Bisu Tawanan Hartawan

Bisu Tawanan Hartawan
Menanggung Dosa Seumur Hidup


__ADS_3

"Kakak, kamu sangat serius dengan gadis ini, dia bukan istrimu untuk apa kamu marah?" tanya Gigs yang duduk di sofa.


"Dan untuk apa kamu datang ke sini dengan tanpa di undang?" tanya Aaron yang berdiri di depan adiknya itu.


"Aku hanya ingin datang ke rumah kakakku sendiri, apakah aku perlu menunggu undanganmu," jawab Gigs.


"Sayang sekali aku tidak suka kalau kamu datang,"kata Aaron.


"Kakak, ayolah...kita adalah saudara, kenapa harus bersikap dingin padaku," ujar Gigs dengan senyum.


"Saudara? kalau bukan karena saudara, apakah kamu mengira kamu masih bisa duduk di sini," ujar Aaron.


"Kenapa? apa salahku? kenapa selama ini kamu tidak pernah suka padaku?"


"Seharusnya aku bertanya padamu, apakah kamu masih berencana ingin meracuniku untuk kedua kalinya?"


"Meracunimu? ha ha ha...mana mungkin aku meracunimu, kakakku," jawab Gigs dengan tertawa.


"Adikku, kamu sudah dewasa, tapi sangat disayangkan. kamu selalu saja bertindak bodoh saat melakukan sesuatu. ingin meracuniku di kediamaniku sendiri apakah kamu mengira aku tidak sadar? seluruh kediaman ini dari dalam hingga luar terpasang kamera. mana mungkin aku tidak tahu niatmu," kata Aaron.


"Tidak mungkin, saat itu bukankah kamu ingin minum bir itu," ujar Gigs.


"Iya, aku ingin minum karena dari awal aku sudah menelan pil penawar, jadi mana mungkin aku menolak ketika minum bersamamu," jawab Aaron.


"Dan saat bisu itu membuangnya, kenapa kau menamparnya? apakah itu juga hanya pura-pura?"


"Kalau aku tidak berakting, mana mungkin aku bisa membodohimu," jawab Aaron dengan senyum.


"Kau...," ucap Gigs yang bangkit dari tempat duduknya.

__ADS_1


"Lain kali jangan pernah menginjak kaki kotormu ke dalam rumahku, ada lagi...gadis yang kau anggap bisu dia memiliki nama," kata Aaron yang mengcengkeram bagian tengkuk Gigs dan menarik dengan kuat menuju ke pintu utama.


"Sakit...," jeritan Gigs yang kesakitan.


"Keluar dari sini, jangan sampai aku melihat wajahmu lagi!" bentak Aaron yang mendorong pria itu keluar dari kediamannya.


"Aargh...," jeritan Gigs yang hampir tersungkur dan ditahan oleh anggotanya.


Pengawal Gigs yang ingin menghampiri Aaron akan tetapi mereka di halang oleh pengawal Aaron yang jumlahnya lebih banyak.


"Kalian semua berani bertindak sembarangan di wilayah kami," ketus Louis.


"Usir mereka semua! kalau lain kali mereka muncul di wilayah ini, potong kaki mereka!" perintah Aaron.


"Baik, Bos," jawab anggotanya dengan serentak.


"Awasi tempat ini dengan baik, jangan sampai mereka masuk lagi!" perintah Aaron.


"Iya, Bos!" jawab Louis.


"Bos, kenapa kita diam saja? padahal dia sudah melewati batas," tanya Louis.


"Kalau bukan karena paman, aku pasti sudah menghancurkan tubuhnya," jawab Aaron yang melangkah menuju ke kamarnya.


"Suruh Angeline datang merapikan ruang kerjaku!" perintah Aaron.


"Baik, Bos," jawab Louis.


Setelah beberapa saat kemudian Angelina sedang merapikan meja kerja majikannya. gadis itu menyusun rapi semua dokuman yang berserakan. di saat ia sedang mengelap meja itu ia melihat dompet pria yang dalam kondisi terbuka dan terlihat foto seorang gadis yang adalah adik Aaron yang sebelumnya tewas bunuh diri.

__ADS_1


Angelina memegang dompet itu dan melihat foto Nana yang sedang tersenyum.


"Apakah dia adalah Nana tunangan Jordan yang bunuh diri?" batin Angelina.


"Dia sangat manis, tidak salah kalau Aaron membenciku selama ini, dia pasti sangat sayang dengan Nana. Jordan sangat keterlaluan tega meninggalkan dia dan juga bayi dalam kandungan. semua ini salahku yang tidak tahu apa-apa dan menjadi orang bodoh selama ini," batin Angelina.


"Nana, maaf!" ucap Angelina.


Saat Angelina sedang melihat foto itu tiba-tiba direbut dengan kasar oleh Aaron yang tidak tahu kapan masuk ke ruangan itu.


"Untuk apa kau melihatnya?" tanya Aaron dengan tatapan tajam.


"Aku hanya...ingin minta maaf," jawab Angelina.


"Minta maaf? Nana tidak akan kembali lagi, jangan menyentuh foto ini dengan tangan kotormu," ketus Aaron yang melangkah pergi.


"Bos, apakah ingin keluar?" tanya Louis yang ikuti langkah bosnya.


"Carikan beberapa wanita cantik untuk menemaniku malam ini!" perintah Aaron.


"Ha...," jawab Louis dengan heran.


Angelina langsung lemas saat mendengar setiap ucapan Aaron yang menusuk hatinya.


"Aku selamanya dibenci karena kejadian ini, kalau saja aku tahu Jordan telah memiliki seorang tunangan mana mungkin aku menerima lamarannya saat itu," batin Angelina.


"Baginya aku kotor," ucap Angelina yang melihat kedua tangannya.


"Iya, aku kotor dan rendahan, itulah aku di matanya. mulai dari kejadian Nana yang bunuh diri aku dan Jordan sudah bersalah padanya. tidak tahu harus sampai kapan baru berakhir. apakah aku harus menanggung dosa ini seumur hidup?" gumam Angelina.

__ADS_1


__ADS_2