Bisu Tawanan Hartawan

Bisu Tawanan Hartawan
Angelina Yang Ingin Bunuh Diri


__ADS_3

"Jangan bicara yang tidak penting! Turun sekarang juga!" ucap Aaron.


"Aaron, Apakah kamu begitu membenciku sehingga kamu mengunakan cara ini untuk menyakitiku terus? Aku tahu kamu menikahiku karena ingin membalas dendam. Oleh sebab itu kau merendahkan aku setiap kali. Kamu juga tidak menganggapku sebagai istrimu. Mungkin kamu puas setiap membuat hatiku sakit. Aaron, aku hanya manusia biasa. Walau aku tidak sekaya dirimu dan Kelly. Tapi, setidaknya tolong hargai perasaanku sebagai seorang istri! Aku tidak memintamu untuk memaafkan aku. Tapi, kematian adikmu bukan salahku. Aku juga adalah korban dari keluargaku yang memintaku untuk menikah dengannya. Kalau kamu masih tidak puas denganku ... bunuh saja aku!" pinta Angelina.


"Kalau aku berniat membunuhmu, Untuk apa menikahimu," jawab Aaron.


"Demi membalas dendammu, Agar kamu puas. Itu yang kamu inginkan dariku. Mungkin ... setiap melihat air mataku kamu sangat bahagia, bukan?"


"Angelina--" ucap Aaron dengan mata berkaca-kaca.


"Di matamu, aku hanya seorang istri yang tidak pantas dicintai dan tidak layak hargai. sehingga kamu tega menyakitiku dan mempermalukan di depan orang. Kalau kematian adikmu membuatmu membenciku ... aku akan akan membayar dengan nyawaku. Agar hayat ini aku tidak berhutang lagi padamu," kata Angelina yang kecewa.


"Aku tidak butuh nyawamu untuk membayarnya, kamu hanya perlu menjadi istriku untuk selamanya," ucap Aaron yang berusaha membujuk sambil melangkah dengan perlahan menghampiri istrinya itu.


"Selamanya agar kamu bisa menyiksaku setiap hari karena kebencianmu padaku, kamu puas dan bahagia di atas penderitaanku. Aaron, mungkin bagimu aku tidak layak di anggap sebagai manusia. Tapi, aku juga ingin kehidupan yang tenang...," ucapnya dengan perasaan yang hancur.

__ADS_1


"Dari sejak aku kecil aku tidak pernah merasakan bahagia. Mungkin ini sudah nasibku. Aku akan mengunakan nyawaku untuk menebus kematian adikmu. Setelah aku mati kamu bebas bersama dengan Kelly. aku tahu dia adalah wanita yang kamu cintai," kata Angelina dengan senyum penuh kekecewaan.


Angelina yang sudah putus asa ia ingin membunuh diri dengan cara melompat ke lautan yang ada di bawah jembatan itu. Aaron yang bergerak dengan cepat ia langsung menarik istrinya sehingga mereka berdua sama-sama terhempas ke jalan.


Tidak lama kemudian Louis tiba di lokasi.


"Bos!" teriak Louis yang keluar dari mobil dan berlari menghampiri pasangan suami istri itu. Aaron memeluk istrinya dengan erat dan menahan sakit pada punggungnya yang terhempas dengan keras.


"Angelina! Angelina!" teriak Aaron yang menepuk wajah istrinya dengan perlahan. Angelina langsung tidak sadarkan diri karena tekanan yang dia hadapi.


Satu jam kemudian..


Dokter yang menangani Angelina telah keluar dari ruangan darurat.


"Dokter, bagaimana dengan Angelina?" tanya Aaron.

__ADS_1


"Apakah Anda adalah suaminya?" tanya Dokter itu.


"Iya."


"Pasien mengalami depresi yang sangat berat dan bahkan sudah bertahun-tahun lamanya. Pasien tidak akan bisa bertahan ketika dirinya selalu dalam kondisi tekanan. Sehingga pada akhirnya ia memilih untuk mengakhiri hidupnya," jelas Dokter.


"Depresi berat? Kenapa aku tidak bisa melihatnya," tanya Aaron yang hampir tidak percaya.


"Pasien hanya menutupinya selama ini, dan kini dirinya sudah tidak mampu menerima tekanan dalam hidupnya. Kalau tidak segera ditangani ... pasien akan melakukan percobaan bunuh diri untuk kedua kalinya. Jadi, awasinya dengan baik dan temui ahli Psikologi!" jawab Dokter.


"Apa lagi yang harus aku lakukan?" tanya Aaron yang cemas.


"Ubah lingkungan hidupnya agar dia bisa menjauh dari masalah yang dia hadapi selama ini! Jangan menambah luka pada dirinya lagi. kondisi seseorang yang depresi tidak akan peduli dengan nyawanya lagi. Oleh sebab itu ia nekad mengakhiri hidupnya. baginya hanya kematian satu-satunya jalan yang terbaik," lanjut Dokter itu.


"Dokter, tolong selamatkan dia! Apapun itu caranya atau ... butuh biaya yang tinggi. asalkan bisa menyembuhkan dia. Tolong carikan ahli Psikologi yang terkenal!" pinta Aaron.

__ADS_1


__ADS_2