Berbagi Cinta : TETANGGAKU TERNYATA MADUKU

Berbagi Cinta : TETANGGAKU TERNYATA MADUKU
KAYSAN BERSAMA SIAPA?


__ADS_3

"Bagaimana kabar Aric? I-a ... baik-baik sa-ja bu-kan sepeninggalku?"


"Kak Aric baik!"


"Apa ia masih bekerja di tempat yang dulu?"


"Tolong jangan ganggu hidup kak Aric, Kak? Kak Aric sudah melupakan Kakak dan hidup bahagia saat ini!" lugas Kaysan menyeruput kembali cappucinonya.


"Kak Salwa mau pesan apa, biar aku pesankan?"


"Lemon tea boleh!"


Kaysan melambaikan tangan ke arah pramusaji dan memesan apa yang Salwa mau. Ya, wanita itu adalah Salwa, ia kekasih Aric sejak duduk di bangku SMA. Mereka lulus dan berkuliah di tempat yang sama. Tiga tahun berlalu semua berjalan baik hingga orang tua Salwa bercerai dan ayahnya membawa ia dan Lora ke luar negeri.


Rasa cinta yang dalam membuat Aric saat itu memohon-mohon agar Salwa tidak meninggalkannya. Aric saat itu yang sedang menjalani sidang akhir sembari membantu bisnis Rico melontarkan keseriusan pada Salwa. Ia bersedia menjamin hidup Salwa. Tapi ayah Salwa, Tyo menolak. Ia ingin putrinya menyelesaikan kuliah dan menggapai mimpinya sebagai model. Tyo sadar jika Salwa menikah pasti akan banyak aturan dalam menjalani profesinya nanti. Pun ia bersikukuh memisahkan dua insan itu.


"Jika kamu berfikir aku akan mengganggu Aric kamu salah, Kay! Bahkan aku akan segera bertunangan," ucap Salwa mematahkan asumsi Kaysan.


Walau saat Aric berpisah dari Salwa Kaysan masih duduk di bangku SMP, tapi Kaysan bisa melihat kerapuhan Aric yang sangat terpukul kehilangan cintanya. Aric abai pada kondisi tubuhnya, di rumah ia banyak mengurung diri di kamar dan keluar saat malam berkumpul dengan teman-temannya di kafe dan pulang hingga larut. Kaysan sungguh takut kehadiran Salwa kembali akan menggoyahkan rasa yang selama ini jelas kakaknya berikan hanya pada Sashi, mantan kekasih yang ingin selalu ia lihat bahagianya.


"Bagus kalau begitu. Oh ya, Kak ... aku baru tahu kamu punya adik bernama Aurora!" ucap Kaysan.


"Ayolah Kay, apa kamu lupa dengan Lora? Dulu saat kencan dengan kakakmu aku sering mengajaknya, kalian dulu juga begitu senang mengobrol bersama!"


Kaysan bergeming sesaat. "Ta-pi setahuku adik Kakak berna-ma Aqis, mmm ... Balqis?" Salwa tertawa.


"Aurora Balqis memang namanya!" Bibir Kaysan membulat, Salwa memperhatikan Kaysan yang diam-diam sedang mencuri pandang pada Lora yang sedang bermain capit boneka bersama Shiza.


Kaysan meraih ponsel yang tiba-tiba bergetar di sakunya. "Maaf, sebentar ya, Kak!" ucap Kaysan pada Salwa sebelum ia akhirnya menjawab panggilan itu.


"Kay sedang di mana? Jangan lupa memberi makan siang Shiza, ya!" Kaysan tersenyum mendengar suara yang sangat ia kenal.


"Iya, Shiza sudah makan kok," jawabnya.


"Memang Kay di mana? Kenapa suaranya begitu riuh?" tanya Sashi yang sudah berada di lantai bagian bawah Mall besar itu. Ia dan Aric memutuskan menelepon Kaysan untuk mengetahui keberadaan keduanya.

__ADS_1


"Kami di Fun World."


"Oh yasudah, Sashi ingin memastikan Shiza sudah makan atau belum saja! Bye Kay."


"Mereka di Fun World, Kak," ucap Sashi setelahnya menatap Aric. Pun keduanya segera menaiki lift ke arah wahana permainan itu berada.


"Kak Salwa kapan kembali dari Amerika? Kudengar Kakak sudah menjadi model top di sana!" tanya Kaysan setelah Sashi menutup panggilannya.


"Baru beberapa hari yang lalu, kebetulan calon suamiku asli Indonesia dan seluruh keluarganya di sini. Jadi pertunangan kami akan dilangsungkan di Indonesia," ucap Salwa menyeruput lemon teanya.


