Belenggu Cinta Papa Angkatku

Belenggu Cinta Papa Angkatku
Bab 29. Aileen jatuh


__ADS_3

...🍀🍀🍀...


Aileen bak Dewi Yunani dan Samuel adalah dewa-nya, mereka terlihat sangat serasi apalagi jalan berdampingan seperti itu. Semua mata memandang sepasang anak manusia yang tengah berjalan diantara puluhan mungkin juga ratusan tamu penting di hotel megah tersebut.


Samuel Rivaldo Ginting, bukanlah orang biasa. Dia berasal dari kalangan Borjuis, papanya Ferdinan Ginting adalah seorang pengusaha di bidang batu bara dan jarang ada di Jakarta. Samuel juga anak seorang artis senior yaitu Sahara Moerane, dia adalah kakak dari Celia. Namun sayangnya sikapnya suka gonta-ganti perempuan adalah nilai minusnya.


"Pak Samuel! Anda sudah datang!" sambut seorang pria paruh baya dengan senyum ramahnya pada Samuel. Tangannya langsung berjabatan dengan Samuel.


"Selamat malam pak Hardian." sahut Samuel ramah.


Aileen terkagum-kagum melihat sikap Samuel yang bisa ramah dan serius pada waktu tertentu. Berbeda dengan Leon yang selalu serius kalau didepan orang lain, hanya saja dengannya Leon selalu banyak bicara. Tapi itulah yang membuat Aileen menyukai Leon. Leon tidak baik pada semua wanita, dia hanya baik pada orang-orang tersayangnya saja.


"C'est ton copain ? très beau..." kata seorang pria dalam bahasa Prancis. (Apa dia pacarmu? Dia sangat cantik)


"Oui, c'est ma petite amie, n'est-elle pas belle?" (Iya dia pacarku, cantik kan?) balas Samuel dengan bahasa Prancis yang fasih.


Aileen hanya tersenyum, dia juga paham bahasa Prancis.


"Puis-je le rencontrer?" (boleh saya berkenalan dengannya?) tanya pria berkebangsaan Prancis itu.


"Bien sûr." Sam mempersilahkan pria itu untuk berkenalan dengan Aileen yang dia akui sebagai pacarnya.


Aku ingin lihat apakah dia benar-benar pintar seperti apa yang dikatakan oleh Tante Celia.


"Mademoiselle quel est votre nom?" pria Prancis itu berjabatan tangan dengan Aileen.


"Je m'appelle Aileen Sheravina Xavier." jawab Aileen dengan fasih.


Sam tersenyum kagum, dia tidak menyangka bahwa prestasi Aileen yang sering digembor-gemborkan itu memang benar adanya dan bukan gosip. Lalu apakah wanita dengan latar belakang seperti Aileen pantas dipermainkan oleh Samuel? Haruskah pria itu berpikir ulang?


Ditengah riuhnya pesta, atensi semua orang tertuju pada Leon dan Celia yang berjalan masuk ke tengah aula hotel dengan bergandengan tangan. Celia memakai gaun malam berwarna hitam dan rambut di ikat satu, dia terlihat cantik dan modis seperti biasanya. Celia selalu memperhatikan penampilannya, dia seorang model dan juga artis. Walau sekarang dia tidak terlalu aktif dalam bidang artis karena usianya menginjak 30 tahun, namun ia masih aktif dalam modelling dan menjadi beauty blogger.


Melihat Leon dan Celia bersama-sama, terlihat mesra. Aileen membuang muka, dia juga mencoba menutup telinga dari semua orang yang membicarakan pernikahan papanya dan Celia yang akan dilaksanakan 4 hari lagi.


Idih! Kenapa sih papa masih sama si nine fox itu? Ah ya... mumpung dia kesini, aku akan membongkar kedoknya itu. Aku harus main cantik.


"Selamat malam pak Leon." sapa seorang rekan bisnis Leon dengan sopan.


"Selamat malam pak Deon." balas Leon sopan.


Akhirnya para pria malah terlibat dengan pembicaraan bisnis mereka masing-masing dan para wanita yang datang bersama mereka, terlihat sedang menikmati minuman di tempat makanan.


"Eh...ada anakku sayang." sapa Celia seraya menghampiri Aileen yang tengah asyik menikmati makanan ringan di sana. Aileen langsung membuang muka, menganggap Celia kasat mata.


Dih! Anak sialan ini.

__ADS_1


"Gak usah pura-pura deh rubah ekor sembilan, mau apa kamu nyamperin aku?" decih Aileen sambil menyeruput pelan minuman dalam gelas yang di pegangnya.


"Tante gak maksud apa-apa kok sayang, Tante cuma mau menyapa kamu aja. Sebentar lagi kamu kan bakal jadi anak Tante." Celia tersenyum manis didepan semua orang pada Aileen. Dia tidak mau imagenya jadi jelek.


Rasanya ingin aku cakar-cakar wajah menyebalkannya itu sampai tak berbentuk.Tapi disini tempat umum.


Dari kejauhan, terlihat seorang pria melambaikan tangannya pada Celia. Celia pun beranjak pergi dari sana dan mengikuti pria itu. Aileen yang kepo, akhirnya mengikuti Celia dan dia mengharapkan akan menemukan petunjuk tentang Celia.


Aileen mengikuti Celia sampai tangga darurat di hotel itu. Terlihat gelap karena memang jarang dilewati orang-orang. "Ngapain si rubah ekor sembilan kesini?" gumam Aileen bingung.


"Daniel, ngapain kamu disini, hmm?" bisik Celia pada pria yang bernama Daniel itu.


