Bisu Tawanan Hartawan

Bisu Tawanan Hartawan
Terungkap Sifat Jones


__ADS_3

Aaron menarik krah kemeja temannya dan mengusirnya keluar dari rumah.


"Hei, hei, apa kamu menolak gadis cantik? Berapa yang kamu inginkan juga ada. Jadi, kamu tidak akan kesepian," kata Darwine.


"Jangan pernah muncul di hadapanku lagi," ketus Aaron yang mendorong dokter itu hingga ke halaman luar.


"Kenapa kamu tidak berminat? Apa ada salah denganmu? Kamu sudah tidak normal dan tidak tertarik pada wanita? Mereka jauh lebih cantik dan seksi dari mantan istrimu."


"Kalau kamu bicara lagi, Aku akan melemparmu ke sungai biar menjadi santapan buaya," ketus Aaron.


"Apakah kamu tidak ingin bersenang-senang? Selalu fokus pada bisnis untuk apa? Uangmu juga sudah banyak," ujar Darwine.


"Kalau tidak ada kerja, lebih baik kamu pergi ke pantai dan rendamkan dirimu ke laut," ujar Aaron.


"Seluruh dunia sudah tahu kalau kamu sudah bercerai," teriak Darwine.


"Dan seluruh dunia juga tahu kalau aku menikah lagi," jawab Aaron.


"Menikah dengan hantu, Aku bukannya tidak tahu niatmu, Kamu sengaja ingin menyinggung perasaan Angelina. agar dia mengira kamu bisa hidup bahagia tanpa dia, Sebenarnya tidak!"


"Siapa yang mengatakan tidak? Tanpa wanita aku bisa hidup dengan baik, Aku tidak hidup dengan bergantung pada mereka," kata Aaron.


"Aaron, kamu sangat sombong sekali sehingga Angelina kabur karena sifatmu. Kalau saja egomu masih saja tidak berubah sampai tua tidak ada wanita yang bisa betah denganmu," ujar Darwine.


"Aku tidak butuh wanita mana pun, Justru mereka yang sering datang mengodaku," jawab Aaron.


"Aaron, kamu begitu kaya, uangmu segunung, saat kamu sudah tua uangmu kau dikemanakan?"


"Bukan urusanmu," jawab Aaron.


"Sampai tua kamu hanya akan hidup sendirian," ejek Darwine.


"Pergi!" bentak Aaron yang kesal dan kemudian menutup pintunya.


"Memang keras kepala," kata.Darwine sambil mengeleng-geleng kepalanya.


"Dokter Darwine," sapa Louis yang datang dari arah lain.


"Louis?"


"Kamu sudah bertemu dengan bos?"

__ADS_1


"Kepala bosmu seperti batu," jawab Darwine.


"Walau pun begitu, Itu hanya luaran saja."


"Bukankah dari dulu dia suka berpura-pura?"


"Iya, Tapi, kali ini lebih parah," jawab Louis.


"Kenapa?" tanya Darwine.


"Sejak nyonya pergi, Bos lebih sering murung, Dia sengaja menghabiskan waktunya di perusahaan dan pulang larut malam," jawab Louis.


"Dia hanya sedang menipu diri sendiri, Mengunakan kesibukan agar bisa melupakan istrinya. Itu adalah perbuatan bodoh," ujar Darwine.


"Aku tidak tahu harus bagaimana, Aku khawatir melihat bos seperti ini, Aku menyangka dia hanya akan sedih untuk sementara, ternyata tidak."


"Apakah bosmu itu masih normal?" bisik Darwine.


"Kenapa kamu bertanya seperti itu?" tanya Louis.


"Aku melihat dia tidak berminat pada wanita cantik, Aku menjadi curiga."


"Jangan berpikir sembarangan! Bos bukan pria yang suka jajan sembarangan. Dari dulu semasa nona masih hidup dia sudah sendirian dan anti godaan," jawab Louis.


"Pernikahan ini hancur begitu saja karena kelalaianku, Angelina Hamilton, Suatu hari kalau kita bertemu lagi aku akan membuatmu kembali ke sisiku," gumam Aaron. Ia memakaikan kalung ini ke lehernya.


San Fransisco.


Angelina yang melepaskan cincin yang di jari manisnya dan diletakan dalam box kecil.


"Semuanya sudah berakhir, Anakku, mulai hari ini kita harus sama-sama menjalani kehidupan kita. Apa pun yang terjadi kita pasti bisa melaluinya," gumam Angelina.


