
...πππ...
Keesokan harinya, Aileen terbangun kesiangan sebab subuh tadi Leon membangunkannya untuk bermain satu ronde dan akhirnya ia tidur tadi subuh, lalu sekarang kesiangan.
"Astaga! Anak-anak sekolah! Ini udah jam berapa," ujar Aileen panik sambil mengacak-acak rambut panjangnya yang berwarna coklat itu.
"Anak-anak udah berangkat sayang, kamu tenang aja." ucap Leon sambi menghampiri istrinya dan memberikan secangkir coklat panas kepadanya.
"Oh gitu ya, aduh... aku jadi gak enak. Aku bangun telat dan gak sempat mengurus anak-anak!" kata Aileen sambil mengambil secangkir coklat panas yang telah disiapkan oleh suaminya.
Aileen merasa bersalah sebab dia bangun siang dan tak sempat melayani kebutuhan anak-anak juga suaminya. Tapi yang jadi pertanyaannya mengapa suaminya masih berada di rumah dan belum berangkat kerja?
"Mas, tapi kenapa kamu masih di rumah? Kamu belum berangkat kerja?" tanya Aileen.
"Ini mau berangkat sayang. Hari ini kamu nggak usah pergi ke butik ya? Kamu tiduran aja istirahat di rumah, pasti kamu lelah karena permainan kita tadi malam." ucap Leon seraya mengejut kening sang istri dengan begitu mesranya.
Sejak Aileen kembali ke Jakarta, ia tidak lagi bekerja di perusahaan Leon seperti sebelumnya. Namun dia sibuk menjadi pemilik sebuah butik ternama dan itulah pekerjaan yang sekarang di sela-sela waktunya sebagai ibu rumah tangga dan juga seorang istri.
"Aku nggak apa-apa kok Mas, lagian semalam kita cuma main satu ronde aja. Entah kenapa, akhir-akhir ini aku mudah lelah."
"Pokoknya kalau kamu merasa gak sehat, kamu pulang dan istirahat ya sayang. Jangan memaksakan diri! Mas gak mau kamu sampai kecapean dan sakit. Kalau kamu sakit, nanti aku sama anak-anak bakalan sedih. Ah--aku panggil dokter Rika ke sini aja ya untuk memeriksa kamu?" tanya Leon pada istrinya dengan cemas.
Akhir-akhir ini Leon selalu cemas pada Aileen karena istrinya itu selalu mudah lelah dan sering tertidur. Mungkinkah Aileen memiliki penyakit?
"Nggak apa-apa mas, aku begini karena lelah saja. Gak usah sampai panggil dokter segala." ucapnya seraya menenangkan.
Leon menghela nafas berat. "Ya udah, mas tinggal dulu ya. Kamu baik-baik ya."
"Iya mas, aku paling mau ke butik aja."
"Oke."
Setelah suaminya berangkat bekerja, Aileen bersiap-siap pergi ke butik tempatnya bekerja. Butik itu bernama Alder butik, gabungan dari nama Alea dan Alexander.
Seperti biasa ia memantau para pekerjanya disana. Semua berjalan baik sampai salah satu pegawainya melaporkan bahwa ada seorang wanita yang datang membuat kekacauan di butiknya.
"Ada apa Hani? Kamu bilang ada siapa?"
"Ada seorang wanita yang datang kemari dan membuat kekacauan Bu!" jawab Hani salah satu pegawai dibutik itu. "Dia Celia, mantan model itu loh Bu."
"Celia?" Aileen langsung beranjak dari tempat duduknya dan melangkah pergi dari ruangannya.
Celia? Mau apa dia kemari?
Aileen melihat Celia berada di butiknya dan membuat kerusuhan. Celia memfitnah Aileen bahwa baju-baju yang ada dibutik Aileen adalah rancangan temannya. Bahkan Celia juga membawa temannya yang berprofesi sebagai desainer itu.
"Nyonya nyonya! Kalian sudah ditipu, pemilik butik yang katanya terkenal ini ternyata hanya seorang penjiplak saja!" kata Celia berseru kepada semua pengunjung yang ada di butik Alder.
Celia berusaha memprovokasi semua orang disana untuk tidak datang lagi ke butik Aileen dan membuat jelek nama butik itu. Entah kenapa Celia yang sudah hancur masih saja mengganggunya.
Tapi sayangnya, Aileen sama sekali tidak terprovokasi dengan orang-orang yang berbisik-bisik tentang butiknya itu.
"Apa ini sambutan untuk pertemuan pertama kita lagi, Tante Celia?" sindir Aileen seraya tersenyum sinis pada Celia.
Melihat penampilan Celia saat ini, terlihat bahwa Celia tidak seperti dulu. Dulu wanita itu selalu memakai barang-barang branded. Tapi lihatlah sekarang?
