Berbagi Cinta : TETANGGAKU TERNYATA MADUKU

Berbagi Cinta : TETANGGAKU TERNYATA MADUKU
WAJAH YANG MIRIP


__ADS_3

Adzan Zuhur berkumandang Kaysan membelokkan stir ke arah kiri masuk ke pelataran Masjid. Ia melihat sekitar sebelum akhirnya menghentikan mobil hingga mobil itu terparkir sempurna. "Kita sholat Zuhur dulu ya Ra!"


"Aku tunggu di mobil saja, Kak!" Kaysan yang baru saja berbalik hendak keluar seketika menoleh.


"Kamu sedang libur?"


"Li-bur?" Lora tidak paham maksud Kay ia bertanya balik dan menatap lekat wajah Kay.


"I-ya libur. Tamu wanita."Kaysan masih berusaha menjelaskan dengan bahasanya tapi Lora masih saja bingung, ia mengerutkan dahi berfikir.


"Kamu tidak paham?" Lora menggeleng.


"Hmm ... apa ya namanya itu? Hmm______


"Oh ya, hmm ... menstruasi. Kamu sedang i-tu?" tanya Kaysan berhati-hati. Lora menggeleng.


"Lho? Lalu kenapa tidak sholat?" Lagi-lagi Lora menggeleng sambil tersenyum getir.


"Hmm ... okelah, aku sholat dulu, ya! Titip Shiza!" lirih Kay, Lora mengangguk.


Kaysan kaget Lora ternyata tidak memahami kewajiban pada Penciptanya. Ada kesedihan ia rasa, tapi ia bahkan orang baru, butuh kehati-hatian dan dengan perlahan pula memberitahu Lora. Pun Kaysan memilih memahaminya untuk saat ini.


Kaysan menjalankan ibadah Zuhur hingga beberapa saat ia akhirnya kembali dan masuk ke dalam mobil. Kaysan langsung tersenyum melihat dua raga yang sedang menatapnya.


"Yeaa ... Ayah Shiza sudah datang, kita akan jalan-jalan. Yeaa ...," pekik Shiza ia sangat bersemangat.


"Kita memang mau kemana, Kak?" tanya Lora yang sedang memangku Shiza.


"Hem ... nanti ya, kalau aku beritahu sekarang tidak surprize lagi!"


"Ahh Ka-kak," ucap Lora sambil tersenyum. Kaysan tersenyum balik.


"Apa masih jauh, Ayah?" Mata Shiza membulat memperhatikan jalanan dengan seksama. Bola mata itu sebentar ke kanan sebentar ke kiri melihat pemandangan sekitar.


"Apa kita akan berenang di sana, ayah?" Shiza menunjuk wahana air yang seluncurannya terlihat di kejauhan.


"Bukan Sayang!"


"Tapi Shiza suka berenang!"


"Iya berenangnya lain kali ya, hari ini Ayah akan bawa Shiza ke tempat yang tidak kalah seru dengan wahana air itu," ujar Kaysan.


"Baik, Ayah." Setelah menjawab tanya Kaysan. Shiza menghadapkan wajah ke Lora.


"Kalau Kak Lora senang berenang tidak?"

__ADS_1


"Senang!"


"Kalau kak Lora berenangnya suka di mana?"


"Pantai!"


"Kenapa?"


"Seru, kita akan melawan ombak!"


"Kakak tidak takut, kalau ada hiu bagaimana?"


"Hem iya untuk anak kecil seperti Shiza, tapi kalau Kakak sangat suka, itu seperti tantangan! Tentang hiu ... ia hanya akan muncul jika melihat anak yang nakal. Kak Lora kan baik," kelakar Lora.


"Shiza juga baik, kalau begitu Shiza juga tidak akan didekati hiu ya, Kak?"


"Haa ... Shiza, Kakak hanya bercanda! Hiu itu tidak ada di pantai, Sayang. Hiu hanya ada di laut." Bibir Shiza membulat.


"Kalau putri duyung? Shiza pernah lihat kartun putri duyung. Dia_________


Shiza dan Lora terus saja bercengkrama, Sedang Kaysan senang menyimak pembicaraan keduanya sambil fokus menyetir kuda besinya. Sesekali ia tertawa mendengar celoteh Shiza dan cara Lora yang ekspresif menanggapi. Hingga beberapa saat akhirnya mereka sampai.


Sebuah plat kayu dengan tulisan BRANCHSTO EQUESTRIAN PARK terpampang di hadapan mereka. Lora dan Shiza yang belum pernah ke tempat itu dibuat penasaran. Setelah beberapa pengecekan di pintu masuk, akhirnya ketiganya berada di dalam. Mata Shiza langsung terpana melihat gambar-gambar yang tertempel di sisi tempat.


"Apa kita akan bermain dengan kuda poni, Ayah?" Kaysan tersenyum, ia mengangguk setelahnya.


"Tunggu di sini, Ayah beli tiket dulu, oke!"


Shiza dan Lora terlihat antusias, mereka terus tersenyum. Shiza minta dibacakan setiap tulisan yang dilihatnya pada Lora, pun Lora dengan sabar mengikuti ingin Shiza.


"Oke kita sudah dapat tiket. Siap bertemu kuda poni?"


"Siap!"


