Belenggu Cinta Papa Angkatku

Belenggu Cinta Papa Angkatku
Bab 13. Aileen berubah


__ADS_3

...πŸ€πŸ€πŸ€...


Melihat buliran air mata yang jatuh mengalir deras di wajah cantik Aileen, membuat hati Leon terenyuh dan merasa bersalah. "Ai... maksud Papa bukan melupakan papa,tapi melupakan perasaan cintamu pada Papa. Kita adalah ayah dan anak, sayang. Kita tidak mungkin menjalani hubungan seperti itu." ucap Leon dengan lembut berusaha menasehati putrinya agar tidak berbuat lebih jauh lagi.


Aileen menepis tangan Leon, dia tersenyum kecut. Air mata itu masih luruh membasahi wajahnya yang kini sudah memerah. Terlihat bibirnya yang bengkak setelah ciuman itu. "Maafkan Papa sayang, Papa khilaf...maaf papa telah menciummu."


"Ini yang terakhir kalinya Pa, tidak usah minta maaf...lagipula aku yang cium Papa duluan." Aileen terisak,dia mampu menatap wajah Leon apalagi matanya yang berwarna abu-abu itu.


"Ai..."


"Papa gak usah merasa bersalah, aku akan belajar melupakan perasaan ini pa...aku gak apa-apa Pa." ucap Aileen sakit hati dengan penolakan dari Leon untuk ke sekian kalinya. "Oh ya Pa, katakan pada Tante Celia bahwa aku akan menemui saudara jauhnya itu."


"Ai, kalau kamu tidak mau bertemu dengannya. Papa tidak akan memaksamu sayang, Papa akan bilang pada Celia untuk--"


Dengan cepat Aileen memotong ucapan papanya. "Aku mau Pa, ini adalah suatu usahaku untuk melupakan perasaan kepada papa. Jadi aku mohon jangan dihalangi ya Pa," sebisa mungkin Aileen tersenyum di hadapan Leon, senyum yang menunjukkan ketegaran dan juga kepedihan.


Namun Aileen belum menyerah, jika Leon masih menyangkal perasaannya. Maka ia punya cara lain untuk mendorong Leon agar pria itu sendiri yang menyatakannya. Aileen akan mencoba bermain tarik ulur seperti apa yang disarankan oleh Cleo. Ya, semuanya hanya perlu waktu sampai Leon sadar. Percayalah saat ini Aileen hanya menyerah di mulut saja tidak di hatinya.


Leon menghela nafas panjang, lalu dia menyeka air mata Aileen dengan kedua tangannya. Ditatapnya mata manik berwarna biru itu dengan sendu. "Iya baiklah sayang, Papa akan hubungi Celia agar dia bisa mengatur pertemuanmu dengan pria itu. Apa kamu mau fotonya dan profil dirinya juga?"


Gadis itu menggelengkan kepalanya. "Tidak usah Pa, aku mau lihat dia langsung biar jadi surprise."


"Ya udah, kamu lanjutkan tidurmu sayang. Sekali lagi maafkan Papa," ucap Leon sambil menyatukan keningnya dengan Aileen. Hal itu selalu mereka lakukan ketika salah satu dari mereka melakukan kesalahan dan meminta maaf.


"Iya papa juga ya...dan makasih udah bawa aku pulang, padahal tadinya aku mau nginap di apartemen Cleo."


"Anak gadis tidak boleh nginap di luar sayang, meski temannya perempuan. Papa gak suka!" Pria itu mewanti-wanti putrinya untuk tidak menginap di luar meski di rumah teman perempuan. Ternyata Leon masih begitu posesif pada putrinya meski dia sudah memiliki tunangan

__ADS_1


Aileen tidak menjawabnya dan hanya merespon dengan senyuman. Setelah itu Leon pergi dari kamar Aileen, terlihat senyuman di bibir Aileen.


"Oke, misi pembangkangan dan tarik ulur di mulai!" Aileen mengepalkan tangannya dengan semangat yang membara. Melihat Leon masih peduli dan posesif padanya membuat Aileen yakin bahwa ia masih mempunyai kesempatan untuk mengejar cinta Papanya itu dan dia akan memanfaatkan semua ini.


