
...πππ...
Setelah melihat tingkah Sam yang berani menyentuh Aileen di pertemuan pertama. Membuat Leon berpikir hal yang sebaliknya dengan apa yang di katakan oleh Celia bahwa Sam itu anak yang baik.
"Kamu yakin kalau Sam adalah anak yang baik honey?" tanya Leon ragu.
"Iya sayang, dia baik kok...dia tidak seperti itu pada semua wanita. Malah aku kaget lihat Sam bisa cium tangan Aileen, itu artinya Sam tertarik pada Aileen! Itu bagus kan honey?" jelas Celia seraya tersenyum dengan gugup.
Aduh si Sam, gak bisa apa nahan diri dan kasih kesan baik sama calon mertua?
"Hem...beneran kamu baru pertama kali melihatnya bersikap seperti itu pada seorang wanita?" tanya Leon dengan atensi yang begitu tajam kepada kekasihnya itu, seakan tidak percaya apa yang diucapkannya.
Celia berusaha mempertahankan ketenangannya. "Iya honey, percayalah padaku kalau Sam itu adalah anak yang baik. Kalau ada apa-apa dengan Aileen dan Sam, itu adalah tanggung jawabku."
"Baiklah, aku percaya padamu sayang. Maafkan aku bukan aku meragukanmu, aku hanya takut memilih jodoh untuk putriku. Kamu tau kan betapa aku sangat menyayanginya, seorang Papa pasti ingin yang terbaik untuk anaknya."
Celia tersenyum kemudian dia menggandeng tangan Leon dengan manja. "Iya honey, aku tahu kalau kamu ingin yang terbaik untuknya, begitu pula denganku. Aku juga ingin yang terbaik untuk Aileen, setelah aku menikah denganmu aku akan menjadi istrimu dan juga menjadi ibunya."
Leon hanya menanggapi ucapan Celia dengan tersenyum, walau sebenarnya di dalam hati Leon merasa resah karena saya berani mencium punggung tangan Aileen. Ada rasa sesak di dadanya saat melihat pemandangan itu.
Pasangan yang sudah bertunangan itu pun akhirnya pergi ke sebuah restoran yang tak jauh dari gedung perusahaan Xavier. Sementara Sam mengajak Aileen untuk pergi ke restoran mahal ala-ala Prancis karena Sam tahu dari Celia bahwa wanita didepannya ini suka makanan Prancis.
Sam telah menyewa seluruh restoran itu hanya untuk lunch dengan Aileen. Jujur dari dalam lubuk hatinya, Sam terpana dengan kecantikan Aileen yang sederhana dan tidak menor seperti gadis lain, apalagi melihat bodynya yang bak gitar Spanyol itu. Sungguh membuat libidonya meningkat, dia mulai berfantasi liar membayangkan bagaimana jika tubuh semok itu berada dibawah tubuhnya.
"Kenapa tidak ada orang disini?" tanya Aileen sambil melihat ke sekelilingnya yang tidak ada siapapun selain dirinya, Sam dan beberapa pelayan di sana.
__ADS_1
"Yes sweetie, tidak akan ada siapa-siapa di sini karena aku sudah menyewa seisi restoran ini." jelas Sam dengan bangga. Biasanya setelah dia menunjukkan kemewahan dan juga kekayaannya, para wanita pasti akan antri untuk mendapatkan cintanya. Bahkan memuji-muji dirinya, Lalu setelah itu dia akan memberikan salah satu kartu ATM miliknya pada gadis yang akan dia ajak untuk tidur bersama walau hanya satu malam.
"Untuk apa kamu menyewanya?"
"Untuk lunch pertama kita, tentu saja pertemuan pertama kita harus berkesan." jawab Sam sambil memperhatikan gadis itu, dia sangat menantikan pujian darinya.
"Oh."
"Oh saja?" gumam Sam keheranan dan kecewa dengan respon Aileen yang singkat padat dan jelas.
