
...πππ...
Di dalam perjalanan pulang, Leon menyadari bahwa ada yang aneh dengan sikap Aileen. Tadinya gadis itu senyum-senyum dan berseri-seri, kenapa sekarang jadi murung. Apa yang sebenarnya terjadi? Apa dia melakukan kesalahan?
Sesampainya di mansion mewah Xavier, Leon memeluk wanita yang kini telah resmi menjadi kekasihnya. "Baby, kamu kenapa? Apa papa ada salah sama kamu?"
"Lepasin aku Pa!" pinta Aileen sambil berusaha melepaskan dirinya dari pelukan Leon. Wajahnya begitu masam dan bibirnya mengerucut.
Leon membalikkan tubuh Aileen hingga mereka berhadapan. "Baby, kamu marah sama Papa?" tangan Leon mengangkat dagu gadis itu dan menatap wajahnya. Tersirat kesedihan di dalam manik matanya yang berwarna biru itu.
"Aku capek, mau ke kamar...mau tidur."
"Kamu gak boleh kemana-mana, sebelum kamu mengatakan pada papa kamu kenapa?" Leon mendudukkan Aileen dipangkuannya dan mereka sudah berada di atas sofa ruang tengah. Tangannya memeluk Aileen, mata Leon menatap kekasihnya dengan dalam.
"Kamu ngambek kenapa sayang? Apa--karena papa bilang kamu putri papa sama pak Baskoro?" Tebak Leon dengan tepat. Ya, dia memang peka kalau urusan ngambek Aileen.
Pria yang penuh pengertian dan dewasa ini, berhasil menebak dengan benar apa yang membuat Aileen marah. Melihat Aileen diam tak mengiyakan atau menjawab tidak, membuat Leon yakin bahwa akar permasalahannya ada di sana. "Sayang, maafkan papa...kita belum bisa mengungkap status kita. Semua orang taunya kamu adalah anak kandung Papa, pada saatnya tiba nanti...kita akan umumkan pada semua orang kalau kita kekasih. Kamu sabar ya sayang?"
"Iya deh pah,"
"Jangan marah dong sayangnya Papa, senyum." Leon menarik tengkuk Aileen lalu mengecup bibirnya sekilas. Guna menenangkan kemarahan wanita itu.
"Tapi papa janji ya? Nanti papa akan mengatakan pada semua orang kalau aku pacar papa!"
"Pasti." jawab Leon disertai dengan anggukan mantap.
Maaf Ai, untuk sekarang Papa belum bisa mengungkapkan identitas kita ke publik kalau kita bukan ayah dan anak. Papa takut kalau keluarga papa kamu mencelakaimu.
"Papa juga harus janji sama aku, papa gak boleh selingkuh...gak boleh lirik-lirik wanita lain. Oke?" Aileen meminta papanya untuk berjanji.
"Iya sayang, selama ini kamu kan yang selalu jadi kucing penjaga Papa. Kamu selalu berhasil membuat papa tidak bisa berdekatan dengan wanita manapun dan hanya membuat papa memperhatikanmu saja."
Selama ini memang Aileen selalu berhasil membuat Leon menjomblo, setiap ada wanita yang mendekati Leon. Pasti ada saja cara agar Aileen menjauhkan wanita itu dari papanya.
"Ish...kok aku dibilang kucing sih..."
"Habisnya kamu imut kayak kucing penjaga." Leon mencubit pelan pipi Aileen. "Ya udah, kita lanjutkan ngobrolnya besok ya. Besok kita harus kerja dan kamu juga pasti ngantuk."
Aileen segera beranjak dari pangkuan Papanya, lalu dia pergi meninggalkan Leon disana. Langkahnya terhenti saat Leon kembali memanggilnya. "Baby, tunggu!"
"Yes, Papa?" sahut Aileen seraya menoleh ke arah papanya.
"Besok jangan pergi ke acara resort Samuel, apa kamu bisa?" tanya Leon cemas.
"Hehe...maaf pa, aku gak bisa. Aku udah janji sama Cleo mau pergi kesana. Lagian disana juga ada papa kan?"
"Haaihhh...jadi kamu janjian juga sama Cleo? Ya udah deh." ucap Leon sambil mendesah pelan. Leon pikir Aileen ada janji dengan Sam, ternyata dia janji ke pesta itu bersama Cleo. Sebab William kekasih Cleo, bekerja sama dengan Samuel.