*****


Keesokan harinya, pagi itu Leon dan Aileen berangkat ke tempat kerja bersama-sama seperti biasanya.


Di kantor Presdir Xavier grup, gadis itu terlihat lebih kalem dan tidak merengek seperti biasanya, dia bahkan tidak marah-marah ketika ada beberapa karyawan yang mencoba menggoda dan mendekati Leon. Ya, dia mencoba untuk menjadi kalem sekalem mungkin menahan sikap labil dan kekanakan didalam dirinya walau dia sebenarnya cemburu dalam hati.


Dia bisa sedikit tenang karena Leon begitu dingin pada mereka yang mendekatinya.


"Ai, kamu sakit?" tanya Bram tiba-tiba seraya menatap Aileen bedengan cemas.


"Kenapa om Bram tanyanya gitu?" Aileen bertanya balik dengan kening berkerut dan alis yang hampir menyatu.


Gadis itu tersenyum manis dan santai. "Terus kenapa kalau Papa dideketin cewek-cewek?" lagi-lagi Aileen bertanya balik dan membuat Bram terperangah dengan sikap santai gadis itu.


Dahinya mengernyit heran, dia menggelengkan kepalanya beberapa kali.


Ada apa dengan anak ini? Kenapa dia tidak mengamuk seperti biasanya? Aneh!


Aileen beranjak dari tempat duduknya setelah mematikan komputer di meja kerjanya. "Sudahlah Om, aku mau pergi keluar dulu buat lunch. Aku udah ada janji," ucap Aileen sambil memakai tas selempangnya yang berwarna biru itu di tangan kiri.


"Kamu ada janji? Kamu tidak makan sama Papamu?" Bram kembali mendelik terheran-heran lagi dengan Aileen. Biasanya dia tidak mau jauh-jauh dari Leon bahkan tidak mengizinkan Leon makan bersama Celia berduaan saja. Lalu sekarang what happened dengannya?


"Papa ada promise sama Tante Celia, aku tidak mungkin menganggu mereka...because i have a date important, om Bram." kata Aileen sambil tersenyum lebar, lalu dia beranjak pergi dari ruangan itu. Bram hanya melongo melihat perubahan sikap Aileen.

__ADS_1


Di tengah-tengah perjalanan keluar dari ruangan Presdir, Aileen tiba-tiba terdiam di ambang pintu saat mendengar suara dering ponselnya. Gadis itu merogoh ponsel di dalam tasnya lalu langsung mengangkat telponnya.


Dari balik kaca, Leon melihat Aileen sedang menerima telepon. Walau dia tidak bisa mendengar percakapan Aileen dan orang yang sedang bicara dengannya di telepon itu.


"Halo pak Samuel,"


"Tidak perlu panggil pak, panggil saja Sam...saya masih muda."


"Maaf suara anda seperti bapak-bapak, jadi saya panggil Anda dengan sebutan bapak karena menurut saya itu cocok." kata Aileen blak-blakan tanpa di filter.


"Hahaha...kamu lucu juga ya sweetie, oke fine kamu udah dimana sekarang?"


"Saya baru keluar dari kantor," jawab Aileen jutek.


"Kamu tunggu saya didepan kantor,"


"Kita kan mau ketemuan di cafe Rosegold pak!"


"Saya jemput kamu, kamu tunggu saja. Kebetulan saya sebentar lagi lewat di kantor kamu."


"Bukan kantor saya pak, tapi kantor tempat saya bekerja." ralat Aileen pada ucapan Sam.


"Hahaha... lagi-lagi kamu membuatku tertawa, baiklah baiklah. Pokoknya tunggu saja di sana sweetie."


Panggilan itu langsung ditutup begitu saja oleh Aileen secara sepihak. Sam yang sedang menyetir mobil, mendengus kesal ketika Aileen memutuskan telponnya secara sepihak.


"Woah...sombong sekali gadis ini. Awas saja kalau ketemu nanti dan dia tidak imut seperti apa yang ada di dalam foto! Halah...nanti juga dia pasti akan bertekuk lutut minta di tiduri setelah melihat wajah tampanku ini." gumam Sam dengan penuh percaya diri, bahwa Aileen akan jatuh hati kepadanya.

__ADS_1


...****...


__ADS_2