Bisu Tawanan Hartawan

Bisu Tawanan Hartawan
Hinaan Zavier


__ADS_3

Aaron berdiri di dalam kamarnya sambil memandang gadis itu yang sedang duduk di tepi kolam ikan.


Angelina sama sekali tidak menyadari bahwa pria itu sedang mengamatinya dari jarak jauh.


"Dingin sekali malam ini, Apakah malam ini akan hujan?" batin Angelina.


Angelina yang kedinginan ia langsung bersin berkali-kali.


"Angin malam sangat dingin sekali," gumam Angelina.


Angelina yang kedinginan dia pun langsung bangkit dan berdiri. Saat ia ingin berpaling ke belakang tiba-tiba dirinya diangkat oleh Aaron sehingga mengejutkan dirinya.


"Aarrgh," jeritan Angelina yang terkejut.


Aaron tanpa kata-kata langsung membawa gadis itu masuk ke dalam rumah.


"Turunkan aku, aku bisa jalan sendiri," pinta Angelina.


"Diam!" jawab Aaron dengan cuek.


Setelah masuk ke kamar Aaron menurunkan gadis itu langsung.


"Lain kali jangan begitu bodoh," ketus Aaron yang membuat Angelina kebingungan. Sesaat kemudian ia pun beranjak dari kamar gadis itu.


"Memangnya kenapa dia sebut aku bodoh? Pria ini sangat aneh bisa saja tiba-tiba muncul di kolam dan mengendongku," ucap Angelina.

__ADS_1


Angelina kemudian duduk di atas kasur dan menarik selimut menutupi tubuhnya. Ia mengingat masa lalu saat dirinya masih kecil.


Flash back on


Saat usia Angelina berusia sepuluh tahun ia sedang berada di halaman menjalani hukuman yang diberikan oleh Alex dan Monaliza. Saat itu ia harus berdiri dari pagi hingga malam.


Di hari yang sama Zavier datang mengunjungi ke rumah itu, ia disapa oleh Angelina yang kepanasan dan berkeringat yang membasahi wajahnya. Gadis itu ingin meminta tolong pada pria yang sudah dianggap sebagai kakek baginya.


"Kakek," seru Angelina dengan harapan bisa ditolong oleh pria itu.


"Angelina, Kenapa kamu berdiri di sini?" tanya Zavier yang mendekati gadis kecil itu.


"Kakek, Angelina dihukum karena Angel menuduhku mencuri bukunya, Padahal Angelina tidak melakukannya sama sekali. Papa dan mama langsung menghukum Angelina berdiri di luar seharian. Kakek, Percayalah pada Angelina! Angelina tidak mencuri sama sekali. Papa dan mama sudah membongkar kamar dan tidak menemukannya. Tapi, masih menghukum Angelina agar mengaku," jawab Angelina.


"Angelina, Apakah kamu tahu, Keluarga ini adalah keluarga kaya raya. Sedangkan kamu harus sadar diri. Kamu hanyalah anak yang dipungut dari tepi jalan. Itu tandanya orang tuamu menganggapmu sebagai sampah dan membuangmu begitu saja. Jadi, kalau mereka menuduhmu adalah pencuri maka kau tidak bisa menyangkal," ujar Zavier.


"Air matamu itu sama sekali tidak berharga, Dan cucuku hanya Angel seorang. Walau kamu makan dan tinggal di sini, Tapi, Kamu tidak ada bedanya dengan pengemis dan pencuri. Ingat satu hal, Bahwa kamu akan tetap dianggap pencuri dan pengemis di dalam rumah ini," kata Zavier yang menyakiti perasaan gadis itu.


"Tapi, Angelina tidak mencuri sama sekali," ujar Angelina yang menangis.


"Ada atau tidak, Kamu hanya layak mendapat julukan pencuri, Karena kamu tidak berharga sama sekali. Apapun penjelasanmu sama sekali tidak penting bagi kami semua. Oleh sebab, itu selagi kamu masih ingin tinggal di sini kamu harus berkorban. Karena kami semua tidak akan pernah menganggapmu seorang anak yang tidak jelas asal usulnya," ketus Zavier yang kemudian melangkah masuk ke dalam.


Angelina semakin menangis setelah mendengar semua hinaan yang dilontarkan oleh pria tua itu. Sungguh menyakitkan gadis sepuluh tahun itu dengan setiap ucapannya.


Flash back off.

__ADS_1


"Pencuri dan pengemis, Di rumah mereka aku benar-benar dianggap seperti itu. Selama ini mereka hanya menyiksaku tanpa berhenti. Untuk apa lagi dia ingin bertemu denganku," ucap Angelina.


Keesokan harinya.


Aaron membawa Angelina menemui Zavier di tempat yang sudah ditentukan.


"Kita ke mana?" tanya Angelina yang duduk di dalam mobil bersama dengan Aaron.


"Bertemu dengan kakekmu!" jawab Aaron.


"Aku tidak ingin bertemu dengannya," kata Angelina.


"Ingin atau tidak, Bukan kamu yang tentukan," jawab Aaron yang melihat keluar jendela.


"Kenapa harus memaksaku bertemu? Bukankah semalam kamu mengatakan tidak usah bertemu?" tanya Angelina.


"Dia berniat ingin bertemu, Oleh karena itu kau harus pergi," jawab Aaron tanpa menoleh ke arah gadis itu.


Angelina sangat kesal karena harus ditemukan oleh pria yang pernah menghinanya di saat ia masih kecil.


Setelah beberapa menit kemudian mereka pun tiba di restoran itu.


Aaron memegang tangan gadis itu melangkah menuju ke ruangan makan yang telah ditunggu oleh Zavier.


"Louis, kamu antar Angelina ke ruangan makan itu, Aku ingin menghubungi seseorang dulu!" perintah Aaron.

__ADS_1


"Baik, Bos," jawab Louis.


__ADS_2