Belenggu Cinta Papa Angkatku

Belenggu Cinta Papa Angkatku
Bab 94. Alexander sayang Alea


__ADS_3

...πŸ€πŸ€πŸ€...


"Happy birthday to you...happy birthday to you...happy birthday to you mommy...happy birthday mommy..." ucap si kembar bersamaan seraya tersenyum pada mommy mereka yang menangis haru.


Aileen haru, terkejut, baru saja dia dikagetkan dengan berita hilangnya si kembar, kini ia kembali dikejutkan dengan semua ini. Pesta ulang tahunnya yang bahkan ia sendiri tak ingat.


Ruang tengah itu telah di hiasi sedemikian rupa, layaknya sebuah pesta ulang tahun. Banyak balon, bunga, hadiah, bahkan kue ulang tahun. Tapi yang lebih penting dari semuanya, ada banyak orang terdekatnya dan orang yang dia cintai berkumpul di sana.


Semua pekerja di mansion Xavier, Lusi, Bram dan anak mereka. Agatha, anaknya dan juga suami barunya. Cleo, Sam dan kedua anaknya. Si kembar dan tentunya suami tercintanya. Leon hanya mengundang orang-orang terdekatnya saja.


"Kalian... ini...hiks..."


Leon menghampiri sang istri lebih dulu, ia tak tega melihat buliran air mata yang jatuh membasahi wajah sang istri. Niatnya ngeprank, malah membuat sang istri menangis dan membuatnya merasa bersalah. Tapi ini saran dari Bram, supaya kejutannya lebih wow.


"Sayang, jangan nangis...maafin aku sayang." lirih Leon seraya mengusap air mata sang istri dengan tangannya.


"Ih! Jahat banget sih kamu! Jadi kamu nge-prank aku mas? Aku pikir kamu benar-benar malah dan si kembar hilang, aku panik banget!" Aileen memukul-mukul dada bidang suaminya. Ia bahkan sampai berlari lari saking paniknya, belum lagi dia habis terjatuh.


"Maafin aku sayang...hehe...selamat ulang tahun!" Leon memeluk Aileen dengan erat, dia menyesal telah membuat Aileen menangis.


Mereka pun merayakan pesta ulang tahun Aileen dengan bahagia, si kembar mengucapkan selamat ulang tahun pada mommy mereka dengan cara yang spektakuler.


Alea dan Raiden cosplay menjadi tokoh dalam film sailor moon kecuali Alexander. Alea menjadi sailor moon, Raiden tuxedo bertopeng dan Alexander menjadi Thanos. Dia tidak mau cosplay jadi karater yang di sukai Alea.


Anak-anak yang cosplay itu membuat Aileen dan para orang tua disana gemas dengan tingkah mereka. Selagi para orang tua mengobrol menikmati makanan,setelah Aileen tiup lilin dan membagi kue. Anak-anak tengah bermain di tengah rumah.


"Wow...anak-anak mommy lucu banget, Alea jadi sailor moon ya?" Aileen gemas melihat Alea menjelma menjadi sailor moon. "Dan Alex jadi Thanos, hihi." kekeh Aileen seraya menatap kedua anaknya.


"Iya mom, hari ini Alea akan mengabulkan permintaan mommy! Dengan kekuatan bulan, sailor moon akan mengabulkan semua permintaan mommy!" celetuk Alea sambil mengacungkan tongkat yang dibawanya.


"Alea gemes banget...ya ampun." Agatha dan Lusi tidak tahan melihat keimutan Alea, mereka mengambil gambar Alea beberapa kali memakai kamera ponsel mereka.


"Mommy, katakan pada Alea! Mommy mau apa, hari ini Alea akan kabulkan semua."


"Oh ya? Baiklah kalau begitu, Alea ambilkan mommy, Tante Agatha, Tante Cleo dan Tante Lusi kue ya! Kami mau kue, hehe." Titah Aileen pada putrinya itu.


"Sailor moon siap melaksanakan perintah!" Alea memberi hormat pada mommynya. Lalu ia pun mengajak Raiden dan Alexander untuk membantunya membawakan kue.


"Ai, imut banget si Alea...kayak kamu waktu kecil. Cuma bedanya Alea lebih jahil sama kakaknya," ucap Lusi sambil tersenyum.


"Oh ya? Alea jahil?" tanya Cleo penasaran.


