Belenggu Cinta Papa Angkatku

Belenggu Cinta Papa Angkatku
Bab 59. Bak bidadari


__ADS_3

...πŸ€πŸ€πŸ€...


Sam membawa ibunya ke sebuah restoran mewah dengan pemandangan yang indah untuk makan siang bersama. Sebelum ke pengadilan, Sahara bahkan belum makan apapun. Sam sangat khawatir, apalagi melihat raut wajah Sahara yang ditekuk sedari tadi.


Sam tau, Sahara memang tersenyum diluar tapi hatinya sakit. Sorot mata seseorang tidak bisa dibohongi dan Sam melihat semua itu. Betapa sakit hatinya Sahara, mendapati suaminya ternyata berselingkuh dengan adik kandungnya sendiri. Sahara tau dan sadar, bahwa dia bukanlah seorang istri dan juga ibu yang baik untuk keluarganya. Namun ia berusaha untuk menjadi ibu dan istri yang baik ditengah kesibukannya.


26 tahun membangun rumah tangga, rasanya tak mudah untuk melupakan rasa yang ada di dalam hati Sahara. Tapi begitu mudah untuk Ferdinand yang langsung berselingkuh darinya.


"Ma, ayo makan dulu ma." ucap Sam pada mamanya, begitu makanan sudah tersedia diatas meja.


"Iya Sam,nanti ya."


"Mama belum makan dari tadi pagi, nanti mama sakit loh!" tegur Sam cemas pada Sahara.


Sahara tersenyum tipis, tangannya mengusap kepala Sam. Matanya menelisik wajah Sam yang tampan, penuh rindu. Sebab, ia jarang sekali melihat wajah putranya. Ya, itu karena Sam jarang pulang ke rumah dan selalu berkeliaran di luar sana untuk mencari wanita yang bisa ia ajak bergelut diatas ranjang dan diajak bermain-main.


Namun sekarang Sam tidak seperti itu, dia ingin bertaubat dan tidak mau seperti papanya. Ia sadar setelah melihat mamanya tersakiti, maka ia tak mau menyakiti wanita lagi. Apalagi ia memiliki Aileen didalam hatinya sekarang. Salah satu faktor terbesar yang membuat Sam mengambil keputusan mengubah hidupnya menjadi lebih baik. Menjadi pria sejati.


"Kamu sudah dewasa Sam, kamu sangat tampan. Jangan seperti papamu ya nak, kamu harus menghargai wanita....kalau kamu memiliki seseorang yang benar-benar kamu cintai, kamu harus kenalkan pada mama." ucap Sahara pada putranya. "Mama tidak akan memaksa kamu untuk bersama siapapun, pernikahan karena perjodohan...belum tentu bisa bahagia. Contohnya mama dan papamu." sambungnya lagi, saat mengingat pernikahannya dengan Ferdinand yang saat ini statusnya adalah mantan suami.


"Iya Ma, pasti. Sam tidak akan main-main lagi pada wanita dan Sam juga--" Sam tidak meneruskan ucapannya dan malah teringat Aileen.


"Bagus sayang...tapi kenapa kamu tiba-tiba berubah?" tanya Sahara yang heran melihat wajah Sam malu-malu.


"Apa sudah ada seseorang didalam hati kamu?" tanya Sahara lagi penasaran.

__ADS_1


"Eungh--" Sam menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal.


Melihat raut wajah putranya yang tidak biasa, membuat Sahara sedikit terhibur. Pasalnya Sahara jadi bicara dengan Sam setelah sekian lama, komunikasi mereka terputus karena Ferdinand dan tidak perhatiannya Sahara pada Sam.


"Kalau begitu nanti kenalkan pada mama ya, mama akan bantu menilai wanita itu."


"Iya Ma, nanti ya. Sam masih usaha deketin dia soalnya dia suka sama orang lain."


"A-apa dia pacar orang? Atau istri orang?" Sahara semakin penasaran dengan sosok yang bisa membuat putranya berubah.


"Hem...nanti aja deh Sam jelasin. Pokoknya mama pasti bakal suka orangnya! Ya udah ma, kenapa jadi ngomongin masalah Sam? Mending kita makan siang aja yuk!" ajak Sam pada mamanya.


Mereka berdua pun makan siang bersama. Namun saat berada ditengah-tengah makan siang, Sam pamit pergi dari sana dengan buru-buru karena ia lupa ada meeting di hotel Samudra. Ia diingatkan oleh sekretarisnya.


"Ma, mama disini aja dulu...habiskan makanannya. Maaf Sam gak bisa antar mama pulang sekarang."


"Ya udah ma, kalau Mama masih lama di sini...nanti Sam jemput mama lagi udah beres rapat."


"Oke sayang, mama disini... mungkin 1 jam lagi." kata Sahara seraya tersenyum.


"Baiklah Ma, Sam sampai kesini satu jam lagi. Bye ma!" Sam pamit pergi pada mamanya dan keluar dari restoran itu.


Restoran yang memiliki view taman, kolam dan cocok untuk menenangkan dirinya. Restoran itu memang di desain untuk orang-orang yang ingin menenangkan diri dan juga bermain.


Sahara terdiam di tempat itu untuk waktu yang lama, ia merenungkan diri setelah persidangan cerainya. Hatinya memang sakit, bukan karena perceraian. Tapi lebih karena pengkhianatan adiknya satu-satunya, Celia.

__ADS_1


"Kenapa Cel? kenapa kamu mengkhianati mbak sampai seperti ini? Mbak sayang sama kamu Cel..." desahh wanita itu sambil terisak, namun tanpa air mata.


Atensinya tiba-tiba saja tertuju pada seorang gadis cantik tinggi semampai dengan rambut warna coklat. Gadis itu tengah berjalan masuk ke dalam restoran bersama seorang wanita berambut pendek. Kedua gadis itu adalah Cleo dan Aileen.


"Mark? Kenapa gadis itu mirip dengan Mark?" tanya Sahara terkejut melihat sosok Aileen yang begitu mirip dengan Mark, pria yang disukainya sejak jaman SMA.


Sahara pun beranjak dari tempat duduknya, kemudian dia anak berjalan mendekati Aileen. Tapi sayangnya dia tiba-tiba saja kehilangan keseimbangan dan jatuh ke kolam ikan.


Byurr!!


Aileen melihat semua itu, dia pun bergegas menolong Sahara. Sementara Cleo sedang memesan makanan di tempat pemesanan.


"Ibu, ibu tidak apa-apa?!" Aileen mengulurkan tangannya untuk membantu Sahara berdiri, bahkan ia tak peduli pada Sahara yang saat ini bajunya dipenuhi lumpur.


Sahara menatap dalam ke dalam mata biru Aileen yang mengingatkannya pada pria bernama Mark Caitsen Arlando.


Sahara membalas uluran tangan Aileen, dia pun berdiri dalam kondisi basah dan kotor. Aileen merasa kasihan pada Sahara dan membantunya. Bahkan Aileen menanyakan kondisi Sahara dengan perhatian. Sosok Aileen yang seperti ini bak bidadari yang turun dari langit.


"Bu, pakaian ibu kotor dan basah....kebetulan saya punya pakaian ganti di mobil. Saya ambilkan ya bu."


"Baiklah nak, terima kasih."


Tadinya Sahara memiliki niat untuk langsung pulang saja ,namun ia masih ingin berada lebih lama disana karena ada Aileen. Ia ingin bicara dengan gadis itu.


Sahara memiliki perasaan bahwa Aileen ada hubungannya dengan Arlando.

__ADS_1


...****...


__ADS_2