
...πππ...
Sam berjalan mendekati Aileen dan Leon yang tengah berada didepan rumah. Dari kejauhan Sam melambaikan tangan dan tersenyum pada gadis yang berstatus sebagai kekasihnya.
Dasar wanita sialan! Beraninya kau memanfaatkanku! Lihat saja apa yang akan aku lakukan padamu.
Amarah.
Itulah yang disimpan Sam saat ini didalam hatinya untuk gadis yang bernama Aileen itu, setelah pembicaraannya semalam dengan tantenya yang berhasil memprovokasi Sam untuk membalas perlakuan Aileen.
Sudah ku putuskan, kamu harus berada di bawah tubuhku secepatnya,Aileen!
"Pagi om, pagi sayang." kata Sam dengan mulut manisnya.
Sayang? Apa-apaan anak ini?. Leon melotot mendengar Sam memanggil Aileen dengan panggilan sayang. Sungguh menusuk telinga dan hatinya.
"Kamu jadi berangkat sama aku kan, sayang?" tanya Sam sambil memegang tangan Aileen dengan mesranya.
"Iya sayang," sahut Aileen seraya tersenyum pada Sam. Dia membalas genggaman tangan pria itu, tanpa menoleh ke arah Leon sedikitpun.
"Hah!" Leon mendesah kesal dengan sikap Aileen yang mengabaikannya lagi dan lagi. Namun dia melampiaskan kekesalannya pada Sam dengan menatap tajam padanya.
Sabar Leon...sabar... Aileen bahkan belum memaafkan kejadian ciuman dan perkataanmu semalam. Jangan menambah masalah lagi.
"Ai...sayang, kamu tidak mau berangkat sama Papa?" bujuk rayu Leon dengan suara lembutnya.
"Papa gak lihat aku udah dijemput sama pacar aku? Ya aku pergi sama dia dong! Lagian Papa juga belum selesai sarapan kan? Papa tega...tidak menghabiskan makanan yang sudah aku masak pertama kalinya?" kata Aileen seraya tersenyum, namun senyuman itu dingin dan menusuk.
Leon mengepalkan tangannya, dia tidak mungkin tidak menghargai apa yang sudah Aileen buatkan untuknya. Dia pun hanya bisa menghela nafas dan membiarkan Aileen pergi bersama Sam, walau di dalam hati dia tidak rela.
"Baiklah, kamu boleh pergi dengannya...tapi-- awas saja kalau kamu berani macam-macam pada putriku!" ancam Leon dengan jari yang menunjuk wajah pria itu. "Lalu--kamu harus tetap ditemani oleh Frans!" tegas Leon.
Melihat sikap Leon kelebihan membuat Sam yakin, bahwa Leon juga memiliki perasaan yang lebih kepada Aileen Putri angkatnya sendiri. "Hah! Ternyata apa yang dikatakan oleh tante Celia itu benar."
Aileen mengerutkan keningnya, dia menolak untuk dikawal oleh bodyguard. "Maaf pa, tapi aku aman bersama kak Sam. Aku sudah dewasa pah, aku bisa jaga diri dan aku bukan anak kecil lagi yang harus dikawal-kawal."
Sikap papa ini benar-benar membuatku semakin tidak mengerti, kenapa Papa masih begitu posesif padaku setelah papa menolakku? Kenapa Pah? Jangan buat aku bingung Pa. Aileen membatin.
"Aileen jangan bantah papa! Kalau Papa bilang kamu harus dikawal berarti kamu HARUS dikawal!" seru Leon tidak mau dibantah oleh Aileen. Jujur dalam hatinya Leon merasa sangat cemas ketika Aileen bersama dengan Sam, dia takut terjadi sesuatu pada Aileen saat berduaan dengan Sam.
"Tapi Pah--"
Sam menepuk pundak dari gadis itu menghentikannya untuk bicara. "Sayang, udah ya? Jangan marah-marah lagi, biarkan saja bodyguard mengikuti kita dari belakang. Lagian kita nggak bakalan ngapa-ngapain." jelas Sam memenangkan Aileen, lalu menggenggam tangan gadis itu, sembari ekor matanya memperhatikan gelagat Leon.
__ADS_1
Gak bakalan ngapa-ngapain? Lihat saja, tangannya sudah berani menggenggam tangan Aileen. Kurang ajar!
Leon menatap sinis pada tangan yang sedang saling menggenggam itu, menunjukkan ketidaksukaannya secara gamblang.
"Ya udah deh, terserah papa aja. Yang penting habisin sup sama jusnya. Biar kepala Papa gak pengar lagi." kata Aileen tetap perhatian pada Leon dan membuat pria itu tersenyum lembut karena perhatiannya.
"Iya sayang." sahut Leon.
"Kalau gitu aku berangkat dulu ya Pah." pamit Aileen pada Leon dengan wajah datarnya. Dia berusaha sedatar mungkin didepan pria itu. Leon menyahutinya dengan senyum dan anggukan.
"Om kami berangkat dulu." pamit Sam yang sama sekali tidak digubris oleh Leon.
Sialan!
Saat Sam dan Aileen sudah pergi dari sana, Frans dan Jorge ditugaskan menjaga Aileen, mengikuti gadis itu dari belakang. Dalam hal ini Leon masih protektif pada putrinya dan tak mau dibantah.