"Iya pa, kalau gitu aku ke kamar dulu ya. Papa juga istirahat." pesannya.
"Tunggu baby." Leon mendekati Aileen, kemudian dia memeluk gadis itu dan mengurainya dengan cepat. "Janji ya sama papa, kamu gak akan selingkuh, memikirkan pria lain pun tidak boleh! Hanya ada papa yang boleh ada di hati dan pikiran kamu, baby."
__ADS_1
"Apa Papa meragukan perasaanku? Bukankah selama ini aku selalu mencintai Papa, mana mungkin aku berpaling. Aku malah takut kalau papa yang didekati cewek cewek gatel disana." kata Aileen sambil tersenyum.
Meski usia Leon sudah hampir kepala empat tapi Aileen tetap saja cemas jika Leon digoda wanita lain. Siapa juga yang tidak akan terpesona oleh ketampanan papanya ini? Bahkan Aileen saja yang berada disisinya setiap hari, selalu jatuh cinta padanya. Apalagi sikap Leon begitu lembut dan perhatian, wanita yang akan menjadi istrinya kelak pasti akan sangat bahagia.
"Kita saling jaga mata dan jaga hati ya baby." Leon mendekatkan dirinya, tatapannya nanar pada bibir Aileen.
Namun saat tinggal beberapa sentimeter lagi, bibir mereka akan bersentuhan, suara bel berbunyi membuat mereka mengurungkan niat mereka. "Sayang, kamu ke kamar duluan ya...biar papa yang buka pintu."
"Tapi itu siapa pa?" tanya Aileen bingung, mengapa ada orang malam-malam datang ke sini?
"Itu pasti Frans, atau anak buah papa yang lain." jawab Leon jujur.
"Pak Frans? Kenapa dia---"
Cup!
"Udah sana jangan banyak tanya, bawelku! Tidurlah!" Leon mengecup kening Aileen dengan lembut, kemudian dia tersenyum.
"Hem...ya udah deh, papa juga jangan Bono malam-malam." Aileen membalikkan badannya, lalu saat Leon sedang lengah dia mencuri ciuman si pipi pria itu. "Good night, kekasihku!"
Lihatlah pipi Leon yang kini bersemu merah, dia bahagia seperti anak remaja yang baru pacaran. Ya, dia bahagia karena telah melewati batasan itu dengan Aileen.
Setelah yakin Aileen telah naik ke lantai atas, Leon segera membuka pintu rumahnya. Dia melihat wajah Frans dan dua anak buahnya terlihat sedikit lebam. Wajah Leon yang tadi ramah pada putri angkatnya, kini berubah menjadi tegang dan datar.
Sudah pasti terjadi sesuatu yang buruk. Tebak Leon dalam hatinya.
"Tuan..."
Frans melaporkan apa yang terjadi pada Leon, bahwa ada orang-orang aneh yang mengawasi Leon dan Aileen.
"Mereka meninggalkan foto nona Aileen." kata Frans sambil menyerahkan selembar foto Aileen pada Leon.
Leon meremass tangannya melihat foto itu, dia terlihat cemas dan panik. Takut terjadi sesuatu pada Aileen.
Apakah yang mengawasi kami adalah keluarga kandung Aileen? Ah...aku harus memperketat pengawasan untuk Aileen dan aku harus menyelediki seperti apa keluarga Arlando.
"Baiklah, mulai saat ini kalian perketat penjagaan untuk Aileen! Kemanapun dia pergi kalian harus menemaninya, paham?"
"Baik tuan!" jawab Frans dan dua anak buahnya dengan penuh rasa hormat.
Setelah pembicaraan itu, Leon pun naik ke lantai 2 rumahnya dan masuk ke dalam kamar Aileen. Terlihat gadis itu sedang tertidur dengan lingeriee dengan warna merah muda.
Aileen memang suka pakai lingeriee yang ada jubahnya kalau mau tidur dan ia lebih nyaman begitu. "Pulas banget tidurnya...kesayangan Papa." gumam Leon sambil menelisik wajah cantik babyfaced Aileen. Tiba-tiba tatapannya berhenti pada dua gundukan sintal dibalik lingeriee yang dipakai Aileen. "Hah? Apa Aileen gak pakai braa? Apa dia emang gak suka pakai braa kalau mau tidur?" gumamnya kaget melihat dua gundukan sintal itu menunjukkan chococip berwarna coklatnya.
