Bisu Tawanan Hartawan

Bisu Tawanan Hartawan
Menjelang Persalinan


__ADS_3

"Tuan, anda ingin mencari siapa?" tanya Angelina dengan sopan.


Calvin memperhatikan wanita itu yang mengenakan kaos dan kemeja luaran. Serta celana jeans. Penampilan Angelina sangat sederhana. Terlihat kalung putih yang ada di lehernya dan bagian depan kalungnya ditutupi oleh kaosnya.


"Apakah ini adalah rumah Zean?" tanya Calvin yang ingin memastikan karena selama ini Zean tidak pernah membawa seorang wanita ke rumah.


"Iya, Zean sudah berangkat kerja," jawab Angelina.


"Ternyata begitu," ucap Calvin.


"Bagaimana kalau Anda masuk dulu, Apakah mau menunggu Zean?"


"Kenapa ada wanita di rumah dia, siapa wanita ini," batin Calvin.


"Baiklah, aku ingin duduk sebentar," jawab Calvin yang sengaja ingin mengetahui siapa Angelina sehingga ia harus masuk ke dalam untuk memastikan.


Angelina sedang menyediakan minuman di dapur, sementara Calvin berdiri di ruang tamu. Ia sering mencuri pandang ke arah Angelina karena penasarannya.


"Apa hubungan dia dengan Zean? Tidak biasa bocah itu ada hubungan dengan wanita. Apa lagi sampai tinggal di rumahnya," batin Calvin.


"Tuan, silakan diminum," seru Angelina yang membawakan secangkir minuman dan sepiring kue


"Terima kasih!" ucap Calvin yang duduk di sofa.


"Berapa lama Zean kembali ke Shanghai?"


"Hampir dua bulan, Tuan."


"Apa hubungan kalian?"


"Saya adalah pembantu rumah tangganya," jawab Angelina.


"Pembantu rumah tangga? Zean tidak biasa membiarkan seorang wanita di rumahnya, Apakah wanita ini ada hubungan spesial dengannya," batin Calvin.


"Kalau Tuan tidak keberatan, Bagaimana kalau Anda makan malam di sini, Zean akan pulang agak malam!"


"Baiklah, terima kasih!" ucap Calvin.


"Kalau begitu, saya akan menyediakan bahan-bahannya!" kata Angelina yang ingin menuju ke dapur.


"Nona, siapa namamu?" tanya Calvin yang menghentikan langkah wanita itu.


"Nama saya adalah Angelina."


"Sudah berapa lama tinggal di sini?"


"Sejak Zean tinggal di sini, Saya ikut dia datang ke Shanghai."


"Kenapa perutnya sedikit besar, apakah dia hamil?" batin Calvin.


"Saya akan memanggilmu nama, Apakah hubunganmu dengan Zean hanya atasan dan pekerja saja?"


"Iya, kenapa Tuan bertanya seperti itu?"


"Tidak apa-apa, Zean adalah sahabatku. Aku hanya tidak percaya kalau dia membiarkan seorang wanita tinggal bersamanya," jawab Calvin.


"Tuan, Tolong jangan salah paham, Zean adalah majikan yang baik. saya sedang tidak ada pekerjaan dan tidak memiliki siapa pun. Makanya dia membiarkan saya menjaga rumahnya untuk sementara," jelas Angelina.


"Aku bukan salah paham, Karena aku tidak mencurigai hubungan kalian, Jadi, jangan menyimpan dalam hati," jawab Calvin.


"Tidak, saya tidak apa-apa," ucap Angelina.


"Karena Zean tidak ada di sini, Lebih baik aku pamit dulu!" Calvin bangkit dari tempat duduknya.


"Apakah Tuan tidak makan di sini?"


"Tidak, Aku masih ada urusan lain. Lain kali aku akan datang lagi. Aku titipkan oleh-olehku. Tolong sampaikan padanya," kata Calvin.


"Baiklah," jawab Angelina.


Tidak lama kemudian Calvin meninggalkan villa sahabatnya.


Calvin masuk ke dalam mobilnya dan masih melihat Angelina yang sedang sibuk di dalam rumah. Kaca villa yang transparan memudahkan Calvin melihat wanita itu selama beberapa menit.