Angelina kemudian mengeluarkan liontin yang dari kalungnya, Ia melihat angka kelahirkannya dengan tatapan sedih.


"Kalung ini sudah ikut denganku hampir 24 tahun, Tapi, masih saja belum bisa menemukan keluargaku. Kenapa saat itu mereka meninggalkan kalung ini? Apa yang terjadi di saat itu? Andaikan orang tuaku tidak menginginkan aku lagi...Mana mungkin mereka meninggalkan kalung ini," ucap Angelina.


"Apa sebabnya aku bisa ditinggalkan di tepi jalan? Awal mulai dari sana hidupku sudah ditakdirkan menderita. Banyak yang telah aku alami dari sejak aku kecil hingga sekarang. Kini, aku akan melahirkan beberapa bulan lagi. Tapi, tanpa ayahnya di sisiku. Aku pasti akan kesepian dan takut. Aku pasti bisa melaluinya," batin Angelina.


Di sisi lain Diana mendatangi tempat tinggal Jones dengan membawa tas dan koper.


Tempat tinggal calon suaminya itu sangat sempit dan hanya memiliki sofa yang sudah usang dan dapur yang juga ada di ruang tamu itu.

__ADS_1


Malam itu Jones dan kedua orang tuanya termenung melihat wanita itu yang menangis dengan begitu sedih.


"Diana, apa yang terjadi?" tanya Jones yang berpostur tinggi dan rambut panjang diikat ke belakang.


"Aku bertengkar dengan papa," jawab Diana yang sedang menangis.


"Lalu, kenapa kamu membawa barang-barangmu ke sini?" tanya wanita itu yang adalah ibu Jones.


"Bibi, Paman, Aku diusir oleh papaku. Mulai hari ini aku tidak bisa pulang lagi," jawab Diana.


Wanita itu langsung menatap sinis pada Diana. Ia hanya berharap putranya bisa menjadi pewaris keluarga besar itu.


"Diusir? Lalu, bagaimana dengan pertunangan kalian?" tanya ibu Jones.


"Papa tidak setuju sama sekali, Oleh karena itu kami bertengkar. Mulai hari ini aku tidak bisa pulang atau ke perusahaan lagi," jawab Diana dengan sedih.


Pihak keluarga Jones langsung mengabaikan Diana yang kini telah kehilangan semuanya.


"Diana, Apakah itu berarti aku tidak bisa lagi menjadi pengurus di perusahaan keluargamu?" tanya Jones.


"Tidak bisa! Aku saja sudah dipecat, Mana mungkin papa setuju kalau kamu bekerja di sana," jawab Diana.


"Kamu juga adalah putrinya, Kenapa dia malah mengusirmu? Apakah dia tidak membagi harta untukmu?" tanya ayah Jones.


"Paman, Bibi, papa telah memutuskan hubungan denganku. Aku tidak memiliki apa-apa lagi," jawab Diana.


"Apa gunanya kalau dia tidak kaya," ketus ibunya Jones.


"Bibi, Apa yang Bibi katakan?"


"Maksudku adalah, hanya wanita yang berasal dari keluarga kaya baru layak bersama anakku. Sedangkan kamu sudah tidak memiliki apa-apa," jawabnya.


"Kalian...kalian...hanya menginginkan uang keluargaku?" tanya Diana yang hampir tidak percaya.


"Jones, katakan padaku, ini hanya candaan!" ujar Diana yang memegang tangan pria itu.


"Diana, aku menikah adalah untuk menikmati hidup mewah, Bukan untuk hidup susah denganmu. sekarang kamu tidak memiliki uang dan sudah diusir. Jadi, untuk apa lagi aku mempertahankan hubungan kita," jawab Jones yang menepis tangan wanita itu.


Bagaikan disambar petir setelah Diana mendengar setiap ucapan pria yang dia cintai.


"Jangan bercanda denganku, Aku tahu kamu mencintaiku," ujar Diana yang kecewa dan mengeluarkan air mata.

__ADS_1


"Mencintaimu? selain kaya apa yang kamu miliki? wajahmu pas-pasan, sifatmu sangat egois sehingga membuatku muak. selalu saja memintaku mengantarmu jalan-jalan. kalau bukan karena keluargamu yang kaya...siapa yang bisa tahan dengan sifatmu," kata Jones yang terus terang.


__ADS_2