
Perusahaan Davidson.
Di siang itu Aaron dan Louis berada di kantornya, Aaron telah mengetahui jika pamannya mendatangi rumahnya dan berbicara dengan Angelina. Aaron mengetahuinya lewat Handphone miliknya yang terekam semua situasi di dalam dan di luar rumahnya itu.
"Si tua itu di saat aku tidak ada, dia berani datang ke rumah," ujar Aaron yang sambil melihat rekaman tersebut
"Tuan, apa niatnya datang menemui Anda?" tanya Louis dengan penasaran.
"Mungkin dia sudah mencurigai masalah putranya yang dihukum," jawab Aaron yang meletakkan handphonenya di meja kerjanya.
"Apakah dia akan memberitahu Angelina?" tanya Louis.
"Dia tidak mungkin memberitahu Angelina karena dia tidak memiliki bukti," jawab Aaron.
"Dia pasti tidak sabar, oleh sebab itu ia datang tanpa pemberitahuan," ujar Louis.
"Aku melihat dia memberi kartu nama kepada Angelina, dan aku yakin suatu saat dia pasti akan menemui gadis itu," kata Aaron dengan raut wajah yang tidak gembira
"Tuan, maksud anda apakah dia akan membeli Angelina?" tanya Louis.
"Benar, dia akan melakukan apa saja untuk untuk membunuhku, Aku yakin dia pasti sudah mengetahui siapa Angelina," jawab Aaron.
"Apakah Angelina akan tergoda dengan tawarannya?" tanya Louis.
"Kalau sampai dia memihak pada Pamanku,Aku tidak akan sungkan membunuhnya," ucap Aaron.
"Angelina, aku percaya pada kejujuranmu, aku berharap kau berbeda dengan yang lain dan tidak akan terima tawaran si tua itu," batin Angelina.
Malam hari
Aaron kembali ke rumah mewahnya dengan ditemani oleh Louis. di saat masuk ke rumahnya, Aaron langsung menuju ke ruang makan. Karena ia tahu gadis itu sedang sibuk di sana.
"Tuan, anda sudah pulang" sambut Angelina yang sedang menghidangkan makan malam.
"Angelina, di saat aku tidak ada, apakah terjadi sesuatu?"tanya Aaron dengan berpura-pura tidak mengetahui apa-apa.
"Siang tadi paman anda datang, dan dia memberikan ini padaku," jawab Angelina sambil memberikan kartu nama yang diberikan Anthony tadi.
"Kartu nama? kenapa pamanku memberikan ini padamu? apa saja yang dia katakan?" tanya Aaron.
"Dia pesan padaku, jika,Tuan tidak sehat dia ingin aku memberitahunya," jawab Angelina.
Angelina memberitahu semua apa yang dikatakan Anthony padanya.
"Dia datang ke rumahku hanya untuk ini, trik yang sangat bodoh," ujar Aaron dengan kesal.
"Tuan, tidak tahu apakah rencana dia selanjutnya,"kata Louis dengan penasaran.
"Hanya ingin menekanku," jawab Aaron dengan raut wajah tidak gembira.
__ADS_1
"Lauknya sudah siap, Silakan dimakan!" ucap Angelina.
"Iya, aku juga sudah lapar" jawab Aaron yang kemudian duduk dan menyantap makanan itu. sementara Louis mundur karena ia sudah mengerti atasannya tidak suka diganggu saat makan.
"Kenapa kamu tidak makan?" tanya Aaron.
"Aku masih kenyang," jawab Angelina
"Duduk dan makan!" perintahnya yang sedang menyantap makanannya.
"Sudah kukatakan aku masih kenyang," jawab Angelina.
"Dua pilihan untukmu, Makan bersama atau Mandikan aku?" tanya Aaron dengan sengaja.
"Kenapa selalu saja suka memaksa?"
"Ini bukan paksa tapi perintah!" jawabnya tegas.
"Sudah tua masih kekanakan," gerutu Angelina yang duduk sambil menyantap makanan.
"Jangan banyak bicara! Habiskan semua makanannya!" perintah Aaron.
Di sisi lain Anthony ditemani Steve berdiri di pelabuhan. Mata pria itu terus memandang ke air laut yang tenang selama beberapa menit. Pelabuhan yang dia datangi adalah tempat pembuangan jasad putranya.
"Kenapa hatiku perih saat melihat air yang tenang ini, Seperti ada sesuatu yang memanggilku di sana," batin Anthony.
