Bisu Tawanan Hartawan

Bisu Tawanan Hartawan
Angelina Yang Tidak Sudi


__ADS_3

Selama perjalanan menuju ke San Fransisco Angelina hanya terdiam dan memandang luar jendela. Hatinya yang sedang terluka ia sama sekali tidak ingin bicara sepatah katapun.


"Kamu bisa tidur dulu kalau mengantuk," kata Aaron yang duduk di samping istrinya.


Angelina tidak ingin menjawab, Lalu ia memejamkan matanya langsung.


"Ada apa lagi dengan wanita ini? sikapnya selalu saja berubah," batin Aaron.


"Pergi ke sana hanya untuk bertemu dengan wanita itu, Sementara aku hanya bisa diam dan seperti orang bodoh yang melihat suami sendiri bersama dengan wanita lain sedang bermesraan," batin Angelina.


"Ujian hidupku semakin berat," batin Angelina.


Beberapa jam kemudian.


Aaron dan istrinya tiba di mansion yang di negara itu.


Saat tiba Louis membukakan pintu mansion mewah itu untuk atasannya.


Aaron mengandeng tangan istrinya melangkah masuk ke dalam rumah mewah itu. Angelina sama sekali tidak peduli dengan sekitaran tempat dia berdiri. hati kecewa sehingga membuat suasana hatinya sangat buruk.

__ADS_1


"Louis, kami ingin istirahat dulu, bertemu malam ini lagi!" ucap Aaron.


"Baik, Bos," jawab Louis yang kemudian meninggalkan mansion atasannya.


Aaron membawa istrinya ke kamar dan kemudian melepaskan jaket yang kenakan oleh istrinya itu.


"Aku bisa melakukannya sendiri," kata Angelina yang menjauh dari suaminya.


"Ada apa denganmu? aku bukan pria lain sehingga kamu begitu menjaga jarak dariku," kata Aaron.


"Aku bukan anak kecil, Aku bisa melakukannya sendiri. Aku ingin keluar," jawab Angelina yang ingin beranjak dari kamar akan tetapi ia ditahan oleh suaminya.


"Ke mana kamu ingin pergi?" tanya Aaron.


"Siapa yang ingin istirahat, Sekarang yang ku inginkan adalah kamu melayaniku," kata Aaron yang melepaskan jaket Angelina dan langsung mengendong istrinya dan menidurkannya di atas kasur.


"Jangan! Aku tidak sudi," bentak Angelina yang ingin mendorong suaminya akan tetapi ia ditindih oleh suaminya itu.


"Apakah kamu mengira kamu berhak menolakku," ujar Aaron yang mencium leher istrinya.

__ADS_1


"Kenapa kamu tidak mencari dia saja? Bukankah tujuanmu ke sini hanya ingin menemuinya," ketus Angelina dengan kecewa sambil berusaha mendorong suaminya itu.


"Apakah Kelly maksudmu?" tanya Aaron.


"Iya, bukankah tujuanmu untuk menjumpai dia, Untuk apa kamu di sini lagi," jawab Angelina dengan sedikit kesal.


"Suka hati aku ingin ke mana, Angelina Hamilton, kau jangan lupa kau adalah istriku dan harus layani aku setiap aku memintanya," kata Aaron yang mencium bibir istrinya sambil melepaskan kancing baju Angelina.


Angelina semakin kecewa dengan tindakan suaminya itu padanya.


Pria itu melepaskan pakaian istrinya dengan paksa dan juga melepaskan pakaian sendiri hingga tak tersisa sehelai benang. Bagaimanapun Angelina melawan ia tetap kalah tenaga dengan suaminya itu.


Aaron mencium leher istrinya hingga menurun kedua gundukan kenyal. Ia sambil memainkan gunung kembar yang lembut dan padat itum Sementara Angelina hanya pasrah dan tentu saja kecewa. Ia tidak bisa merasakan nikmatnya sentuhan dari pria itu karena sakit yang dia rasakan.


Aaron kemudian bangkit dan membuka pangkalan paha istrinya dan melakukan penyatuan, ia bergerak maju mundur di atas tubuh wanita itu. ia mencium Angelina dengan penuh na*su dan melakukan pergerakan dengan cepat.


Angelina hanya bisa membiarkan tubuhnya di jelajahi oleh suaminya itu walaupun dia sangat tidak sudi, Aaron melakukan pergerakan berulang kali, ia mencapai kenikmatan dan masih melanjutkan gesekannya di bawah sana. serasa nikmat sehingga tidak bisa berhenti.


Angelina mengingat kembali pesan-pesan romantis dari Kelly yang membuatnya semakin kecewa.

__ADS_1


"Di matanya aku bukan istrinya, Aku hanya dijadikan sebagai pemuas di atas ranjang. Di saat dia menyetubuhiku, hatinya sedang merindukan wanita lain, dia bahkan sudah siapkan hadiah untuk wanita itu dan aku hanya wanita bodoh yang akan menyaksikan semua itu," batin Angelina.


Angelina yang merasakan setiap hentakan dari suaminya hanya bisa diam pasrah dan terluka. Air matanya mengalir deras saat teringat hubungan suaminya dan wanita lain.


__ADS_2