"Kenapa Angelina membuatku merindukan Cecillia? Siapa wanita ini?" batin Calvin.


Calvin mengeluarkan liontin dari dalam kemejanya dan mengenggamannya dengan erat.


"Mungkin karena wajahnya yang mirip dengan mama, Sehingga aku merasakan kedekatan dengannya. Lebih baik aku menemui Zean di perusahaan," gumam Calvin.


Satu jam kemudian.


Calvin mendatangi kantor Zean dan duduk berhadapan dengan sahabatnya itu.


"Aku mendatangi rumahmu, dan seorang wanita cantik yang menyambutku. Siapa dia? Apakah calon istrimu?" tanya Calvin.


Zean sedang menuangkan minuman ke gelas kosong untuk sahabatnya itu.


"Dia hanya seorang teman yang malang, Aku memberikan dia pekerjaan agar dia memiliki tempat tinggal dan bisa bersalin dengan tenang."


"Ternyata dugaanku benar, Dia hamil. Bukan punyamu?"


"Bukan, Aku hanya membantunya melarikan diri."


"Dari siapa?"


"Dari seorang pria yang egonya tinggi, kalau Angelina tidak bersembunyi ke Shanghai dia akan mudah ditemukan di San Fransisco."


"Sepertinya aku pernah melihatnya belakangan ini,.Tapi, di mana," ucap Calvin yang berusaha mengingatnya.


"Sudah biasa, kamu adalah pebisnis, Tentu sudah banyak bertemu dengan orang-orang. Jadi, tidak heran," ujar Zean.


"Calvin mengenal baik dengan Aaron, mereka bahkan bekerja sama. Kalau dia tahu Angelina adalah istri Aaron. Dia pasti akan memberi tahunya," batin Zean.


"Kamu dan dia hanya teman, Sekarang dia sudah hamil. Lalu, apakah kamu tidak takut tetangga akan mengosip tentang dirinya?" tanya Calvin.


"Aku akan memberi tahu mereka, Bahwa Angelina adalah adikku," jawab Zean dengan senyum.


"Lalu, apakah dia akan tinggal tempatmu selamanya?"


"Iya, Aku berharap aku bisa membantunya. Dia adalah wanita yang malang. Dibuang keluarga dan diadopsi keluarga gila yang suka menyiksanya. Kemudian menikah dengan pria arogan. Kini dia hamil. kalau aku tidak membantunya dia harus ke mana. Lagi pula aku juga tidak rugi karena aku akan menjadi ayah angkat dari anaknya," jawab Zean sambil meneguk minumannya.


"Apakah aku harus mengucap selamat untukmu?" tanya Calvin yang sedang bercanda.


"Sudah pasti," jawab Zean dengan senyum.


"Aku hanya khawatir suatu saat kamu akan menjadi suaminya."


"Angelina adalah wanita yang baik, tidak ada pria yang bisa menolaknya. Hanya saja...dia dan suaminya baru mengakhiri hubungannya. Oleh karena itu belum waktunya aku melamar dia," ujar Zean.


"Apa kau sedang bercanda? Melamarnya? Bagaimana dengan paman dan bibi?"


"Kalau aku suka, siapa pun tidak akan bisa menghalangku."

__ADS_1


"Diana...dia sudah putus dengan Jones," kata Calvin yang meneguk minuman.


"Benarkah?"


"Kalian...apakah tidak mungkin lagi?"


"Aku lebih suka dengan kehidupanku sekarang," jawab Zean.


"Aku mengerti, ini salahnya. Kalau aku di posisimu aku akan lebih memilih Angelina dari pada wanita yang telah mengkhianatiku," ujar Calvin.


"Zean, tadi kamu mengatakan Angelina dibuang keluarganya?"


"Iya, dia anak yang malang."


"Berapa usianya?"


"Sekitar 23 tahun," jawab Zean. Calvin terdiam saat mendengar jawaban temannya itu.


"Ada apa?" tanya Zean.


"Kamu juga tahu aku kehilangan adik kecilku, kalau dia masih hidup dia seusia Angelina. Saat aku melihatnya tadi... aku seperti melihat adikku sendiri," kata Calvin.