"Bahaya!" Leon segera beranjak dari tempat tidur Aileen, ketika ia menyadari bahwa libidonya naik melihat Aileen yang seksi. Segeralah pria itu kembali ke kamarnya dan bermain solo di kamar mandinya.
****
Berbeda dengan Leon dan Aileen yang baru saja memulai hubungan baru mereka sebagai pasangan kekasih. Sam terlihat galau, dia bersama dengan salah satu sahabat baiknya yaitu Vicky dan berada di club malam.
"Kau mabuk? Tumben sekali kau galau, Sam. Siapakah yang membuatmu galau seperti ini?" tanya Vicky sambil menepuk bahu Sam.
__ADS_1
"Diam kau! Jangan ganggu aku!"
"Cih! Galak sekali.... ngomong-ngomong apakah ini masalah wanita?" tebak Vicky asal, padahal dalam hati dia tidak merasa Sam akan galau gegara wanita. Selama ini wanita selalu jadi mainannya.
"Iya...ini masalah wanita." cetus pria itu selama keadaan setengah mabuk.
Pruttt....!!
Vicky langsung menyemburkan minuman haram yang dia teguk barusan karena terkejut dengan jawaban Sam. "What? Apa kau serius?"
"Apa aku terlihat seperti sedang bercanda?"
"Hahaha...ini tidak mungkin! Casanova fuckk boy sepertimu tak mungkin jatuh cinta! Kalau kau jatuh cinta maka dunia ini kiamat!" kata Vicky yang tidak percaya begitu saja dengan ucapan Sam.
"Nyatanya memang begitu, sebenarnya aku juga menyesal jatuh cinta pada seseorang... ternyata rasanya sangat menyakitkan." Sam memegang dadanya, lalu dia kembali menunggu minuman haram itu langsung dari botolnya.
"Hey! Hentikan itu, kau sudah minum banyak dan kau bisa vertigo nanti...wanita mana sih yang berani menolakmu hah?" Vicky mengambil botol minuman itu dari Sam. Terlihat mata sahabatnya itu sudah teler
Tak lama kemudian, seorang wanita datang menghampiri Sam dan Vicky. Wanita cantik itu mendekati Sam bahkan meraba-raba belahan dada Sam yang terpampang sedikit. "Hai sayang..."
Seperti biasanya, Sam yang tampan dan terkenal casanova selalu mendapatkan ikan besar. Tanpa perlu tebar pesona seperti Vicky, Sam selalu didekati pada wanita bak bunga yang menarik perhatian lebah.
"Sayang...mau aku menghangatkan ranjangmu?" tawar wanita itu dengan tangan-tangan lentiknya menyentuh wajah Sam.
Sam tersenyum sinis, lalu mendorong wanita itu dengan kasar. "Minggir! Kau bukan Aileen dan kau bau!" seru Sam ketus, wanita itu kesal dan pergi meninggalkan Sam juga Vicky.
Vicky jadi tau bahwa Sam menyukai gadis bernama Aileen. Dia jadi penasaran dengan wanita bernama Aileen yang bisa meruntuhkan pertahanan hati Sam.
"Hey bro! Apa kau punya gambarnya? Aku penasaran siapa wanita yang membuatmu tergila gila begini?" tanya Vicky penasaran.
"Berisik!" Sam kesal lalu dia pergi dari club' itu dengan memanggil supir, walau dalam keadaan setengah tak sadar.
Pria itu terus menggumamkan nama Aileen.
*****
Pukul 06.30 pagi, di mansion Xavier.
Leon telah sudah bersiap-siap dengan setelan jasnya yang rapi. Dia hendak membangunkan Aileen yang memang selalu lambat bangun darinya. Namun ia tak melihat sosok Aileen di kamarnya, bahkan kamarnya pun sudah rapi.
"Kemana dia sepagi ini?" gumam Leon bingung.
Kemudian dia pun turun ke lantai 1, barangkali Aileen ada disana. Saat dia mendekat ke arah dapur, terdengar suara gaduh disana. Ada suara Ratna dan beberapa pelayan disana.
"Non! Aduh non!"
"Kyaakk!!"
Prang! Brukk!!
"Ada apa di dapur? Aileen!!" Leon bergegas pergi ke dapur untuk melihat apa yang terjadi.
__ADS_1
...****...