
...πππ...
Sungguh hati Aileen panas melihat pemandangan itu, pemandangan yang menyakiti hatinya. Dimana Leon berada di dalam satu ranjang bersama Celia, mereka terlihat sedang memadu kasih.
Lenguhan, dessahan dan erangan Celia membuat hati Aileen seperti tertusuk tusuk. Ya, ia tau tidak berhak untuk melarang apa yang dilakukan Leon dengan kekasihnya. Tapi hatinya berkata lain, dia tidak bisa membiarkan Leon berduaan dengan Celia. Dia cemburu, cemburu berat dan itu menyiksanya.
"Jauh-jauh dari Papa!" teriak Aileen dengan langkah besar, dia masuk ke dalam kamar itu. Lalu dia mendorong Celia dengan kasar, tak peduli dengan keadaan apapun.
Celia terjengkang sampai ke samping ranjang itu, dia pun semakin melorotkan bajunya dan memperlihatkan beberapa tanda merah ditubuhnya. "Aileen, maafkan Tante...tante tidak bermaksud untuk mempertontonkan hal seperti ini pada kamu." ucap Celia memelas. "Kami memang selalu melakukan ini, kamu tolong maklum ya...having sexx itu sudah biasa." kata Celia seperti ingin menambahkan minyak ke dalam api.
Lihat ini baik-baik anak ingusan, supaya kamu sadar dan tidak tergoda dengan perasaan laknat pada papamu sendiri.
Aileen berdecih mengejek Celia, "Apa Tante bilang? Having sexx? Yakin Tante sudah pernah tidur sama Papaku?" tanya gadis itu dengan sorot mata yang tajam, menyiratkan ketidakpercayaan pada Celia.
Tangan Celia mengancingkan kancing bajunya perlahan. "Tentu saja, kami sudah--"
__ADS_1
"Hahaha...jangan membodohiku Tante." Aileen terbahak.
"Kenapa kamu tertawa? Memangnya ada yang lucu?" tanya Celia tak suka mendengar tawa mengejek dari gadis yang dianggapnya sebagai bocah sialan itu.
"Bercumbu mungkin iya, tapi tidak sampai ML. Tante jangan membodohiku karena aku tau benar bagaimana prinsip papa," tukasnya seraya tersenyum sinis pada wanita didepannya itu.
"Memangnya prinsip apa yang dimiliki Papamu?" tanya Celia pura-pura tidak tahu, padahal dia sudah tau benar apa yang dimaksud oleh Aileen.
"Papa tidak akan melakukan itu sebelum menikah." jawab Aileen ketus sambil melepaskan sepatu papanya yang masih terpasang itu. Leon sepertinya tertidur dan dia terdengar mendengkur halus.
"Oh ya? Kalau begitu nanti aku tanyakan pada Papa." balas Aileen dengan tatapan sengit pada Celia.
"Tidak usah sampai seperti itu!" bentak Celia sambil beranjak dari tempat tidur Leon. Wanita itu mendengus marah pada Aileen.
"Makanya jangan bohong Tante," ketus Aileen sarkas.
__ADS_1
"Kamu...kamu harusnya sadar diri, kamu cuma anaknya Leon dan bersikaplah sebagai seorang anak! Tidak perlu macam-macam." kata Celia memukulkan sifat aslinya karena sudah tidak tahan dengan Aileen.
"Oh...jadi ini sifat asli Tante? Kenapa Tante menunjukkannya padaku? Tante capek yang berakting terus?" tanya Aileen menyindir, tertarik sedikit senyum dibibirnya. Senyum menyeringai dan mengejek.
Aileen akhirnya sadar bahwa dugaannya selama ini benar, Celia bukanlah wanita baik-baik. Dia tidak pantas untuk papanya, wanita ini bermuka dua.
"Kamu lihat aja Aileen! Aku akan buat kamu semakin jauh dari Papa kamu, kamu tidak akan bisa dekat-dekat sama Papa kamu lagi." Celia mengancam gadis itu.
"Selama ada aku, Tante gak akan bisa melakukan itu." tegas Aileen pada Celia. "Ya udah mending Tante pergi aja dari sini deh, atau aku aduin semua kedok Tante." ancamnya beringas. Aileen menunjukkan taringnya yang sudah lama tidak ia tunjukkan pada wanita-wanita yang mendekati Leon.
Tentu bukan hanya satu atau dua saja m wanita yang mendekati Leon. Ada banyak bahkan lebih cantik dari Celia, namun sayangnya Aileen selalu bisa membuat mereka menjauh dari papanya. Tapi kali ini pengaruh Celia tak bisa di remehkan karena ia berhasil membuat papanya sampai bertunangan dengannya. Aileen akui Celia hebat dan cukup kuat.
Dan setelah mengetahui sifat aslinya, Aileen memutuskan akan berjuang sekali lagi sebelum pergi ke Singapore dan menyerah. "Pa...aku akan berjuang sekali lagi, ini terakhir Pa. Sebelum aku menyerah, aku akan membuat wanita itu pergi dari Papa. Dia itu jahat pa."
Leon masih pulas, sedangkan Aileen menatap pria itu dengan sendu. Tangannya mengusap wajah Leon dengan lembut penuh kasih.
__ADS_1
...****...