Berbagi Cinta : TETANGGAKU TERNYATA MADUKU

Berbagi Cinta : TETANGGAKU TERNYATA MADUKU
AQIQAH SI KEMBAR


__ADS_3

"Oh ya Papa, siapa nama adik Shiza?"


"Hmm ... siapa ya, nanti kita tanya setelah mami bangun ya!" Shiza mengangguk masih terus mengusap-usap wajah adiknya, sedang Aric memilih mengambil kursi dan duduk di sisi ranjang Sashi. Berkali ia mencium perlahan wajah istrinya yang baru saja berjuang untuk dua buah hatinya. Ada keharuan ia rasa, membayangkan bagaimana awal keduanya bersama, keterpaksaan yang mengikat keduanya hingga akhirnya benih rasa itu tumbuh dan tanda cinta itu akhirnya mereka miliki.


Mata itu masih terus menatap wanitanya. Ya, Aric tak pernah bosan menatap pancaran polos yang tertidur di hadapannya, kepolosan yang masih sama seperti dulu, walau nyatanya telah banyak pilu membingkainya. Aric masih terlarut dalam aktivitas bergemingnya hingga tak menyadari seseorang telah masuk dalam ruang itu.


"Kak," sapa pria tegap yang memiliki ketampanan tak kalah dengan Aric. Ya, pria itu tak lain adalah Kaysan adiknya. Kaysan yang hari ini mengikuti tes di sebuah perusahaan Jepang sebagai HRD sesuai bidang psikologinya kini berdiri di belakang raga sang kakak dengan berbagai rasa yang campur aduk.


"Kay, kamu sudah datang? Bagaimana tesmu tadi?" tanya Aric seketika.


"Semua lancar, Kak. Besok aku diminta datang ke perusahaan itu lagi untuk melakukan interview."


"Bagus, aku senang. Tapi apa kamu sudah yakin tidak mau memegang cabang bisnis Papa?"


"Tidak Kak, aku ingin meraih mimpiku sendiri. Aku memang berniat berbisnis pula, tapi aku ingin mengumpulkan modal sendiri!"


"Semua pilihan. Aku bangga pada niatmu!" Kaysan tersenyum.


"Oh ya bagaimana kondisi Sashi dan bayi-bayi kalian? Kudengar dari papa salah satu bayi dilahirkan di-mobil?" Mata itu membulat, Kaysan serius menunggu jawab sang kakak. Aric mengangguk.


"Benar, tadi Sashi sudah tidak kuat dan akhirnya kami melakukan persalinan dadakan di mobil."


"Pasti menegangkan saat itu!"

__ADS_1


"Sangat. Aku baru tahu betapa luar biasanya wanita menghadirkan jiwa baru ke dunia dan Sashi sangat luar biasa!"


"Ia terlihat sangat letih!" lirih Kaysan menatap Sashi yang tengah tertidur. Aric mengangguk.


"Oh ya, kita mengobrol di sana saja!" Keduanya menuju sofa. Baru raga itu mendarat di sofa, raga kecil yang sejak tadi tampak sibuk di sisi box bayi seketika mendekat.


"Ayah ... Shiza sekarang punya dua adik!" celoteh Shiza tiba-tiba. Ia yang sedang bahagia tak mau kalah turut bercerita pada Kaysan. Ia melingkarkan jemari kecilnya ke leher Kaysan dan beberapa kali mencium ayahnya itu, mencari perhatian sang ayah tepatnya. Aric menggeleng-geleng dibuatnya.


"Oh ya, jadi putri kecil ayah sudah jadi kakak?" Shiza mengangguk dengan binar memenuhi wajah cantiknya.


"Iya, itu di sana ada adik Shiza, adik Shiza ada dua, Ayah. Ayo kita lihat adik Shiza!" Jemari kecil itu sudah menarik dengan kuat lengan Kaysan mendekat pada box bayi bergambar dolphin yang lucu.


"Yang ini laki-laki, yang ini perempuan. Kata opa yang perempuan cantik seperti Shiza."


...~∆∆∆~...


Rembulan mulai merangkak naik ke angkasa, bias sinar yang ditimbulkan tampak begitu terang dibanding malam-malam sebelumnya. Adzan isya baru saja berkumandang dan raga-raga dalam rumah berdominasi abu-abu langsung menjalankan ibadah mengikuti seruan Tuhannya.


Tak terasa dua minggu berlalu, mempertimbangkan kondisi Sashi dan kedua bayi akhirnya pengajian dalam rangka syukuran sekaligus aqiqah si kembar baru bisa digelar malam itu.


