
"Angelina Hamilton, Jangan lupa bahwa kamu sudah pernah mengandung darah dagingku, Jadi, selain berada di sisiku. Kamu tidak bisa pergi tanpa izin dariku," jawab Aaron.
"Itu hanya kemalangan saja, Dan tidak seharusnya terjadi. Jangan mengunakan alasan yang tidak wajar mengikatku. Kalau kamu masih ingin membalas dendam silakan bunuh saja aku dan jangan siksa aku lagi," ucap Angelina.
"Dengar baik-baik, Angelina Hamilton! Apapun alasannya kamu tidak bisa pergi tanpa izinku!" kata Aaron dengan tegas.
"Kenapa? Apakah karena aku masih berhutang padamu atau karena dendammu?"
"Kamu tidak perlu tahu! Sebelum hutangmu lunas kau tidak bisa ke mana pun," jawab Aaron.
"Sampai kapanpun di matanya aku hanyalah alat untuk balas dendam," batin Angelina.
Sementara Monaliza yang ditahan oleh mereka harus menerima tamparan dari anggota Aaron.
Plak...
"Aarghh...," jeritan Monaliza yang kesakitan. Wanita itu ditahan oleh anggota Aaron sehingga tidak bisa melawan atau melarikan diri. siang itu ia harus menerima puluhan kali tamparan dari mereka.
Plak...
"Aarghh...."
Plak...
"Aarghh...."
"Aku mohon lepaskan aku! aku mohon pada kalian," pinta Monaliza yang wajahnya kemerahan dan mulai bengkak.
__ADS_1
Plak...
"Aarghh...."
Plak...
"Aarghh...."
"Inilah akibatnya menyakiti calon istri bos kami," kata Louis.
"Aku mohon padamu, lepaskan aku!" pinta Monaliza yang sedang ditampar oleh salah satu anggota Aaron.
Plak...
"Aarghh...."
Plak...
"Aarghh...."
Wanita itu menangis dengan terisak karena harus menerima tamparan keras dari mereka. Selama ini tidak ada yang berani menyentuhnya akan tetapi. kini ia sangat sangat sakit hati karena menerima balasan dari seseorang yang tentunya lebih berkuasa dari dirinya.
"Alex Hamilton, Angelina Hamilton, semua ini karena kalian, Aku tidak akan diam saja," tangisan Monaliza dengan kesal.
Mansion Davidson.
Setiba di mansion Aaron memegang tangan gadis itu dengan erat dan melangkah menuju ke kamar Angelina.
__ADS_1
"Mulai hari ini jangan melakukan pekerjaan apapun!" perintah Aaron yang membuka pintu dan mendorong gadis itu ke dalam kamar.
"Untuk sementara ini Candy akan mengantikanmu," kata Aaron yang berdiri di luar dan kemudian menutup pintu itu kembali.
"Memang sudah nasib kalau aku tidak bisa kabur darinya, Dia memang sangat membenciku. kalau tidak, mana mungkin saat aku melihat foto adiknya dia begitu marah. Jordan yang melakukan kesalahan aku yang harus menanggungnya," batin Angelina. Gadis itu kecewa karena hanya bisa patuh dan tanpa tujuan.
Ia duduk di ujung kasur dengan termenung dan terdiam selama beberapa saat.
"Wanitanya? kenapa dia mengatakan aku adalah wanitanya? Apakah dia ingin aku menjadi wanitanya demi balas dendam lagi?" gumam Angelina.
Tidak lama kemudian Louis kembali dan melaporkan tugas yang dia laksanakan atas perintah atasannya itu.
"Bos, wanita itu sudah menerima balasannya, Mungkin saja dia tidak akan berani lagi menyakiti Angelina," ujar Louis yang berada di ruang tamu.
"Masih tidak cukup," ucap Aaron.
"Apakah kita harus membalas dengan cara lain lagi?" tanya Louis.
"Aku ingin nasibnya berakhir seperti keluarga Rosalinda," jawab Aaron.
"Menghancurkan perusahaannya?"
"Iya, aku ingin melihat dia kehilangan segalanya," jawab Aaron.
"Baik, Bos!"
"Apakah dia tidak bersama suaminya lagi?"
__ADS_1
"Iya, dia dan putrinya sudah pindah keluar," jawab Louis.
"Baguslah! Tapi, bagiku masih tidak cukup," kata Aaron.