__ADS_1
Apa si sugar daddynya itu sudah jatuh miskin sampai Celia tidak mendapatkan pasokan kemewahan lagi?
"Nyonya nyonya...anda bisa lihat, ini teman saya! Dia seorang desainer yang desainnya di curi oleh Aileen Sheravina Xavier!" seru Celia pada Aileen dan menuduhnya.
"Ya, nama saya Kiara...saya yang desainnya dicuri oleh Bu Aileen."
Aileen hanya tersenyum santai menanggapinya, salah jika Celia berpikir bahwa Aileen adalah gadis manja, lugu dan polos seperti dulu. Dia salah besar, sebab pengalaman adalah guru terbaik dan mengajarkannya untuk belajar menjadi lebih baik dan lebih kuat.
"Ayo tunjukkan buktinya! Benarkah saya menjiplak karya anda Bu Kiara!" sergah Aileen dengan sorot mata yang penuh intimidasi dan penekanan.
Semua orang di butik, beramai-ramai ingin melihat siapa yang benar dan salah. Namun malah si penuduh yang terlihat tegang.
Kiara dan Celia menunjukkan beberapa desain baju mereka dalam bentuk gambar. Ya, gambar desain baju itu sama persis dengan desain Aileen.
"Bu, ini gak mungkin! Ini punya ibu, pasti mereka yang niru desain ibu!" kata Hani yakin, beberapa pegawai di butik Aileen juga yakin dan percaya pada Aileen.
Aileen tampak tenang menyikapinya. Lalu ia berjalan penuh percaya diri dan mendekati Kiara, Celia. "Apa kalian bawa contoh baju yang sama dengan desain ini?" tanya Aileen.
"Saya ada! Dan ini semua menjadi bukti bahwa anda menjiplak desain saya! Sungguh memalukan seorang desainer ternama lulusan luar negeri malah melakukan plagiat!" serka Kiara sambil mengambil salah satu sampel baju di tasnya. Ia sudah percaya diri bahwa Aileen akan kalah.
Terlihat gaun berwarna merah ditunjukkan oleh Kiara pada semua orang. Gaun merah yang rencananya baru akan dipajang oleh Aileen hari ini, tapi kini gaun merah itu berpindah tangan kepada Kiara salah satu desainer ternama dari Paris.
"Bu, bukankah gaun merah itu adalah gaun yang hari ini akan kita pajang di butik?" tanya salah seorang karyawan yang bekerja di butik Alder.
"Iya, memang. Pantas saja gaun itu hilang karena ada yang mencurinya," cetus Aileen seraya tersenyum sinis.
Pagi ini Aileen memang kehilangan gaun itu, ternyata ada yang mencurinya. Aileen tetap tenang meski semua orang menyudutkannya. Aileen menantang Kiara, untuk membuktikan bahwa gaun merah itu adalah miliknya dan bukan milik Kiara.
Bagaimana caranya? Aileen mengambil pakaian itu dan mengatakan bahwa semua pengunjung alias pelanggan tetap di butiknya pasti tau tentang baju-baju di butik itu.
Seorang wanita paruh baya yang menjadi langganan tetap di butik itu berusaha untuk membuktikan bahwa Aileen tidak bersalah dengan mengambil gaun merah tersebut.
"Benar, ini harum bunga lavender! Berarti ini memang gaun desain ibu Aileen yang dicuri." kata wanita paruh baya itu yang sontak saja membuat Kiara dan Celia panik.
Sial! Kenapa ketahuan secepat ini?
Celia dan Kiara terlihat panik, sorot mata semua orang begitu tajam pada mereka berdua. Aileen dan ibu-ibu disana meminta kedua wanita itu meminta maaf pada Aileen.
Mereka pun meminta maaf lalu pergi dari sana dengan keadaan malu. Aileen tersenyum menyeringai, puas dengan keduanya yang mencari masalah tapi malu sendiri.
"Kau bilang kita tak akan ketahuan!" seru Kiara yang malu karena reputasinya jadi rusak karena Aileen.
"Dulu dia sangat bodoh dan lemah, aku juga tak tahu kenapa dia bisa berubah." kata Celia sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Ah sudahlah! Jangan bicara denganku lagi, aku muak! Kalau kau butuh uang, kau cari suamimu saja!" ketus Kiara pada teman dekatnya.
"Suamiku? Tua Bangka itu sudah tidak berguna lagi, Kiara! Kumohon ajak aku menjadi model bajumu seperti dulu." ucap Celia seraya mengatupkan kedua tangannya dan memohon pada Kiara.