"Aku juga merasa dia mirip dengan Diana, Aku menyangka hanya khayalanku saja," ujar Zean.


"Apakah kamu tidak tahu siapa keluarga yang mengadopsinya dan di mana dia ditemukan?"


"Alax Hamilton yang mengadopsinya, yang aku dengar adalah mereka menemukannya di pinggir jalan. London."


"London dan 23 tahun, dia juga sangat mirip dengan mama. Apakah begitu kebetulan," ujar Calvin.


"Kamu mencurigai kalau dia adalah adikmu?"


"Aku hanya terlalu merindukan adik kecilku, sehingga menganggapnya adalah Cecillia," jawab Calvin.


"Cecillia adalah tunanganku saat itu, Tentu saja aku berharap dia masih hidup."


"Calvin, apakah ada sesuatu yang bisa buktikan kalau dia adalah adikmu?"


"Dia tidak memiliki tanda lahir, dia hanya memiliki kalung yang seperti aku pakai. di liontin ada tanggal lahirnya," jawab Calvin sambil menunjukan liontin yang dipakai.


"Apakah itu adalah khusus dari keluargamu?"


"Iya, hanya kami bersaudara yang memiliki kalung ini, papa sengaja memesannya untuk kami bertiga. Asalkan kalungnya tidak hilang. Ada kemungkinan masih bisa menemukan dia. Itu yang aku harapkan," ujar Calvin.


Keesokan harinya.


Diana mendatangi villa Zean dan bertemu dengan Angelina.


"Kenapa kamu ada di sini? Siapa kamu?" tanya Diana yang sedikit terkejut saat melihat Angelina.


"Saya adalah pekerja rumah tangga di sini, Nama saya adalah Angelina. Apakah Nona ingin bertemu dengan Zean?"


"Di mana dia?"


"Ada di kamarnya, Biar saya memanggilnya!"


"Tidak perlu! Apakah kamu tinggal di sini?" tanya Diana dengan tatapan meremehkan.


"Iya."


"Seorang pria dan wanita mana boleh tinggal bersama, Seharusnya kamu tinggal di luar!" kata Diana dengan nada ketus.


"Jangan ikut campur urusanku," suara Zean yang menuju ke ruang tamu.


"Diana, kenapa kamu datang ke sini?"


"Aku ingin bertemu denganmu, dan ada yang ingin kubicarakan," jawab Diana.


"Zean, Aku ingin membeli sesuatu, Aku keluar sebentar!" pamit Angelina.


"Zean, kenapa membiarkan seorang wanita tinggal di sini?"


"Apa salahnya? Ini adalah villa ku dan butuh seseorang yang membantuku merawat rumah ini," jawab Zean yang duduk di sofa.


"Tapi, dia adalah wanita, kalian tinggal bersama, bukankah kelihatannya sangat aneh." Diana duduk di samping Zean sambil memegang tangannya.


Zean menepis tangan wanita itu dan bangkit dari tempat duduknya," Diana, untuk apa kamu ikut campur urusanku? Apa tujuanmu datang hari ini?"


"Aku ingin meminta maaf denganmu," ucap Diana.


"Sudah berlalu dan jangan dipikirkan lagi!" jawab Zean.


"Zean, bagaimana kalau kita mulai dari awal? Aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi," kata Diana yang bangkit dan memeluk Zean dari belakang.


"Diana, kita tidak mungkin untuk bersama lagi, Luka yang kamu berikan sangat menyakitkan bagiku sehingga aku tidak ingin mengulanginya lagi. Cukup sekali apa yang kamu lakukan padaku. Aku tidak ingin melanjutkan hubungan ini. Mungkin dari awal kita tidak seharusnya bersama," kata Zean yang terus terang.


"Zean, aku tahu kamu masih marah, Tapi, aku masih mencintaimu."


"Setelah kamu tahu sifatnya, Kamu baru menyesal, Untuk apa? Dua keluarga kita tetap sahabat dekat. Aku tidak berharap karena hubungan kita sudah berakhir menjejaskan persahabatan orang tua kita! Pergilah," kata Zean yang kemudian melangkah menuju kamarnya.