Lagi-lagi Aira dan Kalina mengecek berbagai hal untuk acara cucu kembar mereka, mengingat kembali hal apa yang kurang dan melengkapinya. Shiza menggunakan gamis berbahan katun bunga-bunga nan manis sudah tampil cantik di ruang keluarga bercengkrama bersama Kaysan dan Lora.


Ya, hubungan Kaysan dan Lora semakin dekat. Keinginan Rico yang meminta Kaysan mengenalkan gadis padanya membuat Kaysan akhirnya mengenalkan Lora yang notabenenya adalah anak wanita dalam masa lalu Rico.

__ADS_1


Kaysan sadar semuanya tidak akan mudah, tapi ia sudah bertekad memperbaiki keimanan Lora, juga memperbaiki hubungan kedua keluarga mereka hingga tidak ada dendam lagi di kemudian hari.


Lora juga sudah mengetahui Shiza anak kandung Kaysan dan menerimanya toh tidak ada manusia tanpa cela, itu menurut Lora. Di luar jam kuliah, Lora bahkan sering ke rumah Aira, bercengkrama dengan Sashi, bermain dengan Shiza, juga ikut membantu Sashi mengurus si kembar.


Lora sering memperhatikan Sashi, perilaku Sashi yang manja tapi bisa menuntaskan seluruh pekerjaannya, mengurus anak-anak tanpa bantuan pengasuh sungguh membuat Lora terkesima. Tak jarang keduanya pun berbincang masalah agama, tentang hak dan kewajiban seorang muslim, termasuk di dalamnya kewajiban memperhatikan pakaian juga menutup kepala bagi muslimah dengan tujuan untuk menjaga muslimah itu sendiri.


Perubahan itu memang tidak bisa instan, tapi perlahan hati itu mulai terketuk, Lora mulai minta diajari Kaysan beribadah dan ikut pula mengikuti kajian ustadzah Lulu yang kerap datang ke rumah Aira. Lora senang baik keluarga Kaysan maupun keluarga Sashi tidak pernah membedakan terlebih memaksanya harus melakukan begini dan begitu, tapi dari perilaku santun dan melihat aktivitas keluarga itu, Lora yang justru ingin mengetahui lebih banyak ilmu baru yang tak diperolehnya selama ini.


Acara pengajian berlangsung hikmat dan lancar. Seluruh tetangga, rekan, kerabat, kolega, karyawan memenuhi rumah berdominasi abu-abu tersebut. Sashi menggunakan gamis berwarna soft pink tampak cantik malam itu, juga Aric yang menggunakan koko putih menampilkan dengan jelas aura ketampanannya. Keduanya kini mengendong si kembar tampak memutari para tamu didampingi Aira dan Kalina, memohon doa dari hadirin yang hadir adalah tujuan keduanya.


Acara pengajian akhirnya selesai, satu persatu para tamu pulang meninggalkan dua keluarga yang masih berada di rumah dominasi abu itu.


Di ruang keluarga, Sashi tampak terus tersenyum saat Shiza melontar meminta Lora menjadi bundanya. Kaysan menarik alis itu ke atas menatap Lora, ia yang sudah bekerja kini pada perusahaan Jepang tampak menggoda Lora, ingin melihat reaksi Lora.


"Kakak kan masih sekolah, Sayang ... nanti kalau Kakak sudah lulus baru Kakak bisa jadi bunda untuk Shiza," jawab Lora mengerucutkan bibir ke arah Kaysan. Kaysan kini mengangguk mengiyakan ingin Lora, toh masih banyak pula PRnya pada Lora. Ia hanya senang menggoda Lora, ya setidaknya Lora tahu Kaysan tidak main-main pada hubungan keduanya.


Aric tampak terus mengusap bahu Sashi yang tengah menyusui bayi Tayya di tutup celemek menyusui. Aric tersenyum semringah melihat adiknya itu telah membuka hati pada Lora sembari sebelah lengannya tak berhenti mengayun baby Shilla. Ya, nama yang disematkan Sashi dan Aric pada si kembar adalah Arshilla dan Athayya. Arshilla Syaquena Perwira dan Athayya Syakala Perwira.


..._________________________________________...


☕Happy reading😘


☕Besok End❤️❤️

__ADS_1


☕Terima kasih yang telah mensupport mbak Sashi hingga bab ini, big hug 4 u all🤗🤗


__ADS_2