Bisu Tawanan Hartawan

Bisu Tawanan Hartawan
Zean Yang Sedang Bersedih


__ADS_3

"Melahirkan tanpa suami, Sungguh menakutkan. Semua wanita yang telah menikah akan ditemani oleh suaminya saat pergi melakukan pengecekan. Sedangkan aku harus pergi sendirian. Aku tidak bisa meminta Zean menemaniku. Karena kalau tidak, dia yang akan menjadi bahan topik orang lain," gumam Angelina.


"Kenapa belakangan ini Zean pulang larut malam, dia sering saja muram. Ada apa dengannya," ujar Angelina.


Malam hari.


Jam dinding menunjukan pukul 23.00


Angelina masih menunggu kepulangan Zean. Meja makan telah tersedia beberapa hidangan.


Klek...


Suara pintu terdengar oleh Angelina. Wanita itu langsung bangkit dan menoleh ke arah pintu.


Zean kembali dengan penampilan yang berantakan. Dasinya tidak rapi dan rambutnya acak-acakan.


"Zean, ada apa? Apakah kamu baik-baik saja?" tanya Angelina.


"Aku tidak apa-apa," jawab Zean yang menuju ke kamarnya.


Angelina yang melihat pria itu sedang bersedih, ia pun langsung menuju ke dapur dan membuatkan minuman.


Zean yang masuk ke kamarnya ia duduk di ujung kasur dengan wajah yang lesu.


Beberapa menit kemudian Angelina memasuki kamar Zean sambil membawa secangkir minuman dan makanan ringan.


"Zean, aku buatkan makanan ringan untukmu, kalau kamu lapar aku akan memanaskan lauknya," kata Angelina yang meletakan cangkir dan piring itu ke meja sofa.


"Angelina, Apakah kamu bisa duduk dan berbicara denganku sebentar!"


"Tentu bisa!" jawab Angelina yang duduk di sofa.


"Kehilangan sangat menyakitkan, Seperti yang aku rasakan sekarang," kata Zean.

__ADS_1


"Apakah kamu sedang bertengkar dengan pacarmu?"


"Kami berkencan selama tiga tahun, dan putus tahun lalu. Aku tinggal di San Fransisco dan selalu fokus pada bisnisku. Aku mengira dengan cara ini aku bisa melupakan dia ternyata tidak," ungkap Zean.


"Nona itu...pasti sangat penting bagimu sehingga kamu begitu sedih."


"Aku mengerti perasaan yang kamu alami, Cintamu padanya adalah tulus, Tapi, sayang sekali hubungan kalian tidak semulus cintamu. Sama seperti aku yang mencintainya dengan sepenuh hati. Tapi, yang aku dapatkan adalah rasa sakit."


"Kenapa kalian bisa berpisah?"


"Saat aku ke singapura menemui orang tuaku, Aku diberitahu temanku bahwa dia bersama dengan pria lain. Mendengar kabar ini aku langsung kembali ke Shanghai. Aku mencarinya dan dia mengaku. Kami putus saat itu juga," jawab Zean.


"Apakah kalian masih bertemu?"


"Hari ini aku melihatnya bersama pria itu di sebuah hotel, Aku mengira aku sudah melupakan dia, Akan tetapi, aku sama sekali belum melupakannya," jawab Zean.


"Kalian sudah berpisah selama satu tahun, Tapi, kamu masih merindukan dia. Kamu sangat setia."


"Bukan setia, kata temanku aku sangat bodoh," jawab Zean.


"Aku kagum padamu, seorang wanita muda menjalani hidup yang begitu sulit. Kamu tidak memiliki siapa pun. Sedangkan aku masih memiliki orang tuaku yang mencintaiku," ujar Zean.


"Iya, Setidaknya orang tuamu sangat menyayangimu, Tidak seperti aku. Dibuang oleh orang tua kandung sendiri. Diadopsi oleh keluarga yang jahat. setelah menikah juga mendapatkan perlakuan tidak adil. Sekarang aku sudah diceraikan secara sah oleh dia," kata Angelina.


"Diceraikan?"


"Berita sangat gempar, Dia sengaja menyebar di berita dunia, agar aku bisa melihatnya walau di mana aku berada. Aku baru hilang tidak lama. Dia sudah menikah dengan wanita yang dia sukai dan menceraikan aku. Seharusnya aku merasa tenang karena dia sudah melepaskan aku. Tapi, tidak tahu mengapa aku malah merasa sedih saat mendengar dia menikah. Mungkin ini adalah jalan terbaik bagiku," ungkap Angelina.


