Bisu Tawanan Hartawan

Bisu Tawanan Hartawan
Ambang Bangkrut


__ADS_3

Beberapa jam kemudian Calvin dan Cecillia tiba di bandara dan bergegas pulang ke rumah mereka. Terlihat wajah mereka yang sangat cemas dan terburu-buru.


Beberapa saat kemudian mereka tiba di rumah yang di mana polisi masih berada di sana bersama pembantu rumah tangga.


"Tuan Christoper, apakah rumah Anda tidak memasang kamera cctv?" tanya seorang pria yang adalah inspektur Yee.


"Kami memasang rekaman di setiap sudut rumah ini," jawab Calvin.


"Kami mendapati semua rekaman telah dimatikan saat kejadian, dan tidak terekam siapa pelakunya," kata inspektur Yee.


"Pelakunya sudah melakukan rencana dari awal," ujar Cecillia.


"Tuan, Nona, coba diperiksa apakah barang pribadi milik korban ada yang hilang!"


"Baiklah, kami akan periksa sekarang," jawab Calvin.


"Cecillia, Periksa barang mama, dan aku akan periksa barang papa," titah Calvin.


"Iya, Kak," jawab Cecillia.


Chris dan Nick mencari sesuatu di sekeliling rumah itu, Entah apa yang mereka cari.


"Adik, siapa nama kalian?" tanya seorang wanita yang adalah anak buah inspektur Yee.


"Namaku Chris dan adikku, Nick!"


"Apa yang kalian cari di sini?" tanya anak buah inspektur Yee.


"Bibi, kami sedang mencari jejak pelaku," jawab Chris dan Nick dengan serentak.


"Sangat pintar! Berapa usia kalian?"


"Lima tahun," jawab mereka serentak.


"Namaku adalah Lee Na, Kalian bisa memanggilku bibi Lee."


"Bibi, apakah pelakunya akan ditangkap?" tanya Nick.


"Kita pasti akan menangkapnya," jawab Lee.


"Jangan sampai dia kabur, Karena dia akan pergi melukai orang lain," ujar Chris.


"Baiklah, Jangan khawatir, Kami pasti akan segera menangkapnya. Adik, bibi ingin bertanya, di rumah ini ada berapa orang yang tinggal di sini?"


"Dulunya enam, kemudian lima," jawab mereka dengan serentak.


"Siapa yang satu lagi?" tanya Lee.


"Serigala betina, dia adalah bibi kami yang paling galak dan jahat," jawab Chris dan Nick yang menarik perhatian semua inspektur di sana.


"Adik, Apakah bisa jelaskan kenapa bibi kalian jahat dan galak? Siapa namanya?" tanya seorang inspektur lainnya.


"Siapa nama Paman?" tanya Nick.


"Namaku adalah Chen, kenapa?"


"Kalau ingin mendapatkan jawaban dari kami harus memberi tahu nama dulu, Seperti bibi ini," jawab sikembar dengan serentak.

__ADS_1


"Mereka bukan hanya kembar, Tapi, memiliki banyak kesamaan," kata rekan lainnya.


"Baiklah, Kalau begitu apakah bisa memberi tahu kami?" tanya Chen.


"Bibi kami namanya Diana, dia selalu saja membuat kakek dan nenek kami emosi. dia sangat egois," kata Nick.


"Keras kepala dan suka mencari masalah dengan mama dan kami," sambung Chris.


"Dari dulu dia sudah jahat dan serakah," lanjut Nick.


"Tidak ada baiknya tentang dia," sambung Chris.


"Walau cantik, Tapi, sifatnya sungguh jahat dan bagaikan siluman iblis," kata Nick.


"Lalu, di mana bibi kalian?" tanya inspektur Yee.


"Sudah diusir," jawab Chris.


"Kenapa?" tanya Chen.


"Dia berniat membunuh kami berdua, Untung mama cepat pulang, Makanya kami selamat. Kemudian diusir oleh kakek dan langsung putuskan hubungan dengan serigala itu," ungkap Nick.


"Apakah kalian tahu di mana dia sekarang?" tanya inspektur Yee.


"Tidak tahu!" jawab Chris dan Nick dengan serentak.


Setelah mendengar keterangan dari sikembar para inspektur saling memandang karena mencurigai Diana terlibat dalam kejadian ini.


"Kenapa paman dan bibi saling memandang? Apakah bibi kami adalah tersangka utama?" tanya Chris.


"Paman, Bibi, Kalau saja mencurigai bibi kami, cepat minta bantuan petugas kebun binatang untuk menangkapnya," kata Nick.


"Petugas kebun binatang? Untuk apa?" tanya para Inspektur dengan serentak.


"Untuk menangkap bibi kami!" jawab Nick.