"Iya, tadi aja waktu pakai kostum...kakaknya dipakein kostum sailor Venus, haha." kata Lusi sambil tertawa mengingat kejadian yang belum lama terjadi, yaitu saat Alea menyembunyikan pakaian Thanos milik kakaknya dan menggantinya dengan pakaian sailor moon Venus.


"Astaga! Apa terjadi hal seperti itu?" Agatha tertawa kecil.


Para wanita tengah tertawa-tawa, mereka terlihat senang bisa mengobrol tentang keluarga terutama anak-anak mereka. Alea, Alexander dan Raiden terlihat akur. Sifat Alea yang jahil, Alexander yang dingin dan Raiden yang kalem dan lebih dewasa diantara keduanya membuat mereka cocok walaupun berbeda.


Ketika mereka bertiga bermain di halaman belakang, Alea menunjukkan kucing peliharaannya yang diberi nama queen.


"Rai, bagaimana? Queen lucu kan?" tanya Alea pada Raiden.


"Queen sangat--"


"Gak, sama sekali gak lucu. Queen nyebelin sama kayak kamu! Suka gangguin orang, berisik, bawel, kayak toa!" Alexander langsung memotong ucapan Raiden.


"Ish...Alex nyebelin," Alea mencubit lengan Alexander dengan kesal. Bibirnya memonyong, matanya memicing. Tapi Raiden malah gemas melihat Alea yang seperti ini.

__ADS_1


"Aww! Sakit Alea! Nanti aku aduin sama mommy, loh!" ancam Alexander kesal.


"Aduin aja, bweeee!!" Alea menanggapi candaan kakaknya itu dengan ejekan.


"Ihhh...Alea nyebelin!" dengus Alexander kesal. "Aku benci kamu Alea, aku gak suka punya adik nyebelin seperti kamu." Alexander kesal karena Alea selalu jahil padanya.


"Alex, kamu gak boleh bilang gitu!" tegur Raiden pada Alexander yang emosi dan mengatakan hal buruk.


"Tapi aku sayang sama Alex, walaupun Alex benci sama aku." ucap Alea sedih.


Alexander kesal, ia pun pergi meninggalkan Alea dan Raiden disana. Alea merasa marahnya Alexander bukan main-main, maka dari itu Alea menyusul kakaknya. Tak sengaja Alexander menginjak selang di dekat kolam renang terpeleset dan tubuhnya terhuyung.


"Ahh!"


"Alex!" Alea menarik tubuh kakaknya dengan cepat agar tak jatuh ke kolam, lalu beberapa detik kemudian.


Byurr!!!


Alea terjatuh ke dalam kolam, sedangkan Alexander berada di pinggir kolam renang dan dia selamat. Alexander dan Raiden kaget saat melihat Alea tercebur. "ALEA!"


"Mommy! Daddy, TOLONG! TOLONG!!" teriak Alexander panik melihat adiknya berada di air kolam renang dan sedang mencoba untuk naik ke atas.


"Tante, om, tolong Alea!" teriak Raiden yang tak kalah paniknya dengan keadaan itu. Dia mencoba menolong Alea dan menggapai tangannya dari kolam renang yang lumayan dalam itu.


Raiden pun nekad masuk ke dalam kolam itu untuk menolong Alea, tapi Alexander malah terdiam dengan tubuh gemetar seperti kehilangan kesadaran.


Tak lama kemudian, para ibu-ibu yang ada didalam rumah datang lebih dulu ke kolam renang. "Apa yang terjadi?" tanya Aileen panik.


"Mommy, mommy Alea...sama Raiden..." Alexander menangis.


Mereka bertiga basah kuyup, Alea tak sadarkan diri, sedangkan Raiden baik-baik saja. Para bapak-bapak pun datang melihat kesana setelah mendengar teriakan Alexander dan Raiden.


"Rai, kamu gak apa-apa nak?" tanya Sam seraya menghampiri putranya.


"Aku gak apa-apa pa, tapi Alea...aku gak bisa selamatkan dia." ucap Raiden sedih.


"Alea...bangun sayang! Alea!" Aileen mencoba melakukan CPR pada putrinya itu.


"Alea sayang!" Leon mendekati Alea dan membantu istrinya untuk membangunkan Alea.


"Alea...hiks..." Alexander menangis melihat adiknya belum sadarkan diri. Dia merasa bersalah karena sudah mengatakan hal yang tidak-tidak pada Alea.