Sam tidak kehabisan akal untuk merayu gadis itu, dia pun menggeser kursi yang akan diduduki oleh Aileen. Namun betapa malunya dia, saat Aileen duduk di kursi lain bukan di kursi yang di geser. Bahkan Aileen menolak untuk dekat-dekat dengannya
Astaga gadis ini, dia benar-benar jual mahal sekali. Baiklah, mungkin barang bening memang harus sedikit jual mahal sedikit.
Mereka berdua pun duduk di atas kursi itu dengan posisi saling berhadapan. Kemudian seorang pelayan menghampiri mereka untuk segera mencatat pesanan.
"Tunggu sweetie, biar aku saja yang pesankan makanan untukmu." ucap Sam memotong Aileen yang akan mengatakan pesanannya pada si pelayan.
Aileen hanya memandang Sam dengan tajam, entah apa yang dipikirkannya tentang pria tampan didepannya ini.
"Satu Boeuf bourguignon, jus stroberi, Croque monsieur, lalu....satu ice coffee." ucap Sam pada si pelayan itu dengan ramahnya.
Huh, pria ini pasti tau makanan dan minuman favoritku dari si nenek sihir itu.
"Baik tuan, nyonya, mohon tunggu sebentar." kata si pelayan wanita itu lalu berjalan pergi meninggalkan Sam dan Aileen berdua disana.
__ADS_1
"Apa kamu selalu baik pada semua wanita?" tanya Aileen sambil menikmati segelas cocktail yang disediakan lebih dulu disana selagi menunggu pesanan.
"Ya, seperti yang kamu lihat, aku adalah orang yang ramah."
Aileen tersenyum, lalu dia beranjak dari tempat duduknya dan menenteng tas selempangnya. "Baiklah kalau begitu, maaf tuan Samuel sepertinya saya tidak bisa melanjutkan obrolan kita."
Sam tercengang melihat Aileen menolak melanjutkan obrolan mereka yang bahkan belum dimulai. Sam ikut beranjak dari tempat duduknya. "Sweetie, kita bahkan belum bicara! Kenapa kamu sudah mau pergi? Apa aku ada buat salah?"
"Maaf, tapi saya tidak suka laki-laki yang ramah pada setiap wanita."
"A-apa maksudmu?"
"Saya menolak kencan ini karena saya tidak suka pria yang ramah pada setiap wanita. Kata teman saya kalau laki-laki ramah kata setiap wanita bahkan berani menyentuh saat pertama bertemu, artinya laki-laki itu seorang Players." jelas Aileen pada Sam, membeberkan alasannya tanpa basa-basi. Sebenarnya Aileen hanya mendengarkan perkataan Cleo dan mencopy kata-kata sahabatnya itu.
Darah Sam berdesir hebat, dia terperangah mendengar ucapan Aileen yang menyinggungnya. "Apa maksudnya kamu bicara seperti ini?"
"Saya menolak anda, saya tidak mau di jodohkan ataupun kenal dengan anda." ucap Aileen dengan sepasang mata polosnya menatap Sam dengan tajam.
"Cih! Sombong sekali kau! Tidak apa-apa, lagipula di luar sana masih banyak perempuan yang mau denganku!" kata Sam emosi.
"Fine, bilang pada kakak sepupumu itu kalau kita tidak cocok." kata Aileen lalu pergi begitu saja meninggalkan Sam sendiri di sana.
Pria itu tidak percaya bahwa dia ditolak dan di permalukan seperti ini oleh Aileen. Niatnya untuk memikat Aileen gagal, nyatanya dia tidak bisa membuat wanita itu terkesan.
"Awas saja kau! Aku akan mendapatkanmu, biar kau tau rasa Aileen Sheravina Xavier!" sungut Sam marah, dia bersumpah akan mendapatkan Aileen untuk menyiksanya dan membuat dia bertekuk lutut di hadapannya.
__ADS_1
...****...