"Papa tidak mungkin mencintaimu...ini salah Ai, ini salah...papa adalah papamu," lirih Leon sambil memegang dadanya dengan lembut, rasanya sesak mengingat hubungan diantara mereka berdua. Leon juga masih ambigu antara cinta atau bukan karena ia memiliki Celia dan akan segera menikah dengannya.
Tak lama setelah Sam dan Aileen pergi, mobil Celia terparkir di halaman rumah besar Xavier itu. Celia keluar dari mobil dan dia tersenyum lebar melihat kekasihnya. Seperti biasa penampilannya selalu mentereng dengan barang-barang branded dan make up tebal. Padahal kulitnya sudah putih bersih dan cantik walau tanpa make up sekalipun.
"Pagi sayang!" Celia mengecup bibir Leon sekilas, tangannya tak lupa memeluk pria itu sebagai sapaan selamat pagi. "Apa kepalamu sudah baikan sayang? Aku baru pertama kali melihatmu mabuk," Celia meletakkan tangannya di kening Leon, raut wajahnya terlihat cemas pada kekasihnya itu.
"Kamu kesini semalam?" tanya Leon dengan kening berkerut.
"Iya sayang, semalam aku juga bertemu dengan Aileen. Ah ya...dia bersama Sam juga, tampaknya hubungan mereka cukup baik ya sayang?" Celia tersenyum saat menceritakan tentang Sam dan Aileen, padahal itu dusta.
"Sayang, kenapa kamu menilai sesuatu dari luarnya? Sam itu anak baik dan dia bilang sama aku kalau dia itu berniat serius pada Aileen."
Tidak! Aku tidak boleh membuat Leon menyadari perasaannya pada bocah ingusan itu. Aku tidak boleh kehilangan pundi uangku.
"Entahlah...aku tidak yakin." Leon mengangkat kedua bahunya, dia masih kesal melihat Sam memegang tangan Aileen.
"Sayang, jangan begitu...kamu percaya deh sama aku kalau Sam itu anak baik karena aku udah tau dia dari kecil." kata Celia seraya meyakinkan Leon perkara Sam.
Pria itu malas membahas Sam, fokusnya malah pada sikap Aileen yang dingin padanya sejak semalam. Leon pun mengajak Celia untuk masuk ke dalam rumah untuk sarapan bersama.
Saat Celia duduk dan menyibakkan rambutnya yang terurai ke belakang, Leon menatap sesuatu di leher kekasihnya.
"Honey."
"Ya sayang?" tanya Celia.
"Kenapa leher kamu merah-merah kayak gitu? Telinga kamu juga?" tanya Leon dengan atensi tajam dan nada suara datar.
__ADS_1
"Le-leher aku? Eungh--"Celia memegangi lehernya, dia menelan ludah dan seketika tubuhnya gemetar.
Astaga! Kenapa si Daniel meninggalkan jejak ditubuhku? Aku harus bilang apa?
"Honey, ini...aku digigit serangga. Makanya merah-merah gini!" alibi Celia dengan harapan Leon akan percaya padanya. Padahal tadi bagi dia habis bercinta dengan salah satu teman Sam yang bernama Daniel.
"Digigit serangga?" suara Leon terdengar tak percaya dengan ucapan Celia.
"Iya sayang," jawab Celia dengan santainya.
"Sampai ke telinga juga?" kening Leon berkerut. Dia pun berjalan mendekat ke kursi Celia untuk memeriksa tanda merah di leher dan telinga Celia.
Kenapa aku merasa Celia berbohong padaku?
Celia semakin berdebar, ketika Leon mendekatinya.
Gawat!
*****
Didalam perjalanan ke kantor Xavier grup, Sam masih setia memegang tangan Aileen. Namun ketika sudah jauh dari rumah, Aileen melepaskan genggaman tangan pria itu.
"Sayang? Kenapa?"
"Mulai sekarang jangan panggil aku sayang lagi dan jangan menyentuhku sembarangan lagi!"
"Ada apa Ai? Aku pikir kamu sudah menerimaku karena sikapmu akhir-akhir ini menjadi baik dan tidak galak seperti sebelumnya." jelas Sam sambil tersenyum ceria seperti biasa dan tidak menunjukkan kebencian secara gamblang terhadap gadis itu.
Dasar wanita murahan!
Diluar manis tapi di dalam memaki.
"Maafkan aku kak Sam, aku tidak bisa berkencan lagi denganmu. Aku harap kau menemukan wanita yang lebih baik dariku,"
"Tunggu.... Aileen apa maksudmu?" tanya Sam tidak mengerti apa maksud dari ucapan gadis itu padanya.
"Kak Sam, maaf aku sudah memanfaatkanmu. Aku ingin kita akhiri kencan kita." ucapnya menyesal.
Ckiiiitttt....
Suara decitan rem mobil berhenti mendadak membuat Aileen terkejut. Sam menepikan mobilnya di pinggir jalan. "Kak Sam..."
"Apa maksudmu? Kencan kita bahkan masih ada 2 kali lagi dan memanfaatkan...apa maksudmu?" tanya Sam tak mengerti apa maksud Aileen.
__ADS_1
Aileen masih berusaha mengatur nafasnya, dia akan jujur pada Sam tentang segalanya. Terutama alasan kenapa dia menerima ajakan kencan Sam.
...****...