Diana hanya bisa menelan kekecewasaan atas penolakan mantan kekasihnya itu.


Beberapa bulan kemudian


Perut Angelina semakin membesar. Wanita itu selalu muntah dan sakit pada otot kakinya. Selama ini Zean menemaninya dan juga mengantarnya ke rumah sakit.


"Angelina, kamu harus inap di rumah sakit, hanya sisa beberapa hari lagi kamu akan melahirkan," kata Zean.


"Iya, aku tahu," jawab Angelina.


"Zean, terima kasih, karena sudah merawatku selama ini," ucap Angelina.


"Jangan berterima kasih padaku! Aku juga ingin merawat anak angkatku. Angelina, kenapa kamu tidak ingin melakukan pemeriksaan USG? Agar bisa tahu jenis kela.min anakmu?"


"Bagiku sama saja, yang penting dia sehat dan persalinanku lancar," jawab Angelina.


"Benar katamu, Tidak peduli anak laki-laki atau anak perempuan, yang paling penting adalah dia sehat dan berbakti," kata Zean.


"Hanya sisa beberapa hari, Kamu akan dilahirkan dan bisa melihat betapa indahnya dunia luar. Sayang, mama sangat berharap papamu yang disisi kita. Tapi, harapan ini tidak akan pernah terkabulkan," batin Angelina.


London


Mansion Davidson


Aaron sedang menandatangani kontrak dengan sebuah perusahaan besar yang berbasis di London. Acara tersebut juga dihadiri oleh sejumlah reporter.


Wanita cantik itu dan berambut ikal panjang adalah pewaris perusahaan One World, Monica Sean. Monica terkenal sebagai model iklan kosmetik kecantikan yang diproduksi oleh perusahaannya sendiri.


Wajahnya tentu sudah tidak asing di negara sendiri.


Aaron dan Monica bersalaman di depan para reporter dan tentu saja ditayang secara langsung.


"Tuan Davidson, suatu kebanggaan bisa bekerja sama dengan Anda, Saya berharap kita bisa makan malam bersama," ucap Monica.

__ADS_1


"Sama-sama! Bisa bekerja sama dengan One World adalah hal yang paling mengembirakan bagiku," balas Aaron dengan ramah.


"Kita akan tentukan jadwal makan malam kita."


"Bagaimana kalau besok malam?" tanya Aaron.


"Baiklah, sampai jumpa besok," jawab Angelina.


Dua jam kemudian


Aaron telah kembali ke perusahaan bersama Louis.


"Pesan anting permata!" perintah Aaron yang melangkah masuk ke dalam ruangan kantornya.


"Anting permata? Untuk siapa, Bos?" tanya Louis.


"Monica Sean!" jawab Aaron yang melepaskan jas luarannya.


"Apakah bos tertarik pada wanita itu, Kalau tidak, mana mungkin memberinya hadiah," batin Louis


"Besok malam aku ingin memberikan padanya, Segera pergi sekarang juga!" perintah Aaron.


"Baik," jawab Louis dengan patuh.


Aaron kemudian duduk di kursi besarnya dan membuka dokumen. Ia sedang melihat selembar foto milik Monica dengan tersenyum.


"Monica Sean, aku akan membuatmu patuh dan bertekuk lutut di depanku," ucap Aaron.


Beberapa saat kemudian


Louis kembali dengan membawakan pesanan atasannya itu.


"Bos, ini adalah pesanan Anda," kata Louis yang memberikan box ungu yang adalah perhiasan.


Aaron kemudian membuka penutup box itu dan tersenyum puas.


Kemudian Aaron melepaskan bagian permata dengan sebuah alat kecil dan tajam sehingga permatanya tanggal.


"Bos, apa yang Anda lakukan?" tanya Louis.


Tanpa menjawab pertanyaan asistennya, Ia memasang sebuah alat berwarna hitam kecil di dalam anting tersebut.


"Bos, kenapa memasang alat ini? Apakah dia menyembunyikan sesuatu?" tanya Louis.


"Keluarga yang terkenal dengan sikap arogannya, Mana mungkin bisa begitu mudah terungkap rahasia mereka," jawab Aaron.


