Belenggu Cinta Papa Angkatku

Belenggu Cinta Papa Angkatku
Bab 20. Maafkan aku Mark


__ADS_3

...πŸ€πŸ€πŸ€...


Bukannya menemui tunangannya, Leon malah pergi bertemu dengan Bram di club malam. Disaat gundah dan bingung seperti ini, Leon mencari temannya bukan Celia.


"Apa ini karena Aileen lagi?" tebak Bram sembari mengambil gelas berisi air minum berwarna seperti teh.


Pria itu tidak menjawab dan sibuk meneguk minuman di dalam gelasnya, wajahnya terlihat marah dan bingung. Dari raut wajah temannya itu, Bram sudah tau bahwa ini karena Aileen lagi.


Akhir-akhir ini sahabatnya sering curhat tentang Aileen, padahal biasanya masalah Celia. Sejak Aileen kembali dari luar negeri, Leon lebih banyak menceritakan tentang Aileen daripada Celia, tunangannya.


"Ehm...apa Aileen membangkang lagi? Atau dia--" Bram bingung mau menebak apalagi karena Leon selalu bercerai tentang pembangkangan Aileen tidak yang lain. Bram menatap bos sekaligus sahabat dekatnya dengan dalam, tersirat semburat merah di wajah Leon yang menandakan bahwa pria itu sudah mabuk. "Katakan saja padaku Leon, sebenarnya ada apa denganmu dan Aileen?"


"Bram sebenarnya aku...aku sudah berciuman dengan Aileen."


"Oh ciuman, aku kira--" Bram awalnya santai tapi saat dia menyadari kata berciuman, ia langsung tersedak minumannya. "Ohok...apa maksudmu Leon? Berciuman bagaimana maksudmu?" tanya Bram serius.


Pria yang selalu jujur saat mabuk itu, terlihat menggelengkan kepalanya. Dia terlihat bingung dan mulai tidak sadar.


"Hey kawan! Jawab dulu pertanyaanku, kamu mencium Aileen bagaimana?" tanya Bram penasaran dengan ucapan Leon yang belum selesai.


"Awalnya... Aileen menyatakan cinta padaku, katanya dia menganggapku sebagai pria dan bukan Papanya lagi. Dan kau tau? Dia menciumku saat tidur...haha...itu gila bukan?" Leon tertawa saat dirinya sudah mulai tidak sadar.


"APA? Aileen mengatakan cinta padamu? Cinta seperti itu? Pria dan--wanita?" sekretaris Leon itu terbelalak mendengar ucapan Leon tentang Aileen yang mengatakan cinta padanya.


"Dan kamu tau Bram? Aku menikmatinya, aku membalas ciuman Aileen dan...dan sudah dua kali aku berciuman dengannya, lalu setelah itu aku minta maaf padanya. Aku bilang kalau aku tak cinta padanya seperti apa yang dia pikirkan, kemudian dia menangis...haha...apakah aku brengsek?"

__ADS_1


Bram masih mencoba mencerna apa yang dikatakan oleh Leon, dia juga merekam diam-diam ucapan Leon dengan ponselnya karena pasti esok hari dia akan lupa dengan yang terjadi dan dia katakan saat ini.


"Ya, benar...kamu bilang kamu tak cinta padanya bukan? Lalu kenapa kamu menikmati ciuman itu? Seperti habis manis sepah di buang...tapi apa kamu memiliki perasaan seperti itu pada Aileen? Kita semua tau kalau Aileen adalah putri sahabat kita Mark, dia kan bukan putrimu." jelas Bram yang memang tau semua tentang Aileen, Leon dan Mark.


Brak!


Leon menggebrak meja didepannya, dia menatap tajam pada Bram.


"Omong kosong apa yang kamu katakan Bram? Dia itu PUTRIKU! Mark sudah berpesan padaku disaat terakhirnya dan sejak saat itu sampai saat ini, Aileen adalah PUTRIKU!!"


Astaga, rupanya dia sudah mabuk.


Bram menggeleng-gelengkan kepalanya. "Lalu kenapa kamu berciuman dengannya? Hem...Celia bagaimana? Kamu cinta Celia bukan?"


"Iya aku cinta Celia, tapi aku menikmati ciuman dengan Aileen. Dulu tidak seperti ini, dulu jantungku aman-aman saja, tapi sekarang setiap dekat dengan Aileen jantung ku terasa aneh, sepertinya aku sakit." Leon memegang dadanya yang terasa sesak, terlihat air mata jatuh membasahi pipinya.