"Setelahnya Kakak dan Lora akan kembali ke Amerika, kah?" Sungguh walaupun Salwa sudah akan bertunangan tapi ke khawatiran hadirnya mengusik sang kakak itu ada. Ia ingin memastikan itu plus memastikan Lora tetap tinggal di Indonesia atau tidak.


"Tak lama bertunangan kami akan menikah dan aku akan menetap di Indonesia. Lora juga sudah mengurus kepindahan kuliahnya." Ada sesak di hati Kaysan mendengar jawaban Salwa, tapi berusaha keras ia pupus. Ia harus yakin kakaknya tidak akan terusik, toh ia juga sedang menanti bayi di perut Sashi.


Keduanya masih saling berbincang tak menyadari dua raga mulai memasuki area fun world dan mencari keberadaan sang putri.


"Ka-k, itu Kay!" Setelah mengedar pandang beberapa saat, Sashi yang begitu antusias sudah menemukan raga Kaysan.


"Kay bersama siapa i-tu, Kak? Mereka hanya berdua, di mana Shiza?" Sashi kembali mengedar pandang, kali ini sosok sang putri-lah yang menjadi objeknya.


"Anak itu ternyata diam-diam kencan mengajak Shiza, membawa orang pula untuk menjaga anak kita! Dasar!" terka Aric, ia terus mengeleng-geleng.


"Apa artinya Kaysan sudah serius dengan wanita itu, Kak?"


"Hmm ... bisa saja!" tukas Aric.


"Ayo Kak kita ke sana! Aku tidak sabar ingin lihat wanita yang bisa meluluhkan Kay!" Baru saja Sashi ingin menarik lengan suaminya itu, Aric menahan tubuhnya. Aric menarik pinggang Sashi dari samping hingga tubuh keduanya tak berjarak.


"Ada yang sangat kepo dengan kekasih sang mantan rupanya!" Aric merendahkan kepalanya berbisik pada Sashi.


"Kakak apa sih, jangan mulai!" balas Sashi.


"Sebelum ke sana, katakan dulu kamu mencintaiku!" goda Aric kembali menempelkan bibirnya ke pelipis Sashi, ia berbisik.


"Kakak posesif!" Sashi berjinjit dan berbisik balik.

__ADS_1


"Aku memang posesif, aku harus memastikan pesona adikku tidak mengusikmu!"


"Aku cinta Kakak! Sashi Mumtaz hanya milik Alaric, hanya sayang Alaric dan sudah membuang masa lalunya ke dasar lautan terdalam!" ucap Sashi tak ingin berlama membahas hal yang tak penting untuknya itu. Sashi meraih bahu Aric dan menghadapkan wajahnya ke wajah Aric. Ia mengecup pipi Aric setelahnya. Aric tersenyum.


"Permisi Pak, Bu ... jika ingin bermesraan tolong jangan di sini! Silahkan di rumah saja sebab di sini banyak anak kecil!" Seorang pria tegap dengan kaos hitam mendekat. Dari logo di kaosnya jelas ia adalah pekerja di area bermain itu.


Aric seketika memberi jarak tubuhnya. "Oh, iya Mas, maaf!" ucap Aric dengan rasa yang campur aduk.


"Kakak sih nakal!" ucap Sashi sembari melangkahkan kakinya menjauh dari sang lelaki tadi berada.


"Kamu yang nakal pakai acara cium-cium tadi!"


"Lho kenapa aku? Kakak yang mulai lebih dulu!"


"Jelas kamu tadi yang ingin cari kesempatan menciumiku!"


"Ka-kak?"


"Oke, oke ... maaf! Aku hanya bercanda istriku yang termanja dan tercantik!"


"Kakak curang, awas saja nanti aku akan minta dukungan Shiza dan si kembar untuk melawan Kakak yang senang meledekku sembarangan!"


"Ahh, Sayang ... kita sudahi perdebatan ini, oke! Aku Sayang kamu, jangan marah denganku!" Sorot mata Aric bersungguh-sungguh. Sashi tersenyum


"Aku tidak benar-benar marah kok, Kak!" Keduanya akhirnya sama-sama tersenyum.


Kedua raga semakin dekat dengan posisi Kaysan. Menatap tubuh wanita yang sedang bersama Kaysan, Aric mulai gelisah. Ia seakan tak asing dengan bentuk tubuh dan rambut yang tergerai tampak dari belakang itu.


..._________________________________________...


☕Happy reading😘


☕Selalu dinanti komen kalian❤️❤️


__ADS_1


☕Salwa Janica😍


__ADS_2