"Karirmu sudah hancur Celia! Aku tidak mungkin mempekerjakan model yang karirnya telah hancur." ucap Kiara kesal. Ia yang tadinya ingin membuat malu saingan bisnisnya yaitu Aileen, malah ia sendiri yang dibuat malu tadi.
Kiara masuk ke dalam mobilnya begitu saja, meninggalkan Celia disana. Celia mendengus kesal, Celia menyalahkan Ferdinan. Semenjak publik mengetahui ia berselingkuh dengan suami kakaknya, karir Celia meredup. Belum lagi bisnis Ferdinand yang semakin hancur dan kini Ferdinand sakit-sakitan dan ia harus mengurusnya.
"Hahaha... karma itu dibayarnya tunai ya?" Aileen tertawa dan mengejek Celia, wanita yang pernah mencelakainya dan juga menjadi kekasih suaminya dulu. Aileen puas, mendengar dari beberapa orang tentang karir wanita itu yang hancur dan dia hanya sibuk mengurus si suaminya yang sakit-sakitan.
Celia menatap tajam pada Aileen, ia tak terima dihina-hina seperti itu olehnya. "Jaga bicaramu itu!"
__ADS_1
"Kenapa? Bukannya itu semua benar? Oh ya... kamu lagi butuh uang ya?" Aileen tersenyum, lalu merogoh sesuatu dari tas selempangnya.
"Maaf, aku cuma punya uang cash segini." kata Aileen sembari menyerahkan beberapa lembar uang ratusan ribu kepada Celia.
Celia marah lalu dia mendorong Aileen hingga jatuh dan bokongnya mendarat lebih dulu. "AKHHH!!" Aileen menegang perutnya yang tiba-tiba saja terasa sakit.
Perutku sakit.
Celia pergi begitu saja dari sana, meninggalkan Aileen yang kesakitan. Tak lama kemudian, beberapa pegawai butik menghampiri Aileen yang ada didepan butik. Ia membantu Aileen berdiri. Mereka terkejut manakala melihat di pangkal paha Aileen ada sedikit darah disana.
"Bu, ibu berdarah! Kita ke rumah sakit ya Bu,"
"Tapi saya harus menjemput anak-anak saya..argh..." Aileen merasakan nyeri di bagian bawah perutnya.
Hani pun membawa Aileen ke rumah sakit dengan taksi.
*****
Di depan TK Berlian.
Si kembar bersama Raiden tengah duduk duduk di bangku dekat gerbang sekolah. Mereka baru bubaran, beberapa orang tua terlihat menjemput anak-anak mereka.
"Alea, kamu kok makan terus sih?" celetuk Alexander yang melihat adiknya terus manis-manis sampai belepotan di wajahnya.
"Bialin! Kata mommy juga banyak makan bisa bikin sehat," kilah Alea. "Rai, kamu mau coklatnya?" tawar Alea pada Raiden yang hanya mendapatkan gelengan kepala Raiden sebagai jawaban.
"Gak semuanya bisa bikin sehat, terlalu banyak makan yang manis bisa bikin kamu sakit gigi Alea!" tegur Alexander pada adiknya.
Ia sangat tau bagaimana adiknya itu ketika sakit giginya kambuh. Alea akan menangis semalaman dan tidak tidur semalam. Alexander tidak mau adiknya sakit gigi.
"Apa yang dikatakan Alex benar, kamu bisa sakit gigi Al." Raiden bicara dan kali ini dia menegur Alea demi kebaikan.
"Hem..."
Tak lama kemudian, Leon datang menjemput si kembar.
"Kalian sudah siap?"
"Siap Daddy! Jadi kita menghilang dulu dari mommy, kan?" tanya Alexander pada daddynya.
"Iya, kita jalankan semuanya untuk membuat suprise buat mommy kalian." Leon tersenyum pada kedua anaknya, ia sudah merencanakan sesuatu yang besar.
Si kembar pergi bersama Leon, Raiden juga ikut dalam rencana ini. Leon meminta Raiden untuk menyampaikan pada Aileen bahwa si kembar hilang.
*****
Rumah sakit harapan.
Aileen baru saja keluar dari ruang pemeriksaan, dokter mengatakan bahwa Aileen mengalami pendarahan kecil sebab benturan tadi. Dokter mengatakan bahwa Aileen sedang hamil dan usia kehamilannya baru 3 Minggu.
"Saya hamil? Apa dokter serius?" tanya Aileen tak menyangka bahwa dirinya akan hamil secepat ini.
"Iya Bu, selamat ya! Mohon dijaga kandungannya baik-baik ya Bu." ucap dokter wanita itu seraya tersenyum dan menyerahkan foto USG janinnya.
Aku hamil lagi? Ya Tuhan!
__ADS_1
...*****...