"Pesan restoran yang paling mahal dan juga kamar hotel!" perintah Aaron.


"Kamar hotel?" tanya Louis yang semakin binggung.


"Lakukan saja perintahku, dan jangan lupa hubungi Bond!"


"Apakah kita akan melibatkan dia?"


"Bond adalah reporter yang paling dibenci di negara ini, Tapi, dia lah yang paling berguna karena hobinya adalah merusak nama baik orang," jawab Aaron.


"Baik, Bos. Tapi, apakah Monica Sean menyinggung kita?"


"Tidak, Aku hanya ingin melihat apakah wanita itu mudah dirayu," jawab Aaron.


"Apa yang direncanakan oleh bos sebenarnya?"gumam Louis dalam hati.


Shanghai.


Hospital


Calvin yang sedang menemani ayah dan ibunya untuk melakukan pemeriksaan tubuh. kedua orang tuanya tinggal di kamar VIP yang terdapat dua ranjang.


"Hanya untuk periksa saja, Kenapa harus inap di sini?" tanya Nella yang duduk di ranjang.


"Tidak apa-apa! di sini lebih baik dari pada Papa dan Mama harus keluar masuk rumah sakit. lagi pula hanya sehari," jawab Calvin.


"Di mana Diana?"tanya Ronald.


"Di perusahaan, Pa," jawab Calvin.


"Awasi dia baik-baik, Jangan sampai dia menyentuh keuangan kita!"


"Pa, aku sudah pesan pada manager keuangan," jawab Calvin.


"Kenapa dia masih saja tidak pernah berubah, sungguh mengecewakan," ujar Nella.


"Pa, Ma, jangan cemaskan hal ini, Aku bisa mengawasinya," kata Calvin.


"Calvin, keluarga ini hanya bisa mengharapkanmu saja, Kamu harus tegas padanya walau dia adalah adikmu," ucap Ronald.


"Aku akan ingat pesan Papa," jawab Calvin.


Klek...


"Paman, Bibi, Calvin," seru Zean yang baru tiba.


"Zean, kenapa kamu ada di sini?" tanya Ronald.


"Paman, temanku sudah mau melahirkan, Makanya, aku menemaninya," jawab Zean.


"Apakah Angelina?" tanya Calvin.


"Iya, usia kehamilannya sudah sembilan bulan," jawab Zean.


"Apakah suaminya tidak ada di sisinya?" tanya Nella.


"Ma, Angelina sudah berpisah dengan suaminya, dan dia bekerja dengan Zean," jawab Calvin.


"Seorang wanita ingin melahirkan dan tanpa seorang suami sangat tidak mudah. Calvin, kamu juga kenal dengan Angelina?" tanya Ronald.


"Kami pernah bertemu sekali saat aku ke rumah Zean," jawab Calvin.


"Calvin, Zean, kalian sebagai temannya temanilah dia di saat-saat ini. aku yakin dia pasti merasa takut menjelang persalinannya," ujar Nella.


"Iya, Bi," jawab Zean.


"Baik, Ma," jawab Calvin.


"Ronald, kita bisa juga menemuinya, Aku juga adalah seorang wanita. aku sangat paham perasaannya sekarang," kata Nella pada suaminya.


"Tentu saja kita akan pergi melihatnya, Walau dia bukan anggota keluarga kita. Tapi, dia hanya sendirian sekarang. setidaknya dengan dukungan kita akan mengurangi rasa takutnya," jawab Ronald.


"Apakah sudah tahu jenis kela.min bayinya?" tanya Nella.


"Selama ini Angelina tidak ingin melakukan pemeriksaan USG, Tapi, kemarin dokter bisa memastikan bahwa bayi kandungan Angelina adalah kembar," jawab Zean dengan senyum.


"Ha ha ha...ternyata kembar, Aku tidak sabar ingin melihat bayi kembar," ujar Nella.

__ADS_1


"Bagaimana kalau sekarang kita temui Angelina, Aku yakin Mama dan Papa pasti menyukainya. dia sangat baik dan ramah!" ajak Calvin.


__ADS_2