"Nick, kamu jangan bicara aneh-aneh! petugas kebun binatang itu adalah penangkap hewan yang di sana," kata Chris.


"Lalu, apa bedanya dengan bibi Diana yang adalah Serigala betina?" tanya Nick.


"Menangkap penjahat bukan dengan petugas kebun binatang, Tapi, adalah polisi. Kenapa kamu tidak ada pintar-pintarnya," kata Chris.


"Bibi Diana adalah Serigala, Jadi, tidak ada salahnya petugas kebun binatang yang membawanya pergi dan kembali ke habitatnya," ujar Nick yang tidak mau kalah.


"Inspektur, Brankas papaku terbuka," kata Calvin.


"Perhiasan mama juga hilang," sambung Cecillia.


"Siapa saja yang tahu kode Brankas?" tanya inspektur Lee.


"Tidak ada yang tahu, Hanya papaku yang tahu," jawab Calvin.


"Tuan, apakah Anda tahu, apa isinya di dalam brankas itu?" tanya inspektur Chen.


"Aku hanya tahu beberapa dokumen penting perusahaan, Kalau dokumen itu hilang, Maka, Perusahaan kami akan mengalami masalah," jawab Calvin.


"Kakek pernah mengatakan kalau dokumen itu diketahui orang lain atau jatuh ke tangan orang lain dan dijual. Maka, perusahaan akan bangkrut," kata Nick.

__ADS_1


"Di dalam brankas juga ada surat wasiat," sambung Chris.


"Chris, bagaimana kamu bisa tahu tentang ini?" tanya Cecillia.


"Suatu malam saat kami mencari kakek di ruang kerjanya, kami melihat kakek sedang sibuk. Lalu, kakek memberi tahu kalau kakek sedang menulis surat wasiat," jawab Chris.


"Kenapa papa harus melakukan itu?" tanya Calvin.


"Kakak, apakah surat wasiat itu adalah surat cinta untuk kekasih baru kakek?" tanya Nick.


"Jangan bicara sembarangan!" jawab Chris.


"Lalu, kenapa kakek menulis diam-diam seakan sedang melakukan kesalahan?" tanya Nick yang penasaran.


"Nick, sudah! Jangan banyak bertanya," kata Cecillia.


"Kenapa pelakunya bisa mengetahui apa yang disimpan papa dalam brankas dan perhiasan mama juga diambilnya?" tanya Cecillia.


"Data-data di komputer juga hilang," kata Calvin.


"Apakah Diana pelakunya? Hanya dia yang bisa melakukan itu," tanya Cecillia.


Tidak lama kemudian nada panggilan masuk ke handphone milik Calvin dan Cecillia.


"Hallo," sahut Calvin yang menjawab panggilan.


Raut wajah Calvin dan Cecillia langsung berubah setelah menerima panggilan dari perusahaan.


"Tuan, saham kita anjlok, dan banyak panggilan yang masuk hari ini, data perusahaan dijual seseorang." Suara seorang pria yang di seberang sana.


"Wakil Direktur, Pemegang saham kita sedang ribut dan ingin mundurkan diri," suara seorang wanita.


Tidak lama kemudian Calvin dan Cecillia memutuskan panggilannya.


"Paman, Mama, ada apa?" tanya Chris.


"Perusahaan kita mengalami masalah besar," jawab Calvin yang langsung beranjak dari sana.


"Inspektur, tolong cari kakak saya Diana Christoper sampai dapat, Hanya dia yang bisa melakukan ini!" pinta Cecillia.


"Kami akan mengerahkan rekan kami untuk mencari tersangka," jawab mereka.


Beberapa saat kemudian Cecillia bergegas ke rumah sakit.


"Dokter, Bagaimana papa dan mamaku?" tanya Cecillia.


"Tuan besar mengalami gegar otak dan dalam keadaan koma, masih belum pasti kapan beliau akan sadar. Sementara nyonya mengalami shock yang berat sehingga dirinya depresi dan pingsan," jawab Dokter.


"Dokter, apa pun yang terjadi tolong selamatkan kedua orang saya!" pinta Cecillia.


"Jangan cemas, Nyonya. Kami akan melakukan yang terbaik," jawab Dokter.


Siang itu perusahaan keluarga Christoper langsung diambang kehancuran. Data perusahaan disebar sehingga menyebabkan perusahaan mengalami kerugian yang fantastik. Para pemegang saham sedang menyalahkan Calvin atas kejadian tersebut.


Ruang rapat berubah menjadi suasana yang tak terkendalikan.


Banyak yang menyalahkan bahwa Calvin atau Cecillia yang sengaja menyebar atau menjual data penting perusahaan.

__ADS_1


__ADS_2