"Berdebar, disini berdebar dengan kencang Bram...kencang sekali...saat aku menyentuhnya, pikiran kotor mulai bermunculan dan aku seharusnya tidak begitu. Aku...sayang pada Aileen, tapi untuk cinta itu tidak mungkin, cintaku hanya untuk Celia." gumam Leon lalu meneguk lagi minuman di dalam botolnya langsung sampai habis. Matanya mengerjap ngerjap sayu.


"Leon, aku pikir kamu jatuh cinta pada Aileen!" tegas Bram yakin dengan apa yang dikatakan oleh Leon.


"Haha...cinta? Papa dan anak gadisnya? Itu sangat sialan Bram, itu sialan!" seru Leon seraya tersenyum konyol pada sahabatnya itu. "Mark....maafkan aku, aku tidak bermaksud menyakiti hati putrimu, aku sayang padanya...sungguh...maaf Mark aku mempunyai pikiran kotor pada Aileen...ampuni aku..."


Dalam ketidaksadarannya, terlintas sosok Aileen yang menangis saat bertengkar dengannya tadi dan juga bayangan Sam dan Aileen yang begitu mesra.


"Dasar Leon bodoh! Kamu itu sudah jatuh cinta pada putrimu sendiri, Leon. Ini tidak bisa dibenarkan--tapi--ah percuma bicara dengan orang mabuk." Bram gusar melihat Leon saat ini. Pria itu sudah tidak sadarkan diri.

__ADS_1


Ada beberapa wanita malam yang menganggu Leon dan berusaha memanfaatkan kesempatan pada CEO berlabel hot Daddy itu. Namun Bram selaku ada disisinya dan melindunginya.


"Ayo kita pulang Leon! Atau akan banyak kupu-kupu malam yang hinggap di ranjangmu!" ujar Bram sambil membopong tubuh Leon.


Bram tau Leon masih perjaka dan selalu menjaga prinsipnya tidak akan cuddle sebelum menikah. Tapi Bram khawatir kalau dalam keadaan seperti ini, Leon bisa khilaf.


"Ai... Aileen....dimana Aileen?" racau Leon.


"Oke, kita temui Aileen...mari pulang ke rumahmu." sahut Bram yang membuat Leon tenang. Bram pun membopong temannya keluar dari tempat hiburan malam itu.


****


Apartemen Cleo.


Setelah Aileen menceritakan perasaan yang dimilikinya pada Leon dan hubungan antara Aileen dan Leon yang ternyata bukan ayah dan anak kandung. Membuat Cleo terkejut bukan main, dia tidak menyangka. Tapi apa yang membuat Cleo tercengang adalah saat mendengar Aileen mencintai Leon. Jujur, Cleo merasa sedikit jijik saat tau temannya mencintai Leon dan posisinya Leon juga sudah bertunangan.


"Oh Shittt! Jadi itu benar? Kamu mencintai Papamu? Ai...dia Papamu! Papa yang hidup bersamamu dari kecil, sekalipun dia bukan papa kandungmu tapi kalian sudah hidup bersama sebagai Papa dan anak selama ini! Bagaimana bisa kamu--aish...aku tak habis pikir." Cleo menggelengkan kepalanya, tak percaya dengan pengakuan Aileen.


"Aku tau mungkin semua orang berpikir ini sangat menjijikkan, tapi aku merasakan semua ini...sejak aku tinggal di Singapore dan saat aku kembali rasa ini tidak bisa aku kendalikan lagi!" Aileen memperjelas bahwa perasaannya bukanlah sesuatu yang bisa bilang begitu saja dan selalu tumbuh.


Cleo menghela nafas panjang, lalu dia menatap sahabatnya dengan lekat. "Lalu sekarang kamu ngapain disini? Kamu mau menghindari Papamu?" tanya Cleo dengan nada sedikit meninggi.


"Iya aku akan melupakan Papa, tapi kamu tenang saja...aku tidak akan menginap lama disini karena aku akan segera kembali ke Singapore." jelas Aileen dengan wajah sedih, kemudian air mata kembali bercucuran membasahi pipinya.


Cleo tidak tega melihat Aileen bersedih, ia pun memberikan pundaknya sebagai tempat gadis itu bersandar.

__ADS_1


...****...


Maaf author up nya belum bisa banyak dan dikit dikit...kalau udah kontrak, baru author kejar ya πŸ™ˆπŸ™ˆβ€οΈ Makasih atas dukungan kalian ya...


__ADS_2