Belenggu Cinta Papa Angkatku

Belenggu Cinta Papa Angkatku
Bab 16. Kemarahan Leon


__ADS_3

Samuel berusaha menahan rasa marahnya pada Aileen yang sudah bicara kasar dan bersikap ketus padanya. Bukan Sam si playboy namanya kalau menyerah begitu saja untuk mendapatkan Aileen, si body gitar Spanyol itu.


Menarik.


Itulah yang dirasakan Samuel begitu ditolak oleh Aileen, padahal selama ini Samuel tidak pernah ditolak oleh wanita. Penolakan ini membuat dirinya terluka tapi juga semakin tertantang untuk mendekati gadis itu.


Pria itu pun mengejar Aileen yang baru saja sampai di depan restoran, dia memegang tangan Aileen dan wanita itu menepisnya dengan cepat. "Kenapa? Kamu mau marah lagi sama saya?"


"Saya maafkan sikap tidak sopan kamu barusan, tapi..." Sam menggantung ucapannya disana.


"Maaf, tapi saya tidak perlu dimaafkan oleh anda. Saya kan tidak salah." ucap Aileen dengan polosnya mengaku tak bersalah.


Sam menahan geram dengan sikap dan perkataan Aileen. Walaupun menurutnya Aileen yang salah tapi dia yang meminta maaf pada gadis itu. "Maaf...kalau kata-kataku tadi menyakitimu," ucap Sam menyesal.


"Hem..." sahutnya cuek.


"Tolong jangan sembarangan menilaiku dalam sekali bertemu. Mari kita berkencan selama beberapa kali, lalu kamu bisa putuskan mau bersama denganku atau tidak? Bagaimana nona Aileen?" tawar Sam seraya menatap gadis itu dengan begitu dalam. Dia berharap Aileen menerimanya, lalu dia akan membuat gadis itu bertekuk lutut padanya.


Satu tujuannya, tidur bersama Aileen dengan kerelaan gadis itu. Setelahnya, Sam akan membuang Aileen sama seperti dia membuang gadis-gadis lainnya.


Aileen terlihat berpikir, apa dia manfaatkan saja pria ini untuk membuat Leon cemburu? Tidak ada salahnya hanya memanfaatkan pria ini.


"Baiklah, kita berkencan!"

__ADS_1


Yes, sudah kuduga tidak ada yang bisa menolak pesonaku. Sam merasa menang karena tidak perlu susah payah membujuk, Aileen langsung setuju.


"Oke, jadi kita maafan ya?"


"Iya,"


"Kita makan dulu ya, sayang aku sudah sewa mahal-mahal dan kamu tidak makan disini."


"Apa kamu orang miskin?" celetuk Aileen yang sontak saja membuat Sam tercekat, kedua alisnya terangkat.


"Hah? Kenapa kamu bilang begitu?" tanya Samuel terheran-heran.


"Habisnya kamu bilang, sayang sudah sewa mahal-mahal tapi akunya gak makan disini. Apa kamu kekurangan uang? Kalau gitu biar aku yang bayarin deh, uangku banyak kok dari Papa."


"Oh begitu ya, kalau begitu ayo masuk ke dalam...aku juga lapar. Sebentar lagi aku harus bekerja." Aileen kembali masuk ke dalam restoran mendahului Sam yang masih berdiri dibelakangnya.


"Kau lihat saja, nanti kau akan bertekuk lutut kepadaku sweetie!" ucap Sam seraya mengedipkan satu matanya dengan genit.


Sam dan Aileen makan bersama siang itu sambil mengobrol tentang diri mereka. Aileen juga mengatakan pada Sam jika ingin berkencan dengannya Sam harus menuruti semua keinginannya. Pertama, Aileen ingin Sam mengantar jemput dirinya. Sam mengatakan dia sanggup melakukan itu.


****


Setelah Sam dan Aileen memutuskan untuk berkencan, mereka sering bertemu tapi hal itu membuat Aileen semakin jauh dari Leon.

__ADS_1


Kerap kali Leon memergoki Sam dan Aileen yang begitu mesra dan hatinya terasa sangat aneh. Malam itu Leon melihat Aileen pulang diantar oleh Sam, Leon melihatnya dari balik jendela.


"Leon...bukankah ini yang kamu inginkan? Aileen sudah mendapatkan pria lain dan tidak mengganggumu lagi, kenapa sekarang kamu galau, hah?" gumam Leon bingung dengan dirinya sendiri.


Mata Leon melebar manakala dia melihat Sam memeluk Aileen didepan rumah, lalu mencium gadis itu. Seperti ada kobaran api di dalam sorot matanya. Leon bergegas menuju ke arah pintu dengan wajah marah.


Dia membuka pintu itu dan menatap Sam juga Aileen yang masih dalam posisi berpelukan. Tanpa pikir panjang, Leon langsung menarik tangan Aileen. "Akh! Papa? Papa ngapain disini?" tanya Aileen seraya menatap polos pada Papanya.


"Selamat malam om Leon." sapa Sam sambil menyeka sedikit basah dibibirnya.


Leon mendengus melihat bibir Sam yang basah dan Liptint di bibir Aileen yang berantakan. "Apa yang mereka lakukan? Astaga!"


Pikiran Leon mulai negatif melihat penampilan Aileen yang acak-acakan. Leon langsung memukul Sam hingga pria itu terjengkang ke belakang. Aileen terkejut melihat apa yang dilakukan oleh Leon.


"Pa...papa..."


"Om..." Sam melihat Leon dengan terheran-heran.


"Kamu apakah anak saya? Kenapa anak saya jadi seperti ini? Dasar anak kurang ajar! Mulai sekarang jarang dekati Aileen LAGI!" teriak Leon marah.


Haha...kena kamu Papa!


****

__ADS_1


__ADS_2