Berbagi Cinta : TETANGGAKU TERNYATA MADUKU

Berbagi Cinta : TETANGGAKU TERNYATA MADUKU
MENGAPA SUM SUMKU TAK COCOK


__ADS_3

"Apa ini? Apa yang Mas Lutfi bicarakan? Siapa yang punya istri lain?" Mata Kalina membulat mendengar pernyataan yang samar ia dengar.


"Siapa lagi kalau bukan putra kalian berdua!" lugas Lutfi.


"A-ric?"


"Kalian itu aneh seperti ada putra lain saja. Tentu saja Aric!" Tubuh Kalina tiba-tiba hilang keseimbangan.


"Sayang ...." Rico dengan cepat meraih tubuh istrinya, membawanya duduk di sofa di sampingnya, di hadapan Lutfi.


"Pa, a-pa i-ni? A-ric tidak mungkin-----


"Tenang Ma! Kau Lutf, jangan sembarangan asal bicara saja!" Rico memang pandai bersandiwara. Ia yang sesungguhnya tau perihal istri kedua Aric memilih berpura tidak tau menahu.


"Maaf, aku bukan orang yang suka sembarangan bicara! Bahkan Aric telah mengakuinya!"


"A-ric me-ngaku-i-nya?" Kalina memastikan yang didengarnya.


"Iya, Aric sudah mengakui dan menjelaskan semua alasannya. Tadinya kufikir kalian sudah tau dan aku marah karena kalian menutupi semua dariku dan Aira. Tapi bahkan kalian tidak tau apa yang putra kalian telah lakukan! Hahh ...." Lutfi menggelengkan kepala.


Kalina yang syok terus mengatur nafas sembari menatap Lutfi. Rico bergeming.


Melihat dua orang di hadapannya hanya terdiam tak ada reaksi, Lutfi merasa tak ada gunanya ia di sana.


"Oke, aku harap kalian bisa memberi dukungan Aric untuk segera mengakhiri hubungannya dengan wanita itu! Dan selama itu, Sashi dan Shiza akan tinggal denganku! Aku permisi!" lugas Lutfi membalik badan dan berjalan menuju pintu utama.


"Tunggu!" teriak Kalina. Lutfi berhenti.


"Jangan pergi! A-pa .... A-pa alasan Aric yang ia lontarkan padamu sampai bisa ia menduakan Sashi?"


Kalina sungguh tak menyangka dengan keputusan Aric yang dibuat sepihak itu. Ia yang melihat sendiri hubungan anak dan menantunya itu harmonis tanpa masalah sungguh merasa kaget dibuatnya.


"Sebaiknya kalian tanya sendiri pada putra kalian yang sok pahlawan itu! Ajari ia menempatkan kapan ia bisa menjadi pahlawan dan kapan tidak!"

__ADS_1


"Mak-sud Ma-s Lut-fi?"


"Tanyakan pada Aric, kalian akan menilai sendiri! Jangan buat aku seolah memprovokasi hubungan kalian!"


"Ma-s, tunggu!" Kalina kembali memanggil Lutfi yang berjalan menjauh. Lutfi tak enak hati melihat Kalina yang terlihat tulus itu mengiba memanggilnya, ia pun menoleh.


"Jangan pisahkan Sashi dari Aric! Entah mengapa aku yakin putraku itu tak mungkin gegabah memutuskan sesuatu apalagi membagi cintanya. Ia mencintai Sashi, aku yakin itu!"


"Aku tahu ia mencintai Sashi. Tapi perilakunya sudah salah! Aric harus menceraikan wanita itu baru ia bisa membawa Sashi!" Kalina menunduk beberapa saat, baru berucap lagi.


"Kau tau siapa wanita yang dinikahi Aric itu, Mas? Aku harus bertemu dengannya!" lirih kalina.


"Aku tidak mau tahu tentang wanita itu. Mbak Kalina bisa tanya sendiri pada Aric! Aku ada urusan lain, permisi!" Tak menunggu lama raga Lutfi sudah tak terlihat.


...▪♧♧♧▪...


Sore harinya Kalina segera mengajak sopir ke kediaman Aric. Kalina sungguh tak bisa menunggu, Rico yang memiliki urusan dan baru ada waktu esok untuk menemui Aric akhirnya memilih pergi sendiri.


Sumi memanggil Aric, Aric kaget dengan kedatanagn Kalina, tapi ia sudah bisa menebak ibunya itu pasti sudah tau semua yang terjadi. Pun ia segera turun menemui ibunya itu.


Raga tegap membuka pintu geser yang membatasi ruang keluarga itu. Dua mata seketika bertemu dengan pancaran yang sulit diartikan. Kalina menatap wajah itu lekat dan segera membuangnya. Ada kekecewaan di sana. Aric mendekat pasrah, dijatuhkan seketika raganya bersimpuh di hadapan wanita yang begitu dicintainya itu. Ya, wanita nomer satu di hati Aric adalah Kalina baru Sashi kemudian menyusul Shiza.