"Ini adalah awal yang baik, Kalau memilih lepas, Maka...lepas saja. Jangan ingat dia lagi. Fokus saja pada kandunganmu."


"Iya, Aku juga berusaha melupakannya, demi anak ini aku tidak ingin mengingat masa lalu yang menyakitkan. Karena aku berharap anakku ini akan dilahirkan dengan rasa bahagia," kata Angelina.


"Angelina, Kita memiliki nasib yang sama, Apakah kamu tahu, saat aku melihatmu di pertama kali aku merasa dekat denganmu. Aku tidak tahu kenapa. Aku hanya merasa mungkin karena aku masih merindukan dia. Usiamu dan dia hanya beda tiga tahun. Kalian memiliki rambut yang sama panjang, ketinggian yang sama. Hanya saja...sifat kalian sangat berbeda. Dia memiliki sifat yang keras kepala dan kamu sangat lembut. dan satu lagi...wajah kalian sedikit mirip. Aaron melakukan kesalahan besar karena telah mengabaikanmu yang begitu baik," ujar Zean.

__ADS_1


"Apakah aku boleh tahu, Kalian berkenalan di mana?"


"Mungkin terdengar sangat lucu, di era ini tidak ada lagi yang namanya perjodohan. Tapi, inilah yang terjadi padaku saat aku masih kecil."


"Maksudmu kamu dijodohkan dengan nona itu?"


"Bukan dia, Tapi, adiknya. Dua keluarga besar kami sangat dekat. Aku dan kakak laki-laki Diana adalah sahabat yang baik. Saat usiaku tujuh tahun. Ibu Diana sedang hamil anak perempuan. Karena persahabatan dua keluarga. Orang tua kami membuat perjanjian setelah dia melahirkan mereka ingin menjodohkan anaknya denganku."


"Jodohkanmu dengan bayi dalam kandungan?"


"Iya, itu adalah perjanjian dua keluarga," jawab Zean.


"Lalu, kenapa kamu bersama kakaknya?"


"Setelah ibu Diana melahirkan, aku masih sempat melihat bayi itu, dia sangat comel dan manis. Tapi, sayangnya kami mendengar berita duka bahwa bayi itu hilang hingga saat ini belum ditemukan. Ibu Diana sangat shock sehingga pingsan selama satu bulan. Ayah Diana masih mencari sampai sekarang. Harapan mereka tetap ingin mendapatkan putri bungsu mereka."


"Sangat menyedihkan sekali," ujar Angelina.


"Karena sudah perjanjian, Maka, orang tua Diana berharap Diana yang mengantikan adiknya menikah denganku. Mungkin karena sering bersama kami menjadi saling mencintai. Siapa sangka hubungan kami berakhir setelah dia mengkhianatiku," kata Zean dengan raut wajah sedih.


"Bagaimana dengan hubungan kedua keluarga kalian? Apa yang Diana lakukan sangat menyakitkan bagimu."


"Walau dia mengkhianatiku, aku tidak menyalahkan keluarganya. Mereka tidak bersalah. Justru mereka hingga saat ini masih sibuk mencari putri bungsu mereka. Bertahun-tahun lamanya usaha mereka tetap sia-sia," lanjut Zean.


"Mungkin Diana bukan jodohmu, Lebih baik melupakan dari pada memaksa," ujar Angelina.


"Kamu benar, Shanghai begitu luas, Aku masih saja bisa berjumpa dengan dia. Kelihatannya aku harus belajar menguatkan mentalku," kata Zean.


"Kamu harus belajar menerimanya, Karena kamu dan keluarganya akan bertemu lagi," ucap Angelina.


"Calvin sangat baik dan pengertian, dia merasa bersalah padaku karena ulah Diana."


"Orang tua Diana sangat baik, sudah begitu lama mereka masih menaruh harapan putrinya akan kembali," ujar Angelina.

__ADS_1


"Keluarga Diana memiliki bisnis besar di beberapa negara, salah satu perusahaannya bekerja sama dengan Aaron. sebagian bisnisnya dijalani oleh Calvin," kata Zean.


__ADS_2