
"Angelina, kembali ke kamarmu!" perintah Aaron.
Angelina kemudian meninggalkan ruangan itu dengan kecewa.
"Dia adalah Angelina Hamilton si bisu itu? Tapi, kenapa dia bisa bicara?" tanya Kelly.
"Dia bukan bisu tapi adalah istriku, Kelly, lain kali jangan pernah datang ke sini lagi. Aku adalah pria yang sudah menikah dan tidak seharusnya kau dekat denganku!" kata Aaron yang kembali duduk ke kursinya.
"Bukankah kamu ingin membalas dendam padanya? Lantas, untuk apa kamu peduli dengan perasaannya? Aaron, Aku akan menunggumu tinggalkan dia!" ujar Kelly.
"Siapa yang mengatakan aku menikahinya hanya demi balas dendam?"
"Kalau bukan karena dia, Nana tidak akan bunuh diri," ucap Kelly.
"Nana bunuh diri atas kesalahannya sendiri tidak ada hubungan dengan Angelina, Nana ditipu oleh pria brengsek itu. Sementara Angelina juga sama ditipu pria itu. Jadi, di mana letaknya kesalahannya?"
"Aaron, kamu...mencintainya?" tanya Kelly yang tidak percaya.
"Aku adalah pria yang normal, Kalau aku menyukai lawan jenis itu tidak salah, Aku tidak akan melakukan hal bodoh. Menikah hanya karena membalas dendam itu adalah perbuatan bodoh. Yang seharusnya menerima pembalasan adalah Jordan," ujarnya.
"Apakah aku tidak ada kesempatan?"
"Kelly, walau kita kenal sudah cukup lama, Tapi, hubungan kita tidak akan berubah sampai kapanpun," jawab Aaron.
"Beri aku kesempatan!"
"Tidak! Dalam hidupku tidak ada kata selingkuh. Usiaku tidak muda lagi. Aku sedang menjalani hubungan yang serius dengan Angelina," jawab Aaron.
"Kamu menyukainya? Kita sudah kenal lama kenapa kamu tidak pernah tertarik padaku?" tanya Kelly.
__ADS_1
"Hubungan kita hanya teman sekelas tidak ada yang lain," jawab Aaron.
"Aku menunggu cintamu dari masa sekolah hingga sekarang, Tapi, kamu malah menikahi wanita lain," kata Kelly dengan kecewa.
"Walau hubungan kita cukup akrab, Bukan berarti aku harus menikahimu. Bagiku kamu tidak ada bedanya dengan Nana. Hanya itu saja. dan aku berharap kamu bisa jaga jarak denganku!"
"Aaron...."
"Pergilah!"
"Aku akan menemuimu lagi!" kata Kelly yang kemudian meninggalkan mansion mewah itu.
Angelina sedang berada di halaman sambil menikmati hujan salju yang menghiasi halaman belakang.
"Indah sekali tempat ini, Aku mulai menyukainya, Tapi, sayang sekali keindahan ini hanya sementara saja," batin Angelina.
"Aku hanya ingin menghirup udara segar," jawab Angelina tanpa menoleh ke arah suaminya itu.
"Cuaca begitu dingin di sini, Apakah kamu tidak takut mati kedinginan?"
"Semua orang juga bisa mati, Untuk apa harus ditakutkan," jawab Angelina.
"Kenapa kamu tidak bertanya apa hubunganku dengan dia?" tanya Aaron.
"Apa hubunganmu dengan dia?" balas Angelina yang menoleh ke arah suaminya yang berdiri di belakangnya.
"Hubungan kami cukup dekat, Karena kami adalah sekelas," jawab Aaron.
"Karena sudah lama kenal, Jadi, dia sangat bebas keluar masuk di sini?" tanya Angelina menahan kecewa.
__ADS_1
"Iya, Dia bebas dan aku yang memberi dia kebebasan," jawab Aaron dengan sengaja.
"Iya, kamu bisa melakukan itu, Karena ini adalah rumahmu," kata Angelina.
"Kamu cemburu?"
"Cemburu? Apakah...aku ada hak untuk cemburu?" tanya Angelina.
"Kamu ada hak untuk cemburu, Tapi, tidak ada hak ikut campur urusanku," jawab Aaron.
"Untuk apa aku harus cemburu kalau aku tidak ada hak untuk ikut campur," kata Angelina.
"Karena aku adalah suamimu dan hanya kamu yang harus patuh padaku. Mungkin kalian bisa menjadi teman," ujar Aaron.
"Sebagai seorang istri berteman dengan kekasih suami sendiri?"
"Bukankah suatu hal yang baik kalau kamu memiliki seorang teman di sini? Mungkin dia akan mengajarimu menjadi seorang wanita yang lembut," jawab Aaron.
"Aaron, kamu cukup kejam. Walau pernikahan ini hanya untuk sekadar membayar hutangku. Tapi setidaknya kamu menghargai aku di saat aku masih menjadi istrimu," jawab Angelina dengan mata berkaca-kaca.
"Kamu menangis karena melihat aku bersama wanita lain?"
"Aku menangis karena sifatmu yang sama sekali tidak menghargaiku!" jawab Angelina.
"Menghargaimu? Kamu hanya wanita yang ku nikahi demi melunasi hutangmu padaku. Untuk apa aku harus meminta izin darimu ketika aku ingin bersama dengan wanita lain," jawab Aaron.
Louiz yang ingin menemui atasannya telah mendengar semua perkataan wanita itu.
"Bos ini kenapa selalu ingin menyakiti hati istrinya sendiri. Selalu saja lain di mulut lain di hati," gumam Louis.
__ADS_1