Kalina masih membuang wajah itu, Aric meraih jemari Kalina dan menciuminya. Kalina berusaha menarik jemarinya tapi ditahan jemari kekar Aric, tak bisa terlepas. Pun ia pasrah.


"Ma-af, Ma," lirih Aric mengusir keheningan.


"Ceritakan semuanya, jangan ada yang ditutupi!"


Aric menceritakan semuanya, kejadian dari mulai pengusiran yang dilakukan bagas atas Aruna dan Ciara, hingga ia mengikuti dan mendapati Aruna ingin mengakhiri hidupnya dan putrinya di atas rel kereta. Permintaan Aruna di saat terakhir kereta akan melintas yang membuat ia tak berdaya dan terikat janji yang terucap pada Aruna.


Pun Aric menceritakan pula mengenai sakit Ciara. Ia iba pada gadis kecil itu dan ingin menyembuhkannya. Pun ia juga berjanji akan tetap mendampingi Aruna menyembuhkan Ciara dan hanya akan bercerai saat Ciara sembuh.


Membahas mengenai Ciara, sungguh Aric tak bisa menatap wajah Kalina. Perih dirasa hatinya. Entah bagaimana perasaan Kalina jika ia tau siapa ayah Ciara. Ia memilih menutup sosok ayah Ciara. Sosok tak bertangung jawab yang justru menikahkan Aruna dengan Bagas.

__ADS_1


Cerita itu selesai, Aric melihat Kalina menarik napasnya panjang berulang kali sambil memijat pelipisnya. Aric sangat tau wanita itu kaget dengan cerita yang baru saja ia dengar. Tak menyangka pasti anaknya bisa menutupi hal besar seperti itu darinya.


"Ceraikan wanita itu sekarang juga!" lugas Kalina setelah beberapa saat terdiam. Sorot mata itu tajam seperti harimau hendak menerkam mangsanya.


"Ma-af, ti-dak ... tidak bi-sa, Ma," lirih Aric.


"Kamu bilang tadi terpaksa melakukannya, kan? Mengapa sulit sekali menceraikannya, hah?"


"Perjanjian! Ada perjanjian tertulis bahwa Aric baru bisa menceraikan Aruna saat Ciara sembuh, Ma."


"Apa ini! Entah kamu yang terlalu bodoh atau wanita itu yang terlalu cerdik! Ia mengikatmu menggunakan putrinya. Berikan data tentang wanita itu! Mama akan cari kelemahannya dan menggunakan itu untuk mengakhiri perjanjian kalian!"


Mata Aric membulat diakui Kalina memang cerdas. Hal yang tak terfikirkan olehnya bisa dicetuskan Kalina.


"Tidak ... aku harus mencari tau mengenai kehidupan Aruna sendiri, kehidupan Aruna tepatnya Ciara berhubungan dengan Papa. Mana mungkin aku membiarkan Mama tau mengenai kesalahan Papa itu. Tidak. Aku harus menjaga rahasia ini!"


"Tidak Ma! Mama tidak perlu repot, Aric yang akan melakukannya sendiri!" ujar Aric meyakinkan Kalina.


"Dengar Aric! Dalam riwayat keluarga kita tidak ada cerita berbagi suami! Kami akan setia dengan pasangan masing masing. Mama harap kamu juga seperti itu, menjaga cinta Sashi selamanya!"


"Tentu, Ma."


"Satu lagi! Cari mantan suami wanita itu! Mama pernah dengar sum sum sel punca satu anak dengan anak lain yang sedarah akan memiliki prosentase kecocokan besar! Cari tau apakah mantan suami Aruna sudah menikah lagi dan memiliki anak lain selain Ciara, minta bantuan padanya dan gunakan uang sebagai imbalan! Jangan lupa mantan suami Aruna juga harus mengecek sum-sumnya pula!"


Aric bergeming, hati itu kian teriris. Ayah Ciara tidak lain adalah ayahnya. Bagaimana meminta Rico mendonorkan sum sumnya jika membahas anak itu saja Rico tak ingin. Seketika ia ingat sesuatu.


"Aku anak Papa, harusnya sum sumku cocok dengan Ciara tapi mengapa hanya Kaysan yang cocok. Mungkinkah hal seperti itu terjadi? Dan Kaysan. Ia bahkan sedang koma. Bagaimana ini! Jika aku lebih keras menyadarkan Kay, aku mungkin bisa membuatnya mendonorkan sum-sum itu, tapi ia pasti akan mencari Sashi setelahnya. Apa yang harus kuperbuat!"


__________________________________________


☕Happy reading😘😘


☕Jangan lupa votenya untuk Sashi yaa❤❤

__ADS_1


__ADS_2