Daniel menyudutkan Celia, hingga tubuh wanita itu rapat dengan tembok. Daniel meraba-raba paha mulus Celia, tak hanya itu. Daniel juga menciumi tengkuk Celia dengan bibir panasnya.


Aileen dengan jelas melihat semua itu, dia terkejut bukan main. Ternyata selain akhlak jelek, Celia juga berselingkuh dari Leon. Ia pikir Celia cinta mati pada papanya, tapi nyatanya lain.


Tunggu...tunggu! Bukannya kak Daniel itu temannya kak Will pacarnya Cleo? Yang waktu itu di club diamond?.Diam-diam Aileen merekam Daniel dan Celia dari balik pintu darurat.


"Tante...kenapa Tante pergi sama si impoten yang kaku itu?" bisik Daniel ke telinga Celia, yang membuat desiran aneh di lehernya.


Sialan! Siapa yang dia panggil impoten kaku? Papa?. Batin Aileen kesal karena Leon dihina begitu.


"Kenapa sayang? Kamu cemburu? Tenang saja sayang, hatiku hanya untukmu karena hanya kamu yang membuatku bergairah dan semangat!" Celia mengalungkan kedua tangannya di leher Daniel.


"Kamu tenang saja sayang, aku hanya butuh uangnya saja. Meskipun aku sudah menikah, kamu tetap nomor satu untukku dan hanya kamu yang bisa memuaskanku di ranjang!" kata Celia dengan manjanya, dia mencium bibir Daniel dengan rakus dan dibalas oleh Daniel.


Aileen benar-benar merasa pemandangan didepannya sangat menjijikkan. Dia pun selesai merekam itu dan berencana akan menunjukkan rekaman itu pada papanya. "Sudah..." bisiknya pelan.


Ketika hendak pergi dari sana, rok Aileen tak sengaja tersangkut pintu dan menimbulkan suara decitan pintu. "Oh tidak!"


Daniel dan Celia pun menghentikan aksi panas mereka. Lalu Daniel berlari mengejar siluet seorang wanita disana. Aileen berlari, tapi akhirnya tertangkap oleh Daniel dan pria itu menyeretnya ke tangga darurat.


"Aileen?"


"Kak Daniel..."


Celia menatap tajam ke arah Aileen yang memegang ponsel "Oh, jadi kamu menguping? Kamu merekam kami?" Celia menjambak rambut Aileen dengan kasar.


"Lepaskan aku! Kalian benar-benar menjijikan!" Aileen mencoba melepaskan diri, namun tangan Daniel mencekal kedua tangannya dengan kuat.


Plakk!


Celia menampar pipi kanan Aileen dengan kesal. "Dari dulu aku selalu ingin melakukan ini padamu, anak kurang ajar!"


"Cuih!" Aileen meludahi wajah Celia dan juga wajah Daniel. "Kalian benar-benar jahat...kalian...AKHHH!"

__ADS_1


"Tante, harus kita apakan dia? Dia sepertinya sudah tau rahasia kita." Daniel masih mencekal tangan Aileen hingga gadis itu tak berkutik. Entah kenapa pandangannya jadi berkunang-kunang.


Celia merebut paksa ponsel Aileen, lalu dia mencoba membuka password ponsel gadis itu. "Berapa kodenya? Cepat katakan!"


"Tidak MAU!" Aileen menggelengkan kepalanya.


"Sialan!"


"Rusak saja ponselnya, atau buang! Daripada susah susah membukanya." saran Daniel.


Celia membenarkan saran Daniel, dia menginjak ponsel Aileen dan membuatnya rusak sampai hancur lebur. Aileen miris melihat ponselnya hancur. Dan agar tidak meninggalkan jejak, Celia memungut ponsel rusak itu. Bermaksud membuangnya.


"Lepasin! Kalian benar-benar ya!" Aileen masih tidak berdaya di dalam cekalan tangan Daniel yang kokoh.


"Lalu kita apakan dia Tante sayang?" tanya Daniel.


"Terserah kamu saja sayang," ucap Celia tak peduli. "Di cicipi dulu juga boleh," sambungnya dengan seringai di wajahnya.


"Ide Tante memang bagus, aku nyicip bentar ya Tante?" Daniel memeluk paksa Aileen dan membuat gadis itu bergetar ketakutan.


"Kak Daniel mau apa! Kak Daniel jangan macam-macam!" Aileen berontak memukul-mukul Daniel sekuat tenaganya. Daniel mulai kurang ajar dan akan mencium bibirnya, namun Aileen menggelengkan kepalanya. "Lepas! Kak Daniel!" teriak Aileen kesal.


Lalu Aileen pun mengigit tangan Daniel, hingga pria itu melepaskan Aileen dan mendorongnya karena kesal. "Auw! Sialan kau!" dengus Daniel marah.


"Kyaaaakk!! Ahh!"


Daniel dan Celia terkejut melihat Aileen jatuh terguling-guling dari anak tangga yang jumlahnya tak terhitung itu.


Brugh!


"Daniel, apa yang kamu lakukan? Aileen jatuh!"


"Aku gak sengaja Tante,"


"Ya sudah, ayo kita pergi dari sini! Jangan sampai ada yang tau." Celia menarik tangan Daniel.


"Ta-tapi Tante, dia..." ada rasa tidak tega di hati Daniel saat melihat Aileen terbaring dengan kondisi kepala berdarah di lantai bawah tangga.


"Sudah! Ayo pergi!"


"Lalu cctv?" tunjuk Daniel pada cctv yang ada disana.


"Masalah cctv biar keponakanku yang atur!" ajak Celia pada Daniel dengan terburu-buru. Mereka pun pergi meninggalkan Aileen yang tidak sadarkan diri sendirian disana.


...****...

__ADS_1


__ADS_2