya menatap Aileen dengan nanar penuh gairah. Dia bisa merasakan usaha gadis itu yang mengimbangi ciumannya.
"Haahh... Papa, aku gak bisa napas!" Aileen mengurai ciuman yang lebih dulu, Liptint yang dia kenakan sudah belepotan kemana-mana.
"Kamu harus banyak belajar sama Papa, tenang saja...papa akan ajarkan kamu baby." ucap Leon dengan wajah berseri penuh gairah, tangannya mengusap sisa lip tint dibibirnya.
"Ap--hmph--"
Leon kembali melumatt bibir cantik Aileen yang telah belepotan dengan lip tint. Pria itu melumatt habis bibir cantik itu dengan panas, tangannya menarik tengkuk Aileen guna memperdalam ciumannya.
Tangan Leon tidak diam saja dan bergerilya masuk ke dalam blouse yang Aileen kenakan. Meraih gundukkan sintal dengan tangannya dan meremassnya pelan. "Eungh--" lenguh Aileen pelan.
Beruntung di bioskop itu tidak ada yang melihat ataupun mendengar mereka. Namun ketika Leon memijit bagian tengah gunung kembar dan memelintirnya, Aileen mulai berteriak keenakan dan membuat beberapa pasang mata memberi perhatian.
Leon pun segera membungkam Aileen dengan ciumannya agar bibirnya tidak mengeluarkan suara-suara desahhan. Bukannya nonton film, Leon malah asik berciuman dengan Aileen dan mengeksplor tubuh mungil nan semok gadis itu.
Setelah mengatakan cinta, mereka menjadi lebih dekat satu sama lain. Tiba-tiba saja Leon menghentikan ciuman yang penuh gairah dan hasratnya, saat dia teringat dengan rencana malam ini di hotel.
"Sayang, nonton filmnya udahan yuk?" ajak Leon sambil merapihkan baju Aileen yang tadi dia singkap.
"filmnya kan belum selesai Pah."
"Disini banyak setan nya, papa kepanasan dan tidak bisa menahan ini. Papa udah hard on." ucap Leon lalu menurunkan gadis itu dari pangkuannya.
Ya, Leon akui di tempat itu dia seperti kehilangan kendali dan mudah terbujuk oleh rayuan setan yang terkutuk. Seharusnya ia tak boleh melakukan seperti tadi didepan umum dan ia mengingkari janjinya untuk tidak menyentuh Aileen sebelum menikah.
"Terus kita mau kemana pah?" tanya Aileen bingung dengan wajah polosnya.
"Hotel."
Deg...
__ADS_1
Ngapain papa ajak aku ke hotel? Apa aku mau malam pertama? Aku kan belum siap!
...****...