
Angelina yang meninggalkan toko busana. Ia menuju ke arah lain. Dirinya berjalan sambil termenung dan sangat putus.
"Bahkan karyawan toko busana saja menganggapku sebagai pembantu, Aaron sama sekali tidak peduli saat aku dihina oleh mereka," batin Angelina.
Sementara Aaron yang telah memilih beberapa kemeja, Ia kemudian menoleh ke belakang dan tidak melihat istrinya di sana.
"Apakah kalian tahu di mana istriku?" tanya Aaron pada karyawan itu.
"Istri Anda?" tanya salah satu dari mereka yang hampir tidak percaya.
"Aku sedang bertanya pada kalian, bukan kalian yang bertanya padaku!" ketus Aaron..
"Di-dia sudah keluar," jawab mereka sambil menunjukan ke arah pintu.
"Aaron, Angelina sudah dewasa, tidak usah cemaskan dia! Mungkin dia sengaja merajuk agar kamu membujuknya. Nanti dia juga bisa pulang sendiri!" ujar Kelly yang memegang lengan pria itu.
__ADS_1
"Angelina tidak tahu jalan di kota ini," kata Aaron yang menepis tangan wanita itu dan kemudian meninggalkan toko busana itu.
Di sisi lain Angelina sedang duduk di jembatan Golden Gate sambil menunduk memandang air laut yang tenang. Wanita itu terdiam dan melamun selama satu jam. Banyak kejadian buruk yang timbul di dalam kepalanya sehingga membuat air matanya menetes tanpa berhenti.
"Apa arti hidup ini ketika tidak ada yang menghargaiku, Untuk apa dan demi siapa? Apakah hidupku tidak cukup menderita sehingga harus mengalami semua ini?" batin Angelina.
"Aku tidak tahu jalan dan tidak memiliki uang sama sekali, Ke mana aku bisa pergi? Ingin pergi jauh, Tapi, aku tidak bisa. Ke mana pun aku pergi ... butuh biaya yang tidak sedikit," batin Angelina.
Banyak kendaraan yang lalu lalang hanya melihat Angelina dan dilewati begitu saja. Tidak ada satupun yang menghampirinya untuk bertanya.
"Apa yang ada di dalam lautan? Pasti sangat indah karena terdapat karang dan ikan-ikan. Andaikan aku bisa hidup di dalam sana mungkin aku tidak akan begitu menderita," batin Angelina.
Tidak lama kemudian Aaron tiba di jembatan itu. Ia langsung keluar dari mobilnya dan menghampiri istrinya.
"Apa yang kamu lakukan di sana? Cepat turun!" seru Aaron.
__ADS_1
"Aku sedang melihat laut yang biru, Ikan-ikan di sana bisa hidup bebas tanpa tekanan. dan mungkin saja mereka juga akan menjadi santapan ikan yang lebih besar. Kehidupannya walau bebas, Tapi, bisa menjadi korban kapanpun," ujar Angelina.
"Jangan berulah dan turun sekarang juga!" perintah Aaron yang ingin mendekati istrinya.
"Jangan mendekat! Untuk apa kamu datang mencariku? bukankah kamu sedang menemani calon istrimu memilih gaun," ujar Angelina.
"Kamu sengaja ingin mencari cara agar aku keluar mencarimu? Apakah dengan cara ini membuatmu lebih puas?"
"Aku tidak memintamu untuk mencariku, Aku bahkan tidak berharap!" jawab Angelina.
"Turun sekarang juga!" titah Aaron.
"Aaron, Apakah di matamu aku tidak pantas dihargai sama sekali? Apakah karena aku adalah anak yang dibuang serta tidak ada asal usul sehingga kamu merasa aku pantas menerima hinaan dan ejekan?" tanya Angelina yang kecewa dan mengeluarkan air mata.
"Apa yang ingin kamu katakan sebenarnya?"
__ADS_1
"Aku hanya merasa di kehidupan ini tidak adil bagiku, Aku menjadi anak dari keluarga orang kaya, dan kemudian menikah dengan orang kaya. Tapi, kehidupan yang aku jalani seperti orang rendahan dan seolah-olah aku hanya pantas dianggap rendah dan menerima hinaan dari suamiku sendiri," tutur Angelina.