Leon menggendong tubuh mungil Alea, tak lama kemudian gadis kecil batuk-batuk dan memuntahkan air. "Uhuk..uhuk..."


Semua orang lega melihat Alea sudah membuka matanya. Alexander juga merasa lega. Pesta itu pun kemudian bubar pada sore hari.


Menyisakan keluarga kecil Leon saja disana. Setelah tenggelam di kolam renang demi menyelamatkan Alexander, Alea demam tinggi dan terus batuk-batuk. Selama 2 hari Alea berada di rumah. Namun Alexander tak berani mendekati Alea karena merasa bersalah.


"Son, kenapa kamu disini? Kamu gak mau temenin Alea?" tanya Leon seraya duduk berlutut didepan Alexander yang berada di ambang pintu kamar Alea.


Alexander terlihat murung, apalagi melihat Alea yang sedang sakit. "Alea nanyain kamu terus loh sayang," imbuh Leon lagi, melihat Alexander diam saja.


"Alea...Alea pasti benci aku dad, aku yang udah bikin Alea celaka... gara-gara aku..." gumam Alexander.


Leon merasa kasihan melihat Alexander yang kehilangan kepercayaan dirinya dan berganti menjadi kesedihan.


"Alex, ini bukan kesalahan kamu nak. Alea terjatuh karena dia sayang sama kamu dan demi menyelamatkan saudaranya, tentu dia akan melakukan itu."

__ADS_1


"Alea sayang sama aku pa? Dia gak marah sama aku?" tanya Alexander tak percaya.


"Iya dong, makanya dia menyelamatkan kamu nak. Dia juga gak marah sama kamu kok," jawab Leon berusaha meyakinkan putranya.


Alexander tertegun mendengar ucapan Leon, seperti sedang mencerna apa yang dikatakan oleh daddynya.


"Mas, Alea sudah tidur..." ucap Aileen yang tiba-tiba sudah ada di depan pintu kamar.


"Syukurlah, kamu juga istirahat ya sayang. Wajah kamu pucat begitu, mas gak mau kamu ikut sakit juga." kata Leon cemas melihat istrinya yang terlihat sakit.


"Aku kayaknya jaga Alea disini, mas."


"Biar aku aja yang jaga Alea," jawab Leon.


"Tidak apa-apa mas, biar aku... uhhh..." Aileen meringis kesakitan, sambil memegang perutnya. Tentang kehamilannya, ia memang belum memberitahu Leon dan si kembar.


"Sayang, kamu kenapa?" tanya Leon cemas.


"Mom, mommy kenapa?" Alexander ikut panik melihat mommynya meringis kesakitan.


"Aku...gak apa-apa mas...aduh...." Aileen meringis kesakitan, perutnya terasa seperti diremas-remass.


Dokter bilang kandunganku lemah, apa karena kelelahan makanya aku begini? Ya Tuhan ini sakit sekali.


"Sayang," Leon panik melihat ada darah di pangkal paha istrinya, dengan sigap menggendong istrinya. Lalu ia memanggil Ratna untuk menjaga Alea dan Alexander karena Leon akan membawa Aileen ke rumah sakit.


"Mas, aku gak apa-apa...ahh..."


"Kita harus ke rumah sakit pokoknya, kamu berdarah sayang."


"Aku berdarah? A-apa..." Aileen bahkan tidak menyadari bahwa dirinya berdarah.


Bayiku gak kenapa-napa kan?


"Alexander disini jaga Alea ya nak," pinta Leon pada anaknya.


"Iya dad, aku pasti jagain Alea."


"Daddy antar mommy kamu ke rumah sakit dulu," ucap Leon pada anaknya.


Leon pun membawa Aileen pergi ke rumah sakit bersama pak Anwar. Leon sangat mencemaskan kondisi istrinya. Sementara itu Alea terbangun memanggil manggil nama Alexander.


"Kakak...kakak Alex..."


Alexander terheran-heran karena Alea memanggilnya dengan sebutan kakak. Alexander mengecek kening Alea yang masih panas. Dengan perhatian Alexander mengganti kompres handuk di kening Alea.


"Alea jangan sakit, Alexander sayang Alea...maafin Alex ya..." pinta Alexander dengan tatapan sendu dan merasa bersalah.


...****...


Hai Readers, sambil nunggu up novelku


.....mampir kesini yuk ☺️☺️😍 ceritanya keren banget...


Satu bab lagi malam ya insya Allah


__ADS_1


__ADS_2