
Angelina berada di dapur sambil mencuci piring karena ingin mengalihkan fokusnya. Ia tidak ingin memikirkan wanita yang bernama Kelly itu yang hampir setiap hari mengirim pesan kepada suaminya.
"Nyonya, Kenapa di sini? Biarkan saya yang melakukannya," kata Candy.
"Aku tidak ada kerjaan lain juga, Biarkan aku saja yang melakukannya, Bibi, lakukan saja pekerjaanmu! Yang ini biar aku saja!"
"Tapi, Nyonya...."
"Angelina," seru Aaron yang dari lantai dua.
"Ada apa?" sahut Angelina.
"Siapkan makanan ringan untukku!" perintah Aaron.
"Iya," jawab Angelina dengan nada sedikit kesal.
Beberapa menit kemudian.
Angelina membawakan makanan dan minuman untuk suaminya yang berada di ruang pribadinya. wanita itu tanpa berkata-kata setelah menyelesaikan tugasnya ia pun beranjak dari sana.
"Kamu ingin ke mana?" tanya Aaron yang membolak-balikkan majalahnya.
"Kembali ke kamar!" jawab Angelina yang menghentikan langkahnya.
"Sini dulu! Bantu aku pilih perhiasan ini!" seru Aaron yang menunjukan majalah itu.
Angelina hanya bisa menurut perintahnya dan melihat majalah itu yang adalah katalog perhiasan mewah.
"Kenapa aku yang pilih? Aku tidak tahu kamu ingin model yang mana," tanya Angelina.
__ADS_1
"Dia pasti ingin membelinya untuk Kelly," batin Angelina.
"Kamu adalah wanita, dan lebih tahu yang mana lebih unik, Bukan?"
"Kalau kamu ingin membelikan untuk seseorang seharusnya bertanya dulu padanya, Bukan bertanya padaku!" jawab Angelina.
"Seseorang akan ulang tahun tidak lama lagi, Aku ingin memberikan kejutan untuknya. Kalau aku bertanya padanya ini bukan kejutan lagi!"
"Kalau begitu kamu saja yang tentukan, Kalau aku yang pilih, Belum tentu bisa memuaskan dia," jawab Angelina.
"Dia adalah wanita yang luar biasa, Aku tidak tahu apa yang dia suka," kata Aaron dengan senyum. Ia tidak menyadari Bahwa setiap ucapannya sangat mengiris hati istrinya.
"Kamu juga sangat aneh, Sebagai seorang pria kenapa tidak tahu apa-apa tentang dia. Seharusnya kamu lebih pintar karena kamu adalah bos besar," jawab Angelina.
"Karena kamu adalah istriku, oleh karena itu aku bertanya padamu," ujar Aaron.
"Tapi, aku bukan dia. Mana mungkin aku tahu apa yang dia suka," jawab Angelina.
"Aku tahu kalau aku adalah wanita, Tapi, bukan berarti semua wanita memiliki hobi yang sama," jawabnya.
"Menurutmu, kalau kamu akan pilih yang mana?"
"Aku tidak akan memilih," jawab Angelina yang ingin beranjak dari sana. Akan tetapi ditahan oleh suaminya.
"Kenapa kamu sangat suka melawan? Apakah kamu lupa bahwa aku adalah suamimu?"
"Tentu saja aku ingat kamu adalah suamiku, Lalu, kenapa? Aku hanyalah anak yang dibuang dan diabaikan. Sebagai seorang istri yang tidak berguna aku sudah cukup patuh padamu. Untuk apa kamu bertanya tentang perhiasan ini padaku? Aku tidak mengerti soal ini juga," jawab Angelina yang menepis tangan pria itu.
Aaron hanya diam dan duduk kembali ke kursinya sambil menghela nafas.
__ADS_1
"Memang wanita yang sulit dipahami, Selain Nana sifat wanita lain memang tidak bisa ditebak," kata Aaron.
"Kenapa membandingkan aku dengan adikmu? Jangan libatkan aku dengan adikmu," ketus Angelina yang kesal karena mengingat masa lalu yang melibatkan dirinya.
"Nana adalah wanita, Kenapa kamu dan dia bisa berbeda?"
"Bukankah Nana adalah adikmu? Kenapa sifatmu lebih buruk dari dia," balas Angelina.
"Karena kamu suka melawan," jawab Aaron.
"Kamu sangat tidak wajar, kamu ingin memberikan perhiasan kepada orang lain, Seharusnya bertanya padanya bukan bertanya pada anak buangan dan istri rendahan sepertiku," jawab Angelina yang kemudian melangkah keluar.
"Angelina Hamilton," teriak Aaron yang diabaikan oleh istrinya.
"Ada apa dengannya?" gerutu Aaron.
Angelina menuju ke kamar mandi dan melepaskan semua pakaiannya. Ia menghidupkan air shower. Saat air berjatuhan mengenai wajahnya Ia menangis sambil menepuk dadanya yang sangat sesak.
"Apa gunanya menikah dengan pria yang menyelamatkan aku kalau aku tidak dihargai sama sekali. Aku berhutang padanya karena dia membawa aku keluar dari keluarga yang mengadopsiku," batin Angelina.
Tidak lama kemudian Angelina mematikan showernya dan mengeringkan tubuhnya yang basah.
"Mungkin karena dia menikahiku hanya karena dendam sehingga dia tidak peduli dengan perasaanku. Angelina, kamu harus sadar diri dan bersabar. Selain bertahan kamu tidak ada jalan lain sama sekali. Kamu bukan siapa-siapa di matanya. Istri hanya sebatas nama yang tidak berguna kalau kamu tidak diperlakukan sebagai istri. bahkan di depanmu dia masih saja menyebut wanita lain," ucap Angelina.
"Baiklah, Kalau memang sudah begini. Untuk apa aku peduli dan cemburu lagi. Ada baiknya kalau dia mencintai orang lain. Mungkin dia akan lebih cepat menceraikan aku," gumam Angelina.
Keesokan harinya.
Aaron dan Angelina ditemani oleh Louis menuju ke bandara. Di hari itu mereka berangkat ke San Fransisco.
__ADS_1
Saat di bandara Aaron memegang tangan istrinya dan menuju ke air port.