"Ada yang mau memberi makan kuda poni?"


"Shiza mauuu ...!"


"Ada yang mau naik kuda poni?"


"Shiza mau, Ayah ... Shiza mauuu!"


"Oke ...okeee! Pertama kita beri makan kuda poninya dulu, yaa! Kita kesana dulu membeli makanan kuda poni." Shiza langsung berlari saja tak sabar. Kaysan dan Lora terus tersenyum. Lora tampak mengejar Shiza kini.


Kaysan tampak terpana melihat tingkah menggemaskan Shiza yang berpindah dari satu kuda poni ke kuda poni lainnya. Ia sangat bahagia memberi makan kuda-kuda kecil itu, hingga akhirnya Shiza berlari menghampiri Kaysan.

__ADS_1


"Ayah, kenapa hanya berdiri? Ayo Ayah ikut beri makan poni!"


Sepuluh menit berlalu, Kaysan mengajak Shiza dan Lora melewati kandang-kandang kuda poni dengan berbagai corak cantik. Shiza menunjuk satu kuda poni berwarna pink yang ia sukai dan Kaysan meminta petugas mengeluarkan poni itu. Ya, Kaysan akan memberikan Shiza sensasi menaiki kuda yang belum pernah ia lakukan sebelumnya. Setelah memakai rompi pengaman ditubuh Shiza seorang petugas menaikkan Shiza di punggung kuda tersebut.


Awalnya Shiza takut, tapi setelah Kaysan memberi pengertian, ia akhirnya berani. Lora memakaikan topi ke kepala Shiza baru petugas bersiap di samping kuda menggiring kuda itu membawa Shiza mengelilingi tempat wisata tersebut.


"Apa semua aman, Kak?" Ada khawatir Lora rasa.


"Tenang saja, kudanya sudah jinak, toh ada petugas juga yang mengikuti," jawab Kaysan menarik lengan Lora dan membawa gadis itu duduk di kursi di sisi taman.


Sekitar 10 menit akhirnya Shiza kembali, wajah semringahnya terlihat. Jelas ia sangat bahagia setelah aktivitas itu. Setelahnya Kaysan mengajak kedua gadis beda usia yang sama-sama terlihat senang itu menaiki kereta memutari area Branchsto.


Kereta berhenti, Kaysan mengajak keduanya kini ke area memanah.Tak disangka Lora sangat piawai membidik. Panah yang di tarik selalu mendarat tepat pada sasaran. Kaysan mencoba beberapa kali, tapi panahnya mendarat hanya di bagian sisi papan. Lora senang mengejek Kaysan, tapi Shiza terus membela ayahnya itu.


Setelah bermain panah, Kaysan memasuki arena ATV RIDE. Kaysan menaiki mobil besar itu bersama Shiza, sedang Lora sendiri. Keduanya saling berkejaran melewati jalan lintasan yang sudah disediakan.


"Go Ayah ...! Go Ayah ...! Ayo Ayah, jangan sampai kita kalah. Kejar mobil kak Lora!"


"Iya Sayang! Angkat kaki Shiza kita akan melewati kubangan lumpur! Pegang stir yang kuat jangan lupa Sayang, kita akan mengebut!"


"Yeaa ...."


Pertandingan berlangsung sengit, Shiza terus berteriak-teriak menyemangati Kaysan tak ingin mobil yang dinaiki sang ayah kalah. Namun hampir di dititik akhir Lora membelokkan stir hingga Kaysan lah yang keluar menjadi pemenang. Tawa dan bahagia Shiza pecah, ia terus memuji Kaysan dan meledek Lora. Lora menanggapi itu semua dengan senyuman.


Waktu menunjukkan pukul 15:10 saat ketiganya memutuskan mencari makan. Walau senyum Shiza tak berhenti mengembang, namun wajah letih itu tergambar jelas. Kaysan menyugar rambut depan dan rambut-rambut di samping kanan kiri wajah Shiza dan menariknya ke belakang. Kaysan mengusap keringat itu dengan tisu dan menciumi wajah Shiza.


"Shiza senang?"


"Senang, Ayah! Besok Shiza mau ajak mami dan papa kemari!"


"Tapi mami Shiza kan sedang hamil besar, jadi belum boleh kesini, nanti mami letih!" lontar Lora. Wajah Shiza memberengut.


"Kita akan ramai-ramai ke tempat ini lagi setelah bayi-bayi di perut mami keluar, bagaimana?" utar Kaysan


"Yeaa ... benar ya, Ayah!"


"Benar Sayang, nanti Ayah akan merayu Papamu," ucap Kaysan kembali mencium lagi wajah cantik putri kandungnya itu. Lora bergeming dan tersenyum getir, ia menangkap kedekatan dua raga di hadapannya tampak bukan seperti kedekatan om dan keponakannya. Ia merasa kasih sayang Kaysan tak ubah kasih sayang ayah pada anaknya. Pun ia menelan kasar salivanya saat kedua wajah itu sangat dekat dan Shiza bergitu mirip Kaysan.


_________________________________________


☕Happy reading😘


☕Maaf baru up, bantu vote karya ini, ya!


☕Mampir juga ke karya sahabat literasi Bubu yuk, kisah berbagi cinta juga. Semoga suka❤️❤️

__ADS_1



__ADS_2