"Tuan, Bagaimana kalau aku menculik gadis itu?" tanya Steve.
"Lima tahun bukan jangka waktu yang pendek, Tuan muda tidak akan tahan selama itu," ujar Steve.
"Tidak tahan juga harus tahan, Hukum negara kita tidak bisa melawan," ucap Anthony.
"Kenapa kita tidak coba mengunakan gadis itu?"tanya Steve.
"Gunakan untuk apa?" tanya Anthony.
"Semua orang bisa dibeli dengan uang, apa lagi dia adalah gadis yang tidak memiliki apa-apa lagi, tentu dia butuh uang. Kalau kita memberi sejumlah uang dia pasti akan tergoda dan bekerja sama dengan kita. Sekarang dia hanyalah tawanan Aaron. Dia pasti ingin bebas dari tangannya. Asal dia patuh dengan kita...kita bisa saja membantunya kabur," jawab Steve.
"Ini tawaran yang baik, Kalau dia menerima tawaranmu apa yang ingin dia lakukan untuk kita?" tanya Anthony.
"Dia bekerja di sana dan mudah untuknya mencampur sesuatu di dalam makanannya," jawab Steve.
"Meracuninya?"
"Benar! kita hanya perlu meracuninya," jawab Steve.
"Setelah dia mati maka semua harta miliknya akan menjadi milikku," ujar Anthony.
"Ini adalah cara yang terbaik," ucap Steve.
__ADS_1
"Gadis itu lebih sering berada di dalam rumah, Mana mungkin Kita ada kesempatan mendekatinya," kata Anthony.
"Aku akan menyuruh anak buah untuk mengawasinya," jawab Steve.
"Lakukan dengan hati-hati!" perintah Anthony.
Mansion Davidson.
"Bos, Sudah malam kenapa belum istirahat?" tanya Louis yang sedang meneguk minumannya.
"Belum bisa memejamkan mata," jawab Aaron.
"Apakah ada masalah?"
""Tidak! Aku hanya sedang berpikir apakah di dunia ini hubungan persaudaraan tidak bernilai," jawab Aaron.
"Apakah yang Anda maksudkan adalah Anthony?"
"Di dunia ini hanya pamanku dan Gigs adalah saudaraku, Tapi, hubungan kami retak dari dulu hanya karena keserakahannya. Dia sama sekali tidak memandang hubungan darah. Dia adalah adik kandung papaku. Tapi, Sifatnya sangat tidak bisa ku terima," ujar Aaron.
"Jangan bersedih karena masalah ini, Bos. Mereka sama sekali tidak menganggapmu. Jadi, Jangan sakit hati!"
"Keluargaku satu-satunya sudah pergi, Sekarang aku baru sadar satu hal, bahwa memiliki uang bukan berarti bahagia. Aku bisa melakukan apa yang ku inginkan. Tapi, Di dunia ini hanya aku seorang diri!"
"Bos, masih memiliki banyak anggota yang setia, Jadi, Bos tidak sendirian,"ujar Louis.
"Tidak semua yang bisa aku percaya, hati manusia sulit pahami. Bahkan saudara sendiri saja menginginkan kematianku," jawab Aaron yang menghabiskan minuman di gelasnya.
"Jangan dipikirkan bos! Kita akan melawannya kalau paman Anda bertindak," ujar Steve.
"Dan pada akhirnya aku tetap harus membunuhnya dengan tangan sendiri, Seperti Gigs yang harus ku hilangkan karena risih dengannya," ujar Aaron.
"Anda tidak salah sama sekali! Mereka yang ingin mencari masalah. Kita melakukan itu untuk melindungi diri kita," kata Louis.
"Papaku semasa hidup sangat menyayangi adiknya ini, Tapi, adiknya tidak mengenang kebaikan kakaknya sendiri. Aku tidak memiliki keluarga lagi karena aku tidak menganggap dia adalah pamanku," uujar Aaron.
"Bos, sebenarnya Anda masih memiliki seseorang!"
"Siapa?"
"Angelina!"
"Gadis itu?"
"Iya, Asalkan bos menikahi dia, Maka dia adalah keluarga bos," jawab Louis.
"Menikahinya? Sebelumnya dia menolak dan tidak sudi menikah denganku," jawab Aaron.
"Dia hanya sebatang kara saat ini, Menikah atau tidak tergantung pada bos," ujar Louis.
__ADS_1
"Kamu benar! Walau dia menolak tapi untuk kali ini dia tidak akan bisa menolak," jawab Aaron.