Berbagi Cinta : TETANGGAKU TERNYATA MADUKU

Berbagi Cinta : TETANGGAKU TERNYATA MADUKU
MUNGKINKAH KAK ARIC AYAH CIARA?


__ADS_3

Matahari semakin merangkak naik. Tiga puluh menit berlalu setelah sebelumnya Sashi menidurkan Shiza, ia masih berdiri di tempat yang sama di tepi jendela memandang nanar ke arah luar.


Pandangan apa yang ia lihat sangat tak pasti, ia hanya membiarkan netranya mengedarkan pandang, melihat tampilan bermacam warna tanpa hati turut berkolaborasi.


Hati itu penat, otak labil yang pagi tadi telah rela dimadu kini gencar memaki diri atas keputusan bodohnya. Keputusan bodoh disertai perilaku bodoh yang dengan mudah luluh termakan ucap manis dan sentuhan lelakinya.


Netra itu spontan kembali mengeluarkan lahar bening. Rasa takut kehilangan mewarnai, tapi ia bahkan tak tau bagaimana mempertahankan. Aruna tentu bukan lawan yang mudah dikalahkan, Ia kuat karena kehidupan telah mengguncang jiwa raganya hingga menjadi sosok tangguh. Tapi Sashi, ia anak kemarin sore yang belum lama masih merengek minta uang jajan, tiba-tiba ia harus menyusui seorang bayi, melayani kebutuhan biologis laki-laki dan tanpa permisi nyatanya telah dimadu.


Sashi masih memandang nanar ke luar jendela dengan tanya di otak bagaimana cara menghadang Aruna menguasai Aric. Sashi sadar betul Ciara adalah alat Aruna, sakit Ciara adalah senjata wanita itu mengendalikan lelakinya. Otak itu masih bergerumul mencari pemecahan, hingga seketika bayang Bagas masuk ke sana.


Ya, seketika Sashi teringat Bagas. Sashi kesal pada Bagas yang menjadi ayah tidak bertanggung jawab, hingga suaminya yang harus menanggung hidup mantan istri dan anaknya itu. Sashi memang belum tau perihal latar belakang Ciara, ia hanya tau Bagaslah sumber dari segala masalah ini.


Sashi yang murka, langsung mencari keberadaan ponselnya dan menelepon lelaki tak bertanggung jawab itu, Bagas.


Tak menunggu lama panggilan atas Bagas tersambung. Bagas memang telah menyimpan nomer Sashi, ia penuh semangat menyambut panggilan gadis cantik yang mempesona dengan kepolosan dan sifat apa adanya itu.


📲Hai Mami kecil Sashi!


📞Mas Bagas jangan banyak bicara! Mas Bagas ternyata selain suami yang lalim pada istri,


juga buta hati pada anaknya!


📲Ho ho ... ada apa ini?


📞Jangan pura-pura bodoh! Mas pernah ke rumahku memberi bukti hubungan suamiku dengan mantan istri Mas. Tapi Mas lah sumber dari segalanya. Kenapa Mas mengusir mbak Aruna malam itu padahal kondisi Ciara kurang baik! Aku jadi curiga ini semua sebetulnya rencana mas Bagas dan mbak Aruna supaya mendapat pengobatan gratis untuk Ciara, anak mas Bagas!


📲Ciara? Memang sakit apa anak itu?


📞Mas Bagas kelewatan! Jangan bilang Mas Bagas tidak tahu Ciara mengidap Leukimia!


📲Leukimia?

__ADS_1


📞Iya! Cepat donorkan sum-sum tulang Mas Bagas! Agar Ciara cepat sembuh dan mbak Aruna berhenti mengganggu suamiku!


📲Jujur, saya tidak paham yang mbak Sashi katakan!


📞Aku sudah tau pernikahan itu benar adanya, tapi kesembuhan Ciara dijadikan alasan mbak Aruna untuk terus mengikat mas Aric dalam pernikahan itu. Dan tranplantasi sum-sum tulang adalah satu-satunya cara Ciara dapat pulih dan berlangsung hidup lebih lama! Kenapa mas Bagas, begitu santai padahal kondisi Ciara tidak baik? Huhhh ... mas Bagas sungguh lelaki yang buruk!


📞Stop menjudgeku mbak Sashi! Kenapa pula sum-sumku akan cocok?


📲Karena mas Bagas adalah ayah Ciara! Aku baru saja browsing kesamaan sum-sum bisa diperoleh dari ayah atau saudara kedarah, ya walau peosentase dari saudara lebih kuat tapi tidak ada salahnya mas Bagas cek dulu sum-sum mas Bagas!


📞A-yah? Tapi Ciara bukan anakku! Mana mungkin sum-sum kami akan cocok?


📲Hahh, bukan anak mas Bagas? La-lu Ciara anak si-apa?


Bagas terdiam, ia ingat janjinya pada Rico untuk merahasiakan identitasnya. Yah, walau beberapa waktu lalu dengan imbalan uang yang fantastis ia telah membuka semua pada Aric, tapi untuk memberitahu Sashi tentu tidak mungkin ia lakukan.


Bagas hatinya telah mati. Setelah selama ini ia memperlakukan Aruna bak sampah sebab telah menjual kehormatannya pada Rico, tak peduli tentang Aruna dan Ciara, Aric bahkan Sashi sekali pun. Bagi Bagas mereka adalah orang-orang bodoh yang bisa menjadi ladang uangnya, itu saja!


📞Hee ... tenang ... tenang, Mbak! Oke saya beritahu sebuah kebenaran. Ciara bukan anak biologis saya! Saya menikahi Aruna saat ia sudah mengandung Ciara!


📲Hahh ...?


Sashi bertambah panik. Semakin tak jelas asal usul Ciara akan membuat donor sum-sum itu lambat dilakukan. Artinya apa? Hubungan Sashi dan Aric akan selalu dalam bayang-bayang Aruna.


📲La-lu siapa ayah kandung Ciara, Mas?


Bagas yang melihat raut gelisah Sashi dari layar ponselnya, tiba-tiba memiliki rencana untuk mengganggu Sashi. Ia agaknya senang melihat gadis kecil itu panik.


📞Untuk itu aku tidak ta-u. Ta-pi, mengapa aku tiba-tiba mencurigai seseorang. Pak Aric sangat peduli pada Ciara, ia sepertinya begitu menyanyangi Ciara. Mbak Sashi ... tidakkah mbak Sashi juga berfikir seperti yang saya fikir-kan? Mungkin-kah Ciara sebetulnya anak Pak Aric sen-di-ri?


Tut Tut Tuutttt ....

__ADS_1


Sashi geram akan ucapan Bagas. Ia marah, bisa-bisanya Bagas bicara seperti itu. Sashi memutus panggilannya.


"Mana mungkin kak Aric ayah Ciara! Mas Bagas sedang mempermainkanku, sebal! Sebal! Kenapa juga tadi aku harus menghubungi mas Bagas. Tapi kak Aric memang begitu menyanyangi Ciara. Mungkinkah justru kak Aric yang sedang mempermainkanku? Nyatanya ia sudah pernah berhubungan dengan mbak Aruna di masa lalu dan lahir Ciara. Keduanya bertemu lagi dan benih cinta itu kembali tumbuh. Dengan alasan Ciara kak Aric akhirnya menikahi mbak Aruna ...."


"Hahh .... Bagaimana jika memang seperti itu yang terjadi? Tidak ... kak Aric sangat jahat kalau sampai itu benar. A-ku Sashi Mumtaz ... sangat benci laki-laki pembohong. Ka-kak ... itu tidak benar, kan? Tunggu, aku harus mencari tau kebenaran tentang Ciara!"




Pukul 16: 10 saat mobil yang dikendarai Ojo berhenti di pelataran rumah Aruna. Ojo sudah belajar dari pengalaman saat Sashi marah padanya dan pergi keluar sendiri hingga membuat Aric panik.


Ojo kini menurut ke mana saja Sashi memintanya mengantar, tapi untuk ke rumah Aruna, ia akan menghubungi dan mengabari Aric.


Kaki-kaki Sashi melangkah ragu awalnya tapi ia kokohkan niat untuk menanyakan Aruna siapa sesungguhnya ayah Ciara. Pun Sashi juga ingin bicara juga pada Aruna bahwa ia tak akan membiarkan wanita itu menguasai suaminya. Sashi sangat yakin dengan keputusannya datang ke sana. Dinaikkan sedikit tubuh Shiza, memperbaiki letak gendongannya atas tubuh putri kecilnya itu.


Sashi mengetuk pintu utama rumah Aruna, tak berselang lama wanita paruh baya membuka pintu dan mempersilahkan Sashi duduk.


Wanita itu naik ke lantai atas, menemui dan mengabarkan kedatangan Sashi pada majikannya. Sashi masih bergeming dengan berbagai asumsinya. Berkali ia menarik napas dan membuang ke udara, berusaha menetralkan emosinya.


Sashi masih bergeming hingga di dengarnya langkah kaki menuruni tangga. Mata Sashi membulat. Ya ... lagi-lagi Sashi terperanjat melihat kesexyan Aruna. Ditelan kasar salivanya, ia bergumam dalam hati.


"Pakaian itu .... Sangat sero nok! Tak pantas dikenakan oleh seorang ibu. Gawat, sangat gawat! Jika kak Aric terus disodorkan pemandangan seperti ini, bisa-bisa pertahanannya akan roboh! Aku tidak akan membiarkan itu terjadi! Ta-pi tung-gu! Ingat tujuanmu ke sini Sashi. Bahkan kamu kesini untuk memastikan apakah Kak Aric adalah ayah Ciara. Jika itu benar, tiada maaf untukmu, Kak!"


_________________________________________


☕Happy reading😘😘


☕Jangan lupa like dan komen yaa ...


☕Yang favorit mulai banyak tapi semua silet reader. Please kasih jejak kalian. Bubu ingin kenal kalian. Tunjukkan kehadiran kalian dengan memberi komen untuk karya ini❤❤😌

__ADS_1


__ADS_2